
"Adrian antar Papa ketemu sama klien di Restoran," ucap Papa Steven.
"Tapi Adrian harus bertemu dengan relasi kerja Pah," jawab sang anak.
"Ya, sudah, Papa anterin saja kesana biar pulang pake Taksi saja. Mobil Papa di bengkel," ucap sang Papa.
Nampak siang itu sang Papa mau bertemu dengan Bapaknya Lia, dan Pak Hendrik untuk membicarakan kembali proyeknya.
_____
Di dalam mobil.
Nampak sang Papa menceritakan semua masalah yang terjadi mengenai masalah bisnisnya. Berikut pertemuannya dengan 2 relasi sekarang.
Namun seakan Adrian tidak peduli dengan hal tersebut karena dia masih merasakan sakit di pipinya akibat tamparan dari sang Papa, juga memikirkan bagaimana caranya bisa menikah dengan Lia.
"Orang 2 ini ngeyel padahal Papa sudah putuskan untuk membatalkan semuanya. Kalau Pak Hendrik, Papa sudah bertemu tapi temannya Pak Hendrik, Papa baru mau ketemu sekarang dengan orangnya," ucap sang Papa sambil melirik sang anak yang sedang fokus menyetir.
"Adrian, kenapa kamu tidak menanggapi Papa bicara, Papa ini lagi minta solusi sama kamu loh," ucapnya.
"Percuma Pah, kasih solusi juga enggak bakalan Papa mau menerima solusi dari Adrian," ucapnya terdengar datar.
"Biasanya ide kamu brilian Nak, Papa selama ini kalau ada masalah kerjaan minta solusi dayei kamu kan," ucap sang Papa.
"Ya, tapi Papa pun tidak pernah menerima dan mengabulkan permintaan Adrian," jawabnya.
"Permintaan yang mana!? Selama ini Papa selalu menuruti apa kemauan kamu!" jawab sang Papa.
"Papa pikir saja sendiri, tidak perlu Adrian bicara lagi," Adrian pun mengelus pipinya yang masih sakit karena tamparan dari sang Papa nampak dia meringis dan masih berwarna merah di pipi sang anak.
"Nak, mungkin masih sakit akibat tamparan dari Papa, maafkan Papa." gumam hati Pak Steven. Nampak sang Papa mengelus dada seakan menyesali dirinya sendiri yang sudah tega kepada sang anak berbuat kasar dengan cara menamparnya.
Dalam mobil pun diam seribu bahasa tanpa ada yang berbicara sedikitpun.
____
Tiba di sebuah Restoran.
"Mau di jemput jam berapa Pah?" tanya Adrian menawarkan kepada sang Papa untuk di jemput ke Restoran setelah acara Papanya selesai.
"Bukannya kamu mau ketemu teman kamu Nak," ucap sang Papa.
"Enggak jadi Pah, besok saja. Adrian biar jemput Papa kesini lagi dan sekarang mau ke bengkel dulu bentar," jawabnya.
________
Begitu tulus Adrian memperlakukan dan memperhatikan sang Papa. Adrian begitu peduli kepada sang Papa meskipun sang Papa sudah melukai hatinya.
Sang Papa menatap lekat ke arah sang anak dan menatap kedua bola matanya. Terlihat dari binar mata sang anak ada rasa kecewa kepada sang Papa sekaligus ada rasa pilu yang sesak.
Nampak sang Papa menghela napas secara perlahan. Sang Papa berpikir dalam hatinya begitu tersakiti hati anaknya ketika mempertahankan cinta tulusnya pada seorang janda.
__ADS_1
________
"Hati-hati Pah," ucap Adrian kepada sang Papa dan nampak tersenyum ramah meskipun hatinya terluka.
Degh...
Sontak hati Pak Steven terenyuh.
"Nak, kamu begitu peduli sama Papa," gumam hati Papa Steven.
Entah mengapa sang Papa merasa dihinggapi rasa bersalah terhadap sang anak dengan dia memisahkan kisah cintanya dari orang yang sangat dicintainya dari dia muda dan kini usia sang anak sudah tidak muda lagi.
_______
Bruk...
Mobil pun di tutup oleh sang Papa, entah mengapa dadanya seakan bergemuruh dan tidak karuan rasa bersalah begitu menyelimuti hati dan perasaannya. Jalan pun menuju ke arah relasi bisnisnya terasa berat melangkah.
Pak Steven masih mematung di depan pintu mobil lalu dia menoleh ke arah mobil dan nampak Adrian sedang termangu pandangannya ke depan terlihat kosong, dia pun belum melajukan mobil kembali.
"Apakah aku harus menerima cintanya Lia untuk anakku," gumam hati Pak Steven.
Papa Steven terlihat membuang napas kasar, dia pun kemudian melangkahkan kakinya ke arah relasi bisnisnya yang sudah menunggu.
_______
Tiba di dalam Restoran.
Degh..
Nampak dari jauh Adrian melihat pemandangan tersebut dan dia terlihat terkejut tatkala melihat Papanya tersebut di hampiri oleh kedua orang relasinya dan ternyata salah satunya adalah Bapaknya Lia.
"Oh, jadi yang di maksud oleh Papa itu adalah Bapaknya Lia, andai aku bisa menolong Bapaknya Lia agar Papa menyetujui bisnisnya," Adrian pun menghela napas panjang.
_____
Pak Steven nampak duduk bersama dua relasi tersebut. Terlihat ramah Pak Steven ketika bertatapan dengan Bapaknya Lia tidak ada raut muka yang terlihat sombong atau cuek jauh dari bayangan Bapaknya Lia ketika berkomunikasi di sambungan teleponnya.
Pak Steven kemudian memanggil sang pelayan untuk memesan minuman dan beberapa makanan ringan.
Ting...
Tiba-tiba bunyi pesan muncul dari saku celana pak Steven, lalu Pak Steven pun merogoh ponselnya di saku celana.
{"Pah, lebih baik menghargai semua orang yang saat ini berada di samping Papa karena itu sangat berharga dan akan melancarkan semua urusan Papa ke depan,"} tulis pesan dari sang anak yaitu Adrian.
Nampak Papa Steven pun melirik ke arah parkiran ,dan dia sudah tidak menemukan lagi sang anak disana.
Pesan yang di tulis oleh Adrian sangat menyentuh hatinya dan bermakna. Sang Papa pun seakan berpikir lebih jauh, dia tidak boleh egois dengan semua yang terjadi dan hanya mementingkan kepentingan dirinya tanpa melihat orang lain yang butuh pertolongan.
_______
__ADS_1
"Gimana Pak, kelanjutan bisnis kita
Apa benar yang di bahas oleh pak Hendrik, Pak Steven akan membatalkan proyek kita, padahal itu keuntungan dan prospek kedepannya sangat menguntungkan, dan ini menyangkut bisnis dengan menolong orang juga karena kita akan membangun sebuah Rumah Makan, dan keuntungan yang kita raih sebagian akan disalurkan ke panti asuhan," ucap Bapaknya Lia kembali menegaskan, setelah tadi pagi bicara di telepon.
"Dan yang paling penting para donatur tiap bulan udah ada, karena semua udah di rencanakan baik oleh Bapak kita yang satu ini, dia begitu ulet dan gigih," ucap Pak Hendrik dengan menatap Bapaknya Lia.
Bapaknya Lia seakan tersipu malu ketika sebuah pujian menghinggapi dirinya.
"Ah, Pak Hendrik bisa saja kalau memuji orang, niat saya kan kalau bisnis dari dulu untuk membantu orang juga. Restoran saya yang ada di Bogor juga tiap hari Jumat ada acara Jum'at Berkah dengan cara membagikan nasi kotak ke mesjid dan untuk yang makan di Restoran diskon 50%," jawabnya.
________
Obrolan pun terlihat serius dan mereka terlihat membicarakan proyek yang akan dilaksanakan dan sepertinya pak Steven berubah pikiran, dan terbuai tatkala mendengar semua ucapan dari Pak Hendrik terutama Bapaknya Lia dengan sangat bijak dan tegas dia berbicara.
____
"Oke, Deal!" ucap Pak Steven.
Sontak raut muka dari Papanya Lia dan Pak Hendrik tersenyum lebar tatkala mendengar kata sepakat dari Pak Steven.
Sepertinya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata rasa bahagia Bapaknya Lia itu, dan dia langsung mengirimkan sebuah pesan kepada sang istri bahwa pak Steven akhirnya luluh juga hatinya.
{"Alhamdulillah Pak, kalau begitu,"} balas pesan sang istri.
_____
Setelah acara selesai nampak Bapaknya Lia menawarkan untuk mengantarkan Pak Steven pulang ke rumahnya, namun Pak Steven menolaknya, dia hanya ingin menunggu sang anak yang menjemputnya.
Akhirnya Bapaknya Lia dan Pak Hendri pamit kepada Pak Steven dengan hati yang berbunga-bunga karena proyek yang mereka tawarkan sudah deal.
______
Beberapa menit kemudian.
Adrian pun muncul untuk menjemput sang Papa, nampak di dalam mobil wajah sang Papa tersenyum lebar.
Dengan rasa penasaran Adrian pun bertanya kepada sang papa.
"Sedang Bahagia sepertinya Pah!? Oh, iya, gimana tadi hasil rapatnya apa Papa menyetujui dengan proyek yang ditawarkan?" tanya Adrian.
Dia berharap cemas dan sang Papa inginnya membantu proyek dari Bapaknya Lia meskipun rencana pernikahan dia belum dapat di realisasikan oleh sang Papa tapi setidaknya sang Papa bisa membantu Bapaknya Lia, dan itu sangat buat senang hati Adrian dan ini kesempatan dia untuk membuat hubungan sang Papa dan Bapaknya Lia menjadi semakin dekat.
_____
Sebenarnya mulut Adrian sudah tidak tahan ingin memberitahukan bahwa yang barusan bertemu dengannya Papa Steven adalah Bapaknya Lia tapi Adrian pun seakan mengurungkan niatnya, karena dia ingin lebih jauh lagi sang Papa untuk bisa dekat dengan Bapaknya Lia.
Dengan begitu Jika hubungan erat terjalin antara Papanya dan Bapaknya Lia maka otomatis hubungannya dengan Lia akan disetujui oleh sang Papa.
Adrian pun nampak tersenyum sendiri, dia tidak menampakkan muka yang terlihat sedih lagi. Nampak terlihat dari binar matanya penuh rasa gembira.
"Semua tidak disangka-sangka dan semua atas kehendaknya. Ini skenario Allah yang atur. Semoga Papa diberikan hati yang ikhlas dan lebih ridho," gumam hati Adrian.
__ADS_1
Bersambung...