Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 15 Kecewa Penuh Sesak


__ADS_3

Sore pun tiba.


Lia menggeliatkan tubuhnya tatkala terbangun dari mimpi buruk dia pun membuka matanya secara perlahan.


"Mimpi apa aku! Bajuku direbut sama si Desy." Lia pun menghela napas secara perlahan.


Tiba-tiba datang Teh Sumi menghampirinya "Bu, sudah bangun, mau dibuatkan kopi?" tanya Teh Sumi.


"Iya boleh, Teh, barusan aku mimpi. Bajuku direbut sama si Desy! Pertanda apa ya?" tanya Lia menatap lekat Teh Sumi dengan dihinggapi rasa penasaran.


"Pertanda, suami Ibu direbut sama si Desy," Teh Sumi tertawa terkekeh. sambil bergegas menuju dapur untuk membuatkan kopi panas.


"Ahhhh, jangan disangkut-paut kan sama mimpi. Aku nggak percaya," ucap Lia.


•••••


Jam menunjukkan 4 sore, nampak Lia sudah terlihat rapi karena akan pergi ke kantornya Ryan untuk menyelidiki kepergian Rian bersama sahabatnya Desy.


"Teh Sumi nanti kan Cantika pulang sekolah jam 5. Tolong diberi makan, kalau nggak mau paksa aja sama Teh Sumi ya, mungkin aku nanti pulangnya agak malam," ucapnya.


"Iya Bu, tenang aja, Cantika anaknya nurut Kok," ucap Teh Sumi.


"Ya sudah, aku pergi dulu ya Teh," ucap Lia.


Lia pun memasuki mobil lalu melajukan mobilnya ke arah kantor Rian. Selama dalam perjalanan nampak Lia terlihat gusar hatinya tidak karuan, karena sebentar lagi dia akan melihat kebusukan dari sang suami bersama sahabatnya itu.


"Ini kan baru *KATANYA"! Belum Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri," gumam hatinya. Lia membuang napas kasar, terlihat gugup.


Lia mencoba mendengarkan lagu klasik di dalam mobilnya, agar pikirannya terlihat santai dan rileks. Lia tidak mau ketika nanti mengetahui Ryan, dan Desi berselingkuh amarahnya membara.


•••••


Tiba di kantor Rian.


Jam menunjukkan pukul 5, Lia memarkirkan mobilnya di seberang kantor.


"Aman rasanya parkir di sini, suamiku gak akan melihat mobilku karena terhalang mobil yang lain," ucap Lia sambil menatap lekat ke arah kantor sang suami.


Tiba-tiba nampak terlihat Rian keluar dari kantornya, kemudian dia berjalan ke arah mobil. Setelah itu dia melajukan mobilnya, Lia pun mengikuti arah mobil yang dilanjutkan oleh suaminya itu.


___


20 menit kemudian.


Nampak di sebuah Kafe dengan situasi yang sejuk, Rian pun keluar dari dalam mobil.


Lia nampak menatap lekat ke arah Rian yang sedang menghampiri Desy yang tengah duduk di taman cafe nampak terlihat Desy sedang meminum kopi.


Ketika Rian datang menghampiri tanpa ragu Desy langsung memeluknya, melihat pemandangan tersebut hati Lia seakan terguncang dadanya begitu sesak.


"Dasar penghianat! Kau Desi." ucapnya.

__ADS_1


Nampak terlihat Rian dengan Desi begitu akrab, dengan duduk bersebelahan. Desi nampak bergelayut manja terhadap Ryan.


Lia seakan menahan sesak, dia tidak kuat melihat dengan mata kepalanya sendiri, sang sahabat bersama suaminya tengah bermesraan. Lia pun dengan cepat mengambil ponselnya lalu menelepon Tante Dini. Tidak butuh waktu lama untuk bisa berbicara lewat sambungan telepon dengan Tante Dini.


___


{"Tan, aku mau ke rumah Tante ya, sekarang!Tante sibuk tidak?"} tanya Lia kepada Tante Dini atau istri dari Bapaknya Rian.


{"Tidak, ke sini aja main,"} jawab Tante Dini. Tante Dini merasa senang karena Lia sudah bisa menerima Tante Dini dengan dekat.


___


Sambungan telepon pun Lia tutup kembali, Lia kembali menatap ke arah sang suami dengan sahabatnya itu.


Masih dengan posisi Desy tengah memeluk Rian, dan Rian terlihat sedang membelai mesra kepala rambut Desy dan mencium keningnya.


•••••


Lia pun menghela napas panjang air mata yang dia tahan dari tadi seketika meluncur deras di hamparan pipinya. Karena tidak kuat melihat kemesraan sang suami dengan sahabatnya itu, Lia pun akhirnya melajukan mobilnya ke arah rumah Tante Dini, untuk sekedar meluapkan emosinya yang terpendam.


Di dalam mobil tak henti Lia menangis sesunggukkan.


"Kamu tega ya, Rian! Menghianati ku, dan kamu Desi! Sahabatku yang menusukku dari belakang," ucap Lia menggerutu.


Lia pun tiba di halaman rumah Tante Dini, dia menarik napas secara perlahan.


"Mungkinkah aku cerita dengan Tante Dini?sedangkan dia juga pelakor merebut Papa mertuaku dari ibu Viona ( Ibu mertua)," ucapnya.


"Tidak! Aku tidak mau, cerita dengan Tante Dini. Mungkin ini belum saatnya, tapi nanti suatu saat pasti aku akan cerita terhadap Tante Dini," ucapnya.


Lia pun kembali melajukan mobilnya.


•••••


Setelah 15 menit berlalu, Lia pun memarkirkan mobilnya di depan Hotel.


Lia berniat untuk menenangkan pikirannya dengan cara menginap di Hotel tersebut, tanpa ada gangguan dari siapapun.


__


Lia merebahkan tubuhnya di kasur dengan kasar, setelah sampai di kamar Hotel.


Dia tumpahkan semua rasa kesal, kecewa emosi, di kamar Hotel tersebut.


"Kamu tega Desi! Tega! Kamu tega!" teriak Lia.


Lia seakan tidak bisa membendung rasa kesalnya, tapi dia juga tidak bisa melabrak secara langsung kepada suami, dan Desi yang telah berkhianat.


Lia kemudian mengeluarkan beberapa obat karena kepalanya terasa pusing. Lia mencoba memejamkan matanya, mengingat apa yang baru saja terjadi. Jantungnya terasa diremas sakit teramat.


Lia teringat masa lalu, Desy yang terlihat baik dan alim kenapa tega menghianatinya yang sudah dianggap seperti saudaranya sendiri.

__ADS_1


Ting..


Tiba-tiba pesan berbunyi dari ponsel Lia.


Lia pun menatap lekat ke arah layar ponsel tersebut, nampak terlihat Tante Dini memberikan pesan.


{"Lia Sayang, jadi nggak ke rumah Tante, sebenarnya kamu sedang di mana?"} tulis pesan dari Tante Dini.


Lia hanya membaca isi pesan tersebut dari Tante Dini tanpa membalasnya.


{"Pasti kamu sedang ada masalah dengan Rian,"} pesan muncul kembali dari Tante Dini.


___


Lagi-lagi Lia hanya membaca pesan tersebut tanpa membalasnya. "Ya, Tante, Aku sedang ada masalah dengan Rian. Hatiku kini sedang tercabik," gumam hati Lia. Lia menangis histeris.


Sebenarnya Lia ingin sekali menceritakan apa yang baru saja dia lihat, kepada Tante Dini. Tapi bibirnya seakan tidak mampu untuk berucap.


Drettt... Drettt... Drettt..


Suara telepon berbunyi.


Nampak Tante Dini menelepon Lia.


Lia hanya menatap layar ponsel tersebut tanpa mengangkat suara telepon tersebut.


Mungkin hanya Tante Dini yang peduli terhadap Lia selama dia menikah dengan Ryan. karena Ibu Viona ibunya Ryan, tidak setuju dengan hubungan anaknya dengan Lia.


Begitupun dengan Bapaknya Rian yang sibuk, jadi hanya Tante Dini yang mengerti keadaan dia, sampai saat ini. Padahal Tante Dini adalah istri siri dari Bapaknya Rian.


Tapi ada rasa nyaman di hati Lia kepada Tante Dini, namun jika masalah Rian berselingkuh dengan Desi, itu sama halnya persis dengan Tante Dini yang berselingkuh dengan Bapaknya Ryan. Lia pun seakan dihadapi dilema karena masalah Rian sama dengan Sang Bapak berselingkuh dari istrinya.


•••••


Jam menunjukkan pukul 11 malam nampak Lia masih dalam keadaan menangis sambil menatap layar televisi tapi pandangannya seakan kosong.


Tiba-tiba telepon Lia berbunyi, nampak terlihat di sana Rian meneleponnya.


Lia hanya menatap layar ponsel tersebut tanpa mau mengangkatnya, karena dihinggapi rasa kesal dan sesak dalam dada.


Ting..


Bunyi pesan pun muncul dari Rian.


{"Mah, kamu sedang di mana? Aku khawatir,"}tulis pesan Rian.


Mata Lia membulat, dia mencoba mengatur napasnya yang kian memburu.


"Tidak kamu tidak khawatir denganku! Kamu berkhianat." gumam hati Lia.


kemudian Lia mematikan ponselnya dan menyimpan ponselnya dengan kasar.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2