Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 122 Desy terpukul


__ADS_3

Debaran jantungnya seperti tidak mau berhenti berdetak di hati Desy, dan emosinya juga seakan tidak bisa dia kontrol tatkala melihat foto dan video yang Tante Bela kirim yaitu foto pernikahan Lia dan Adrian.


Apalagi tatkala dia melihat sebuah video yang memperlihatkan canda dan tawa sepasang pengantin yang nampak gembira, apalagi ditunjang dengan suasana tempat pernikahan di Restoran milik Papa Steven begitu terlihat mewah dan sejuk karena disana terhampar bunga yang begitu beraneka ragam.


"Seharusnya aku yang berada disana! Dan aku pun gagal menikah!" ucap Desy terlihat geram.


Desy seakan tidak rela jika pernikahan Lia diadakan dengan begitu mewah dan nampak para tamu undangan begitu rapi dari kalangan orang berada.


Nampak mata Desy tertuju ke arah sepasang lelaki dan perempuan yang tengah duduk sedang menikmati acara makan, sontak matanya terbelalak.


"Itu kan Papanya Rian dan Tante Dini! Ngapain juga mereka datang ke acara pernikahan Lia!" nampak Desy terlihat cemberut bibirnya mengerucut.


________


Desy yang masih belum sembuh dari luka di wajahnya seakan tersulut amarah dan tersayat pilu. Dia pun seakan kesal dengan Rian karena beberapa hari ini dia tidak ada kabar berita. Desy menyangka mungkin setelah wajahnya rusak karena kecelakaan dan belum sembuh total Rian seakan menghindar darinya.


Desy pun beberapa kali menghubungi Rian dan nampak tidak diangkat oleh Rian. Hal ini menjadi tanda tanya besar untuk Desy, dia berpikir Rian akan meninggalkannya pergi karena mukanya sudah tidak cantik lagi.


_____


Kemudian Desy pun memberikan sebuah pesan kepada Rian.


{"Mas, kenapa teleponku tidak kamu angkat!? Apakah kamu sudah tidak cinta lagi sama aku? Kamu benar-benar mengecewakan aku! Pokoknya kalau sampai lusa kamu tidak datang ke rumahku, aku yang akan datang ke rumahmu,!"} pesan tertulis dari Desy seperti sebuah ancaman bagi Rian yang tidak memberikan sebuah kabar.


Desy nampak melihat lekat wajahnya di kaca cermin dia pun seakan geram karena luka di mukanya tidak kunjung sembuh dan masih basah padahal dia rutin memakan obat baik obat dari dalam untuk di minum ataupun obat yang di oleskan ke muka.


______


Desy termenung sejenak.


Dia pun baru ingat dengan Dokter Zahira yang sudah lama tidak berkomunikasi padahal sebelumnya Desy ada bisnis dengannya tapi karena Desy sibuk ngurusin Rian jadi waktu terbuang percuma, dan bisnisnya tidak berjalan malah dia lempar ke temannya.


"Ya, aku harus menghubungi Dokter Zahira siapa tahu dia bisa membantu mukaku yang rusak," ucapnya penuh percaya diri.


Desy pun nampak menghubungi Dokter Zahira tapi keberuntungan tidak berpihak kepadanya saat ini. Sepertinya nomor telepon Zahira sudah berganti dengan nomor lain.


"Sial,,!!" Desy terlihat kesal dan kecewa.


Dadanya seakan bergemuruh hebat dan emosi dia seakan tidak terbendung lagi akhirnya Desy pun melempar vas bunga yang berada di meja cermin dan suara lemparan vas bunga pun nampak terdengar keluar.


crakcrak...Pyarrrrtrrrr.....


Sontak lemparan vas bunga terdengar begitu nyaring terdengar keluar kamar dan membuat rasa terkejut dari diri orang tua Desy yang tengah asik ngobrol di kursi sofa.


______


Di ruang keluarga.


"Mah, suara apa itu!? Terdengar ada suara terjatuh tapi sepertinya itu sebuah lemparan," ucap Papanya Desy melirik ke arah kamar Desy lalu menatap sang istri dengan rasa penasaran.


"Iya Pah, sepertinya suaranya terdengar di kamar Desy, apa ya, yang terjatuh," Mamanya Desy seperti dihinggapi rasa penasaran juga sama seperti sang suami.

__ADS_1


"Ayo, kita lihat!" sang Papa pun dihinggapi rasa penasaran dan khawatir.


Mamanya Desy pun menyeret langkah kakinya menuju kamar sang anak dengan di ikuti oleh sang suami dari arah belakang.


_____


Tok... Tok... Tok...


"Des, ada apa? Apa yang jatuh!" sang Mama mengetuk pintu beberapa kali dan nampak sepi di dalam kamar Desy, seakan tidak ada orang di dalam kamar tersebut.


"Apa mungkin benda terjatuh dan Desy sedang tertidur!?" sang Mama terlihat heran dan menatap sang suami


"Tidak mungkin Mah, masa benda terjatuh begitu keras terdengar sepertinya dia melempar barang. Mungkin anak itu sedang kesal!" sang suami pun menerka karena dia tahu watak dari sang anak yang begitu keras kepala.


Tok..Tok.. Tok..Tok...Tok...


"Buka, Des, buka!!" Papanya Desy begitu keras ketika mengetuk pintu. Karena dihinggapi rasa kesal karena pintu tidak dibuka akhirnya sang Papa membuka pintu kamar tanpa persetujuan dari Desy yang berada di dalam kamar.


Bruk...


Suara pintu terbuka dengan paksa dan nampak Desy di kursi meja rias sedang menutup wajahnya dengan sepuluh jarinya sambil tersedu menangis. Terlihat pula di ujung lemari pecahan kaca vas bunga berserakan.


Sang Papa dan Mama satu sama lain saling menatap dan dan menyimpan tanya masing-masing. Ada apa lagi dengan anaknya tersebut?


________


"Kenapa kamu!?" tanya sang Papa seperti menyimpan rasa kesal menatap sang anak dari depan pintu. Sementara sang Mama berlalu ke arah ujung lemari untuk membersihkan kaca vas bunga.


lQalu dia menggoyangkan badan sang anak.


"Kenapa kamu!!" bentak sang Papa.


Desy tak bergeming sedikitpun dia malah menjadi-jadi ketika menangis. Karena dihinggapi rasa kesal sang Papa melepaskan tangan Desy yang sedang menutup wajahnya. Sontak hal tersebut membuat kesal Desy dan dia berpikir sang Papa berlaku kasar kepadanya.


"Apa sih, Pah!" Desy malah balik nanya dengan mata sembabnya.


"Kamu selalu buat ulah! Kenapa kamu lempar pas bunga!" tanya sang Papa terlihat marah.


Desy tidak menjawab malah mendelik ke arah sang Mama yang sedang membersihkan vas bunga tersebut.


"Kamu itu harus bersikap dewasa Des! Jujur Papa kesal sama kamu!" ucap sang Papa kembali.


"Papa tidak merasakan hati dan perasaan Desy seperti apa! Muka aku sekarang rusak, nikah pun tidak jadi," Desy tersedu ketika berucap.


"Semua belum waktunya kamu sedang terkena musibah! Kan, kamu juga sedang berobat dan tidak akan sembuh begitu saja semua butuh proses!" sang Papa telunjuknya mengarah ke wajah Desy.


"Pah,,,,!!" ucap sang istri seakan tidak tega jika sang Papa bicara dengan nada keras terhadap sang anak.


"Jujur Mah, aku kesal dengan anak ini! Semaunya dia kalau melakukan sesuatu! Jadi sekarang mau kamu apa! Kamu mau pulang ke rumahmu? Silahkan!!! Kamu jangan tinggal disini lagi kalau kamu tidak mau di urus!" ucap sang Papa karena kebetulan Desy semenjak pulang dari Rumah Sakit dia tinggal di rumah orang tuanya belum pulang ke rumahnya.


"Papa ngusir Desy!?" tanya sang anak mendongakkan kepalanya.

__ADS_1


Sang Papa hanya diam menyimpan rasa kesal dan amarah yang menganga di dada.


Desy kemudian menyeret langkah kakinya menuju lemari baju, lalu baju yang ada di lemari dia keluarkan semua dan dia masukkan ke dalam koper.


________


Sang Mama menghampiri Desy.


"Sudah Des, kamu lagi kesal lebih baik kamu istirahat dulu stabilkan emosimu," ucap sang Mama mencoba menahan amarah Desy dan sang Mama tidak mau jika Desy keluar dari dalam rumah dalam keadaan sakit meskipun dia pergi ke rumahnya sendiri.


"Sudah Mah, jangan halangi dia! Biarin saja anak tidak bisa di atur!" sang Papa mencoba menarik tangan sang istri yang mencoba menahan Desy yang sedang memasukkan bajunya dalam koper. Meskipun sang Mama kesal terhadap sang anak yang tidak bisa di atur tapi dia pun seakan tidak rela kalau sang suami mengusir anaknya secara halus.


_______


Nampak terlihat Desy memasukkan semua baju ke dalam koper sementara sang Papa keluar dari dalam kamar Desy dengan amarah yang masih bergemuruh dalam dada


"Des, kamu ada apa sebenarnya?" tanya sang Mama terdengar pelan dan halus dia tidak mau membuat hati Desy semakin terbakar emosi jika sang Mama berkata keras.


"Desy kesal, kesal Mah!" ucapnya.


"Kesal kenapa Des? Apa karena Rian!" sang Mama menatap sang anak yang tengah sibuk membereskan baju.


"Semua buat Desy tidak nyaman Mah!" jawabnya terdengar dihinggapi rasa emosi.


"Maksud kamu apa sih, jujur Mama tidak mengerti apa yang kamu ucapkan!" sang Mama kembali bertanya.


"Mah, lihat muka Desy! Kenapa obat yang diberikan oleh Dokter tidak membuat wajah ini sembuh! Dan karena wajah Desy rusak Rian membatalkan rencana pernikahan!" ucap Desy membentak.


"Astagfirullah,,,!! Istighfar kamu Nak," ucap sang Mama dengan lirih.


"Semua gara-gara Lia kalau tidak gara-gara dia aku tidak akan celaka!" kembali Desy menyalahkan sahabatnya itu.


"Kamu jangan salahkan Lia karena itu tidak ada hubungannya!" sang Mama tidak rela kalau sang anak terus menerus menyalahkan sahabatnya itu.


"Mama kenapa sih membela terus Lia!" Desy melotot, sorot matanya begitu tajam.


PLAK ....


Spontan sang Mama menampar Desy karena dia tidak suka dengan sifat sang anak yang seakan tidak sopan kepada sang Mama dengan mata yang melotot dan itu merupakan perilaku tidak terpuji.


Desy nampak meringis menahan rasa sakit atas tamparan yang diberikan oleh sang Mama. Dia pun kembali menangis tersedu.


_______


"Insyaf kamu Des...!!!!!!" sang Mama berteriak seakan tidak rela jika sang anak terus menerus bersifat kurang ajar.


Karena teriakan sang istri begitu keras sang suami pun kembali memasuki kamar. Tatkala melihat Desy sedang memegangi pipinya yang terasa sakit akibat tamparan keras dari sang Mama dan terlihat sang Mama sedang memarahi anaknya dengan sorot mata tajam dan linangan air mata. Sontak sang Papa terlihat membela sang istri.


"Sudah Mah, biarkan saja anak itu pergi!" sang suami menarik paksa sang istri untuk keluar dari dalam kamar.


"Lebih cepat lebih baik kamu keluar dari sini!!" bentak sang Papa kepada Desy dengan sorot mata tajam.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2