Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 133 Pertemuan Rian dengan Citra


__ADS_3

Nampak di dalam mobil tatkala perjalanan menuju Kafe Calista untuk bertemu dengan Citra, hati Rian seakan dihinggapi rasa gelisah. Entah mengapa debaran jantungnya terasa bergetar seketika.


Rian pun menghela napas panjang.


"Aku takut jatuh hati lagi dengan Citra, sedangkan aku saat ini tengah dekat dengan Desy, dan Ibu yang selalu menginginkan kedekatan aku dengan Desy," ucap Rian mencoba menenangkan pikirannya.


Nampak setelah di tempat tujuan dan mobil pun terparkir di depan halaman Kafe disana terlihat ada mobil Citra terparkir.


"Mobil Citra tetap masih yang dulu tidak berubah," gumam hati Rian.


Rian pun keluar dari dalam mobil dan setelah keluar dari dalam mobil nampak Rian matanya berselancar mengelilingi area tempat tersebut, dan nampak suasana Kafe terlihat seperti dulu sangat asri dan nyaman.


Mata Rian pun nampak tertuju ke tempat duduk dimana Desy dengan dirinya selalu duduk disana ketika dulu yaitu di ujung Kafe.


Disana nampak terlihat jelas Citra sedang duduk dengan memainkan ponselnya.


________


Jelas terlihat Citra begitu anggun dan wajahnya tetap cantik seperti dulu seakan tidak ada yang berubah. Dada Rian bergemuruh terasa berdebar lebih cepat dan dia pun seakan ragu untuk menyeret langkah kakinya kearah Citra.


Rian pun berusaha mengatur deru napasnya yang kian tidak karuan.


Ehemm..


Rian berdehem seakan ingin membuyarkan keberadaan Citra yang tengah fokus memainkan ponselnya. Sontak Citra pandangan matanya mengarah kepada Rian tatkala mendengar suara deheman.


Degh ..


Entah mengapa Citra pun seakan tidak karuan hatinya tatkala matanya beradu pandang dengan sosok Rian yang sudah lama tidak bertemu.


"Ri-Rian,,,!"


Citra tersenyum renyah tatkala melihat sosok Rian yang kini tengah berada di hadapannya. Rian pun nampak gugup sama seperti dengan Citra.


"Mas Rian, sehat?" tanya Citra.


Citra pun mengulurkan tangannya bersalaman dengan Rian. Nampak Rian duduk berhadapan dengan Citra dan saling berpandangan.


______


Nampak gugup di antara mereka seakan masih menyimpan rasa masing-masing. Citra pun kemudian memulai obrolan.


Dia menceritakan semua permasalahannya yang kini terjadi. Di mulai dengan masalah mantan suaminya yang mengalami kebangkrutan dan masalah suaminya yang melakukan perselingkuhan.


Nampak terlihat dalam diri Citra menyadari dulu dia pernah merebut pasangan orang lain (Merebut Rian dari Lia), dan sekarang terjadi dalam rumah tangganya bersama suaminya kemarin, suaminya di rebut oleh wanita lain.


"Apakah itu karma?" tanya Citra dengan santainya dia berucap.


Rian hanya terdiam dan seakan malas untuk membicarakan hal tersebut. Rian hanya menghela napas secara perlahan.


"Cit, lebih baik kita bicarakan hal lain, aku sedang banyak pikiran," Rian menatap lekat ke arah Citra


Citra pun seakan gugup dan malu karena telah membuka obrolan bukan pada tempatnya.


________

__ADS_1


"Sekarang kamu kerja?" tanya Rian kepada Citra karena kondisi Citra tidak seperti dulu. Dia yang dulu nampak mewah dalam berpenampilan sekarang terlihat sederhana.


"Aku baru kerja dan gaji pun tidak seberapa, kedua orang tuaku tidak memberikan uang lebih padaku. Beda ketika dulu aku selalu di manja dan segala sesuatu selalu diberikannya," Citra berucap dengan lirih dan menundukkan kepalanya seakan ada yang terjadi di balik kesedihan dia.


Rian pun merasa iba dengan persoalan yang dihadapi oleh Desy.


Obrolan pun mengarah ke masa lalu dimana mereka tengah memadu kasih dan nampak mereka tertawa kecil tatkala mengenang masa lalu yang indah dan penuh kenangan.


______


"Kamu sih, kenapa dulu ninggalin aku dan memilih Cakra untuk menikahi kamu!" Tian terdengar cemburu ketika berucap.


"Aku kan dulu tidak mau dijadikan istri kedua kamu Mas, dan kamu saat itu seakan nyaman dengan keluarga kecil kamu, dan saat itu juga aku berpikir lebih baik aku mundur secara perlahan," jawab Citra kembali teringat masa itu dimana dia mundur secara perlahan dari kehidupan Rian.


"Aku sudah tidak bekerja Citra dan sekarang aku pun mau buka usaha. Asal kamu tahu rumahku juga sudah dijual yang dulu aku tempati bersama Lia," ucap Rian terlihat sedih


_______


Citra terdiam dan dia seakan mengingat ketika waktu itu bertemu dengan Lia yang nampak terlihat segar penampilannya dan belanja begitu banyak yang di temani oleh ibu mertuanya dan di jemput oleh suaminya barunya.


"Aku beberapa hari yang lalu bertemu dengan Lia mantan istri kamu, dan aku lihat dia sudah maju ya!? Dia sedang belanja diantar oleh seorang ibu aku rasa sih itu Ibu mertuanya kemudian dia dijemput oleh suaminya mungkin kehidupan dia sudah jauh lebih baik," ucap Citra kita tidak menyadari bahwa ucapan dia sangat menyinggung perasaan dan Rian merasa cemburu dengan kehidupan Lia sekarang.


Nampak muka Rian cemberut dan kesal karena ia sudah tahu Lia saat ini bahagia, dan pasangan Lia yang sekarang sungguh jauh beda dengannya Rian yang saat ini mengalami kebangkrutan sedangkan Lia kehidupannya yang sudah mapan bersama suami barunya.


_______


"Ya, syukur kalau dia bahagia bersama suami barunya," terlihat senyuman Rian getir.


Citra seakan tahu isi hati Rian dan nampak terlihat dari raut mukanya Rian menyimpan rasa cemburu yang teramat.


"Maafkan aku Mas, bukan maksud aku untuk bercerita mengenai mantanmu," tatapan Citra seakan dalam dan penuh arti.


Rian sontak merasa terkejut dengan genggaman tangan yang erat yang diberikan oleh Citra. Dan Rian pun merasakan genggaman itu begitu penuh arti dan Rian pun seperti mengingat masa lalu bersama Citra. Saat dulu Citra menggenggam erat pertama kali kepadanya begitu erat dan penuh makna.


Nampak Rian gugup dan mereka saling berpandangan, Citra tersenyum seakan menguatkan hati Rian yang sedang mengalami kebangkrutan.


________


"Mas, aku juga sedang terpuruk. Bagaimana jika kita buka usaha bareng?" Citra memberikan tawaran kepada Rian.


Rian pun nampak tidak bisa mengambil keputusan itu secepatnya karena dibelakang Rian saat ini ada Desy yang selalu setia membuntutinya.


"Aku tidak bisa Cit, karena aku saat ini tengah dekat dengan seorang wanita dan dia sudah dekat dengan Ibuku. Kamu tahu sendiri kan, sifat dari Ibuku seperti apa," ucap Rian dengan melepaskan genggaman tangannya.


Citra hanya menghela napas panjang.


"Sebelum ada janur kuning melengkung pasti semua bisa terjadi," gumam hati Citra, dia seakan berharap Rian pasti akan dia bisa dapatkan kembali seperti dia dulu bisa menaklukkan Rian disaat ada istrinya.


Apalagi Desy yang notabene adalah cuma pacar dan baru rencana menikah.


"Kamu kan belum menikah dengan Desy baru sebatas calon pasangan Mas, jadi kamu berhak memilih juga, tapi aku rasa kamu tidak mencintai Desy penuh dan aku yakin itu," Citra seakan tahu cintanya Rian sebatas apa terhadap Desy.


Dengan Citra berbicara seperti itu sontak menjadi rasa terkejut di hati Rian karena Citra sudah mengetahui hubungan yang dia bina dengan Desy seperti apa sekarang ini.


"Kamu jangan so' tahu!" ucap Rian terlhat gugup dan salah tingkah. Rian pun seakan menyembunyikan semua dari Citra.

__ADS_1


"Kamu jangan pura-pura Rian karena aku tahu semuanya," ucapnya seakan meyakinkan hati Rian bahwa dia harus berterus terang dengan apa yang sedang di alaminya hubungannya bersama Desy seperti apa.


"Sudahlah Cit, aku malas jika membahas masalah Desy," ucap Rian terlihat tersinggung.


_______


Citra pun nampak malu dan dia berusaha menghibur kembali Rian.


"Bagaimana kalau kita nonton bioskop, ada film baru loh," ucap Citra mencoba membujuk Rian.


Rian seakan mengingat masa lalunya dulu ketika bersama Citra yang selalu menonton bioskop. Rian pun menepis semuanya.


Dia tidak mau lebih dekat dengan seorang wanita karena dia ingin fokus usaha.


"Tidak, aku mau bertemu dengan klien untuk masalah buka usaha Kafe, nanti satu jam lagi aku akan bertemu dengan pemilik Kafe yang akan menjual Kafenya," ucap Rian.


Nampak Citra terlihat kecewa terlihat dari raut mukanya. Dia cemberut dan nampak memalingkan mukanya seakan kesal. Rian pun seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Beberapa menit kemudian akhirnya Rian pamit kepada Citra.


_______


Di dalam mobil nampak Rian melajukan mobilnya ke arah Kafe yang akan dia beli karena satu jam lalu sang pemilik Kafe memberikan pesan kepadanya. Dan pemilik Kafe akan datang beberapa menit lagi ke tempat tujuan.


Ting...


Tiba-tiba pesan muncul dari ponselnya milik Rian dan nampak terlihat dilayar ponsel nama Desy muncul. dan dia memberikan sebuah gambar screenshot dan sudah mentransfer sejumlah uang ke rekening milik pribadinya Rian, sebesar 300 juta rupiah. Sontak hal ini membuat Rian dihinggapi rasa terkejut yang teramat.


Rian hanya menghela napas panjang dia pun berpikir Desy melakukan hal tersebut mungkin karena dia ingin membuktikan rasa peduli dan sayangnya terhadap Rian yang sedang terpuruk.


Rian pun dengan cepat menelepon Desy.


{"Des, ini uang untuk apa!? Terlalu besar kalau dipakai untukku. Pakai saja untuk kebutuhan kamu Des, aku tidak mau menerimanya,"} ucap Rian kepada Desy.


{"Terima saja Mas, buat kebutuhan kamu dan aku yakin kamu membutuhkan modal yang cukup besar untuk biaya Ibumu berobat dan keperluan lainnya,"} jawab Desy.


{"Tidak perlu Des, bagiku itu terlalu besar kamu jangan merepotkan aku, karena aku juga masih mampu!"} Rian seakan di injak-injak harga dirinya dengan diberikan sejumlah uang yang nominalnya cukup besar.


{"Tidak apa-apa Mas, kamu kan calon suamiku jadi aku juga akan sekuat tenaga membantu kamu dalam urusan apapun termasuk masalah finansial,"} terdengar Desy berucap seperti itu ingin di kagumi, dan merasa jika Desy itu begitu perhatian kepada Rian yang sekarang mengalami penurunan masalah finansial.


{"Tidak Des, besok kamu kan mau ke rumahku, besok saja aku tunggu kamu datang ke rumah dan akan aku kembalikan uang tersebut. Atau mau aku balik trfr saja!?"} tanya Rian seakan dihantui rasa khawatir jika Desy mengirimkan sebuah uang yang begitu banyak.


{"Mas, kamu kenapa sih!? Menolak pemberianku?"} jawab Desy terdengar seperti tersinggung.


{"Memang wanita ini keras kepala jika ngobrol di telepon tidak ada ujungnya dan dia tidak mau kalah!"} gumam hati Rian.


{"Ya, sudah Des, besok aku tunggu di rumah Ibuku!"} ucap Rian kesal.


Desy pun nampak gembira akhirnya Rian mengijinkan dia untuk bertemu kembali dengan Bu Viona.


{"Terima kasih Mas Rian,"} ucap Desy.


"Aku tidak ada maksud apa-apa untuk mengundang kamu ke rumahku Des! Aku hanya ingin mengembalikan uang kamu!" gumam hati Rian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2