Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab : 131 Rasa gembira


__ADS_3

Tatkala melihat Lia istri dari Rian pandangan mata Citra terus menyapu di mana arah Lia sedang berjalan bersama sang Mama mertua.


"Mungkinkah Lia sudah menikah lagi? Rian pernah memperlihatkan foto keluarganya dan disana terlihat kedua orang tuanya Lia dan Rian tapi rasanya bukan ini. Mungkin wanita yang bersama Lia itu adalah Mama mertuanya yang baru!?" gumam hati Citra seperti dihinggapi rasa penasaran yang amat dalam kepada sosok Lia.


Nampak di area Mall tersebut banyak pengunjung yang datang sehingga Citra kehilangan jejak keberadaan Lia berada.


"Citra, kamu lagi liatin siapa sih!?" tanya Tya sang teman.


"Aku sedang lihat temanku tadi ada di sebrang sana tapi kini sudah tidak nampak terlihat," jawabnya.


"Pasti kamu bohong, jangan mentang-mentang kamu sudah berpisah dari Cakra terus kamu dengan cepat mencari lelaki. Ingat perpisahan kamu dengan Cakra belum 3 bulan," kembali Tya mengingatkan.


Citra baru saja bercerai dari Cakra sang suaminya itu.


"Ihh, apa sih kamu!" Citra mendelik.


Dia seakan berpikir gimana caranya agar bisa mendapatkan Rian kembali dari hati Desy.


_______


Di ujung sana nampak Lia sedang memilih baju muslim yang dipilihkan oleh sang Mama mertua.


"Lia sekalian dengan hijabnya ya, Mbak tolong semua warna bawa kesini karena saya mau ambil semua!" teriak Mama Silvi kepada sang pelayan toko.


Sontak Lia mata terbelalak tatkala Mama mertuanya membelikannya semua warna baju beserta hijabnya.


"Mah, jangan banyak-banyak beli baju dan hijabnya," ucap Lia tersipu malu.


"Santai saja, Sayang, Mama ingin kamu bahagia tidak hanya dengan Adrian tapi dengan Mama, kamu merasa bahagia dan nyaman," kemudian setelah barang di kemas oleh sang pelayan toko, sang Mama pun dengan cepat membayar ke kasir.


Lia pun seakan malu tatkala menerima pemberian dari sang Mama mertua karena telah menghujaninya dengan taburan kasih sayang, dan terlalu royal menghamburkan uang. Tapi mungkin bagi Mama Silvi semua itu tidak seberapa yang notabene uangnya berlebih.


_______


Setelah selesai berbelanja Lia pun bersama Mama mertuanya mencari tempat makan dan tatkala Lia memasuki tempat tersebut nampak dari arah ekor mata Lia seperti ada yang tengah memandanginya, dan sontak Lia pun mengarahkan pandangannya.


Lia menatap ke sosok wanita yang tengah memperhatikannya dan tersenyum ramah tapi dalam hatinya berkata, siapakah wanita yang kini tengah memperhatikannya.


Nampak dia adalah Citra yang sedari tadi kehilangan sosok Lia, nampak Citra tatkala beradu pandang dengan Lia terlihat gugup.


Dan Lia pun kembali fokus kebersamaannya dengan sang Mama mertua.


"Lia, mau pesan apa?" tanya Mama Silvi sambil menyerahkan buku menu makanan.

__ADS_1


Lia pun melihat daftar menu makanan tersebut lalu dia memesan beberapa makanan.


_________


Setelah beres makan dan belanja Lia pun bersama sang Mama mertua keluar dari tempat rumah makan tersebut dan nampak terlihat Adrian menyambutnya karena setelah tadi selesai belanja Adrian memberikan kabar mau menjemputnya.


Nampak Adrian memegang tangan Lia kemudian mereka berjalan keluar Mall dan hal tersebut dilihat oleh Citra dan dia pun mengira bahwa Lia sudah menikah lagi..


______


Tiba di rumah.


"Sayang, jadi betul rumah baru kita itu yang di belikan Papa, rumah kamu dulu?" tanya Adrian menatap lekat ke arah Lia.


"Iya, Mas, kok bisa terjadi ya, semua di atur Allah sedemikian rupa," jawab Lia.


"Tadi sebenarnya Mas, sudah menelepon Papa dan menjelaskan semuanya dan kata Papa juga sama berpendapat seperti yang kamu bilang. Sepertinya semua sudah di rencanakan oleh Allah," ucap sang suami.


"Syukurlah Mas, kalau begitu," ucap Lia.


Lia pun merasa lega jika sang mertua tahu kondisi keadaan masa lalunya.


______


Nampak sang Ibu pun seakan tidak menerima jika Rian tidak memberikan hasil dari penjualan rumah tersebut.


Apalagi Cantika usianya masih kecil butuh biaya sedangkan beberapa bulan ini Rian pun sebagai seorang Bapak tidak tanggung jawab sedikit pun terhadap anaknya sedangkan Adrian sang Papa sambung yang bertanggung jawab semua keperluan Cantika.


{"Seharusnya Rian memberikan sebagian hasil dari penjualan rumah tersebut, gimanapun Cantika adalah anaknya dan darah dagingnya sendiri,"} sang Ibu terdengar menggerutu seakan tidak menerima dengan keputusan yang Rian ambil seakan tidak adil.


{"Mah, sudahlah percuma di bahas juga tidak akan menyelesaikan masalah kita ikhlaskan saja. Nanti juga uangnya bakal gak berkah karena ada hak disana yang harus di berikan!"} ucap Lia mencoba menenangkan hati sang Ibu yang tengah kesal terhadap mantan menantunya itu.


______


Sang Ibu pun di sebrang sana terdiam sejenak dia pun seakan memikirkan. Untung dibeli rumahnya oleh Papanya Rian kalau sama orang lain sang Mama mungkin agak sedikit kecewa karena Ibunya Lia sangat nyaman dengan rumah tersebut.


{"Ya, sudah Lia, akan Ibu ikhlaskan kejelekan Papanya Cantika itu. Benar kata kamu uangnya juga gak akan berkah lihat saja nanti!"} ucap sang Ibu.


{"Ya, sudah Lia, Ibu mau istirahat dulu. Kamu jadi kan besok datang kesini?"} tanya sang Ibu, karena semenjak dari bulan madu Lia dan Adrian belum nampak datang ke rumah sang Ibu.


{"Iya, Bu, pasti jadi lah, maafkan ya, karena Lia setelah pulang bulan madu sibuk keluar kota untuk urusan bisnis Restoran Mas Adrian yang baru,"} ucap Lia meminta maaf kepada sang Ibu.


Sambungan telepon pun akhirnya terputus dari ponsel Lia.

__ADS_1


_______


Ceklek...


Pintu terbuka dari luar nampak terlihat Adrian tersenyum kepada sang istri.


"Sayang, ayo kita makan," ucap sang suami kepada sang istri dengan menghampirinya.


"Iya, Mas," jawabnya tersenyum sambil menyimpan ponselnya di atas nakas.


"Lagi nelpon siapa Sayang!?" tanya sang suami terlihat cemburu.


"Dari Ibuku Mas," jawab Lia.


"Besok jadi ke rumah Ibu?" tanya Adrian.


"Jadi Mas, besok kamu antar aku ya, sebelum kamu ke kantor." jawab Lia.


"Iya, dong Sayang, pasti aku antar kamu ke rumah Ibumu dan aku tidak mau kamu pergi sendiri karena takut!" Adrian dihinggapi rasa cemburu yang teramat terhadap sang istri.


"Takut kenapa Mas?" Lia dihinggapi rasa heran dengan sikap sang suami.


"Takut kamu di culik lelaki lain," Adrian tersipu malu dan menatap lekat kedua bola sang istri.


"Mas, ada-ada saja, enggak dong, aku bisa jaga diri jangan khawatir," jawab Lia tersenyum manis.


"Ayo, Sayang kita makan dulu. Mama dan Papa sudah menunggu," Adrian pun nampak keluar dari dalam kamar di ikuti oleh sang istri dari belakang.


_____


Keesokan harinya nampak Lia sudah rapi pakaiannya, karena hari ini dia mau berkunjung ke rumah Ibunya dan menemui sang anak. Dia sangat rindu dengan sang anak yang sudah beberapa hari ini tidak bertemu.


Sang Mama mertua seakan tidak mau melepas kepergian sang menantunya itu.


"Lia, lusa kamu pokoknya kesini lagi," ucap sang Mama mertua. Lia pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Mah, Lia kangen loh sama anak dan kedua orang tuanya," bisik Papa Steven.


"Kita enggak jadi Lia buat beli perabotan isi rumah yang baru, kamu nya keburu pergi. Tadinya hari ini kita pergi untuk belanja," terlihat Mama Silvi kecewa karena dia tidak bisa jalan-jalan lagi dengan menantunya yang merasa buat nyaman


"Mah, tenang saja pasti Lia kembali kok!" ucap Adrian," menampakkan senyum renyah kepada sang Mama.


Lia pun merasa gembira karena dia merasa sangat di butuhkan oleh sang Mama mertua.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2