Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 184 Kegundahan


__ADS_3

Nampak hari-hari Desy semakin murung dan nampaknya dia pun semakin tidak bergairah untuk ikut proyek bersama sang Papa di karenakan kembali keguguran untuk kedua kalinya.


"Jadi kamu akan gini terus Des, berdiam diri!" sang Papa seakan tidak suka dengan sikap Desy yang terlihat pemurung.


"Iya, Des, kamu harus bangkit lagi jangan melamun saja," ucap Bu Viona.


"Papa benar-benar tidak suka dengan sifatmu yang berubah. Semenjak kamu nikah dengan Rian kamu jadi hancur-hancuran, kalau menurut Papa," ucap sang Papa seakan menyalahkan sang menantu.


Nampak Bu Viona seakan tidak suka jika anaknya Rian di bicarakan yang kurang enak di kupingnya oleh sang Papa mertua.


"Maaf Papanya Desy, kenapa jadi menyalahkan anakku ya," ucap Bu Viona.


"Bukan menyalahkan memang itu kan buktinya. Kalau saja ini rumahnya Rian mungkin sekarang juga kamu akan Papa bawa ke rumah Papa. Tapi ini kan rumah kamu masa kamu yang harus keluar dari sini," sindir Papanya Desy.


________


Nampak Ibunya Rian tersinggung dengan apa yang di ucapkan oleh sang besan. Seakan dia itu di usir secara halus oleh sang besan.


"Jadi maksud dari Papanya Desy dengan berbicara seperti itu, tidak senang dengan adanya saya dan Rian disini, begitu!?" Bu Viona terlihat tidak terima jika sang besan menyudutkan dia.


Papanya Desy hanya diam seakan tidak mau menanggapinya. Sementara Desy seakan sudah dihinggapi rasa sedih yang terus menerus jadi dia pun malas untuk menanggapi semuanya.


______


Tiba-tiba suara mobil Rian pun nampak terdengar di halaman garasi rumah. Bu Viona dengan cepat membuka pintu rumah kemudian dia berlalu ke arah mobil Rian, lalu dia menceritakan semuanya apa yang tadi sedang dibicarakan oleh Papanya Desy kepada sang anak.


Rian nampak menyimak dengan seksama apa yang di ucapkan oleh sang Ibu dan nampak Rian seakan kecewa dengan apa yang baru saja dia dengar.


•••


"Berarti Papanya Desy mengusir kita secara halus Bu, kalau begitu mending kita pergi saja cari kontrakan," ucap Rian.


"Kamu tahu sendiri Rian uangmu kan saat ini dipakai buat modal, sementara barang milik kamu yang tersisa hanya mobil ini. Dan mobil ini harganya tidak seberapa," ucap Bu Viona.


Rian pun nampak bingung.


"Enggak apa-apa Bu, akan Rian jual mobilnya untuk mengontrak rumah dan bekal kita hidup, dari pada disini Ibu layaknya seperti ART dan aku seakan tidak ada harga diri dengan menumpang di rumah istri." ucap Rian.


Sang Ibu nampak menghela napas panjang dan terlihat sedih.


"Maafkan aku ya, Nak," ucap sang Ibu.


"Tidak perlu meminta maaf, Ibu tidak salah mungkin jalannya kita sudah begini," Rian mencoba menenangkan hati sang Ibu.


_______


Kemudian Rian dan sang Ibu pun memasuki rumah dan nampak Papanya Desy terlihat cemberut tidak menampakkan senyum sedikitpun.


Rian pun seakan menyadari dengan gestur tubuh sang Papa mertuanya itu, dia tidak suka dengan menantunya itu.


"Baru datang kamu, gimana usaha kamu lancar. Papa sudah tidak sabar melihat usaha kamu lancar," sindir sang Papa mertua.


Nampak Rian merasa kurang nyaman dengan pernyataan sang Papa mertua yang terlalu merendahkan dirinya. Rian hanya menghela napas secara perlahan.


______


"Pah, tadi saya sudah dengar semuanya dari Ibu kalau Papa sebenarnya tidak suka dengan keberadaan Rian dan Ibu disini, kalau begitu Rian akan pergi saja dari sini Pah, mungkin dengan Rian pergi dari sini Desy bisa beristirahat dengan tenang tanpa ada gangguan dari Rian atau Ibuku," ucap Rian.


"Terserah kamu saja Rian," jawab sang Papa mertua seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


"Tidak Mas, kalau kamu pergi aku ikut pergi," Desy tiba-tiba terkesiap seakan tersadar dari lamunan.


"Des, ngapain kamu ikut suamimu sedangkan dia tidak punya rumah atau tempat untuk berteduh,' bentak sang Papa.


"Tidak Pah, kalau Mas Rian pergi dari sini lebih baik Desy ikut juga, gimanapun dia adalah suamiku. Desy memperjuangkan Mas Rian sangat sulit," ucap Desy seakan cinta membutakan segalanya.


______


Sang Papa terlihat nampak marah dan tangannya mengepal seakan ingin melampiaskan emosinya. Tapi apalah daya semua seakan di pendam olehnya.


Sang Papa bangkit dari tempat duduknya kemudian dengan mata mendelik ke arah Rian, dia pun berlalu dari rumah tersebut.


Terlihat ketika memasuki ke dalam mobil sang Papa menggerutu dia seakan kesal dengan anak dan menantunya tersebut.


Mobil sang Papa nampak keluar dari dalam garasi dikemudikan dengan keadaan kecepatan tinggi. Desy pun terlihat terkejut dan dalam dirinya berpikir saat ini sang Papa sedang marah terhadap dirinya.


____


"Des, maafkan Ibu ya, belum bisa menjadi mertua yang baik dan maafkan juga Rian karena Rian pun sama belum jadi suami yang baik yang bisa membahagiakan kamu," sang Ibu terlihat sedih dan merasa dia sebagai Ibu mertua tidak ada harga diri.


Desy hanya meneteskan air mata dalam dirinya yang paling dalam dia pun berpikir.


Mengapa dia terlalu cinta dan berat meninggalkan Rian. Padahal Rian tidak peduli seakan tidak ada rasa cinta dan Rian pun dari segi finansial tidak membahagiakan dia.


Mungkin karena Desy gengsi karena jika Desy tidak mendapatkan Rian atau sampai Rian tidak bisa dinikahinya, dia akan malu dengan sahabatnya Lia karena dari awal hubungan Desy dan Rian salah mereka melakukan ikatan cinta karena sebuah pengkhianatan dan Desy berpikir saat itu dia harus jadi pemenangnya untuk mendapatkan Rian dengan cara apapun.


______


Rian hanya diam seakan tidak bisa berkata apa-apa. Pikirannya melayang tinggi, dia pun berpikir dalam dirinya.


"Mengapa aku dulu bisa jatuh hati kepada sahabat istriku padahal jelas-jelas istriku segalanya lebih, dari segi sifat atau wajahnya. Tapi aku malah lebih milih Desy," Rian menghela napas panjang.


"Frisilia Mehendra dan Cantika anakku, maafkan aku," ucap Rian dengan menitikkan air mata.


•••


Sontak sang Ibu dan Desy melirik ke arah Rian karena Rian dengan spontan mengucap nama mantan istri dan anaknya.


Desy dadanya bergemuruh dia dihinggapi rasa curiga.


"Kenapa Rian ingat terus dengan Frisilia Mehendra sementara aku istrinya sekarang seakan di pandang sebelah mata oleh suamiku," jerit batin Desy Wulandari.


Sang Ibu menepuk pundak Rian yang nampak melamun dan matanya terpejam.


"Rian, kamu tidak sadar dengan apa yang kamu ucapkan barusan," bisik sang Ibu.


Rian nampak terkesiap dia pun seakan spontan teringat dengan sosok sang mantan istri dan anaknya yang dia sia-siakan dulu.


"Aku lebih memilih duri dari pada mawar. Aku salah," Rian menggerutu didalam hatinya.


Rian kemudian berlalu kedalam kamarnya.


"Bu, Rian mandi dulu," ucapnya sementara Desy hanya menatap Rian dengan kesedihan karena Desy seakan tidak dianggap keberadaannya oleh Rian saat ini.


________


"Des, sabar ya, hanya butuh waktu kok. Mungkin Rian saat ini sedang banyak pikiran jadi dia uring-uringan tapi percayalah dia akan berubah kok," ucap Bu Viona mencoba menenangkan hati sang menantu.


Desy hanya tersenyum sinis sebenarnya dalam hatinya ingin memarahi Rian karena dia merasa tidak adil dengan semua ini.

__ADS_1


Desy mencoba menetralkan detak jantungnya yang mulai tidak beraturan dan dadanya yang terasa sesak.


"Sabar, sabar, Des." ucap Ibu mertua kembali.


____


Akhirnya luapan kekesalan Desy dilampiaskan kepada ibu mertuanya tersebut.


"Sabar, sabar, mungkin Ibu bisa berucap seperti itu. Tapi tidak dengan Desy, harus sampai kapan Bu. Seharusnya Ibu sebagai Ibunya tegas kepada anaknya." Desy pandangan matanya lekat ke arah sang Ibu mertua.


"Ma-Maafkan Ibu, Des," dengan terbata-bata sang Ibu mertua berucap.


"Coba Ibu sedikit tegas kepada Rian, kenapa tidak Ibu lakukan. Selingkuh dengan Citra pun Ibu masih diam," ucap Desy.


"Ibu kan waktu itu ke rumah Citra sama kamu Des, berarti Ibu membela kamu," bela sang Ibu.


"Ya, itu karena Desy yang ngajak, kalau Desy gak ngakak mungkin Inu tidak akan melakukannya. Ibu lebih berat sama Rian padahal dia yang salah," Desy seakan tidak terima dengan perlakuan sang Ibu kepada anaknya yang hingga sekarang belum bisa membahagiakan dirinya.


"Kamu tidak tahu Des, sebenarnya perasaan Ibu seperti apa. Kalau Ibu tidak sayang sama kamu mungkin waktu kamu dekat dengan Rian dulu sementara Rian masih berstatus suami Lia, mungkin Ibu kan melarang. Tapi kan ini tidak, Ibu mendukung saat itu kamu berhubungan dengan Rian malah Ibu yang minta Rian untuk menceraikan Lia," Bu Viona terlihat membela diri.


Desy pun berpikir benar juga apa yang di ucapkan oleh sang Ibu bahwa Ibunya Rian lebih berat terhadap dirinya.


•••


"Des, lebih baik kamu mandi biar segar ya, setelah itu kita makan. Kamu mau dimasakin apa sama Ibu," rayu sang Ibu.


"Terserah Bu," jawab Desy sambil berlalu dari Ibu mertuanya itu.


Nampak sang Ibu menghela napas panjang pikirannya berselancar jauh. Dia terlihat menitikkan air mata.


"Aku kehilangan suamiku karena Dini telah merebutnya dan aku kehilangan menantu yang baik sebenarnya Lia karena akulah yang egois, juga kehilangan Cantika cucuku. Dan sekarang kehilangan segalanya hartaku. Mengapa hidupku tidak berkah. Apakah karena aku selalu mengkhianati hati menantuku yaitu Lia dan aku selalu bersifat keras kepala terhadap Papanya Rian?" beribu tanya hinggap didalam diri Bu Viona.


________


Setelah mandi nampak Desy tertidur lelap begitupun dengan Rian. Sementara setelah mandi Bu Viona kemudian masak di dapur dengan menggunakan dua kompor.


Tiba-tiba suara telepon berbunyi dari arah kamar dan nampak Bu Viona pun dari arah dapur berlalu ke kamarnya untuk memastikan siapakah yang menelepon dirinya.


Dan nampak terlihat sang teman lama menelepon Bu Viona memberikan tawaran untuk berbisnis. Bu Viona dihinggapi rasa rindu yang teramat kepada temannya itu karena sudah lama tidak bertegur sapa di sambungan teleponnya.


•••


Sementara kompor masih dalam keadaan menyala dari arah dapur dengan minyak panas dan memasak air. Nampak Bu Viona terlena dan dia pun lupa bahwa dia sedang dalam keadaan memasak.


Bu Viona terlihat seperti di Nina bobokan dengan kerinduan dia terhadap temannya, canda tawa mewarnai dirinya dan sang teman. Akhirnya Bu Viona pun terlelap tidur karena dihinggapi rasa ngantuk.


•••


Beberapa menit kemudian terlihat gumpalan asap dari arah dapur karena dilalap api.


Bersambung...


Terima kasih yang setia membaca karya Novelku, semoga diberkahi dalam segala hal.


Aamiin 🤲♥️🌹🙏


Instagram:


rini_alnabil2

__ADS_1


__ADS_2