Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 65 Rian cemburu


__ADS_3

Tiba di rumah.


Akhirnya Lia pun tiba di rumah setelah acara pertemuannya dengan Adrian, nampak disana sang anak Cantika, sudah menunggu di teras rumah dengan ditemani oleh Rian sang Papa.


Lia keluar dari dalam mobil, lalu dia menutup pintu mobil dengan bersenandung merdu menyayikan lagu romantis.


"Ada si Rian, aku harus terlihat tegar dan tidak sedih, untuk apa!? Agar dia tidak mentertawakan aku. Enak saja dia berselingkuh dengan sahabatku sendiri padahal aku lebih baik segalanya dari Desy. Biar tahu rasa dan nyesel dia. Sudah mengkhianati kemudian setelah itu aku yang ninggalin dia!" gumam hati Lia ketika melihat sang mantan suami sedang duduk dengan Cantika terlihat oleh ekor matanya.


______


Melihat kedatangan Lia dengan muka sumringah dan sedikit polesan make-up yang terkesan anggun, dan bau minyak parfum yang menggugah penciuman begitu wangi.


Rian nampak curiga dan terlihat sedikit cemburu, karena baru kali ini Rian melihat kembali sang mantan istri tampak segar mukanya dan terlihat bahagia.


•••


"Sayang,,,sudah pulang, Nak!" Lia kemudian mencium pipi lembut sang anak.


"Kamu pasti belum mandi Sayang, ayo kita mandi. Mama juga mau mandi terus istirahat kita tidur," ejek sang mantan istri tersebut seakan mengusir Rian secara halus karena sang punya rumah mau beristirahat.


Sontak pandangan Rian yang tengah melamun dengan pandangan ke arah halaman rumah, langsung mengarah lekat ke wajah Lia.


"Lia cantik dan baik, kenapa aku sia-siakan dia," gumam hati Rian.


Lia nampak melihat Rian dengan ujung ekor matanya, ketika Rian menatap dia dengan lekat dan terlihat terpesona dengannya.


"Kamu nyesel kan, Rian!" dalam hati Lia tersenyum puas.


_____


Drett...Drett...Drett..


Tiba-tiba bunyi suara telepon terdengar dari ponselnya Lia, nampak Adrian menelepon. Lia tersenyum bahagia. Dia berpikir, inilah saatnya untuk menunjukkan kepada Rian dia pun bisa seperti Rian ada lelaki yang mengejarnya, dan membuat Rian cemburu.


"Memangnya dia saja yang bisa buat aku cemburu dengan Desy, aku pun bisa melakukannya seperti kamu melakukannya kepadaku, Rian!" gumam hati Lia.


Kemudian Lia duduk di pinggir sang anak dan mengangkat bunyi suara telepon tersebut.


Terdengar dari suara telepon, Adrian menanyakan. Apakah Lia sudah sampai di rumah, dan dia juga membicarakan pertemuannya dengan Desy setelah bertemu dengan Lia di Restoran.


{"Desy tadi terlihat kesal karena aku cuek, hehehe,,,,"} ucap Adrian seperti terdengar polos karena sedikitpun dia tidak menaruh hati kepada Desy.


Ketika Adrian membicarakan pertemuannya dengan Desy, dan Adrian yang bersifat cuek, sontak Lia seperti menahan tawa karena Desy dibuat kesal dan sakit hati oleh kelakuan Adrian yang dari dulu selalu bersikap cuek kepada mantan sahabatnya itu.


_____


Rian nampak menatap Lia dengan pandangan mencibir karena Lia terlhat akrab ketika berbicara di sambungan teleponnya.


{"Iya, Mas,,,terima kasih ya, untuk traktiran makannya,"} ucap Lia membalas obrolan kepada Adrian.


{"Kapan-kapan ajak anakmu ya, kita jalan bareng,"} Adrian seakan ragu untuk mengajak anak dari Lia karena takut Lia tersinggung atau menolaknya.


Tapi diluar ekspektasi Adrian ternyata Lia menyambutnya dengan ramah dan membuat hati Adrian melayang jauh


{"Pasti aku ajak Mas, dia senang kalau di ajak jalan-jalan ke Mall, apalagi nonton Bioskop,} balas Lia dengan membelai lembut rambut sang anak dan tersenyum.


•••


Sang anak pun bertanya.


{"Telepon dari siapa Mah?"} tanya sang anak sambil tersenyum lebar.


{"Om Adrian,"} jawab Lia dengan membalas senyum sang anak.

__ADS_1


Degh...


Entah mengapa dada Rian saat itu langsung bergemuruh hebat, tatkala Lia menyebutkan nama Adrian kembali.


"Mungkinkah Adrian adalah lelaki yang kini tengah dekat dengan Lia?" gumam hati Rian. Pikirannya berkecamuk tidak karuan.


Rian nampak menghela napas kasar beberapa kali dan ini mengakibatkan rasa tanya di diri sang anak dan mantan istrinya.


"Papa,,,kenapa?" tanya sang anak.


Rian hanya diam dan tersenyum getir.


Lia pun seperti ingin menahan tawa dengan sikap dari sang mantan suami tersebut.


________


{"Yasudah, nanti kita berkabar lagi ya, Mas,,"} ucap Lia dengan menutup sambungan teleponnya.


"Ayo,,,Sayang, kita mandi dulu," ucap Lia tersenyum sumringah tatkala setelah menutup sambungan teleponnya dari Adrian.


"Papa, Cantika mau mandi dulu," ucap sang anak menatap sang Papa.


Nampak Rian mencoba tersenyum terhadap sang anak meskipun hatinya sedang di runding rasa cemburu terhadap sang mantan istri.


"Yasudah, Papa pulang dulu ya," ucap Rian.


Dia pun mencium kening sang anak dan beranjak pergi dari tempat duduk.


___


Nampak ketika Rian membuka pintu mobilnya wajahnya terlihat tidak baik-baik saja, seperti dihinggapi rasa kecewa yang terpendam. Lia hanya tersenyum puas tatkala melihat perubahan muka Rian itu.


Bruk..


Mobil di tutup dengan kasar oleh Rian, dan Rian pun masuk ke dalam mobil dengan wajah yang nampak cemberut.


______


Bunyi pesan muncul dari ponselnya Rian, dan di dan di layar ponsel nampak terlihat Tante Mira (Tante dari Desy) memberikan pesan kepada Rian yang memberikan kabar berita bahwa Desy mengalami tabrakan dan sekarang dia sedang berada di IGD.


Degh...


Rian nampak terkejut setelah membaca isi pesan kabar berita tersebut. Dia menatap lekat ke arah Lia yang masih duduk di teras yang sedang berbicara dengan anaknya itu.


"Jika aku memberikan kabar kepada Lia bahwa sahabatnya sedang kritis di IGD, itu tidak mungkin aku lakukan karena Lia dan Desy sedang tidak akur," ucap Rian.


Rian hanya menghela napas panjang.


Tangan Rian memegang dagunya yang disandarkan ke setir mobil dengan pandangan mengarah ke depan pintu gerbang, namun terlihat kosong. Entah apa yang tengah dipikirkan oleh Rian yang jelas pikirannya sedang kalut seakan banyak hal yang dia pikirkan dan belum selesai.


_____


Lia pun secara tidak sengaja melirik ke arah Rian yang sedang termangu didalam mobil.


"Mah, Papa kenapa seperti sedang melamun!?" tanya sang anak seperti dihinggapi rasa heran dan khawatir.


"Enggak tahu Sayang, Mama sudah tidak peduli apa yang ada di pikirannya Papa. Ayo, Sayang, mandi dulu," ajak sang Mama.


Mereka pun akhirnya berlalu memasuki ke dalam rumah.


____


Setelah masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Teh,,,Teh Sumi," teriak Lia


"Ya, Bu,," Teh Sumi datang dari arah dapur.


"Tolong nanti gerbang garasinya tutup, masih ada Rian di luar," ucap Lia dengan berlalu ke kamar bersama anaknya tersebut.


Teh Sumi pun berlalu ke arah garasi depan.


_____


Tiba di depan garasi nampak mobil Rian masih terparkir di halaman garasi. Teh Sumi pun nampak dihinggapi rasa penasaran kepada Rian yang masih belum beranjak dari halaman garasi.


Rian nampak melihat dari kaca spion, Teh Sumi yang sedang mematung di teras rumah. Kemudian Rian membunyikan klakson mobilnya tersebut.


Sontak Teh Sumi pandangannya mengarah ke mobil Rian, lalu Teh Sumi melihat Rian dengan melambaikan tangannya kearah Teh Sumi, Teh Sumi pun berjalan ke arah mobil Rian yang nampak memanggil dia.


___


"Ya, Pak, ada apa!?" tanya Teh Sumi tersenyum lebar kepada Rian ketika sudah berada di depan mobil Rian.


"Teh Sumi, aku mau nanya sama Teh Sumi tapi jawab jujur ya?" tanya Rian menatap lekat kepada sang ART yang sedang berdiri di depan pintu mobilnya.


"Iya Pak tanya saja, ada apa," jawab Teh Sumi dengan pandangan menunduk.


"Teh Sumi tahu enggak teman Lia yang bernama Adrian!?" tanya Rian seperti dihinggapi rasa penasaran.


Teh Sumi nampak mengernyitkan dahi dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak,,Pak, Teh Sumi tidak tahu!" jawabnya.


"Memangnya kenapa, Pak?" Teh Sumi balik nanya kepada mantan sang majikannya tersebut.


"Enggak,, enggak apa-apa Teh," jawabnya dengan gugup.


"Tapi yang namanya Adrian pernah datang kesini enggak!?" tanya Rian kembali. Pikiran Rian berselancar jauh seakan dia ingin tahu lebih tentang sosok Adrian.


"Kayaknya belum pernah karena Ibu enggak pernah bawa teman lelaki ke rumah," jawab Teh Sumi.


Rian nampak terdiam lalu dia pun pamit kepada Teh Sumi, dan mengeluarkan mobilnya itu dari halaman garasi rumah.


____


Setelah Rian berlalu dari garasi mobil nampak teh Sumi pun dihinggapi rasa tanya dalam diri sambil menutup gerbang garasi rumah.


"Sepertinya Pak Rian cemburu, kepada yang namanya Adrian, apa mungkin demikian? Soalnya nampak terlihat dari binar mata dan gestur tubuhnya, hehehe..," ucapnya.


Teh Sumi pun berlalu dari garasi halaman rumah dengan sebuah tanya dalam diri


______


Nampak Lia membuka pintu kamar.


"Teh,,,Rian sudah pulang?" tanya Lia.


"Sudah, Bu, tadi Pak Rian sempat nanya, katanya kenal tidak dengan yang namanya Adrian," ucap Teh Sumi.


"Terus,,," tanya Lia, seperti menahan tawa.


"Teh Sumi bilang, enggak, dan Pak Rian nanya kembali katanya, Adrian pernah datang ke rumah ini tidak? Dan kata Teh Sumi tidak,,," ucap teh Sumi kembali.


"Hahahaha,,," Lia tertawa terbahak.


"Dia cemburu, Teh,,,!" Lia pun kembali berlalu ke dalam kamarnya.

__ADS_1


"Aku pun berpikir begitu!" gumam hati Teh Sumi tersenyum sendiri.


Bersambung...


__ADS_2