Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab 212 Kedatangan Lia Ke Pusat Rehabilitasi Menjenguk Desy


__ADS_3

Tiba di tujuan.


Lia pun dan sang suami sampai juga di tujuan yaitu tempat rehabilitasi dimana Desy sedang dirawat disana. Terlihat dari kaca jendela Desy sedang di suapi makan dan pandangan matanya yang terlihat kosong.


Kemudian mata Desy berselancar ke sekeliling ruangan tersebut dan nampak kedua bola matanya lekat ke arah jendela dimana Lia sedang berada.


"Lia, Lia,,,!!"


Sontak Desy memanggil nama sahabatnya tersebut dengan mata yang merah menyala dan rambut yang sudah disisir oleh suster dia remas dengan kasar. Lia pun seakan terkesiap tatkala melihat situasi tersebut, dimana sang sahabatnya itu yang telah tega mengkhianati dirinya berlaku sikap seperti itu.


"Itu tandanya dia senang Lia, kamu jangan takut ya," ucap Ibunya Desy dengan menepuk pundak Lia dari arah belakang.


______


Desy terlihat ingin keluar dari ruangan tersebut dan terlihat badannya meronta yang mengakibatkan sang suster pun kewalahan untuk menenangkan sikap pasiennya tersebut yang terlihat berontak.


"Ada apa!?" tanya sang suster menatap lekat ke arah Desy.


Desy telunjuknya mengarah ke jendela kamar dan wajahnya terlihat penuh rona bahagia. Sang suster pun kemudian pandangan matanya mengarah ke arah jendela kamar seakan mengikuti arah telunjuk Desy. Nampak disana tengah tersenyum sosok Lia dan sang Ibu dari Desy. Sang suster pun terlihat tersenyum dan dia berpikir ada tamu yang akan menjenguk pasiennya.


•••


"Ada Ibunya Desy, kamu senang!?" tanya sang suster.


Sang suster pun mengusap rambut Desy yang terlihat berantakan. Desy menggelengkan kepalanya dan telunjuk dia mengarah tepat ke sosok Lia. Sang suster kembali menoleh ke arah jendela kemudian sang suster tersenyum kepada Lia.


"Siapa itu Des, siapa?" tanya sang suster tangannya lalu mengikat rambut Desy yang tidak beraturan.


"Lia, sahabatku," matanya berkaca-kaca.


•••


Nampak sang suster pun mengernyitkan dahinya, dia pun seakan teringat dengan ocehan pasiennya tersebut yang selalu memanggil nama Lia dan kadang berteriak untuk meminta maaf. Sang suster terlihat menghela napas panjang.


"Mungkin wanita ini yang selalu diceritakan Desy, dan buat Desy selalu dihinggapi rasa bersalah," gumam hati sang suster.


"Ayo, kita keluar tapi janji ya, jangan buat kegaduhan," ucap sang suster.

__ADS_1


_____


Maksud sang suster adalah jangan buat ribut atau histeris ketika bertemu dengan sosok Lia karena akan mengakibatkan rasa ingin tahu dari pasien lain, dan pasien lain pasti akan keluar atau mereka mengintip dari arah jendela. Ini tempat rehabilitasi jadi harus tenang dan sepi.


Desy menganggukkan kepalanya pertanda dia berjanji tidak akan berteriak. Desy terasa berdesir dadanya tatkala melihat sosok Lia dan Adrian suami dari Lia yang mau berkunjung untuk menjenguk dirinya yang tengah berada di pusat rehabilitasi.


_______


Desy nampak berjalan ke arah ruang tamu pasien karena disana sudah menunggu kedua orang tuanya beserta Desy dan suaminya. Adrian dan Lia nampak memperhatikan dari jarak jauh ketika sosok Desy tengah berjalan ke arahnya. Lia menghela napas secara perlahan, sang sahabat tersebut mungkin saat ini hanya bisa mengelus dadanya, seakan tak kuasa melihat sang sahabat dengan kondisi seperti ini


"Sang suami kemudian mengusap lembut pundak sang istri dengan lembut tatkala bulir putih lolos seketika di ujung mata sang istri.


"Sabar Mah, pasti Desy akan sembuh kok. Semoga dengan ujian yang selalu menerpanya ada hikmah di balik semua ini. Aku yakin Desy kuat dan sabar," ucap sang suami mencoba menyabarkan hati sang istri.


_____


Lia dengan cepat menghapus air mata yang menetes di hamparan pipinya. Dia berusaha tersenyum manis tatkala melihat Desy tepat berada di hadapannya. Terlihat Desy melebarkan tangannya pertanda ingin pelukan dari sahabatnya tersebut. Lia pun melirik ke arah sang suami, dan sang suami pun menganggukkan kepalanya pertanda Lia harus menyambutnya pelukan tersebut.


"Lia, Desy ingin pelukan hangat kamu, Nak!" bisik Ibunya Desy terisak tangis.


Lia kemudian sama melebarkan tangannya dan memeluk erat Desy yang tengah dihinggapi rasa bersalah, sedih, campur menjadi satu. pelukan pun berhamburan antara kedua sahabat tersebut nampak Desi menangis pilu ketika pelukan Lia begitu erat di tubuhnya.


_____


Nampak terlihat sang suster menepuk-nepuk pundak sang pasien karena takut emosi dari pasiennya tersebut tidak bisa terkontrol. Sang Ibu pun terlihat mengusap peluh yang mulai bercucuran dari kening sang anak.


"Sudah kamu jangan berucap seperti itu yang penting kamu sekarang sembuh dulu, aku dari dulu sudah maafkan kamu kok," ucap Lia tersenyum renyah seakan menguatkan hati sahabatnya tersebut.


Desy beberapa kali menggelengkan kepala seakan tidak percaya dengan datangnya sahabatnya tersebut dan kata permintaan maaf yang terucap dari bibirnya di sambut baik oleh Lia, karena Lia tidak sedikitpun balas dendam terhadap sang sahabat. Desy yang keras kepala akhirnya bisa dengan luluh dan mengakui kesalahannya ini merupakan hal yang sangat luar biasa dan keajaiban bagi Lia sang sahabat.


____


"Kapan boleh dibawa ke rumah suster?" tanya sang Papa.


"Mungkin minggu depan semoga lebih baik kondisinya dan jangan banyak pikiran yang buat dia melamun lagi. Rangkul ketika berada di rumah dan harus ada kesibukan yang positif agar hidupnya terarah," ucap sang suster dengan menatap sang pasien yang masih berada di pelukan sahabatnya itu.


Nampak kedua orang tua dari Desy tersenyum lega karena Desy terlihat kondisi badannya mulai pulih. Apalagi dengan kedatangan Lia, dia terlihat bahagia sekali dan senyuman di bibirnya terasa ikhlas dan lepas seakan tidak ada beban lagi.

__ADS_1


"Alhamdulillah Pah, akhirnya anak kita minggu depan bisa pulang kembali ke pelukan kita," bisik sang Ibu kepada sang suami.


______


Setelah satu jam berada disana, Desy pun kembali dibawa ke ruangan pasien dan nampak mukanya sudah tidak terlihat pucat karena dia tadi ketika di suapi oleh Lia nampak makannya lahap. Kata suster, Desy akhir-akhir ini makannya kurang jadi suster pun beranggapan mungkin karena sang pasien banyak pikiran jadi makan pun tidak selera. Tapi ketika ada kedatangan Lia, Desy berubah selera makannya mungkin ini karena pengaruh Desy ingin bertemu dan minta maaf kepada sang sahabatnya itu.


"Terima kasih ya, sudah mau nengok Desy, yang dipanggil selalu nama Lia," ucap sang suster sambil tersenyum ke arah Lia.


Suster pun sempat bercerita kepada Lia, bahwa Desy selalu memanggil nama Rian selain nama Lia dan sang suster seperti dihinggapi rasa penasaran. Kemudian sang suster menanyakan kepada Lia tentang sosok Rian. Dan Lia pun menceritakan sosok Rian itu siapa, nampak setelah mendengar pengakuan Lia, sang suster terlihat dihinggapi rasa terkejut.


"Semoga kedepannya baik-baik saja," bisik sang suster lekat ke kuping Lia.


Lia pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Desy melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah Lia yang hendak pamit pulang. Sang Ibu dari Desy dan Bapak mengucapkan rasa terima kasih kepada Lia dan Adrian karena dengan rela mau menjenguk sang anak ke pusat rehabilitasi. Mereka pun pamit dan nampak memasuki mobil masing-masing.


______


Di dalam mobil.


Nampak Lia menghela napas secara perlahan pikirannya seakan lega tidak bergemuruh lagi karena dia sudah melihat kondisi sahabatnya tersebut. Lia pun berpikir Desy harus bertemu Rian agar kondisi Desy sehat dan pulih betul karena tadi Desy cerita kepada Lia, dia pun banyak melakukan kesalahan-kesalahan pada Rian dan jika Rian mau memaafkan dirinya, dia akan lepas hatinya dan jauh hidupnya lebih tenang dan damai.


"Apa aku bilang sama Papanya Rian bahwa Rian sebaiknya menjenguk keadaan Desy," ucap Desy kepada sang suami.


"Ya, sebaiknya kalau menurut aku juga begitu agar Desy merasa terlindungi dan tidak ada beban pikiran. Apalagi aku dengar Rian dan Ibunya mau pergi pindah ke kampung dan kemungkinan mereka tidak bisa bertemu lagi," ucap Adrian mencoba menjelaskan.


____


Lia pun nampak menelepon Papanya Rian dan setelah sambungan telepon tersambung nampak Lia bercerita kepada Papanya Rian tentang kondisi Desy saat ini seperti apa. Dan ternyata disambut baik oleh sang Papa mungkin karena sang Papa merasakan bagaimana, dia pun mempunyai seseorang yang pernah terganggu gangguan mental yaitu Dini sang istri, jadi dia tahu pemulihan dari orang yang sakit seperti itu, harus merasa ada perlindungan dan peduli agar kondisi kesehatan pasien cepat pulih.


"Setelah Papa pulang bawa main Cantika nanti Papa bujuk Rian untuk bertemu dengan Desy," ucap sang Papa.


•••


Sang Papa pun berkata bahwa ketika sang Papa menjenguk Rian. Sang mantan suaminya tersebut dan Bu Viona ingin bertemu dengan Lia untuk meminta maaf. Tapi sekarang ini kondisi Rian sedang sakit Jadi dia tidak bisa berkunjung untuk menemui Lia, dan hal ini membuat hati Lia merasa gembira karena akhirnya sang mantan suami dan mantan mertuanya itu mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada dirinya.


"Alhamdulillah semoga dengan saling silaturahmi dan memaafkan satu sama lain, semua dapat berjalan dengan baik urusannya," ucap Lia menatap ke arah sang suami yang sedang mengemudikan mobilnya tersebut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2