
Rian kemudian menggeser kan badannya karena malu dilihat sang Ibu, Desy pun hanya tersenyum tipis ketika Rian melepaskan pelukan yang dia dapat dari Desy.
"Bu, Desy pulang dulu jangan lupa besok ya, Desy jemput siang kita belanja," ajak Desy kembali mengingatkan kepada sang calon Ibu mertuanya itu.
Desy pun berpamitan kepada Rian dan Ibu Viona, Rian mengekor dari belakang untuk mengantarkan Desy ke dalam mobil. Sementara Bu Viona masih terlihat duduk rapi di layar TV.
"Cup,,,,ahh,,,,!" ciuman mesra ke bibir Rian spontan Desy berikan, sepertinya Desy sudah tidak sabar ingin mencium bibir Rian yang merah. Desy menarik Rian kedalam mobil. Desy begitu bernafsu seakan tidak mau melepaskan ciuman itu. Bibir Desy pun menari di antara bibirnya Rian. Desy begitu lihai ketika mencium bibir Rian, dan Rian pun seakan terbawa arus ciuman yang di berikan oleh Desy sang Pelakor.
"Argh,,,," lenguhan Rian terdengar jelas oleh Desy, deru napasnya seakan memburu mungkin Rian pun menikmati ciuman bibir tersebut.
"Des,,,,!" tiba-tiba sang Ibu memanggil Desy dari arah dalam rumah.
Sontak Rian dan Desy terperanjat karena mereka tengah asik sedang menikmati ciuman yang singkat itu.
"Sial,,,! Sedang enak-enak, baru juga aku menikmati bibir Rian yang hangat datang Ibunya!" gumam Desy, kemudian Desy pun dengan cepat melepaskan ciumannya.
______
Nampak Rian mengelap bibirnya dengan tisu yang baru saja dia tarik di dalam box wadah yang ada di dalam mobil karena takut ada bekas lipstik nempel di bibirnya tersebut.
Desy pun membuang napas kasar.
Dia berpikir tidak jadi untuk melepas hasratnya sekedar berciuman kepada sang lelaki yang benar-benar ingin dia miliki.
_____
"Iya Bu,,!" ucap Desy kembali keluar sambil mengelap bibirnya dengan tisu.
"Ini loh, ketinggian ponsel kamu di meja makan, untung kamu belum pergi," ucap sang Ibu tersenyum.
"Iy- Iya, Bu. Ada sedikit masalah tadi mobilnya tapi sekarang sudah kembali normal," Desy berbohong dan terdengar begitu gugup ketika berucap dan menatap sang Ibu karena baru saja dia sudah melakukan ciuman dengan anaknya yaitu Rian.
_____
Desy pun mengambil ponsel tersebut dari tangan Ibu Viona. Lalu dia masuk ke dalam mobilnya. Setelah semuanya beres kembali Desy menyalakan mobilnya dan berlalu dari rumah tersebut.
__ADS_1
Sang Ibu pun nampak masuk kembali kedalam rumah sementara Rian dalam benaknya berpikir baru saja Desy memberikan ciuman hangat yang menggoda rasanya. Tapi Rian mencoba menepis itu semua. Rian pun melengos ke dalam rumah.
_______
Di dalam mobil.
"Ciuman Rian barusan begitu hangat, aku sangat menyukainya," ucap Desy didalam mobil tersenyum puas.
"Pokoknya aku harus mendapatkan Rian bagaimana pun caranya, aku harus kembali menggodanya, biar dia tidak mengulur waktu untuk menikah denganku?" kembali Desy meracau. Pikirannya berselancar jauh rasanya dia ingin bisa memiliki Rian secepatnya dengan cara pergi berduaan dan menginap di suatu tempat. Seakan rasa Desy untuk Rian sudah mulai panas dan rasa memiliki Rian cukup besar.
Ting
Tiba-tiba pesan muncul dari ponselnya Desy, disana nampak terlihat Dokter Zahira memberikan sebuah pesan yang isinya menanyakan, cocok tidaknya setelah memakai produk kosmetik dari sang Dokter. Desy pun membalasnya dengan kata puas dengan menggunakan produk dari Dokter Zahira karena kosmetik tersebut membuat wajahnya kelihatan glowing dan terlihat muda, pokoknya enak di pandang.
{"Alhamdulillah, laku cocok, temanmu Mas Rian juga memesan banyak produk dariku. Enggak menyangka ternyata bisa laris manis produknya,"} ucap Dokter Zahira.
{"Memangnya Dokter kenal.dengan temannya Mas Rian ya, dari mana?"} tanya Desy.
{"Kan Mas Rian kemarin datang ke klinik terus kita keluar bareng makan siang bersama anaknya yang bernama Cantika,"} jawab sang Dokter memberikan penjelasan.
Tiba-tiba dada Desy terasa tersentak tatkala mendengar ucapan dari Dokter Zahira bahwa Rian datang ke kliniknya, dan Rian pun ternyata membawa anaknya, untuk ikut bersama mereka makan siang.
Desy pun berpikir jika Rian mau memperkenalkan sang anak Cantika, untuk bertemu dengan teman wanita Rian, mungkin Rian sedang berusaha memperkenalkan teman wanita tersebut agar lebih dekat dengan sang anak.
Desy pun dihinggapi rasa cemburu yang teramat dalam, penuh sesak yang ada di dadanya. Mungkin terasa dihantam benda keras begitu sakit terasa. Desy kemudian menyimpan ponsel tersebut dengan kasar di kursi mobil sebelah kirinya.
Dia menghela napas panjang, Desy tidak menyangka dengan sosok Rian ternyata dia berani bertemu dengan Zahira tanpa memberitahu Desy. Meskipun rekan bisnis tapi jika Rian sampai membawa sang anak berarti dia ingin lebih mengenal sosok Zahira lebih dalam.
______
Di dalam kamar.
Desy kembali memejamkan matanya, ciuman yang hangat barusan yang dia rasakan sungguh membuat hati Desy semakin susah untuk melupakan sosok Rian.
"Besok,,,! ya, besok saatnya. Aku akan tunjukkan kepada Ibunya Rian bahwa aku layak untuk menjadi menantunya. Akan ku bawa Bu Viona untuk membeli pakaian dan makanan yang dia suka, dengan itu aku akan merayunya untuk mempercepat pernikahan aku dengan anaknya." gumam hati Desy.
__ADS_1
______
Desy pun menelepon Rian.
Nampak.dia masih kesal dengan yang di ucapkan oleh Dokter Zahira bahwa Rian dengan sangat berani sudah bertemu dengan sang Dokter.
{"Memangnya kenapa kalau aku sudah bertemu lagi dengan Dokter Zahira, itu kan urusan bisnis aku nggak mau ya, kalau kamu terus-menerus mengatur hidupku!"} ucap Adrian di sambungan teleponnya karena Desy telah mencecarnya dengan banyak pertanyaan dan ini menjadikan Rian merasa tersudut.
{"Mas Rian, Sayang...! Aku bukan mengatur kamu tapi aku dihinggapi rasa cemburu takut jika kamu nanti jatuh hati sama Dokter Zahira,"} ucap Desy berusaha lembut karena terdengar dari arah sana Rian dengan suara kerasnya sehingga membuat Desy seakan takut kalau Rian marah, dan akhirnya Rian memutuskan hubungannya dengan Desy.
"Sabar,,Desy, kamu harus bisa mengontrol diri," gumam hati Desy. Dia pun tidak mau rencananya akan jadi sia-sia hanya karena dihinggapi rasa cemburu dia yang teramat besar kepada Rian akan lenyap seketika.
_______
"Aku memang benar menyukai Zahira, tapi belum tentu Zahira menerima kata cintaku. Aku yakin dia sudah mempunyai kekasih meskipun di bibirnya terucap belum mempunyai kekasih," gumam hati Rian.
Rian sebenarnya ingin putus dari Desy karena seiring waktu berjalan Rian semakin tahu watak yang sebenarnya Desy itu seperti apa. Desy terlalu mengatur Rian dan gerak langkah Rian seakan tidak bebas seakan di halangi dan dikekang oleh Desy.
Tapi dari dulu Rian tidak pernah menolak permohonan sang Ibu. Dia selalu nurut kepada sang Ibu apapun itu, dan sekarang pun tatkala Ibu Viona mau menikahkan dia dengan cepat dengan Desy, Rian pun seakan nurut tapi dia menunggu saat yang tepat.
"Kalau saja ibu tidak menyuruhku harus menikahi Desy mungkin aku akan meninggalkannya, dan aku akan berusaha mendekati Dokter Zahira karena bagiku dokter Zahira dengan Desy sangatlah beda," gumam hati Rian.
________
"Oh, ya Mas,,,aku rindu kamu Mas, padahal baru saja kita bertemu ya," ucap Desy dengan suara manjanya seakan menggoda Rian.
Rian pun tidak bisa dipungkiri setelah baru saja berciuman dengan Desy entah mengapa rasa rindu hinggap menyelimuti tapi Rian seakan gengsi untuk mengungkapkan semua rasanya itu.
"Baru saja ketemu, Des,,,aneh kamu ini!" ucapnya terdengar cuek.
"Mas,,,ciumanku hangat ya," tanpa malu Desy mengungkapkan rasa isi hatinya itu.
"Iya,," jawabnya terdengar singkat.
"Mas Rian tidak mau mengakuinya tapi aku yakin dia menikmati ciuman yang aku berikan tadi,' gumam hati Desy.
__ADS_1
Bersambung....