Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 58 Rian kesal


__ADS_3

Desy memberikan sebuah pesan.


{"Mas Rian, aku ingin hubungan kita lebih serius lagi, bukannya kita sudah lama menjalin hubungan. Aku dengar Lia sudah gugat cerai kamu. Dan kabar tersebut membuatku dihinggapi rasa gembira yang teramat,"} tulis pesan Desy kepada Rian.


Sontak pesan yang ditulis oleh Desy tersebut membuat hati Rian dihinggapi rasa terkejut karena dia tidak menyangka bahwa Desy sudah mengetahui kabar bahwa dia sudah digugat oleh Lia. Dan dia pun berpikir bahwa Desy sebenarnya dapat kabar dari mana bahwa dia telah di gugat oleh Lia.


{"Kamu tahu dari mana, aku sudah di gugat oleh Lia?"} balas pesan dari Rian.


•••


Karena dihinggapi rasa ingin puas berbicara kepada Rian dan ingin meyakinkan hati Rian, Desy pun mencoba menelepon Rian.


Ponsel Rian pun akhirnya berbunyi terlihat nama Desy disana muncul.


•••


"Memang Desy orangnya kalau ada sesuatu yang ingin dia capai apalagi masalah lelaki pasti dia sangat pandai untuk maju. Entah mengapa aku seakan mundur dan malas kalau di kejar-kejar oleh wanita seperti ini," gumam hati Rian.


Karena bunyi telepon terus-menerus tidak henti dari ponselnya, akhirnya Rian pun mengangkat sambungan telepon selularnya.


•••


{"Iya, Des, kenapa!?"} ucap Rian terdengar gugup karena dia seakan tidak sanggup jika Desy akan berbicara masalah hubungannya lebih serius lagi.


{"Mas, ternyata Lia sudah gugat cerai kamu, dan aku senang sekali. Bagaimana kalau kita nikah saja Mas. Jadi kita kalau menikah tidak ada halangan lagi dari Lia, dan aku tidak jadi istri kedua tapi wanita seutuhnya milik kamu. Cinta kamu tidak di duakan," ucap Desy dari nada bicaranya terdengar begitu gembira.


{"Tapi Des, aku tidak mau kalau untuk menikah sekarang ini dengan kamu, karena aku belum siap. Lagian aku kan baru dicerai oleh Lia, mana mungkin aku harus menikah denganmu dengan cepat,"} jawab Rian.


___


Ucapan Rian tersebut membuat hati Desy dihinggapi rasa kecewa karena dia berpikir Rian akan setuju dengan rencana yang dia buat yaitu cepat menikah, tapi nyatanya di luar prediksi dia, Rian seakan tidak mau untuk menikahi Desy dengan cepat.


{"Rian, sungguh aku sangat kecewa dengan keputusanmu itu! Ternyata kamu hanya mempermainkan hati wanita!"} jawab Desy terdengar ketika berucap dihinggapi emosi.

__ADS_1


___


Rian pun berpikir dalam hatinya, sebenarnya dia tidak ada niat, untuk langsung menikah Desy, walaupun ada perceraian dari Lia karena dia harus memikirkan hubungan kedepannya seperti apa, jika harus menikah dengan Desy, dan dia pun sampai sekarang masih tidak menyangka dengan keputusan Lia sang mantan istri yang menggugat cerainya. Bagi Rian untuk berhubungan ke jenjang serius atau menikah perlu dipikir panjang oleh dia.


___


{"Kecewa kenapa!? Aku tidak berjanji akan menikah dengan kamu,"} jawab Rian.


{"Jadi ketika kamu berhubungan denganku dan berpaling dari istrimu kemarin, hanya untuk mempermainkan hati wanita? Sebenarnya niat kamu apa, berpacaran denganku saat kamu masih bersama Lia!?"} tanya Desy terdengar dari nada suaranya seperti mau menangis karena serak.


{"Des, kasih aku waktu untuk berpikir ya, dan tolong kamu jangan mendesak atau memaksa aku seperti ini,"} jawab Rian.


____


Rian pikirannya sedang kacau karena sang Ibu baru saja mendesak dia untuk mencari tahu wanita yang kini tengah dekat dengan Papanya, dan Rian pun sebenarnya tidak akan mencari tahu wanita yang kini dekat dengan sang Papa karena wanita tersebut sudah ada dalam pikiran Rian, dan ada nyata adanya (Tante Dini). Ya,, Tante Dini wanita yang kini hinggap di kehidupan sang Papa.


____


"Saat ini pikiranku sungguh terbagi antara Lia, Ibuku dan Desy. Tentang Lia aku belum bisa menerima perceraian yang diajukan olehnya. Terus masalahku bertambah dengan Ibu yang memaksa untuk mencari tahu wanita yang kini dekat dengan Papa. Dan masalah bertambah lagi dengan Desy yang terus-menerus memaksa untuk menjalin hubungan yang lebih serius ke pelaminan," gumam hati Rian.


___


Sambungan telepon dari Desy pun Rian tutup, tanpa dia pamit kepada Desy karena dia ingin menenangkan diri tanpa ada ocehan dari Desy.


•••


Tiba-tiba sang Papa datang menghampiri.


"Rian, Papa mau tanya serius sama kamu, dan kamu harus jawab jujur ya," tanya sang Papa.


"Mau tanya apa Pah? Ngomong saja, mumpung Ibu sudah tidur," sindir Rian kepada sang papa.


Rian seakan tahu bahwa sang Papa akan berbicara masalah serius tentang Tante Dini.

__ADS_1


"Apakah kamu bicara dengan Ibumu, bahwa Papa sudah memiliki wanita lain?" tanya sang Papa menatap lekat kepada sang anak.


Nampak Rian membuang napas kasar.


"Tidak, aku tidak bicara sama Ibu, memangnya kenapa!?' tanya Rian, dia seakan membalikkan pertanyaan kepada sang Papa.


"Tadi Ibumu nanya sama Papa, pertanyaan Ibumu sangat mengejutkan, karena dia bertanya. Apakah ada wanita lain selain Ibumu, dan Papa curiga kepada kamu mungkin kamu ngomong masalah Tante Dini sama Ibu," ucap sang Papa terdengar kesal.


"Apa,,,!! Aku ngomong sama Ibu? Maaf ya, Pah, sampai saat ini aku masih menyimpan rahasia Papa bersama Tante Dini meskipun Ibu tadi memaksa aku untuk berucap terus terang tentang wanita yang sedang tengah dekat sekarang dengan Papa," jawab Rian seakan membela diri.


"Nah itu Ibumu minta kamu untuk ngomong terus terang tentang wanita lain berarti dia curiga. Tidak mungkin dia curiga tiba-tiba pasti ada sebabnya, mungkin kamu yang ngomong sama Ibumu!" kembali sang Papa menuduh Rian, bahwa Rian lah yang bicara terhadap Ibunya tentang Tante Dini.


"Papa, jangan nuduh sembarangan ya, kalau aku niat membongkar kebusukan Papa yang sudah berkhianat dari Ibu, mungkin dari dulu Pah, tapi itu tidak aku lakukan karena aku masih menghargai Papa, jadi Papa jangan nuduh sembarangan," Rian pun tersulut emosi karena posisi dia seakan di pojokkan oleh sang Papa.


___


Nampak sang Papa pun terdiam ketika Rian menampakan muka kesal terhadapnya.


Sang Papa pun berpikir mungkin Rian tidak bercerita kepada Ibunya bahwa dia berselingkuh.


"Mungkin Ibu hanya berprasangka saja, dan prasangka Ibu itu ternyata benar, bahwa Papa mempunyai wanita lain, tapi Rian berusaha bungkam tidak membongkar itu semua. Papa paham!?" ucap Rian matanya melotot ke arah sang Papa, karena dia kesal terhadap sang Papa sang Papa pun terlihat nampak terkejut dengan raut muka dan gestur tubuh Rian yang seakan dihinggapi rasa kesal terhadap dirinya.


"Ya, sudah Papa minta maaf dan Papa mohon kamu jangan membuka rahasia kepada Ibumu, Papa juga lagi bingung soalnya Tante Dini memaksa Papa untuk menceraikan Ibumu.


"Apa,,Tante Dini menyuruh Papa untuk menceraikan Ibu!?" tanya Rian mukanya nampak terlihat terkejut.


"Ya, benar Tante Dini memaksa Papa untuk menceraikan Ibumu," jawab sang Papa


"Papa menyetujui itu semua!?" tanya Rian dengan dada bergemuruh. Rian takut jika jawaban sang Papa berkata (Iya) bahwa sang Papa setuju jika menceraikan sang Ibu demi Tante Dini.


Sang Papa menghela napas panjang.


"Tidak, Rian, dan sekarang Tante Dini sedang hamil jadi Papa pun tidak bisa pisah dari Tante Dini," ucap sang Papa dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Rian nampak terkesiap dengan apa yang di ucapkan oleh sang Papa barusan.


Bersambung...


__ADS_2