
Setelah selesai makan.
"Mas, aku senang akhirnya kita bisa bertemu, terima kasih ya, sudah datang. Gimana pekerjaan kamu lancar!? semoga pekerjaan, kesehatan lancar semua. Dan,,,!" pandangan Zahira seketika menunduk seakan malu untuk berbicara.
Adrian pun nampak dihinggapi rasa penasaran. "Dan,,, Apa!? Ayo,,,!" ucap Adrian menggoda Zahira. Sedikitpun dia tidak menaruh rasa apapun terhadap Zahira dan rasa dia terhadap Zahira seolah sebagai saudara saja.
"Dan,,,jodoh kita di lancarkan," nampak muka Zahira seketika merah merona, dan menatap lekat ke arah bola mata Adrian seakan penuh harap terlihat dari binar mata dari Zahira untuk bisa berjodoh dengan Adrian.
_____
Adrian nampak membuang napas kasar.
"Nah, sebenarnya ini yang akan aku utarakan sama kamu Zahira!" nampak muka Adrian terlihat gusar seakan tidak tega untuk berbicara kepada Zahira bahwa dia akan menolak cintanya.
"Sebenarnya aku sudah mempunyai kekasih dan aku sangat berharap dia bisa menjadi calon istriku," ucap Adrian terdengar gugup.
Degh...
"Apa,,,;!?" sontak jantung Zahira terasa di remas, peluh pun bercucuran, dunia terasa terhimpit, terasa lemah lunglai badannya tatkala mendengar ucapan dari bibir Adrian bahwa dia sudah mempunyai seorang kekasih.
"Iya, aku sudah mempunyai kekasih, Lia namanya!" ucap Adrian kali ini dia berusaha tegar untuk berucap, dia tidak mau di depan Zahira terlihat cengeng saat berucap, bahwa dia itu sebenarnya sudah mempunyai pasangan, karena Adrian berpikir jika dia bersifat cengeng seakan dia pun berharap penuh kepada Zahira dengan perjodohan yang di inginkan oleh kedua Papanya itu.
______
Genangan air mata nampak terlihat dari ruang mata Zahira, kiranya sekali saja dia mengedipkan matanya, maka jatuh berderai air mata tersebut.
Adrian seakan tidak kuasa tatkala melihat binar mata Zahira yang tadinya tertawa ceria kini berubah menjadi sendu.
"Zahira maafkan aku," dengan spontan Adrian memegang jemari lentik Zahira, seketika itu juga Zahira melepaskan genggaman Adrian.
"Maaf,, maafkan aku!" sontak Adrian terkejut dengan tingkah lakunya yang dengan berani memegang jemari tangannya Zahira.
"Ya, ampun, aku spontan dan mengapa aku harus menenangkan dirinya dengan cara memegang jemarinya. Kelakuanku sungguh konyol!" gumam hati Adrian.
"Tidak, tidak perlu minta maaf, tidak ada yang salah," ucap Zahira dengan suara seraknya karena menahan rasa tangis.
Dan genangan air mata pun yang berada diruang mata Zahira luluh seketika bercucuran tumpah ke hamparan pipinya.
__ADS_1
"Zahira, sekali lagi maafkan aku! Aku tidak bisa menerima perjodohan dari Papaku. Lia itu cinta pertamaku dan aku baru menemukannya lagi setelah sekian lama ada penolakan darinya, dan kini setelah sekian lama kita tidak bertemu, akhirnya Lia menerima rasa cinta yang dulu sempat hilang," ucap Adrian mencoba meyakinkan Zahira.
"Ya, sudah Mas, aku tidak memaksakan kamu untuk mencintaiku, karena jika cinta di paksakan itu akan terasa sakit dan hubungan pun tidak akan berjalan lancar," ucap Zahira.
Mencoba menghapus air matanya yang terus menetes di ujung matanya.
______
Adrian pun merasa tak kuasa melihat isak tangis seorang wanita yang begitu lembut dan baik. Dia hanya membuang napas kasar beberapa kali. Rasanya ingin memeluk seorang wanita itu karena rasa kasihan, tapi itu tidak mungkin dia lakukan karena Zahira bukan siapa-siapa, mungkin karena sifat Adrian yang notabene bersifat manja jadi rasa kasih dan khawatir begitu dalam yang dirasakan oleh Adrian terhadap wanita.
____
Zahira pun pamit pulang dengan segala rasa sesak di dada dan kecewa. Pikirannya berkecamuk tidak karuan.
Zahira kemudian beranjak dari tempat duduknya, dengan mata yang sembab dan muka nampak terlihat lusuh. Dia mencoba untuk menampakkan senyum ramahnya kepada Adrian walau hatinya sedang hancur berkeping tidak karuan.
Zahira nampak mengulurkan tangannya kepada Adrian dan tersenyum lebar walau terlihat dari binar matanya ada kepalsuan yang terlihat, dia berpura-pura untuk menampakkan senyum indahnya itu.
"Zahira, maafkan aku!" Adrian mengucap kembali kata maaf kepada Zahira.
Zahira pun hanya menganggukkan kepalanya dan melengos.
_____
Zahira pun memasuki mobilnya, dengan menutup pintu secara perlahan seakan tidak ada tenaga di badannya.
Ketika mengemudikan mobil Zahira nampak tidak fokus hanya derai air mata yang terus menerus menetes.
"Kalau akhirnya menjadi begini untuk apa aku di pertemukan dengan sosok Adrian!" gumam hati Zahira.
______
Ternyata sejak pandangan pertama Zahira sangat mengagumi sosok Adrian pribadinya yang kharismatik dan tutur kata yang lembut seakan membuat hari Zahira mabuk kepayang ketika pandangan pertama.
Zahira kembali teringat kata-kata sang Papa.
"Adrian anak tunggal, dia penurut. Anaknya sangat baik dan pintar. Tidak mungkin nanti dia akan menolak cintamu karena kamu cantik, pintar, dan lembut," ucapan sang Papa tersebut seakan membuat Zahira terlihat percaya diri bahwa Adrian tidak akan menolak cintanya.
__ADS_1
Apalagi Papa mereka sudah saling kenal satu sama lain, Zahira seakan tidak sanggup untuk berucap apa, kepada sang Papa bahwa cintanya sudah di tolak secara halus oleh Adrian.
"Aku begitu bodoh! Kenapa aku terlalu percaya diri bahwa Adrian akan menerima cintaku, aku begitu malu dan merasa bersalah kepada Papa karena aku telah mengecewakan dia," ucap Zahira tersedu.
_____
Tiba di rumah.
Zahira pun tiba di rumah nampak terlihat di garasi halaman rumah mobil Papanya, terparkir rapi di garasi halaman rumah.
Zahira pun sejenak berpikir (Mungkinkah sang Papa tidak jadi pergi dengan sang Mama?) Karena tadi pagi mereka akan pergi keluar kota untuk urusan bisnis.
Nampak Zahira pun seakan tidak mau turun di dalam mobil, rasa sesak seakan menyelimuti ruang hatinya.
"Aku wanita kuat tidak mau terlihat lemah," gumam hatinya. Zahira pun nampak keluar dari dalam mobilnya tersebut. Dia membuang napas kasar dan menegakkan tubuhnya untuk berjalan secara kuat melangkah kedalam rumah.
_______
Krekkkk...
Pintu rumah pun terbuka dengan lebar, nampak kedua orang tuanya Zahira sedang duduk di ruang tamu. Sontak ketika melihat anaknya pulang, kedua orang tuanya tersenyum renyah menatap sang anak.
"Kata Mama, kamu baru saja bertemu dengan Adrian, apa itu benar Sayang!?" tanya sang Papa tersenyum penuh harap.
Zahira nampak menghela napas panjang.
"Belum juga duduk sudah di pertanyakan pertemuanku dengan Adrian," gumam hati Zahira, dan nampak Zahira pikirannya takut sang Papa dan Mamanya menjejali pertanyaan setelah dia bertemu dengan Adrian.
_____
Zahira pun nampak duduk di sebelah sang Mama dengan pandangan menunduk.
"Gimana Sayang, kamu senang setelah kamu bertemu dengan Adrian?" tanya sang Mama menatap sang anak dengan tatapan penuh rasa bahagia.
Begitupun dengan sang Papa yang nampak oleh ekor matanya sedang menatap lekat ke arahnya. Terasa berdebar dada Zahira untuk bisa bicara sejujurnya kepada sang orang tua.
"Aku harus memulai bicara dari mana?" gumam hati Zahira, hatinya berkecamuk tidak karuan.
__ADS_1
Bersambung...