Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 180 Desy merasa dipojokkan sang Mama


__ADS_3

Di sebrang sana Desy yang baru saja menerima sambungan telepon dari sang Ibu mertua yang terdengar sangat memohon agar dia dan anaknya agar tinggal di rumah Desy nampak sedang berpikir serius.


"Aku sih, mau saja jika Bu Viona tinggal disini beserta suamiku Rian tapi masalahnya apakah kedua orang tuaku nantinya akan memandang sebelah mata atau aku nantinya di rendahkan oleh kedua orang tuaku dan juga keluarga karena masalah yang tengah di alami oleh keluarga suamiku sangat komplit dan rumit," gumam hati Desy terlihat menghela napas panjang.


Desy pun seakan menyesali setelah dia menikah dengan Rian karena begitu banyak masalah yang dia hadapi dan ini mengakibatkan rasa gelisah dan tidak nyaman dalam diri Desy.


_______


Nampak Desy saat ini sedang berada di rumah kedua orang tuanya dan dia pun memberanikan diri untuk mencoba berbicara dengan kedua orang tuanya mengenai kabar dari Ibu mertuanya yang sekarang rumahnya kena sita


"Mah, Pah, sebenarnya Desy mau bicara serius tapi rasanya Ibu dan Bapak sedang sibuk ya," ucap Desy tatkala melihat kedua orang tuanya sedang membicarakan masalah bisnis mereka.


Sontak kedua orang tuanya Desy dihinggapi rasa penasaran dengan apa yang akan di ucapkan oleh sang anak.


"Ngomong saja Des, ada apa. Kita sudah selesai kok ngobrolnya," ucap sang Mama menatap lekat ke arah sang anak begitupun sama dengan Papanya Desy dia terlihat siap dengan apa yang akan disampaikan oleh anaknya tersebut.


"Sebenarnya Desy minta maaf kepada Mama dan Papa karena Rian sampai saat ini belum bisa membahagiakan Mama dan Papa, baik dalam masalah finansial ataupun kedekatan dia dengan Mama dan Papa,' ucapnya menggantung.


"Nampak terlihat Mama dan Papa Desi dihinggapi rasa penasaran dengan ucapan nya tersebut.


"Sebenarnya ada apa Des!" tegas sang Papa.


"Ya, kita tahu sifat Rian labil seperti anak kecil dan kita juga sebelum kamu tidak setuju jika kamu menikah dengan Rian dan akibatnya begini kan jadinya. Rumah tangga kamu berantakan," ucap sang Mama


_______


Desy pun seakan ingin mengurungkan niatnya untuk berbicara serius dengan Mamanya mengenai Ibunya Rian yang ingin numpang di rumahnya.


"Kalau aku bicara mengenai Ibu mertua dan suami yang kena sita rumahnya kemudian mereka ingin menumpang tinggal di rumahku rasanya waktunya tidak tepat yang ada malah Mama yang akan tambah menyudutkan Rian" gumam hati Desy dadanya berkecamuk tidak karuan penuh tanya didalam dirinya.


Desy menghela napas panjang dan mukanya terlihat kusut dan hal ini seakan dihinggapi rasa penasaran bagi sang Mama yang ingin mengetahui apa sebenarnya yang tengah terjadi kepada anaknya itu.


•••


"Jujur saja sebenarnya ada apa!?' tanya sang Papa terdengar tegas.


Desy mencoba mengatur deru napasnya yang mulai tidak beraturan. Dia menatap sang Mama kemudian melirik sang Papa.


"Rumahnya Bu Viona kena sita dan tadi bu Viona menelepon Desy, kedepannya sementara Bu Viona dan Rian meminta agar mereka tinggal di rumah Desy," ucapnya lirih


________


DEGH...


Begitu terkejut sang Mama dan Papa tatkala mendengar pengakuan dari Desy bahwa Ibu mertuanya sang anak akan tinggal di rumah Desy karena rumahnya kena sita.


"Ibu dan anak sama saja banyak utang, sudah rumah suamimu di jual, Kafe kena sita dan sekarang rumah Ibu mertuamu yang kena sita. Rumit Des, cerita keluarga suami kamu. Bukannya di senang kan oleh suami setelah menikah, ini yang ada istri yang jadi tulang punggung keluarga suami." sindir sang Mama dengan membuang napas kasar. Terlihat dari raut wajah sang Mama menyimpan rasa kesal dan kecewa yang teramat.

__ADS_1


"Anaknya ngeyel, Papa dan Mama sudah peringatkan kamu jangan nikah sama Rian saat itu. Pertama alasannya Rian itu adalah suami dari sahabat kamu sendiri dan ada beberapa hal lain juga yang Papa tidak suka. Intinya kalau sudah berani melakukan perselingkuhan nanti kedepannya dia akan melakukannya hal yang sama." sambung sang Papa.


•••


Desy terdiam dan matanya berkaca-kaca.


"Tapi Mah, Pah, mereka kasihan akan tinggal dimana. Meskipun Rian kelakuannya begitu dia kan masih suami sah aku," ucap Desy.


Dia pun nampak tidak kuat dan akhirnya air matanya menetes di hamparan pipinya itu.


"Terlambat Des, kamu menangisi keadaan kamu sekarang, kamu sudah jatuh tertimpa tangga pula!" sindir sang Mama.


Desy hanya terisak tangis tatkala mendengar Papa dan Mamanya seakan memojokkan dirinya. Dia pun menyadari kalau dia itu bersalah karena selalu tidak mendengar apa yang di ucapkan oleh kedua orang tuanya.


_______


"Jadi maksud kamu, Ibu mertua dan suami kamu sementara akan tinggal di rumah kamu begitu!?" sindir sang Mama terdengar dari nada bicaranya sangat dihinggapi rasa kecewa dan menahan emosi yang memuncak.


Desy hanya menganggukkan kepalanya dan masih bercucuran air mata.


"Terus suami kamu sekarang kerjaannya sekarang apa? Kalau kamu yang bisnis bareng Papa, enak dia dong, sementara kebutuhan dapur mesti ngebul terus," ejek kembali sang Mama.


"Sabar Mah, Mas Rian sedang mengusahakan untuk buka usaha. Nanti juga usahanya akan maju kok," Desy mencoba meyakinkan hati sang Mama agar sabar dan dia sangat berharap Rian kembali memulai usahanya yang dulu pernah bangkrut.


"Nanti setelah maju bangkrut lagi dan main perempuan lagi!" ejek sang Mama tidak henti-hentinya terus menyindir Desy.


"Kamu jangan marah kalau Mama ngomong Des, dengerin karena itu untuk kebaikan kamu juga," bela sang Papa.


"Intinya Mama dan Papa benci sama Mas Rian kan, juga Ibu mertuaku. Tidak apa-apa kalau begitu dan Desy akan buktikan bahwa Mas Rian akan membahagiakan Desy kedepannya," Desy dengan terisak tangis ketika berucap.


Desy pun nampak membereskan tasnya dan memasukkan beberapa potong baju ke dalam tasnya. Niat dia ingin pulang ke rumahnya karena sudah beberapa hari ini dia tinggal di rumah kedua orang tuanya.


______


Desy nampak pamit kepada kedua orang tuanya dan nampak anaknya Desy tidak mau ikut dengannya padahal sudah beberapa hari ini anaknya Desy tinggal sama mantan suaminya dan baru pagi tadi dia diantarkan pulang oleh mantan suaminya. Nampaknya sang anak juga sepertinya enggan untuk ikut bersama Desy atau tidak nyaman.


•••


Di dalam mobil ketika mengemudikan mobilnya, Desy nampak dihinggapi rasa pilu yang teramat. Dia memikirkan rumah Ibu Viona yang kena sita, juga memikirkan sang Mama yang kesal terhadap dirinya.


Nampak Desy meremas rambutnya secara kasar dan menghela napas panjang.


Ting ..


{"Des, boleh kan Ibu sama Rian untuk sementara tinggal di rumah kamu,"} pesan tertulis nampak muncul dari Bu Viona.


Desy hanya membacanya dan dalam hatinya berpikir kenapa mesti Bu Viona yang memberikan pesan tidak dengan Rian. Kalau Rian yang memberikan pesan mungkin dia akan senang sekali dan dia merasa dihargai sebagai istri.

__ADS_1


{"Rian sedang apa Bu, kenapa dia tidak ada kabar sedikitpun,"} balas pesan Desy kepada Bu Viona.


{"Maafkan Des, Rian sedang sakit karena banyak pikiran jadi Ibu yang memberikan pesan kepada kamu,"} tulis pesan Ibu kembali dan nampak Desy dihinggapi rasa khawatir dengan kondisi Rian yang sedang sakit.


{"Sakit apa Bu, kalau begitu Desy ke rumah Ibu sekarang, dan Ibu sama Rian lebih baik ikut sama Desy hari ini ke rumah dan barang-barang biar nanti di ambilnya nyusul untuk diangkut ke rumah Desy,"} balas pesan Desy.


{"Dengan senang hati Des,"} balas pesan dari Bu Viona.


Desy pun nampak membelokkan mobilnya ke arah rumah Bu Viona.


________


Tiba di rumah Bu Viona.


Nampak di rumah Bu Viona terlihat barang-barang sudah di kemas dan ini membuktikan bahwa rumah tersebut akan segera ditinggalkan oleh sang pemilik rumah.


Nampak Desy yang mempunyai sifat licik matanya berkaca-kaca seakan tidak mampu dengan melihat kondisi rumah yang akan kena sita itu.


"Des,,,," ucap Bu Viona dengan tetesan air mata yang berderai di hamparan pipinya.


Hanya kata nama Desy saja rasanya yang mampu dia ucapkan saat ini. Perasaan rasa bersalah, kecewa, sedih, campur aduk menjadi satu.


"Sabar Bu, mungkin itu yang hanya bisa Desy ucapkan kepada Ibu," ucap Desy terlihat menghela napas secara perlahan.


"Iya, Des, maafkan Ibu kalau Ibu merepotkan kamu. Sebenarnya Ibu malu jika harus numpang di rumah kamu. Tadinya kata Rian kita ngontrak saja rumah tapi kata Ibu sayang uangnya buat usaha konveksi saja," lirih Bu mertua.


"Rian sakit apa Bu," Desy nampak melirik kamar Rian.


"Dia tiba-tiba badannya meriang dan tidak mau makan," jawab Bu Viona.


"Mungkin stres dia Bu, jadi pengaruh terhadap badannya sehingga ngedrop," Desy pun matanya berselancar mengelilingi ruang sekitar yang penuh dengan barang yang sudah sebagian di kemas.


"Des, bagaimana dengan kedua orang tua kamu, apa mereka setuju jika Ibu tinggal di rumah kamu untuk sementara waktu," ucap Bu Viona terlihat gusar.


________


Nampak Bu Viona terlihat dihinggapi rasa khawatir kalau kedua orang tuanya Desy tidak mengijinkan Bu Viona dan Rian untuk tinggal di rumahnya Desy.


Meskipun itu adalah rumah Desy tapi Bu Viona tahu kalau kedua orang tua Desy dulu tidak setuju jika anaknya menikah dengan Rian yang notabene merebut suami sahabatnya sendiri yang kedekatan terjalin erat antara Mamanya Desy dan Lia.


"Tenang saja Bu, itu kan rumahnya Desy jadi Mama dan Papa rasanya tidak berhak untuk ikut campur masalah Desy," jawabnya.


"Syukurlah kalau begitu Des," jawabnya.


"Tapi Bu, saat ini ART di rumah sedang mudik pulang kampung dan Desy tidak tahu, kalau ART akan kembali datang ke rumah kapan jadi mungkin untuk sementara waktu yang bantu-bantu rumah saat ini adalah Ibu karena Desy sedang sibuk proyek sama Papa." Desy menegaskan dari awal bahwa untuk kedepannya Ibunya Rian yang membantu membersihkan dan memasak di rumah Desy.


"Aku kok seperti dijadikan pengganti ART," gumam hati Bu Viona.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2