
Keesokan harinya.
"Bawa aku ke rumahnya Restu!" perintah Ibunya Lia kepada Rian.
Nampak Rian mengernyitkan dahi karena terlihat sang mantan mertuanya itu marah. Rian pun seakan ingin tahu dan menanyakan kepada mantan Ibu mertuanya tersebut, sebenarnya apa yang tengah terjadi.
"Bu, maaf ada apa?" tanya Rian dengan penuh hati-hati karena takut sang mantan Ibu mertuanya itu marah dan bertambah kesal.
Sang Ibu mertua nampak melotot ke arah Rian karena dia berpikir mantan menantunya itu seakan mencampuri urusannya.
Nampak wanita yang tengah dihinggapi rasa kesal tersebut membentuk Rian.
"Cepat! Jangan lelet mengemudikan mobilnya!" ucapnya terdengar keras.
Rian pun nampak terkejut dan dengan cepat dia melajukan mobilnya ke arah rumah Tante Restu. Rian seperti mengejar maling tanpa berpikir untuk berhati-hati dia menancap gas mobil dengan kecepatan tinggi.
______
BRUKK....
Mobil yang di tumpangi pun akhirnya menabrak pohon besar. Sontak Ibunya Lia terkesiap dan kepalanya membentur kursi depan yang tengah di duduki Rian yang mengakibatkan langsung seketika keningnya membiru dan beberapa detik nampak ada benjolan.
"Awww,,,, sakit! Brengsek kamu, kurang ajar!" wanita paruh baya itu mengumpat mantan menantunya tersebut.
Rian melihat dari arah kaca spion dia dihinggapi rasa terkejut dengan melihat Ibunya lia keningnya membentur kursi. Rian pun seperti menahan tawa karena kening dari sang mantan Ibu mertuanya terdapat ada benjolan kecil di keningnya.
_____
"Ma-maaf Bu, maaf!" ucap Rian dengan muka merah padam karena dihinggapi rasa terkejut tatkala melihat mantan Ibu mertuanya mengalami kecelakaan ringan.
"Dasar kamu tidak becus mengendalikan mobil. B*d*h kamu!" ucapnya lagi sambil mengelus keningnya.
Rian hanya diam seakan dihinggapi rasa serba salah. Rian pun seakan tidak bisa melanjutkan lagi perjalanannya karena menunggu perintah dari mantan Ibu mertuanya itu yang sedang dihinggapi rasa sakit di keningnya.
Rian nampak membuka laci dasbor mobil, dia pikir siapa tahu ada obat buat mengompres kening sang mantan Ibu mertuanya itu, Rian nampak sedang mencari-cari obat tersebut namun nampak sang mantan Ibu mertuanya tesebut membentak Rian yang mengakibatkan Rian dihinggapi rasa terkejut.
__ADS_1
________
"Kamu cari apa, enggak sopan. Buka-buka tempat itu!" ucapnya dengan memegang keningnya.
"Maaf Bu, Rian sedang mencari obat buat Ibu, siapa tahu ada obat untuk mengompres buat kening Ibu agar tidak sakit dan linu," jawab Rian seakan dihinggapi rasa serba salah.
"Tidak, tidak perlu! Cepat jalan karena aku sudah sangat kesal dengan Restu! Kecewa aku dengan dia, masa cucuku dibawa sama dia!" terlihat kesal sang Ibu ketika berucap dengan pandangan mendelik.
•••
DEGH...
Rian nampak terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang Ibu karena yang dia ucapkan tantang anaknya Cantika yang belum pulang karena dibawa oleh Tante Restu. Rian nampak menghela napas panjang dan melihat kaca spion tatkala ketika akan berucap.
"Maksudnya anakku dibawa Tante Restu dan belum pulang sampai sekarang, kemana dia Bu!" Rian dihinggapi rasa khawatir.
Nampak sang Ibu terlihat lepas kendali ketika berbicara karena niat dia tidak ingin berbicara yang sejujurnya kepada Rian. Dan sang Ibu pun terlihat tidak memberi jawaban. Dia hanya membuang napas kasar dan mengalihkan pandanganya. Rian pun seakan tidak mendapatkan jawaban dari ini semua. Dia seakan menyabarkan diri agar tetap tenang tunggu sampai nanti dia tiba di rumah Tante Restu.
_____
"Mbak, ada Restu!?" sang Kakak dari Restu terlihat mencari keberadaan sang adik dan nampak dia melihat garasi rumah, mobil sang adik tidak ada disana. Sang ART pun nampak menggelengkan kepalanya pertanda dia tidak tahu dengan keberadaan sang majikan.
"Kemana ya, dia!" sang kakak pun duduk di teras rumah dan seakan berpikir. Dimanakah keberadaan sang adik kini berada dengan membawa sang cucu. Kemudian Rian datang menghampiri dan seakan menenangkan mantan Ibu mertuanya tesebut. Rian dalam hatinya berpikir mungkin Tante Restu sedang membawa anaknya untuk berlibur dan menenangkan hatinya karena tadi malam sang Ibu bicara pada dirinya bahwa ada tetangga yang mengabarkan bahwa ada yang datang ke rumah dengan menyebutkan nama Tante Restu dan kedatangannya bersama anak kecil.
"Bu, Tante Restu itu kan adik dari Ibu berarti sudah dianggap Nenek sendiri oleh Cantika. Kalau menurut Rian, Ibu jangan terlalu mengekang atau mengkhawatirkan keadaan Cantika. Rian saja tidak terlalu mengkhawatirkan Cantika karena tahu Tante Restu adalah orang yang tepat bagi Cantika untuk saat ini," ucap Rian.
"Loh, kamu kenapa malah ngomong seperti itu Rian! Berarti kamu tidak sayang sama anak kamu karena kamu tidak khawatir dengan Cantika," sang Ibu terlihat seakan tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Rian karena yang ingin di dengar dari mulut Rian adalah kekhawatiran dia terhadap sang cucu yang telah dibawa oleh sang adik.
______
"Jangan-jangan Restu sekarang bersekongkol dengan Rian karena terbukti Restu dan Cantika kemarin mendatangi rumah kontrakan Viona." gumam hati sang Ibu penuh curiga dan tanda tanya.
"Rian sangat sayang Bu, dengan Cantika anak Rian jadi tolong jangan terus mengingat masa lalu Rian karena telah mengkhianati Lia dan tidak bertanggung jawab terhadap Cantika. Tapi percayalah Rian sangat mencintai dan menyayangi Cantika. Tolong Bu, maafkan Rian! Aku ingin menebus itu semua," ucap Rian dengan mata yang berkaca-kaca.
"Bisa saja kamu Rian, mungkin kamu sekarang miskin jadi sifatmu berubah ingin dikasihani, begitu!" tegas sang Ibu.
__ADS_1
Rian nampak terkejut dengan ucapan sang mantan Ibu mertuanya itu.
"Bu, orang itu bisa berubah dan Rian yakin itu," ucap Rian mencoba meyakinkan Nenek dari anaknya.
______
Nampak sang mantan Ibu mertua seakan tidak percaya dengan hal itu. Nampaknya sang Ibu sudah tertutup rapat pintu hatinya untuk Papanya sang cucu. Pengkhianatan demi pengkhianatan yang terjadi ketika dulu masih melekat di pikirannya. Sang Ibu berpikir dia memakai Rian sebagai supir pribadinya semata-mata hanya ingin menolong saja karena keadaan Papa dari cucunya dalam keadaan titik terendah dan yang paling penting sudah nunggak membayar rumah kontrakannya yang berbulan-bulan.
"Sebenarnya aku bisa saja menendang kamu agar tidak menjadi supirku lagi Rian! Tapi aku kasihan saja dengan kamu yang keadaannya sedang terpuruk dan belum bayar rumah kontrakan yang nunggak berbulan-bulan," ejek sang Ibu dengan muka sinis.
Rian mencoba mengatur deru napasnya jangan sampai dia terpancing emosi karena jika dia terpancing emosi bisa saja dia bicara kepada mantan Ibu mertuanya itu keluar kerja dan hutangnya akan dia bayar dengan cara dia bekerja di tempat lain. Tapi Rian mempertahankan untuk bekerja dengan sang mantan Ibu mertua karena dia semata-mata ingin kedekatannya dengan sang anak terjalin erat dan dia tidak mau lagi berpisah untuk kedua kalinya dengan sang anak.
______
Rasa malu yang menggerogoti hati dan pikirannya sebagai supir pribadi dari mantan Ibu mertuanya, dia coba tepis agar bisa bertemu dengan sang anak.
Rian berpikir jika dia keluar pasti keluarga dari anaknya akan menjauhkan dia kembali untuk kedepannya.
"Rian mohon jangan keluarkan Rian sebagai supir pribadi Ibu, karena Rian butuh pekerjaan dan ingin membayar sisa tunggakan utang bayar kontrakan rumah yang nunggak. Dan Ibu boleh potong semua gaji Rian sisa dari cicilan Rian tersebut tiap bulan untuk Cantika anak Rian yang sudah Rian terlantarkan selama ini, Rian mohon dengan sangat," ucap Rian terdengar memohon.
Dalam hati kecil Rian berkata sebenarnya dia tidak mau memohon kepada sang mantan Ibu mertuanya karena rasa gengsi pun masih ada menyelimuti namun Rian lakukan semua demi anaknya.
"Sudah, sudah kamu jangan banyak ceramah! Antarkan aku sekarang juga ke rekan bisnisku. Sudah telat ini!" sang Ibu terlihat melihat arloji yang lekat menempel di pergelangan tangan kanannya.
_______
Di dalam mobil.
Ting..
Tiba-tiba pesan muncul dari ponsel milik Ibunya Lia, dan nampak pesan gambar muncul dari ponselnya tersebut dan yang memberikan pesan tersebut adalah Restu sang adik. Sontak sang Kakak ketika mendapatkan kabar dari sang adik matanya membulat sempurna karena ponselnya Restu dari kemarin tidak aktif mungkin sengaja dia matikan.
Sang Ibu nampak melebarkan kedua bola matanya tatkala melihat gambar yang diberikan oleh sang adik dan nampak gambar terlihat disana. Sang cucu sedang berada di kolam renang yang terlihat kolam tersebut sangat strategis dan nyaman dengan di kelilingi bunga dan dedaunan. Dalam hati sang kakak berpikir mungkin Restu sengaja ingin mengambil hati sang cucu dengan cara membawanya pergi jalan-jalan ke tempat yang nyaman dan asri karena sang Nenek tahu jika sang cucu dibawa ke tempat yang nyaman itu yang di inginkan.
Karena dihinggapi rasa penasaran sang Kakak pun kemudian memberikan pesan balasan dan menanyakan keberadaan sang cucunya sekarang sedang dimana. Tapi nampak pesan tersebut hanya dibaca saja tanpa di balas oleh sang adik dan hal ini membuat sang kakak dihinggapi rasa kesal yang teramat kepada Restu sang adik.
__ADS_1
Bersambung...