
Peluh bercucuran terlihat dari kening Desy tatkala dia mau bertemu dengan Lia sang sahabat. Di dalam mobil tampak Desy begitu gelisah ketika mengemudikan mobilnya.
Rasa bersalah pun hinggap dalam diri Desy, tapi rasa malu mungkin mengalahkan semuanya. Dia telah merebut suami sahabatnya sendiri itu suatu hal yang tidak terpuji dan melanggar norma agama apalagi dengan cara licik yang dia lakukan.
Desy nampak menghela napas panjang, tatkala melihat mobil sedan berwarna putih terparkir di depan Kafe. Ya,,, itu adalah mobil Lia, sosok wanita yang akan dia temuin hari ini. Desy mencoba mengatur napasnya rasa malu, deg-degan tiba-tiba hinggap menusuk jantung hatinya.
___
Setelah merasa hatinya tenang, Desy pun turun dari dalam mobil. Lalu dia menyeret langkah kakinya ke dalam Kafe tersebut, di sana nampak Lia sedang duduk dengan menikmati kopi hitam dan memainkan ponselnya, nampak dari raut wajah Lia terlihat menyimpan rasa luka.
Terdengar bunyi suara sepatu heels ke kuping Lia, dan nampak ekor mata Lia melihat ada yang tengah berjalan ke arahnya. Lia membuang napas kasar dan mencoba mengatur deru napasnya karena Lia tahu yang datang itu adalah Desy.
___
"Lia,,,apa kabar!?" Desy mengulurkan tangannya hendak bersalaman dengan Lia. Tapi Lia dengan cepat menepis uluran tangan Desy. "Untuk apa kamu ulurkan tanganmu itu dasar pelakor!" gumam hati Lia.
"Cantika anakmu tidak dibawa?" tanya Desy terlihat basa-basi kepada Lia. Nampak Desy menggeser kan kursi dan duduk di depan Lia, jadi mereka sekarang posisi duduknya berhadapan.
"Buat apa anakku dibawa? Biar kamu bisa lebih dekat dengan Papanya, lalu kamu doktrin anaknya, biar dia nempel sama kamu gitu!?" terlihat Lia kesal dan mencoba menahan emosi. Mukanya merah padam seakan tidak bisa memendamkan rasa amarah, tatkala melihat wajah Desy yang terlihat seperti tidak berdosa.
"Jangan gitu dong Lia! Aku tidak marah kok, dan kamu pun jangan marah sama aku, tenang Lia," ucap Desy tersipu malu.
____
Sontak perkataan Desy membuat Lia terlihat geram karena Desy seakan polos dan tidak berdosa. Padahal jelas-jelas dia adalah wanita penggoda suaminya, dan telah menghancurkan mahligai rumah tangga yang telah dia bina bersama Rian selama kurun waktu 10 tahun.
"Tahu enggak, maksud aku ingin bertemu dengan kamu? Awas ya,,, Jangan sekali-kali kamu bawa anak aku pergi, dan aku tidak sudi kalau anakku diberi hadiah sama kamu." telunjuk Lia mengarah ke muka Desy dengan mata yang melotot.
Desy pun terkejut dengan perkataan Lia yang terdengar memarahinya dan gestur tubuh yang terlihat menahan amarah.
"Lia, sebenarnya aku rela di madu sama suami kamu! Maafkan aku, mungkin ini terdengar aneh. Tapi entah kenapa benih cinta muncul tatkala aku kenal dengan suamimu," ucapnya lagi
pernyataan tersebut sontak membuat hati Lia dihinggapi rasa kesal yang teramat terhadap sosok sahabatnya itu.
Buurrrrr
Segelas air kopi hitam pun, Lia tumpahkan ke muka Desy sungguh ini perbuatan yang tidak terpuji bagi Lia, karena Lia berbuat tidak sopan apalagi dilakukannya depan umum.
Tapi karena dihinggapi rasa kesal dan marah Lia pun seakan terpaksa melakukan hal tersebut.
__ADS_1
Lia tidak peduli dengan orang sekitar yang berada di Kafe tengah memperhatikan perbuatannya itu.
Nampak Desy terkesiap dan meringis menahan sakit, dan perih karena kopi tersebut nampak masih ada sisa rasa panas.
Aww..
Desy meringis menahan sakit, dan menutup kedua wajahnya itu. Lalu Desy mencoba mengambil tisu dengan mata yang terpejam karena cipratan kopi memasuki kedua matanya.
"Kamu jahat Lia, mataku sakit!" Desy menggerutu, Dia seakan tidak terima mendapatkan perlakuan seperti itu dari Lia.
"lebih sakit mana mata kamu yang cuman disiram dengan kopi atau rasa sakit hatiku yang dilakukan sama kamu!?" ketus Lia.
•••
"Mbak,,ada apa ini!?" tanya sang pelayan tiba-tiba datang dengan membawakan sebuah lap meja.
Pelayan tersebut menyangka bahwa kopi tumpah di atas meja. Karena setelah Lia menyemburkan secangkir kopi panas ke mukanya Desy, gelas tersebut dia simpan dengan kasar di atas meja yang mengakibatkan di meja pun terlihat berantakan.
"Dia,,,Pelakor! pantas kalau mendapatkan perlakuan seperti ini," kembali Lia mempermalukan Desy di hadapan pelayan dan nampak orang lain yang melihat bibirnya komat-kamit dengan mata mencibir ke arah Desy.
_____
"kamu tega Lia! Memperlakukan aku di depan umum," ucapnya lirih.
Desy terlihat malu mukanya merah padam karena orang di sekitar seakan mentertawakan dirinya, dan Lia ketika berbicara dengan sang Pelayan menyebut kata -Pelakor- tidak pelan, tetapi keras.
Yang mengakibatkan orang yang berada di Kafe tersebut memandang sebelah mata terhadap Desy dan tersenyum sinis.
"Biar saja, orang seperti kamu harus di permalukan, bukannya kamu sudah tidak mempunyai rasa malu dengan merebut suami sahabat kamu sendiri!" sindir Lia kembali kepada Desy dengan pandangan sinis.
Terlihat Desy pun nampak gugup dengan orang sekitar yang memandangi dirinya. Seakan semua orang yang berada di Kafe tersebut mencibirnya.
Karena dihinggapi rasa malu yang teramat sangat, belum lagi orang di sekitar mentertawakan Desy karena mukanya penuh dengan kotoran sisa kopi yang baru saja dia hapus dengan tisu.
Desy pun menarik kursi hendak keluar dari meja tersebut. Namun dengan cepat Lia mendorong meja yang di arahkan ke tubuh Desy sontak Desy terjatuh yang mengakibatkan pengunjung yang berada di Kafe tertawa terbahak melihat tingkah polah kelakuan dua orang tersebut.
*****
"Kasihan banget Mbak,,,!"
__ADS_1
"Ayo,,,hajar,,!"
"Jangan dilepaskan wanita itu, hajar Mbak,,!"
"Dasar,,,Pelakor!"
*****
Terdengar suara orang dari Kafe mentertawakan dan menyindir. Lia pun seakan terdorong atau ada celah untuk melakukan rasa amarahnya yang belum tersalurkan kepada Desy.
PLAK ..
Sontak Lia menampar Desy, tamparan indah melayang hinggap ke pipi Desy, dan nampak Desy meringis menahan rasa sakit, tanpa dia sadari secara spontan Desy menangis dan dengan cepat dia berlalu dari meja tersebut dan dengan cepat memasuki mobil.
_____
Rasa malu, kesal hinggap di dada Desy saat ini. Desy pun tidak menyangka jika Lia akan senekat itu melakukan tamparan keras ke pipinya dan mempermalukan dia di depan umum.
Desy tidak berani bahkan tidak bisa melawan Lia, karena dia merasa bersalah kepada sahabatnya itu dengan cara merebut suami sang sahabat.
•••••
Di dalam mobil Desy sesenggukan menangis.
"Lia aku sakit hati, aku di permalukan oleh kamu. Awas ya, kamu Lia,,,pasti ada pembalasanku sama kamu," ucap Desy yang dihinggapi rasa malu yang teramat.
Desy pun menghela napas panjang, setelah dirasa hatinya tenang. Dia pun melajukan mobilnya dengan cepat keluar dari halaman
Kafe tersebut.
____
Sementara Lia yang masih duduk di Kafe.
Banyak orang yang menghampiri dan menanyakan persoalan yang tengah dihadapinya kenapa.
Tapi Lia pun tidak mau panjang lebar dengan membicarakan masalah pribadinya kepada orang lain, dia hanya tersenyum tipis kepada semua orang yang berada di sana.
Akhirnya Lia pun berlalu dari tempat Kafe tersebut untuk kembali pulang ke rumah.
__ADS_1
Bersambung...