Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 195 Rasa kecewa di hati sang Anak


__ADS_3

Acara ke Dokter pun selesai dan Ibunya Lia nampak akan mengantarkan Rian kembali ke rumah kontrakannya dan setelah itu dia baru pulang bersama cucunya atau anak dari Rian.


"Cepat turun!" ucap Ibunya Lia kepada Rian sang mantan menantunya itu.


Sang mantan Ibu mertuanya tersebut seakan menyuruh Rian agar cepat-cepat turun dari dalam mobilnya, sedangkan Cantika masih terus menggenggam erat tangan sang Papa. Anak tersebut seakan tidak mau melepaskan genggaman dari sang Papa dan matanya berkaca-kaca seakan rasa sesak menyelimuti hati dan pikirannya kalau pada akhirnya dia harus kembali berpisah dengan sang Papa.


"Papa jangan pergi! Cantika masih rindu sama Papa atau Cantika ikut saja ke rumah Papa," paksa anak tersebut seakan merengek kepada Rian dan melirik ke arah sang Nenek.


Dan sontak sang Nenek seakan tidak mau jika Cantika sang cucu harus ikut dengan Rian di rumah kontrakan yang sempit. Sang Nenek langsung mencoba membujuk cucunya tersebut untuk tidak ikut dengan Rian. Dan Rian pun seolah mengerti dengan rasa gelisah dari Ibu mantan mertuanya itu bahwa tidak mau jika anaknya ikut bersamanya.


"Nanti besok kan ketemu lagi, Papa kerja lagi anterin Nenek. Besok mau ada acara ketemu sama relasi bisnis di Kafe dan kamu boleh ikut," ucap sang Nenek.


_______


Padahal dalam hatinya tidak mungkin besok dia akan kembali pertemukan sang cucu dengan Rian kembali karena menurutnya Cantika rewel. Sebenarnya dalam diri hati sang Nenek sangat kasihan dengan cucunya itu karena Lia akhir-akhir ini sibuk. Jadi pertemuan dengan sang anak pun jarang terjadi di tambah lagi dirinya, sang Nenek pun akhir-akhir ini sibuk jadi Cantika sang anak hanya di temani oleh sang ART di rumah, sang anak tersebut merasa kesepian.


Rian nampak menghela napas panjang.


"Apa sebaiknya Cantika malam ini tidur di rumah kontrakan tidak apa-apa? Kan besok Rian akan kembali bekerja dan bawa Cantika kembali, mungkin Neneknya akan senang," ucap Rian seperti memohon kepada sang mantan Ibu mertuanya itu jika Bu Viona pun mengharapkan untuk bertemu dengan sang cucu karena sudah lama tidak bertemu.


•••


"Tidak...!!! Cantika harus istirahat dan harus mendapatkan fasilitas kasur yang empuk dan bersih. Sedangkan di rumah kontrakan kamu sempit mungkin kasur pun enggak ada dan mau tidur dimana nanti cucuku!?" ejek ibunya Lia seakan tidak setuju jika sang cucu harus menginap di rumah kontrakan Rian.


Begitu tertampar keras hati dan perasaan Rian karena sang mantan Ibu mertuanya itu kembali menyindir masalah status dirinya yang sekarang sedang di titik terendah. Rian pun membujuk Cantika agar tidak menginap di rumah kontrakannya dengan alasan harus istirahat di rumah sang Nenek yang lebih baik fasilitasnya.

__ADS_1


"Tapi Cantika juga ingin bertemu dengan Nenek Viona!" ucap sang anak merengek. Rian kemudian melirik ke arah Ibunya Lia, nampak dia seakan memohon jika Cantika di perbolehkan bertemu dengan Ibu Viona malam ini.


"Kok ngeyel sih!" Ibunya Lia terdengar dihinggapi rasa kesal dan marah terhadap Rian dan matanya melotot ke arah Rian mantan menantunya tersebut.


______


Cantika merengek dan ini menimbulkan rasa kesal terhadap Ibunya Lia. Dan sang Nenek pun menarik paksa sang anak untuk melepaskan genggaman tangan kepada Rian. Rian pun terlihat mencoba menenangkan hati sang anak agar jangan rewel. Dengan terpaksa Cantika melepaskan genggaman erat tangannya terhadap Rian dengan wajah terlihat cemberut.


"Tunggu apa lagi, cepat keluar dari dalam mobilku!" sang Ibu terlihat sedikit agak membentak ketika berucap kepada Rian karena nampak Rian seakan mengulurkan waktunya untuk turun dalam mobilnya.


•••


Rian pun mengelus rambut sang anak kemudian turun di dalam mobil. Nampak terlihat sang Ibu pun turun dari dalam mobil dan beralih pindah tempat duduk di depan. Tidak perlu menunggu lama sang Ibu langsung menancapkan mobilnya untuk melaju dan pergi dari hadapan Rian. Sementara Rian hanya bisa menghela napas panjang dengan kelakuan sang mantan Ibu mertua yang seakan ketakutan jika cucunya pergi bersamanya.


_____


Tak hentinya sang Nenek mencoba menenangkan hati cucunya yang mulai rewel. Dan ini mengakibatkan sang Nenek dihinggapi rasa kesal. Dia pun merasa capek karena seharian sudah melakukan aktifitas penuh bersama rekan bisnisnya dan juga mengantarkan cucunya itu berobat pergi ke Dokter anak.


"Diam, Nak! Nenek capek. Mama Lia dan Papa Adrian besok baru pulang dan kamu nanti bisa minta jalan-jalan setelah mereka pulang dari luar kota," ucap sang Nenek kembali seakan menenangkan hati sang cucu yang mulai tidak karuan.


"Mama sibuk semenjak nikah sama Papa Adrian sering keluar kota, dan Cantika tidak pernah di ajak tapi adek selalu dibawa," ucap Cantika seakan dihinggapi rasa cemburu yang berlebihan kepada adiknya.


"Kamu kan sekolah Nak! Masa kamu harus ikut terus-menerus, lagian kalau adikmu dibawa keluar kota juga dia tunggu di Hotel bersama baby sitter," sang Nenek mencoba menjelaskan.


____

__ADS_1


Memang tidak bisa dipungkiri dari semenjak Lia menikah dengan Adrian dia sangat sibuk untuk mengatur jadwal bisnisnya. Anak kedua Lia selalu dibawanya. Beda dengan anak pertama yaitu Cantika tidak pernah dibawa. Cantika hanya diam di rumah Neneknya karena dia masih sekolah. Dalam diri sang anak dihinggapi rasa kesepian seakan tidak ada sosok orang yang menemaninya di rumah hanya ada ART yang selalu setia bersamanya.


"Kenapa Mama tidak kerja saja, diam di rumah! Dan Nenek pun selalu sibuk kan, tidak ada waktu untuk Cantika," jawabnya penuh dengan rasa kesal.


Sang Nenek pun nampak berpikir dengan apa yang di ucapkan oleh sang cucu. Dia tidak menyangka kalau sang cucu bisa berkata seperti itu. Mengapa baru sekarang sang cucu mengungkapkan rasa kecewanya terhadap Lia dan dirinya setelah bertemu dengan Rian. Dalam benak sang Nenek dihinggapi rasa khawatir takut jika pada akhirnya sang cucu lebih nyaman terhadap sosok Papanya atau Rian.


•••


"Nak, Mama Lia kerja demi untuk kamu kedepannya, biar nanti kamu sekolah di luar negeri makannya Mama menabung dari sekarang," jawab sang Nenek menatap lekat kepada sang cucu.


Sang Nenek mencoba memberikan alasan yang bisa dimengerti oleh sang cucu dan cukup berhati-hati ketika memberikan alasan karena sang nenek berpikir sang cucu saat ini tengah dihinggapi rasa kecewa yang amat dalam terhadap Lia sang Mama.


_____


Ting..


Tiba-tiba pesan muncul dari layar ponselnya Ibunya Lia dan nampak terlihat pesan muncul dari Lia yang menuliskan pesan bahwa Lia tidak jadi pulang besok karena dia harus pergi kembali ke luar kota dan dia juga menanyakan kondisi kesehatan Cantika sekarang bagaimana setelah dibawa ke Dokter.


Nampak sang Ibu terlihat membuang napas kasar tatkala membaca pesan tersebut. Dalam dirinya berpikir, memang tidak bisa dipungkiri Lia anaknya itu begitu sibuk dengan kegiatan bisnisnya.


Dan Lia tidak menyadari di tengah kesibukan dia yang padat ada seorang anak yang menantikan waktunya. Walau hanya untuk sekedar berkeluh kesah untuk meluapkan rasa rindunya.


"Mungkinkah aku akan bujuk Lia untuk tidak bekerja agar anaknya mendapatkan perhatian," gumam hati Ibunya Lia terlihat dihinggapi rasa gundah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2