Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab 9 Getar Asmara


__ADS_3

Desy menatap suami sahabatnya itu, ketika dia tengah berada di rumah Lia.


"Lia, suami kamu ganteng ya," ucap Desy ketika suami Lia berlalu dari hadapannya.


Lia terlihat heran dengan sikap sang sahabat karena terlihat mengagumi suaminya seperti ada rasa yang berbeda. Nampak terlihat dari sorot mata sang sahabat ketika suaminya berlalu dia terlihat beda.


Tapi Lia seakan tidak memperdulikan itu semua, dia seperti biasa saja karena tidak mungkin kalau sahabatnya menaruh hati yang lebih kepada suaminya tersebut.


____


Sebulan kemudian.


"Teh Sumi, aku mau menengok Mamaku, sekalian jemput anakku. Pulang mungkin sore, jaga rumah ya," ucap Lia kepada sang ART nya yang baru sebulan kerja disana.


"Iya, Non," ucap sang ART.


Lia pun berlalu dari hadapan ART nya tersebut. Nampak mobil sedan berwarna merah sudah menunggunya terparkir di halaman rumah.


Sang ART menatap lekat kepada sang majikan ketika sudah berlalu mobil tersebut.


"Alhamdulillah aku beruntung sekali mempunyai majikan yang baik," ucapnya.


•••


Tepat pukul tiga sore tiba-tiba Desy datang.


" Teh Sumi, ada Ibu nggak?" tanya Desy kepada sang ART. Dia nampak duduk di teras rumah.


Sang ART yang bernama Sumi sudah mengenal Desy sebelumnya, karena Sumi bekerja di rumah temannya.


"Tadi pagi pergi," ucap Sumi.


Nampak Desy terlihat capek.


"Mau ambilkan minum ya," ucap sang ART.


Desy hanya menganggukkan kepalanya


Sumi pun berlalu untuk mengambil minum, dia kemudian mencoba menghubungi Lia. Lalu dia memberikan kabar kepada Lia bahwa dia sedang berada di rumahnya.


•••


Tiba-tiba suami Rian datang, nampak Desy terlihat gugup tatkala melihat suami dari sahabatnya itu.


"Mas, kenapa pulang cepat," ucapnya terlihat akrab. Sebulan ini Desy selalu datang ke rumah Lia, dan Desy seakan akrab akhir-akhir ini kepada suaminya Lia.


"Aku kurang enak badan," tersenyum tipis Rian menjawab, lalu Rian merebahkan badannya di teras rumah. Nampak dia menghela napas panjang.


"Mungkin capek dan masuk angin Mas," ucap Desy tersenyum menatap suami Lia.


•••


Tanpa sengaja Rian kembali membalas tatapan Desy dan mereka saling berpandangan. Entah mengapa rasa berdegup dalam dada begitu terasa merasuki hati mereka. Tatapan Desy seakan membius hati Rian. Lesung pipi Rian pun seakan menggoda Desy yang beberapa tahun ini dia tidak mendapatkan tambatan hati.


•••


"Non.." ucap Sumi.


Tiba-tiba Sumi datang dengan membawa secangkir teh hangat. "Minum teh hangat saja ya, jangan air mineral, biar badannya agak enakan," ucap Sumi.


"Iy-Iya," ucap Desy terdengar gugup.


"Bapak, sudah datang, mau di bikinin teh juga," ucap Sumi menatap sang majikan.


"Aku mau istirahat saja, badanku capek," ucapnya. Rian berlalu dari hadapan Desy nampak terlihat malu.


•••


Sesampai di kamar, entah mengapa ketika Rian merebahkan tubuhnya, dia teringat Desy yang baru saja menatapnya dengan sorot mata yang terlihat berbeda. Seperti ada rasa getar asmara.

__ADS_1


Ting..


Pesan muncul dari Desy.


{"Mas, istirahat ya,"} tulis pesan Desy.


Bergejolak dada Rian ketika membaca pesan tersebut. "Mengapa hati ini tidak karuan ya," gumam hati Rian.


Rian berpikir dalam hatinya mengapa Desy mengirimkan pesan padahal Desy sedang ada di teras rumahnya. Dalam benak Rian dihinggapi rasa penasaran terhadap Desy.


{"Iya, Des, makasih atas perhatiannya,"} balas Rian. Kemudian Rian menengok dari dalam jendela kamar dan arahnya menuju teras rumah. Disana Desy nampak sedang tersenyum sendiri sambil menikmati minuman teh hangat yang baru saja di suguhkan oleh Sumi sang ART.


Di tatap lekat Desy yang berbadan mungil dan kulitnya yang putih bersih, terlihat imut tidak terlihat dia seperti sudah punya anak.


"Ahhh, mikir apa aku ini," ucapnya.


Tanpa sengaja Desy kemudian matanya melirik ke arah jendela kamar, dimana Rian sedang memperhatikannya. Sontak mereka kembali beradu pandang. Rian tersenyum malu begitupun dengan Desy.


Tiba-tiba terdengar suara mobil masuk ke halaman garasi. Nampak terlihat disana Lia datang bersama anaknya.



"Des, sudah lama kamu disini," Lia tersenyum kepada sahabatnya itu.



"Adalah setengah jam yang lalu," jawab Desy.



"Loh, mobilmu mana?" tanya Lia.


Karena nampak di garasi rumah tidak terlihat mobil Desy terparkir.



"Mobilku di bengkel, tadi aku kesini memakai taksi," ucap Desy.




"Aku habis di interview, dan besok udah langsung kerja," ucapnya terlihat dari sorot matanya senang.



"Syukurlah, kerja di perusahaan apa?" tanya Lia dihinggapi rasa penasaran.



"Di perusahaan ekspor dan impor," ucapnya.



"Aku ikut senang dengarnya. Aku lapar, kita makan yu," Lia kemudian mengajak Desy ke meja makan.


Nampak di meja makan terlihat Lia dan Rian duduk sejajar sedangkan Desy, berada tepat di hadapan Rian.


Mereka terlihat salah tingkah ketika beradu pandang dan Lia tidak menyadari hal itu.


"Pah, Desy kan tidak bawa mobil, jadi kamu mau kan mengantarkan dia pulang," ucap sang istri.


"Apa.." Rian terdengar tersedak ketika sedang mengunyah makanan. Dia pun dengan cepat mengambil air minum.


"Makannya kalau makan jangan buru-buru," Lia menatap sang suami.


"Jangan, biar aku pakai Taksi saja, karena Mas Rian, kurang enak badan," ucap Desy.


"Nggak apa-apa kok," ucap Lia.

__ADS_1


Lia sangat menghkawatirkan sahabatnya itu jika pulang memakai Taksi.



Desy pulang.


Desy pun memasuki mobil Rian, nampak mereka seakan kehabisan kata tidak ada ucap sedikitpun dari mulut mereka.



"Des, kamu sekarang sedang dekat dengan siapa?" tanya Rian pandangan masih tetap ke depan dan fokus mengemudikan mobilnya.



"Nggak ada Mas, memang kenapa?" tanya Desy, tersenyum renyah.



"Nggak apa-apa sih, katanya tadi aku dengar kamu mulai besok kerja. Jadi boleh kan, aku antar ke kantormu besok. Mobil kamu kan sedang di bengkel," ucap Rian menggoda Desy.



"Boleh Mas, Hehehe.." Desy tersipu malu.


\_\_\_


Kebetulan jarak kantor Rian dan Desy dekat, jadi Rian berpikir sebelum dia, tiba ke kantor. Rian melewati kantornya Lia terlebih dahulu.



Ting...



Tiba-tiba pesan muncul dari ponselnya Rian.


{"Mas, besok jemput dong, aku,"} pemberi pesan adalah Citra.



"Kenapa dia tiba-tiba ingin di jemput, apakah dia sama Cakra sudah tidak akur lagi makannya dia, sekarang mendekati aku lagi." gumam hati Rian.



Rian sudah mengetahui hubungan Citra dan Cakra sedang dekat, makannya akhir-akhir ini Rian selalu jaga jarak kepada Citra.


•••


"Mas, pesan dari siapa?" tanya Desy.



"Teman kantor," jawabnya.



"Jadi besok bener nih, mau jemput aku," tanya lagi Desy, seakan tidak percaya kalau suami sahabatnya itu mau menjemputnya.



"Iya, tunggu saja, pasti aku akan mengantarmu ke kantor," ucap Rian.



"Des, awas jangan bilang Lia, kalau aku besok mau antar kamu ke kantor ya," ucap Rian terdengar khawatir jika Desy nanti, bicara terhadap Lia kalau dia di antar suami sahabatnya itu.



"Nggak dong, mas," ucap Desy tersipu malu.

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2