
TING...
Nampak pesan masuk ke ponsel milik Rian yang sedang tengah asik ngobrol dengan pemilik Kafe. Rian pun membuka layar ponselnya itu dan membaca isi pesan yang muncul di layar ponselnya tersebut.
{"Rian, Ibu sudah menerima uang dari Desy sebesar 300 juta dan akan disimpan oleh Ibu dengan baik. Ibu harap kamu jangan marah sama Desy atau Ibu karena Ibu butuh uang tersebut buat biaya berobat,"} pesan dari sang Ibu sontak membuat hati Rian terkejut dan kesal karena untuk saat ini dia tidak mau menerima uang dulu dari Desy, dia berpikir hanya ingin fokus buka usaha tanpa memikirkan pernikahan dulu.
Rian terlihat hanya memendam kekesalannya dan nampak kecewa. Dia pun seakan malas untuk membalas pesan dari sang Ibu.
_______
"Baiklah, Deal!!" ucap sang pemilik Kafe tersebut. Rian terlihat senang karena Kafe tersebut sudah dia beli dan sebagian uangnya ternyata dia pinjam dari temannya.
"Terima kasih Pak, atas kerjasamanya," Rian pun bersalaman dengan pemilik Kafe tersebut. Dan nampak penjual Kafe tersebut memberikan karyawan juga. Jadi Rian membeli Kafe tersebut sudah dengan isi Kafe dan karyawan yang bekerja.
"Semoga kedepannya lancar ya," ucap sang pemilik Kafe tersenyum ramah.
"Aamiin, terima kasih," jawab Rian dengan membalas senyuman dari sang pemilik Kafe.
Setelah semuanya beres dan nampak Pak Rudi berpamitan kepada semua karyawannya dan mereka pun berhamburan bersalaman. Semua karyawan nampak terlihat sedih tatkala Pak Rudi berpamitan. Jumlah karyawan disana berjumlah 10 orang.
_________
Semua karyawan berkenalan kepada pemilik Kafe baru yaitu Rian. Nampak terlihat mata Rian tertuju dengan wanita yang terlihat anggun dan pandangannya menunduk sedari tadi. Dia adalah pegawai lama dan dia adalah kepercayaan Pak Rudi ketika bekerja di Kafe tersebut.
Nampak ketika memperkenalkan dirinya wanita itu tidak banyak bicara dan senyumannya sangat dijaga. Dia hanya tersenyum dan memandang lekat ke arah wanita saja.
"Perkenalkan saya Anita dan saya bekerja disini sudah 7 tahun, saya bekerja disini sebagai admin dan sekaligus mengelola perkembangan Kafe," ucapnya dengan tersenyum dan pandangannya masih menunduk.
Rian nampak terpesona dengan gaya bicaranya Anita yang terlihat anggun dan lembut. Anita pun merasa ada yang menatapnya yaitu Rian karena dia melihat dengan ekor matanya.
_______
Setengah jam kemudian.
Datanglah Citra ke Kafe Rian yang baru, dan nampak dia membawa buket bunga mawar yang di serahkan kepada Rian. Nampak dia mengucapkan kata selamat karena Rian sekarang sudah mempunyai Kafe.
"Kamu datang kesini sendiri Rian?" tanya Citra dengan mata berselancar mengelilingi tiap sudut ruangan Kafe. Dia khawatir jika Desy ikut bersama Rian. Dan Rian pun seakan sudah paham jika Citra sedang mencari keberadaan Desy.
"Ya, aku sendiri," jawabnya dengan masih asik dengan ponselnya karena ada seseorang yang mengirim foto kebersamaan Lia dan Adrian yang tengah duduk bersama dan terlihat romantis.
"Kenapa Desy mengirimkan foto ini kepadaku," gumam hati Rian.
{"Apa maksud kamu?"} tulis pesan Rian karena dihinggapi rasa penasaran dengan Desy mengirimkan sebuah foto kebersamaan Lia dengan Adrian suaminya yang baru.
{"Kamu tidak cemburu atau tergoda dengan mantan istrimu yang sudah menikah dan terlihat romantis,"} Desy kembali memberikan sebuah pesan.
{"Kamu dapat dari mana foto gambar ini?"} tanya Rian. Karena itu foto terbaru Lia yang sedang memakai hijab dan nampak terlihat anggun dan cantik.
{"Kamu tidak perlu menanyakan aku dapat dari mana yang terpenting pertanyaan aku saat ini. Apakah kamu tidak iri atau cemburu dengan pernikahan mantan istrimu,"} kembali Desy menuliskan pesan seakan membuat tersulut emosi Rian.
__ADS_1
_______
Rian sepertinya kesal dengan Desy yang seakan Rian harus mengakui bahwa dia itu dihinggapi rasa cemburu saat Lia bersama Adrian. Dan Rian pun seakan kecewa dengan sifat kurang dewasanya Desy.
Akhirnya Rian menutup aplikasi WhatsApp nya, dan dia pun nampak menghela napas panjang. Bagi Rian kecemburuan Desy kepada Lia terlalu berlebihan padahal Lia kini sudah tidak bersamanya.
_______
Ehemm...
Terdengar jelas Citra berdehem, dan Rian seakan tidak menyadari bahwa Citra sedari tadi hanya menatap Rian dengan lekat yang tengah asik memainkan ponselnya.
"Maaf Cit, aku agak sedikit sibuk jadi fokus ke ponsel," nampak Rian gugup dan berbohong.
"Rian aku ingin bertemu dengan kamu karena ada hal yang aku ingin sampaikan. Perusahaan aku saat ini sedang membutuhkan karyawan dengan posisi Manajer. Apakah kamu mau melamarnya? Kebetulan Bos di kantor itu temanku dan aku sudah merekomendasikan kamu kepada dia," ucap Citra nampak mukanya berseri dan seakan berharap Rian mau gabung di perusahaannya.
"Kamu ada-ada saja Cit, kan aku sekarang sudah buka usaha, meskipun ada karyawan yang jaga tapi tetap aku harus fokus ke usahaku ini," Rian memberikan sebuah alasan.
__________
Nampak Citra seakan dalam hatinya berpikir nampaknya dia tidak berhasil menggoda Rian untuk bisa bergabung di perusahaannya. Niat Citra jika Rian sekantor dengannya Citra akan lebih intens bertemu dengannya. Seperti dulu ketika dia merebut hati Rian dari Lia karena mereka teman kantor dan pertemuan sering di lakukan.
"Sayang padahal ya, gaji yang Bos aku tawarkan lebih dari cukup dan pasti kamu terkejut dengan gaji yang di tawarkan," kembali Citra merayu Rian untuk bekerja di perusahaan milik temannya itu.
"Semua sudah terlambat Cit, ketika perusahaan aku bangkrut dan ketika itu aku sangat butuh pekerjaan tapi hasilnya nihil. Dan ketika sekarang aku sudah mau mulai usaha ternyata tawaran kerja muncul. Maaf aku bukan menolak rezeki untuk bekerja yang ditawarkan oleh kamu. Tapi semua sudah terjadi, dan doakan saja semoga usahaku lancar kedepannya," sambung Rian mencoba menerangkan semuanya kepada Citra.
"Kamu bisa datang kesini ke Kafe aku kalau niat kamu ingin bertemu denganku," jawab Rian sementara pandangan matanya tengah mengarah ke Anita yang sedang membereskan meja.
"Kan beda kalau itu, kalau kerja ketemu tiap hari sedangkan kalau kamu berada di Kafe waktunya gak intens," jawab Citra seakan kecewa.
"Sudahlah Cit, kita bahas saja yang lain," ucap Rian seakan malas untuk kembali mengingat masa lalu. Hal ini seakan menjadi tanda tanya dan pertanyaan besar bagi Citra karena yang dulu Rian sangat mengejarnya kini berubah.
Citra pun terdiam dan seakan malu dengan ucapan Rian yang seakan tidak ada rasa peduli lagi terhadap dirinya.
_______
Citra pamit dengan rasa kesal dan kecewa.
"Mungkin pulang kerja aku besok akan kembali kesini," ucap Citra menatap Rian
"Silahkan saja, tapi besok aku ada acara sore," jawab Rian datar.
"Pasti kamu ada acara dengan Desy!" sindir Citra terlihat tidak suka.
"Bukan, tapi dengan Ibuku," jawab Rian.
"Pasti kamu bohong! Katanya kamu mau fokus dengan usahamu tapi kamu masih ketemuan sering dengan Desy!" Citra seakan dihinggapi rasa curiga dan cemburu.
"Kenapa kamu seakan jadi ngatur aku!" Rian terlihat kesal dan marah.
__ADS_1
Citra pun nampak terkejut dengan sikap Rian yang terlihat kasar dan tidak lembut.
Citra nampak pandangan matanya menunduk seakan malu dan dihinggapi rasa kesal dengan sikap Rian yang nampak tidak akrab itu. Kemudian Citra pun pamit pulang kepada Rian karena melihat Rian yang sikapnya tidak ramah.
________
Terlihat Anita salah tingkah ketika Rian menatap dirinya dengan seksama.
"Nit,,," terdengar Rian memanggil Anita dengan lembut.
Anita dengan cepat menghampirinya, setelah Anita dekat ke arahnya, Rian pun menyuruh Anita duduk. Kemudian Rian meminta Anita untuk lebih memperkenalkan situasi keadaan Kafe juga makanan yang tersedia.
Anita pun nampak memperkenalkan situasi Kafe yang akan di kelola oleh majikannya yang baru, dan nampak Rian terlihat menyukai sosok Anita yang anggun dan sopan.
"Wanita ini cerdas dan terlihat sangat menjaga pandangan matanya. Setiap aku curi pandang dia nampak tertunduk tidak berani menatap," gumam hati Rian.
"Saya kira sudah cukup penjelasan mengenai di Kafe ini. Pak Rian boleh mengijinkan saya untuk kembali bekerja? Karena pekerjaan saya belum selesai," kembali Anita berucap dengan menundukkan pandangannya.
"Bo-Boleh, silahkan kamu kembali bekerja," Rian nampak terdengar gugup.
Anita pun berlalu dari hadapan Rian, Bosnya yang baru.
_________
Di dalam ruangan.
"Aku tidak nyaman dengan Bos-ku yang baru, karena dia nampaknya menyukaiku." gumam hati Anita. Dia pun nampak membalikkan badannya karena baru saja terlihat oleh ekor matanya Rian tengah menatapnya dari arah jendela yang terbuka.
Ting ...
Nampak pesan muncul dari ponselnya milik Anita terlihat disana sang Kakak memberikan sebuah pesan. Anita pun merogoh ponselnya yang berada di dalam saku bajunya.
{"Gimana dengan Bos baru kamu, baik orangnya atau kurang nyaman?"} tanya Tante Shila yang tidak lain adalah Tantenya Adrian.
Nampak Anita tertegun sejenak dia seakan tidak mau berbicara terus terang kepada sang Kakak karena dia tahu sifat dari sang Kakak terlalu mengkhawatirkan dirinya.
{"Baik Kak, tidak ada masalah,"} balas pesan dari Anita kepada sang Kakak.
{"Syukurlah Sayang, kalau begitu. Kakak khawatir kalau Bos kamu yang baru tidak nyaman,"} tulis pesannya kembali.
{"Terima kasih Kak, karena Kakak selalu mengkhawatirkan aku,"} balas kembali Anita.
_______
Anita sangat disayangi oleh sang Kakak, dia mandiri dan saat ini dia tinggal sendiri di rumah karena kedua orang tuanya tinggal di kota Surabaya dan sang Kakak selalu mencoba membujuknya untuk tinggal di rumahnya tapi Anita menolaknya dengan alasan tidak mau merepotkan.
"Aku harus menjaga jarak dengan Bos aku yang baru," gumam hati Anita karena setelah Anita memasukkan kembali ponselnya kedalam saku bajunya nampak Rian masih menatapnya dari jarak jauh.
Bersambung...
__ADS_1