
"Pah, aku ada rencana menikah dengan Lia," ucap Adrian seakan memohon kepada sang Papa agar dia menyetujui permintaan anaknya tersebut.
"Apa,,,! Papa, apa enggak salah dengar Nak,!?" tanya sang Papa, dia pun menampakkan rasa tidak setujunya terhadap sang anak karena sang Papa bersikukuh menjodohkan sang anak dengan Dokter Zahira.
"Tidak,,,Nak! Kamu akan Papa jodohkan tetap dengan Dokter Zahira, Papa pun sudah janji dengan Papanya Zahira akan segera menikahkan kalian!" ucap sang Papa.
______
Adrian pun berpikir mungkin Zahira belum bicara dengan Papanya tentang penolakannya, jadi Papanya Zahira pun tidak bicara kepada Papanya.
"Pah, sebenarnya Adrian sudah menolak Zahira," ucap Adrian lirih, pandangan Adrian menunduk tidak berani mengarah kepada sang Papa. Adrian seakan tahu isi sang Papa saat ini, dia begitu terluka.
"Adrian, kapan kamu bertemu dengan Zahira, kenapa kamu tidak bilang ke Papa!" tanya sang Papa menatap lekat kepada sang anak.
"Mungkin seminggu yang lalu, Pah!" jawabnya.
PLAK..
Tamparan indah melayang ke pipi Adrian, sang Papa terlihat kesal dan dihinggapi rasa amarah karena dia berpikir, begitu beraninya sang anak memutuskan perjodohan yang di berikan oleh sang Papa.
Tangan sang Papa bergetar karena seumur hidup dia baru melakukan tamparan keras kepada anak tunggalnya itu, sang Mama pun nampak terkejut saat melihat sang suami melakukan tamparan keras kepada sang anak kesayangan itu.
"Pah, kenapa kamu tampar Adrian, kita kan bisa bicara secara baik-baik," ucap sang Mama seakan tidak terima jika anaknya di tampar oleh suaminya tersebut.
"Arghhhhhh..." Papa Steven meremas rambutnya dengan kasar.
_________
Papa Steven berlalu masuk ke kamar kembali. Terlihat nampak dari raut muka sang Papa dihinggapi rasa kecewa kepada anaknya tersebut.
Papa duduk di pinggir kursi ranjang kemudian dia mengambil ponselnya yang berada di atas nakas, sang Papa memijit nomor telepon. Tak lama kemudian suara telepon pun tersambung dan di seberang sana terdengar sayup-sayup suara wanita yang terdengar serak.
{"Halo, Kak, ada apa?"} ucap Tante Shila yang tidak lain adalah adik dari Papanya Rian.
Sang Papa kemudian menceritakan apa yang terjadi dengan Adrian karena sang anak begitu dekat dengan Tante Shila.
{"Jadi dia menolak perjodohannya?"} tanya sang Tante.
{"Iya, jadi tugas Tante Shila adalah buat Adrian agar mau di jodohkan dengan Zahira,"} ucap sang Papa.
{"Kalau itu masalah gampang, kamu jangan khawatir,"} jawab sang Tante.
Sambungan telepon pun ditutup oleh sang Papa dengan raut muka masih terlihat kecewa.
_______
__ADS_1
"Nak, kamu benar sudah ketemu kembali dengan Zahira dan kamu menolak perjodohan yang Papa tawarkan kepada dia? Mama gak bisa bayangkan gimana hatinya sangat terluka. Karena Mama dengar dari Papa Zahira sangat mengharapkan kamu Nak, dia bakal jadi istri kamu,"} ucap sang Mama.
"Mama kan tahu sendiri aku tidak mencintai Zahira, Mah, kalau di paksakan kasihan ke Zahira nya karena aku tidak ada rasa cinta kepada dia," jawab Adrian.
"Tekad kamu sudah bulat dengan rencana kamu untuk menikahi Lia!?' tanya sang Mama.
"Iya, Mah, tekad aku sudah bulat," ucap Adrian.
"Padahal rasa cinta akan datang belakangan jika. Adrian tidak.cinta sementara Zahira cinta. Aku yakin rasa cinta akan datang ke diri Adrian nanti kedepannya karena Zahira cantik, baik, lembut dan terpelajar," gumam hati sang Mama, dia hanya mampu menghela napas panjang, Mama pun seakan bingung dengan sang suami dan Adrian.
_______
"Zahira dan kedua orang tuanya mau kesini, Papa harap kamu jangan mengecewakan mereka!" ucap sang Papa dengan muka serius. Tiba-tiba datang kembali dari dalam kamarnya.
Sontak Adrian dihinggapi rasa terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang Papa karena dia sebenarnya sudah tidak mau membahas lagi Zahira tapi kenyataannya Zahira dengan kedua orang tuanya mau datang kerumahnya.
"Pah, padahal Papa jangan bawa dulu Zahira dan kedua orang tuanya untuk datang kesini, seharusnya Papa bilang baik-baik kepada Adrian anak kita tentang dia dengan Zahira kedepannya akan.seperti apa," ucap sang Mama.
"Jelas-jelas dia ingin nikah dengan Lia tidak mau dengan Zahira. Seharusnya anak itu, gimana orang tua jangan membantah. Padahal orang tua tidak akan menjerumuskan anaknya sendiri justru memilih yang terbaik," ucap sang Papa.
"Zahira sudah tahu Pah, bahwa Lia itu cinta pertama Adrian jadi tidak mungkin Adrian melepaskan Lia," ucap Adrian mencoba meyakinkan kembali kepada sang Papa bahwa dia adalah cinta pertamanya.
"Sudah cukup! Nanti saja kita jelaskan semua disini, seharusnya kita yang harus kesana pihak lelaki bukannya pihak wanita yang datang kesini," jawab kembali sang Papa terlihat dari raut mukanya kesal.
______
Suara mobil terdengar masuk ke halaman garasi mobil rumah Adrian, nampak mobil dari Zahira memasuki garasi halaman rumah.
Papanya Adrian pun menjemput tamu yang datang dengan senyum lebar, Zahira pun keluar dari dalam mobil beserta kedua orang tuanya tersebut.
"Zahira nampak cantik dan senyumnya selalu mengembang, dia ramah sekali. Sayangnya Adrian sudah memilih Lia, padahal aku juga sebagai Mamanya lebih cocok anakku kalau menikah dengan Zahira," gumam hati Mamanya Adrian.
_______
Zahira pun dan kedua orang tuanya masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
Adrian menyalami Zahira dan kedua orang tuanya, nampak kedua orang tuanya Zahira tersenyum kepada Adrian. Namun beda dengan Zahira dia tidak menampakkan senyum lebarnya hanya senyuman tipis yang terpancar dari bibirnya yang merah.
"Aku tahu apa yang ada di pikiran masing-masing kedua orang tua semua, mereka mau membicarakan perjodohan ini, padahal aku dengan Adrian sudah membicarakannya,"gumam hati Zahira.
_____
"Jadi gimana Zahira kapan untuk merencanakan ke jenjang lebih serius lagi dengan Adrian," goda Papanya Adrian tersenyum kepada Zahira.
Zahira menghela napas secara perlahan, dia pun seakan tidak mau menyinggung perasaan masing-masing kedua orang tuanya tersebut untuk membicarakan semua yang terjadi.
__ADS_1
"Mah, Pah, sebelumnya Zahira minta maaf, karena Zahira dan Adrian sebenarnya sudah bertemu kembali untuk kedua kalinya, dan keputusan sudah bulat di antara kami tidak mau dijodohkan!" ucapnya tegas dengan sorot mata tajam melirik satu persatu kedua orang tua yang tengah berada di kursi tersebut.
Sontak kedua orang-tua, masing-masing terhenyak dengan ucapan dan keputusan yang di ucapkan oleh Zahira.
"Maksudnya apa ini!?" Papanya Zahira terlihat seakan tidak mengerti apa yang baru saja di ucapkan oleh anaknya tersebut.
"Maksudnya gini loh Pah, saya sama Zahira menolak perjodohan," sambung Adrian.
"Terus kenapa kalian menolaknya, justru kita sebagai orang tua, makannya menjodohkan kalian, karena kalian sekarang ini tidak mempunyai pasangan dan usia kalian sudah cukup unyuk berumah tangga, Papa dengan Papamu sudah lama berteman jadi Adrian jangan ragu lagi," ucap Papanya Zahira terdengar tegas ketika berbicara.
"Adrian sudah punya calon Pah!" ucap Zahira
Sontak kedua mata Papanya Zahira terbelalak tatkala mendengar penjelasan sang anak bahwa Adrian sudah mempunyai pasangan.
"Kamu Steven, sudah membohongiku!" bentak Papanya Zahira dengan pandangan sinis mengarah ke arah Papanya Lia.
Sontak yang berada di sana terkejut tatkala Papanya Zahira terlihat marah dan kecewa.
Mereka pun terdiam semua.
_________
"Berbohong apa Pak kamu jangan mempermalukan keluarga kita, Papa harus bersikap sopan," ucap Mamanya Zahira lekat ke kuping sang suami.
"Dulu Steven bilang, anaknya belum punya calon pasangan. Nah, setelah aku membujuk Zahira untuk mau dekat dengan Adrian dan akhirnya Zahira mau dijodohkan, kenapa endingnya jadi begini!!? Adrian ternyata sudah mempunyai pasangan!" ucap Papanya Zahira tersulut emosi. Sang istri mengelus lembut pundak sang suami agar bisa mengontrol emosinya tersebut.
_______
"Mungkin suamiku kecewa, maafkan ya, setelah mendengar Adrian sudah mempunyai calon, karena suamiku berharap Zahira bisa berjodoh dengan Adrian," ucap Mamanya Zahira terdengar lembut.
Pandangan kedua orang tuanya Adrian terlihat menunduk, mereka pun seakan tidak bisa berkata apapun. Nampak wajah Papa Steven merah merona karena dihinggapi rasa malu dan bersalah.
"Pah, ini bukan salah Adrian atau Papanya. Mungkin Papa saja yang terlalu berharap Zahira bisa di jodohkan dengan Adrian, begitupun sebaliknya dengan Papanya Adrian. Aku pun sama Adrian tidak apa-apa kok, kalau tidak berjodoh karena jodoh sudah ada mengatur sang maha pencipta, kita kan bisa jadi saudara kalau tidak menjadi pasangan," ucap Zahira terdengar bijak.
Adrian pun yang mendengar ucapan dari Zahira begitu terpesona dengan hati Zahira yang terdengar legowo, tidak ada dendam.
"Maafkan aku, karena aku pun tidak tahu kalau Adrian sudah mempunyai pilihannya, dia kan baru datang ke Bandung jadi masalah pribadinya aku sebagai Papanya tidak banyak tahu, dan mungkin ini salahku kenapa enggak bertanya sebelumnya kepada anakku kalau ternyata Adrian sudah mempunyai tambatan hati," ucap Papa Steven tertunduk malu.
"Beruntung ya, calon kamu Adrian, orang mana calonnya?" tanya Mamanya Zahira menatap lekat ke arah Adrian.
"Masih tinggal di Bandung, Bu," jawab Adrian.
"Ya, sudah, semoga nanti kamu cepat menikah dengan dia dan mempunyai momongan," ucap Mamanya Zahira.
Sementara Papanya Zahira terlihat sangat kecewa, dia menatap sinis kepada Adrian.
__ADS_1
"Mah, Zahira, ayo,,,kita pulang saj!" ajaknya dengan berlalu keluar tanpa pamit kemudian memasuki mobil.
Bersambung....