Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 121 Malam Pertama


__ADS_3

Setelah acara resepsi pernikahan selesai, sang pengantin pun terlihat bersiap diri untuk pergi menuju ke sebuah Hotel yang berada di daerah Lembang, dan tentunya udara disana sangat sejuk dan dingin.


"Selamat ya, Adrian, akhirnya kamu akan lalui malam pertama," sindir Om Satria lekat ke kuping Adrian dan tertawa terkekeh. Om Satria sangat dekat dengan Adrian jadi dia sudah tidak ragu untuk menggodanya.


"Apa sih, Om!" tersipu malu nampak terlihat dari muka Adrian.


Adrian dan Lia pun pamit untuk pergi, acara bulan madu ke semua keluarga. Dan nampak Adrian seakan tangannya tidak mau lepas dari sang istri, dia menggandeng terus tangan Lia dan hal ini membuat Papa Steven menjawab pertanyaan yang dulu dia pernah menolak Lia menjadi calon menantunya. Begitu besar rasa cinta sang anak terhadap sosok Lia.


______


Ketika di dalam mobil nampak Adrian pun masih memegang tangan Lia seakan tidak mau lepas dan saat itu mereka di antar oleh supir pribadi.


Lia menyenderkan kepalanya di bahu sang suami nampak terdengar jelas suara bunyi detak jantung dari Adrian begitu kencang. Lia pun hanya tersenyum menahan tawa.


"Pak, setelah antar kita ke Hotel Bapak langsung pulang saja pakai Taksi ya," ucap Adrian kepada Pak supir yang bernama Pak Heru yang sudah lama bekerja di rumahnya Papa Steven.


"Baik, Nak Adrian," jawab Pak Heru menganggukkan kepalanya.


________


Tiba di Hotel.


Adrian pun dan Lia nampak memasuki Hotel dan ternyata Hotel tersebut sudah di pesan jauh hari oleh Papa Steven karena yang punya Hotel kebetulan teman dari Papa Steven. Para pelayan pun menyambut ramah kepada sepasang pengantin baru tersebut.


Lalu mereka menaiki lift dan setelah berada di lift Adrian menatap wajah Lia dengan tersenyum bahagia lalu mengecup lembut kening sang istri tanpa ragu.


Dan setelah berada di lantai dua mereka pun keluar dari dalam lift berjalan menuju kamar yang sudah di sediakan di nomor 179.


_______


Setelah men-tap kartu pada alat scan yang terdapat di dinding samping pintu, akhirnya pintu kamar Hotel terbuka lebar sepasang suami istri pun nampak memasuki kamar Hotel.


Bau semerbak bunga kian terasa menyeruak penciuman saat membuka pintu kamar. Disana pun terlihat sudah banyak bunga bertaburan di setiap sudut kamar, dan nampak bunga melati dan mawar pun berhamburan di ranjang.


Ternyata Papanya Adrian sudah merencanakan semuanya agar malam pertama tidak terlewatkan begitu saja oleh sang anak sulungnya.


Adrian pun tersenyum sendiri karena sebelum keberangkatan ke Hotel sang Papa berbisik kepadanya ingin cepat mempunyai momongan.


________

__ADS_1


"Sayang aku mandi dulu ya," ucap Lia kepada sang suami.


"Cup..." Lia pun mencium bibir sang suami sekilas.


Adrian nampak menyandarkan badannya di kursi sofa, terasa lelah hari ini karena sepanjang hari ini dia kebanyakan berdiri untuk menyambut uluran tangan dengan ucapan selamat menempuh hidup baru.


Beberapa menit kemudian Lia pun selesai mandi dengan handuk yang masih melilit di tubuhnya dan setelah itu giliran Adrian nampak memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


_____


Tak lama kemudian Adrian keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya memakai celana boxer, dan ketika dia melihat sang istri yang sudah memakai lingerie berwarna hitam yang begitu sangat kontras dengan kulit putihnya. Adrian terlihat menelan ludahnya sendiri saat melirik belahan dada Lia.


Lia pun nampak tersipu malu, Lia yang nampak duduk di depan cermin dan menyisir rambutnya yang terurai panjang.


Tiba-tiba Adrian memeluk Lia dari arah belakang dan meletakkan dagunya di pundak sang istri lalu Adrian menatap sang istri dari arah cermin.


hati Lia berdebar karena Indra penciumannya menghirup aroma parfum maskulin yang disemprot penuh ke tubuh sang suami.


Tidak bisa dipungkiri debaran jantung Adrian belum berhenti. Dan Lia pun merasakan hal itu. Adrian menatap Lia dengan lekat kemudian tangannya merapikan anak rambut sang istri yang keluar.


"Lia terima kasih karena kamu mau menerima lamaranku. Alhamdulillah malam ini kamu sudah sah menjadi istriku," bisik Adrian lekat ke kuping sang istri dan ini membuat merinding kuping Lia.


________


Lia memejamkan matanya dan Adrian pun mencium kening sang istri kemudian Adrian mengusap leher jenjang Lia dengan lembut lalu dia memangku sang istri ke ranjang dengan bunga yang berhamburan yang sudah di bereskan oleh sang istri.


_______


Setelah berada di ranjang kemudian


Adrian pun mengecup kembali kening sang istri lalu menjalar mencium bibir merahnya, dan ******* manja pun lolos dari bibir mungil sang istri, ciuman bibir pun mereka lakukan dengan penuh kelembutan dan rasa cinta. Adrian mencoba mengatur napasnya untuk menetralkan detak jantungnya yang mulai menggila. Sementara Lia terlihat santai dan bisa mengendalikan nafsunya.


Adrian nampak sudah dikuasai gairah kemudian dia melepaskan lingerie yang masih menempel di tubuh sang istri. Dan Lia pun dengan gerakan sensual melepaskan boxer yang dipakai Adrian dan melemparkannya ke sembarang arah


Adrian menghujani ciuman kepada sang istri


"Argh...!!" Pekik sang istri saat merasakan kenakalan tangan sang suami meraba bagian sensitifnya.


Malam itu terasa malam yang indah bagi mereka karena melewati malam pertama tanpa ada paksaan dari keduanya karena mereka sama-sama mencintai.

__ADS_1


_____


Keesokan harinya.


Rasa dingin kian terasa dan pelukan sang suami begitu erat. Lia pun nampak terkesiap karena setelah dia membuka matanya secara perlahan nampak sosok Adrian tengah tidur dengan mata terpejam tapi bibirnya seakan tersenyum bahagia.


Lia pun baru menyadari bahwa dirinya sekarang telah menjadi nyonya Adrian dan telah melewati malam pertamanya yang begitu lembut dan romantis, nampak Lia tersenyum sendiri.


Lia bergegas turun dari atas tempat tidur dan meraih ikat rambut untuk menggulung rambutnya yang panjang. Nampak dia melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 5 pagi.


"Wah, aku belum sholat subuh," gumam hatinya dia pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu.


_________


Nampak setelah keluar dari kamar mandi Lia sudah melihat Adrian yang tengah duduk di ujung ranjang dan tersenyum renyah.


"Pagi, Sayang," ucap Adrian.


"Sayang, kita belum sholat. Ayo, kita sholat bareng berjamaah," ucap Lia dengan membalas senyuman kepada sang suami.


Adrian pun nampak terlihat bahagia dari raut mukanya kemudian dia pun berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa berkeringat karena akibat pergulatan semalam bersama istrinya itu.


_________


Jam menunjukkan pukul delapan.


"Sayang, terima kasih untuk semalam," Adrian terdengar malu ketika berucap.


"Terima kasih untuk apa Mas," Lia pura-pura tidak menyadari karena permainan dia semalam terhadap sang suami sungguh membuat Adrian bahagia karena sang istri sudah memberinya kepuasan.


Adrian melirik ranjang mungkin itu pertanda kode. "Semalam disana!" ucapnya dengan muka merah merona.


"Kamu juga sudah buatku bahagia Mas," jawab Lia seakan ingin buat hati Adrian merasa di hargai oleh sang istri dengan permainan ranjangnya.


"Ayo, Mas, kita makan dulu biar ada semangat lagi untuk mengeluarkan keringat," goda Lia kepada sang suami. Adrian tersipu malu ketika sang istri menggodanya.


Makanan sudah tersaji di meja dalam kamar karena Lia sengaja memesan makanan ke kamar Hotel tidak mau makan di Restoran Hotel.


"Aku tambah sayang sama kamu Sayang," ucap Adrian mencubit gemas pipi sang istri.

__ADS_1


Lia tersenyum dan menyuapi Adrian yang sedang menatapnya.


Bersambung...


__ADS_2