
Nampak Desy sudah rapi pagi itu dan terlihat sangat cantik. Kedua orang tuanya nampak saling pandang dan tersenyum karena mereka merasa sang anak tengah dihinggapi rasa bahagia.
"Des, kamu jadi ke rumahnya Rian lagi?" tanya sang Bapak.
Desy menganggukkan kepalanya sambil memoles lipstick ke bibirnya yang mungil.
"Sudah Des, cantik kok. Tidak perlu di tebalkan lagi warna bibirmu itu," ejek sang Ibu tertawa terkekeh.
______
Sontak Desy pun tersipu malu dan nampak dia merapikan rambutnya lalu dia ikat satu ke belakang.
"Des, kalau menurut Bapak mending kamu rujuk lagi dengan Rian dan besok Bapak mau main ke rumah Rian untuk membicarakan masalah serius," ucap sang Bapak dengan wajah yang terlihat tegas.
Terlihat Desy pun dihinggapi rasa penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh sang Bapak. Kemudian dia bertanya kepada sang Bapak. Ada masalah apa yang akan di bicarakan oleh sang Bapak kepada Rian.
"Mau bicara apa Pak? Masalah kerjaan," tanya Desy kepada sang Bapak.
"Bapak ingin bicara empat mata dengan Rian dan menanyakan bahwa sebenarnya Bapak ingin kamu lebih dekat lagi dengan Rian." ucap sang Bapak seakan menggoda sang anak.
"Jangan, jangan Pak!" sontak Desy terkejut.
"Loh, kenapa Nak!?" tanya sang Bapak.
_______
Desy pun dalam dirinya seperti dihinggapi rasa malu. Dia berpikir seakan tidak ada harga dirinya di mata seorang lelaki jika keluarganya yang meminta Rian untuk dekat dengannya. Dimana pun bukannya seorang lelaki yang pertama berkunjung untuk meminta wanita.
"Enggak Des, Bapak becanda kok, hehehe," ucap sang Bapak tertawa terkekeh.
Sang Bapak pun berlalu pamit untuk pergi kerja. Sementara Desy tengah menunggu Cantika yang akan di antarkan oleh Lia untuk datang ke rumahnya. Desy hari ini bersama Cantika sudah janji mau pergi ke rumah Rian.
_______
"Des, Ibu juga sebenarnya mengharapkan kamu bisa bersatu lagi dengan Rian," ucap sang Ibu.
Desy pun nampak terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang Ibu karena ternyata kedua orang tuanya menginginkan, jika dia berharap rujuk dengan Rian. Desy berpikir jika cinta tak seharusnya di paksakan. Tidak bisa dipungkiri dia masih menyimpan rasa terhadap Rian. Tapi dia tidak tahu jika Rian masih ada rasa terhadap dirinya atau tidak, karena terlihat setelah beberapa kali bertemu Rian nampak cuek kepada dirinya. Hal itu membuat Desi berpikir bahwa Rian sebenarnya sudah tidak ada rasa terhadap dirinya.
"Tidak Bu, rasanya tidak mungkin. Desy harus mencoba menjadi teman saja tidak lebih dari itu. Dan sekarang Desy ke rumah Bu Viona pun semata-mata hanya ingin mengurus Bu Viona yang tengah sakit karena Desy merasa berhutang budi dan salah," ucapnya.
"Kamu merasa salah apa memangnya?" tanya sang Ibu seperti dihinggapi rasa penasaran.
_______
Desy pun bercerita bahwa dia ketika dulu selalu menyakiti hati Bu Viona dengan selalu menyuruhnya, seakan Bu Viona itu adalah sang ART bukan sang Ibu mertua. Desy merasa bersalah karena memperlakukan sang ibu mertua tidak layak ketika saat itu.
Desy menghela napas panjang merasa dihinggapi rasa bersalah yang teramat besar terutama terhadap Lia.
TIN ...
TIN ...
Tiba-tiba suara klakson mobil berbunyi di depan halaman rumah dan nampak terlihat mobil datang. Seketika Cantika turun di dalam mobil dan berjalan ke arah pintu rumah. Desy pun dan sang Ibu menyeret langkah kakinya menuju teras rumah, dimana Cantika di sana sedang mengetuk pintu.
________
__ADS_1
CEKLEK...
Pintu dibuka lebar oleh Desy dan terlihat Cantika tengah berdiri di depan pintu dengan senyuman yang merekah. Sementara Lia tidak turun masih berada di mobil dan pandangan matanya tengah tersenyum.
"Masuk dulu Lia, sini!" ucap Ibunya Desy kepada Lia dengan tersenyum ramah. Begitupun dengan Desy, dia nampak melambaikan tangan kepada Lia. Namun Lia terlihat buru-buru karena mau pergi mengantarkan sang suami ke Bandara karena Adrian mau berangkat ke Malaysia untuk urusan pekerjaan.
"Nanti saja sore kita ketemu di rumah Neneknya Cantika. Aku buru-buru mau antar suami ke Bandara," jawab Lia tersenyum ramah.
Dan nampak Lia pun pamit dengan melambaikan tangannya.
______
Setelah Lia pergi kemudian Dest pun dengan segera mengajak Cantika untuk pergi ke rumah Rian.
"Ayo, kita pergi sekarang, kita mampir di pasar dulu untuk penuhin kulkas di rumah Nenek," ucap Desy kepada Cantika.
Akhirnya mereka pun berlalu pergi dan pamit kepada sang Ibu.
Selama dalam perjalanan menuju rumah sang Nenek nampak terlihat Cantika tersenyum bahagia seakan tidak sabar ingin bertemu dengan sang Nenek dan Papanya tersebut.
_________
"Tante, kenapa enggak balik lagi sama Papa," ucap Cantika dengan pandangan lekat ke arah Desy yang sedang mengemudikan mobilnya.
DEGH .
Sontak Desy terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh Cantika, dan Cantika pun nampak bercerita jika sang Mama atau Lia menginginkan agar Desy kembali rujuk kepada Rian.
"Ah, kamu suka becanda, masa Mama Lia bilang begitu," ucap Desy tersipu malu.
"Iya, bener kok, Cantika enggak bohong," jawab sang anak.
"Tan, kok, ngelamun sih!" Cantika menepuk paha Desy.
Desy nampak terkesiap dan tersenyum kecarah Cantika.
"Jodoh itu di tangan Allah jadi Tante Desy tidak tahu jodoh Tante kedepannya siapa," ucap Desy mencoba menerangkan kepada sang anak.
_________
Tiba di rumah Bu Viona.
Nampak Cantika tersenyum bahagia saat tiba di rumah sang Nenek, begitupun dengan sang Nenek karena merasa ada perhatian dari sang cucu untuk bisa menjenguknya.
"Des, terima kasih karena kamu sudah mau merawat Ibu," ucap sang Ibu.
Desy hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian sang Ibu bercerita bahwa dia ingin sekali Desy bisa rujuk dengan Rian karena sang Ibu merasa nyaman ketika berada dekat dengan Desy. Terlihat Desy terdiam dan dia pun berpikir, seakan tidak mau jika Rian nantinya seakan terpaksa untuk menjalani hubungan dengan Desy karena nampak Rian sampai saat ini masih terlihat cuek terhadapnya.
_______
Sore pun tiba.
Nampak Lia dan Tante Restu datang menjenguk Bu Viona. Bu Viona merangkul Lia dengan mata berkaca-kaca, beda ketika dulu sewaktu Lia menjadi menantunya boro-boro memeluk, bicara pun terhadap sang menantu seakan ragu yang ada hanya saling diam dan sang Ibu mertua selalu menyindirnya.
"Lia terima kasih banyak, ternyata kamu peduli dengan Ibu, walau Ibu dulu tidak baik sama kamu," ucapnya.
__ADS_1
Lia hanya tersenyum karena bagaimanapun Bu Viona adalah Nenek dari anaknya dan Lia tidak mau menunjukkan sikap kesal kepada Bu Viona dihadapan sang anak karena itu masa lalunya yang harus dia kubur dalam.
_____
Beberapa menit kemudian.
"Papa,,," nampak Cantika menghampiri sang Papa saat Rian datang.
Ketika Rian datang dari kantor kemudian mereka pun menikmati makan sore yang di masak oleh Desy dan nampak mereka sangat menikmati masakan Desy.
"Enak Des, masakan kamu," ucap Tante Restu seakan memuji.
"Terima kasih Tan," jawab Desy tersipu malu.
"Tante Desy, tinggal disini saja tiap hari biar Nenek dan Papa ada masakin tiap hari," ucap Cantika begitu santainya.
______
Desy terlihat menundukkan kepalanya seakan malu dengan apa yang di ucapkan oleh Cantika. Sementara Rian terlihat salah tingkah.
"Coba tanya Papa, mau tidak rujuk dengan Tante Desy," goda Lia tertawa terkekeh.
Desy dan Rian nampak keduanya tersipu malu dan salah tingkah dengan apa yang di ucapkan oleh Lia yang notabene wanita tersebut hatinya pernah disakiti oleh mereka.
"Des, mending nikah saja," goda Lia menepuk pundak Desy dengan halus.
Desy kembali diam seakan dihinggapi rasa malu dengan apa yang di ucapkan oleh Lia. Sementara Rian fokus dengan makanannya.
_______
Jam menunjukkan pukul 8 malam dan nampak Lia beserta Tante Restu pamit dari rumah Bu Viona. Sementara Cantika menginap di rumah sang Nenek.
Ketika Desy mau pulang nampak di halangi oleh Cantika, dia seakan tidak mau jika Desy pulang dan Desy nampak di suruh menginap di rumah Bu Viona. Dan Desy pun bersusah payah untuk mencoba mengambil hati anak tersebut bahwa besok Desy akan datang lagi ke rumah Bu Viona.
Dan setelah bisa di bujuk akhirnya Cantika pun ikhlas untuk melepas kepergian Desy dan nampak jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.
"Des, aku antar pulang ya, nanti aku dari rumah kamu biar pakai taksi saja," ucap Rian.
Entah mengapa Rian seperti dihinggapi rasa khawatir ketika Desy harus pulang sendiri di malam hari. Desy hanya menganggukkan kepalanya dan tersipu malu.
______
Di dalam mobil.
Nampak tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Desy dan Rian seakan canggung untuk memulai obrolan dari mana. Rian yang tadinya berniat untuk bicara serius kepada Desy, entah mengapa seperti sulit untuk bicara.
"Des, besok malam minggu kamu ada acara tidak?" tanya Rian ragu.
Desy sontak terkesiap dan tersipu malu dengan apa yang di ucapkan oleh Rian.
"Ti-tidak ada acara kok, ada di rumah," jawabnya terbata-bata.
"Kita jalan yu?" ajak Rian walau dalam hatinya seakan dihinggapi rasa canggung.
"Bo-boleh," jawabnya masih dihinggapi rasa terkejut dan seakan tidak percaya dengan ajakan Rian.
__ADS_1
Entah mengapa jantung Desy berdetak lebih cepat, dadanya bergemuruh seperti baru merasakan lagi rasa jatuh cinta.
Bersambung...