Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 157 Hati Rian gusar


__ADS_3

Rian nampak terkejut tatkala berhadapan dengan Adrian dan Lia. Terlihat dia begitu salah tingkah dari gestur tubuhnya dan mukanya pun merah merona.


"Ini istri barumu lagi!?" sindir Adrian tertawa terkekeh dengan pandangan mendelik.


Sontak Rian merasa tersinggung dan dadanya berdesir saat Adrian menyindirnya.


Citra pun seperti menahan rasa malu dan mukanya merah merona, pandangan Citra menunduk nampak dia pun terlihat gelisah.


"Kamu jangan sembarangan menuduh ya!?" bentak Rian seakan tidak mau di salahkan oleh Adrian karena dia diketahui selingkuh. Rian pun tidak mau gegabah karena takut kedekatan dirinya diketahui oleh Desy.


Lia tersenyum sinis.


"Jelas-jelas wanita ini Citra, selingkuhannya waktu dulu," gumam hati Lia terlihat geram. Dalam benak Lia pun berpikir Rian sedang memainkan sandiwaranya.


_______


Nampak Citra merasakan oleh ekor matanya jika Lia tengah lekat pandangannya ke arah dirinya dan Citra pun terlihat mengatur dadanya yang bergemuruh hebat.


"Bukan menuduh, saya hanya nanya saja. Kamu kok tersulut emosi sih, santai saja kalau tidak merasa!" Adrian kembali menyindir Rian.


"Terserah kamu ah. Ayo! Cit, kita pergi saja dari sini," ajak Rian kepada Citra.


Citra yang sedari tadi hanya diam membisu akhirnya dengan cepat memasuki mobil. Rian pun melengos pergi dan nampak masuk kedalam mobilnya.


Adrian dan Lia nampak menahan rasa tawa yang membludak dengan rasa kaku Rian dan Citra yang begitu terlihat.


"Ternyata Rian pandai juga bersandiwara ya!" ucap Adrian dan mereka pun nampak memasuki mobil untuk kembali pulang.


________


Di dalam mobil.


Tatkala di dalam mobil nampak Rian dan Citra dihinggapi rasa khawatir karena takut jika Lia dan Adrian nanti bicara sama Desy tentang hubungannya.


Tapi beberapa menit kemudian di keheningan dalam mobil Citra pun nampak seakan punya ide licik.


"Bodo amat! Tidak akan aku pikirin karena jika perselingkuhan aku dengan Rian diketahui oleh Desy, maka Rian dengan Desy akan berantem dan bisa saja Desy minta cerai dari Rian dan untuk kedepannya aku akan menjadi milik Rian," gumam hati Citra.


Citra tersenyum puas dan dia pun seakan menahan tawa karena Desy merebut Rian dari Lia dan sekarang dia akan merebut Rian dari pelukan Desy.


________


"Kamu sedang memikirkan apa Cit?" tanya Rian melirik Citra yang sedang tersenyum licik.


"Aku sedang berpikir jika kamu nanti bisa jadi milik aku seutuhnya," dengan polosnya dan berani Citra berucap seperti itu.


"Maksud kamu apa Cit!?" Rian terlihat penasaran.


"Kamu kan tidak nyaman dengan Desy, mungkin lebih baik kamu mending dengan aku saja Mas!" ucap Citra seperti memohon.


"Tidak Cit, aku baru nikah dengan Desy dan aku hanya melampiaskan rasa kesal aku kepada dia jadi aku jalan dengan kamu!" tegas Rian.


________


Rian pun tidak mau jika Desy lepas begitu saja karena Desy uangnya masih berlimpah dan dia untuk saat ini masih butuh sosok Desy untuk masalah keuangannya.


Citra menatap lekat ke arah Rian, dia tidak menyangka jika Rian hanya melampiaskan kekesalan dia terhadap Desy dengan cara jalan dengan dirinya.

__ADS_1


"Dasar kamu lelaki brengsek, Mas!" bentak Citra seperti menahan emosi.


Rian menggenggam erat jemari tangan Citra, dia pun terkejut ketika melihat citra yang dihinggapi rasa kesal kepada dirinya.


"Maksudku bukan gitu Sayang, saat ini aku sedang kesal sama Desy karena dia seakan ada hubungan kembali dengan mantan suaminya jadi,,," ucap Rian menggantung karena ucapannya di sambar oleh Citra.


"Jadi melampiaskan sama aku!?" Citra terlihat kesal dan cemberut. Dia pun nampak menepis tangannya yang sedang di genggam erat oleh Rian.


"Jadi kita jalani saja dulu hubungan kita Cit, kalaupun aku putus dari Desy tidak mungkin karena aku baru nikah. Tapi percayalah aku sayang sama kamu," Rian kembali meraih jemari tangan Citra dengan digenggamnya begitu erat.


Citra pun seakan kalah dengan rayuan gombal dari Rian. Citra nampak diam tidak bicara lagi sedikitpun.


__________


Setelah mengantarkan Citra pulang Rian pun nampak melihat situasi Kafe sebentar.


Mata Rian mengelilingi ruangan Kafe, nampak Kafenya terlihat sepi pengunjung.


"Anita kemana?" tanya Rian kepada Risma. yang sedari dia datang tidak menemukan sosok Anita di hadapannya.


"Tadi dia kesini tapi pulang lagi," jawab Risma terlihat sedih dan tidak bersemangat.


"Loh, kenapa?" tanya Rian dihinggapi rasa heran dan penasaran.


"Dia mau pamit!" sambung Dea yang tiba-tiba datang dengan membawa secangkir kopi panas untuk Bos-nya tersebut.


"Maksudnya, pamit apa?" Rian kembali dihinggapi rasa penasaran.


"Pamit untuk tidak bekerja lagi disini," ucap Risma dengan lirih dan pandangan mukanya menunduk.


_______


Ternyata apa yang di takutkan oleh Rian selama ini benar-benar terjadi jika Anita keluar kerja, dalam benak pikirannya berselancar jauh.


Gimana keadaan Kafe jika Anita yang begitu pintar mengelola keuangan dan rajin mempromosikan Kafe, keluar dari tempat kerjanya yang ada Kafenya akan pincang dan mengalami penurunan orang yang datang ke Kafe tersebut.


Arghhhh...


Rian meremas rambutnya dengan kasar nampak dia seperti melamun seakan memikirkan hal yang sangat dia takuti.


"Kenapa dia tidak menunggu saya dulu atau menelepon. Kan kalau tahu gitu tadi aku cepat datang ke Kafe!" Rian terlihat nampak kecewa.


Sementara Dea dan Risma hanya terdiam, mereka pun seakan tidak mau di salahkan oleh Bos-nya tersebut.


"Kamu bisa telepon dia, Ris! Suruh Anita sekarang menghadap saya sekarang juga!" perintah Rian kepada Risma.


Risma hanya menatap Dea, dan Dea pun seperti dihinggapi rasa tidak karuan. Gestur tubuhnya nampak terlihat salah tingkah dan ini memberikan rasa tanya di hati Rian. Sebenarnya yang terjadi ada apa terhadap Anita?


_________


Nampak Rian menghela napas panjang.


"Bisa panggil Anita tidak, atau sekarang dia tengah sibuk untuk mengatur rencana pernikahannya!?" sindir Rian terlihat dihinggapi rasa cemburu.


"Iy-Iya Pak, tadi dia bilang sama aku, dia tadi ada acara katanya mau mempersiapkan acara pernikahannya untuk bertemu dengan keluarga besar dari saudaranya yang berada diluar kota." ucap Risma dengan lirih.


Rian pun merogoh ponselnya di dalam saku celananya kemudian dia terlihat akan menelepon seseorang. Beberapa saat kemudian nampak mukanya terlihat kecewa.

__ADS_1


"Tidak aktif, teleponnya Anita," ucap Rian.


"Nanti saya telepon Pak, biar besok pagi Anita suruh datang lagi ke kantor," bela Risma.


Rian kemudian membuang napas kasar lalu menyeruput kopi panas yang baru saja di sajikan oleh Dea. Setelah itu dia berlalu kedalam ruangannya.


________


Risma pun dan Dea nampak menatap satu sama lain. Mereka seakan berpikir tentang Anita dengan persepsinya masing-masing.


"Harusnya Anita tadi jangan pergi dulu sebelum Pak Rian datang!" tegas Dea.


"Enggak bisa begitu dong, Anita juga kan di kejar waktu jadi dia juga harus mementingkan mana yang harus di dahulukan!" beka Risma sahabat dari Anita.


"Kok kamu bela Anita terus sih, jelas-jelas Anita salah!" Dea terlihat menyalahkan.


"Salah dari mananya?" Risma tetap membela.


"Anita seharusnya nunggu Pak Rian!" Dea ucapannya meninggi.


"Dea, denger ya, Pak Rian tadi aku telepon tidak diangkat. Mungkin Anita pun berpikir sama seperti aku, dia tidak akan datang ke Kafe jadi Anita berpikir dua lebih baik pergi saja tanpa menunggu Pak Rian. Apa kamu ngerti!?" Risma terlihat kesal.


Dea pun nampak terdiam seakan tidak mau berdebat kembali dengan teman kerja tersebut dan melengos pergi.


_________


Sementara Rian ketika dalam ruangan sedang menerima telepon dari Desy, dan Desy mengatakan bahwa dia sudah berada di rumah Bu Viona.


{"Sayang, kamu pulang jam berapa!? Rumah Mamaku yang di Jakarta laku terjual dan aku diberikan uang oleh Mama sebesar 500 juta. Sayang aku mau kasih uang sama kamu untuk mengganti uang kamu yang hilang,"} ucap Desy di sambungan teleponnya.


Rian pun nampak tersenyum licik karena beberapa jam lalu dia teringat ucapan Citra yang menginginkan Rian memberikan pinjaman modal usaha untuknya sebesar 100 juta. Karena Citra berdalih akan buka usaha karena kondisi keadaan dia sedang tidak stabil dalam masalah keuangannya. Rian begitu percaya dengan Citra karena Citra menjanjikan bisnis yang akan dikelolanya nanti akan mendapatkan untung besar dan Rian terbuai dengan janji manis Citra.


__________


{"Aku sebentar lagi pulang Sayang,"} jawab Rian. Dia pun seakan lupa bahwa dia tengah kesal dengan Desy karena cemburu buta jadi rasa kesal dan cemburu itu coba di tepis karena saat ini yang ada di otaknya hanyalah mengambil uangnya Desy.


"Aku gampang menguras uang Desy!" gumam hati Rian.


Rian pun berlalu pergi dari Kafenya tersebut tanpa dia sadari saat ini Kafe sedang mengalami sepi pengunjung.


"Aku mau pulang dulu ada perlu, dan Risma tolong beresin semuanya. Sekarang sepenuhnya aku percayakan kepada kamu karena Anita tidak ada," perintah Rian kepada Risma sambil berlalu pergi.


Risma mengangkat kedua pundaknya dan mengernyitkan dahi. Dia seakan kesal dengan pribadi Rian.


"Kalau aku lama-lama diperlakukan seenaknya oleh Pak Rian, lebih baik aku pun mengundurkan diri dari Kafe ini!" gumam hati Risma.


•••


Jagalah mawar yang baru saja kau miliki dan buanglah duri yang menerpa hinggap.


Bersambung..


Terima kasih yang sudah Like dan baca karya Novelku . ♥️ 🙏🥰 🌹😍


Semoga Reader-ku sehat selalu dan diberikan rezeki yang melimpah ruah.


Aamiin Allahumma Aamiin 🤲

__ADS_1


__ADS_2