
Tante Restu terus mengikuti arah mobil dari Bu Viona yang tengah berada di dalam mobil majikannya itu. Dan setelah beberapa menit kemudian setelah mobil berhenti tepat di jalan yang akan menuju ke arah rumah Bu Viona. Terlihat Bu Viona turun di dalam mobil dengan membawa banyak makanan di dalam keresek dan setelah Bu Viona turun, mobil sang majikan pun berlalu dari hadapannya.
Bu Viona melirik ke arah belakang karena dia yakin sang cucu masih mengikutinya. Dengan menghela napas panjang dan jantungnya yang berdetak cepat. Terlihat mobil Tante Restu tengah terparkir dan nampak sang cucu dan Tante Restu turun dari dalam mobil tersebut.
_____
"Nenek, dari tadi Cantika ikutin loh," ucap Cantika yang tiba-tiba datang menghampiri sang Nenek dan menatap tajam ke arah sang Nenek dengan tersenyum lebar dan matanya yang berkaca-kaca.
Sang Nenek kemudian melebarkan tangannya seakan ingin memberikan pelukan hangat kepada Cantika. Tapi entah mengapa wajah dari sang Nenek seperti dihinggapi rasa malu yang teramat sangat, tatkala melihat sosok sang cucu sudah lama tidak bertemu. Dan dia sebagai sang Nenek seakan tidak tanggung jawab sama seperti anaknya yaitu Rian tidak ada rasa tanggung jawab terhadap sang anak.
Pelukan pun berhamburan di antar mereka sang Nenek seakan tidak kuasa menahan air mata yang terus menerus mengalir deras di hamparan pipinya.
"Ayo, kita ke rumah kontrakan saja, malu banyak orang yang liat," ucap Tante Restu karena tangisan dari Bu Viona dilihat oleh orang yang berlalu lalang melewati arah jalan.
_____
Tiba di rumah kontrakan.
Nampak Rian tengah tertidur dengan selimut tebal menutupi badannya. Dan terlihat obat berantakan di pinggir badannya. Rian nampak tidur di ruangan yang tidak ada barang apapun dan dengan memakai karpet yang sudah lusuh Rian terbaring tidur disana. Tante Restu nampak menghela napas panjang tatkala melihat keadaan Rian seperti itu. Tidak bisa dipungkiri meskipun Rian pernah menyakiti hati Lia namun Rian pun pernah menjadi bagian keluarganya dan Rian dekat dengannya.
"Pah, sakit apa!?" tanya sang anak dengan menitikkan air mata.
Nampak Rian terkejut dan tersenyum bahagia tatkala melihat kedatangan sang anak.
"Sayang, Papa kangen sama kamu, maafkan Papa ya," jawab Rian menangis dan membelai lembut rambut sang anak dengan penuh rasa sayang.
"Tan, maafkan Rian kalau selama ini Rian banyak salah terhadap Tante juga Lia. Rian tidak mau dijauhkan dengan Cantika karena Rian sangat sayang dengan anak ini," ucapnya. Cantika hanya menangis, bayangan dia tentang sang Mama yang sibuk tiba-tiba hinggap di benak dan pikirannya.
"Cantika juga pengen sama Papa! Mama sibuk enggak ada waktu sama Cantika," ucap seakan mengadu kepada sang Papa.
"Sayang, mungkin saat ini Mama sedang sibuk tapi nanti ada waktunya, dia tidak sibuk dan kamu bisa bersama lagi dengan Mama kamu," sang Papa mencoba menenangkan hati sang anak.
__ADS_1
______
Rian pun tahu diri tidak mungkin dia mengambil sang anak dari Lia. Mungkin ini akan menjadi masalah besar baginya karena Cantika sangat di sayangi oleh keluarganya.
Rian nampak menenangkan sang anak dan tidak memojokkan Lia, Mama dari anaknya tersebut.
"Papa sekarang sudah di titik rendah Nak, hanya bisa pasrah dan sabar saja. Jika Mama kamu mengijinkan kamu bertemu sama Papa, kamu boleh datang kapan saja kesini," ucap Rian kepada sang anak.
•••
Sementara Tante Restu matanya tengah berselancar mengelilingi tempat kontrakan Rian yang nampak tidak ada apa-apa di dalam rumah tersebut. Tante Restu terlihat merasa iba dengan kondisi Rian saat ini. Dalam benak sang Tante berpikir.
"Begitu drastis keadaan Rian saat ini, dulu yang gagah dan punya banyak uang tapi sekarang keadaannya sungguh memperihatinkan," Tante Restu hanya bisa mengelus dada.
______
"Silahkan diminum teh hangatnya," ucap Bu Viona yang tiba-tiba datang dari dalam dapur.
"Rumah kontrakan kami nunggak," ucapnya terlihat malu dan dihinggapi wajah yang sedih.
"Biar nanti aku yang ngomong sama Ibunya Lia," ucap Tante Restu.
Tante Restu yang begitu tegas akhirnya bisa luluh tatkala melihat air mata dari Viona dan Rian adalah bukan air mata buaya tapi air mata yang nyata adanya.
______
Tante Restu pun menawarkan rumah dia yang kosong dan alangkah baiknya di isi oleh Rian dan sang Ibu. Nampak Rian dan sang Ibu saling berpandangan. Rian teringat dengan ucapan sang Ibu tadi malam dan meraka merencanakan akan pindah ke kampung karena hidup di kota terasa perih dan untuk menghindari masa lalu yang sangat suram.
"Kita akan pulang kampung kebetulan adik dari aku, rumahnya kosong dan akan kita tempati. Adikku pindah keluar kota rumahnya. Dari pada disini kita bayar kontrakan tidak terbayar dan hidup.kita sekaan tidak ada arti lagi jadi lebih baik kita pindah saja," ucap Bu Viona kepada Tante Restu menitikkan air mata.
•••
__ADS_1
Terlihat Cantika seperti dihinggapi rasa sedih tatkala sang Nenek seperti akan meninggalkan dirinya. Spontan Cantika memeluk sang Nenek dan sang Nenek pun seakan memahami hal tersebut.
"Sayang, nanti kamu kapan saja bisa datang ke kampung sama Tante Restu," ucap Bu Viona terlihat sedih.
Tante Restu pun nampak menitikkan air mata karena dia begitu memahami perasaan hati Cantika saat ini seperti apa.
Bi Viona terlihat penuh penyesalan di dalam hatinya. Rasa sesal telah mengkhianati menantunya, dan rasa sesal telah menelantarkan cucunya. Air mata penyesalan seakan tidak bisa dia redakan untuk sesaat saja nampak terlihat linangan air mata yang terus menetes di ujung matanya.
"Yang penting sekarang mendekatkan diri kepada pencipta dan minta maaf," ucap Tante Restu mencoba menenangkan Bu Viona.
______
Ting...
Tiba-tiba pesan masuk ke ponselnya Tante Restu dan nampak terlihat pesan dari sang Kakak yang menanyakan keberadaannya sedang dimana. Nampak Ibunya Lia mengabarkan ada Tante Dini dan suaminya atau Kakek dari Cantika datang ke rumah dan ingin bertemu dengan Cantika.
Nampak terlihat sang Tante seakan dihinggapi rasa serba salah tatkala akan mengabarkan berita tersebut kepada Cantika bahwa ada Tante Dini datang ke rumah sang Nenek karena ada keberadaan Bu Viona atau istri tua dari Tante Dini.
•••
Ketika Bu Viona memasuki kamar, sang Tante pun berbisik ke telinga Cantika dan mengabarkan ada Tante Dini di rumah, karena kedatangan Tante Dini sangat dinanti oleh Cantika. Sosok Tante Dini, istri kedua dari Papanya Rian sangat baik dan penuh kasih itu yang di rasakan oleh Cantika ketika dia masih bersama sang Papa atau kedua orang tuanya sebelum cerai.
"Tante Dini ada di rumah," ucap sang anak tersenyum lebar.
Nampaknya Rian mendengar bisikan dan ucapan dari percakapan sang anak dan Tante Restu.
"Tan, Rian harap jangan bilang sama Papa kalau Rian dan Ibu Viona mau pindah ke kampung kepada Papa," ucap Rian kepada Tante Restu seakan memberikan pesan.
Nampak Tante Restu pun menganggukkan kepalanya, sementara Cantika hanya menatap sang Papa yang masih terlihat dihinggapi rasa salah dan pilu.
Bersambung...
__ADS_1