Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 104 Rasa bahagia


__ADS_3

Malam semakin larut nampak Lia tidak bisa memejamkan matanya, padahal jam menunjukkan pukul 12 malam sedangkan keluarga Adrian pulang sekitar pukul 9 malam.


Rasa gembira dan kesal campur menjadi satu, Lia gembira karena malam ini sang pujaan hati sudah memutuskan untuk menikahi dirinya 3 bulan ke depan, sedangkan rasa kesal yang hinggap dalam diri karena ulah sang mantan suami Rian yang mencoba mengganggunya terus lewat ponsel sang anak.


_______


"Kalau aku memutuskan silaturahmi antara anak dan Papanya itu hal yang tidak mungkin aku lakukan. Tapi di lain sisi Rian selalu menggangguku." batin Lia menjerit tidak karuan.


Lia berpikir selalu ada hal yang buat dia kesal dan tidak tenang dengan kelakuan mantan suaminya itu. Lia pun berpikir jauh tentang Rian. Apa mungkin Rian putus dari Desy sehingga mengejar cintanya lagi? Bagi Lia itu tidak mungkin juga dia lakukan kalau harus bersatu lagi dengan Rian karena jika seseorang sudah melakukan perselingkuhan sekali pasti dia akan melakukannya lagi untuk yang kesekian kalinya.


Dan jika di lakukan terus menerus perselingkuhan tersebut, seseorang itu mengalami gangguan mental yang erat dihubungkan dengan bordeline personality disorder (BPD).


____


Lia berpikir sebelum berpacaran dengan Desy pun Rian telah lebih dulu menjalin cinta dengan Citra tapi Lia hanya memendam itu semua, dan memaafkan sang suami.


"Brengsek kamu Rian, aku sebenarnya ingin membalaskan dendam aku terhadap kamu! Bisa saja aku menjauhkan anakmu jangan ketemu lagi dengan kamu tapi mungkin itu dosa, dan aku mungkin akan di laporkan olehmu ke jalur hukum karena aku tidak boleh mempertemukan antara anak dan darahnya dagingnya sendiri yaitu Papanya." Lia menggerutu sendiri.


Dalam benaknya Lia juga berpikir dia belum membuat perhitungan kepada Desy setelah yang dia lakukan yaitu berkhianat kepada Lia sang sahabat.


_____


Lia menghela napas panjang.


Lia kemudian nampak membuka layar ponselnya dan melihat galeri foto. Foto Rian sudah dihapus Lia semua, dan terlihat disana ada foto sang anak yang masih bayi tersimpan rapi dan disana ada tulisan Rian.


•••


"Nak, kelak kamu dewasa jadilah anak yang sholehah dan selalu menjaga kedua orang tuamu, Papa sangat sayang sama kamu rasanya dengan kehadiranmu di dunia seperti bidadari yang turun dari langit kau cahaya hidupku," tulisan yang di sampaikan oleh Rian begitu sempurna tidak ada celah sedikitpun dia akan menyakiti Lia.


•••


Foto lain kebersamaan Lia dan sang anak, Rian pun menuliskan tulisan.


"Kalian berdua bidadari-ku tak akan aku sia-siakan kasih sayangku hanya untuk kalian," tulisan tersebut menggambarkan betapa sayangnya Rian kepada sang istri dan anaknya. Terlihat dari tulisannya tersebut rasa cinta Rian tulus tak akan terbagi.

__ADS_1


•••


"Argh...mikir apa kamu Lia!" ucap Lia.


Kemudian Lia membuka aplikasi WhatsApp disana terlihat Adrian masih online, Lia pun dengan sengaja dia mengirimkan sebuah pesan.


{"Mas, belum tidur?"} tulis pesan Lia.


Tidak butuh menunggu waktu lama Adrian pun membalaskan pesannya kepada Lia.


{"Lagi demam enggak bisa tidur,"} balas pesan Adrian.


{"Lo, kok, bisa Mas, tadi enggak apa-apa, sudah minum obat belum Mas!"} nampak Lia mengkhawatirkan Adrian.


{"Belum,,,"} balas Adrian.


{"Aduh Mas, minum obat nanti kamu sakit,"} balasnya kembali. Lia meremas rambutnya dengan lembut.


{"Sudah kok ini agak mendingan,"} tulis pesan kembali Adrian.


{"Aku demam rindu dan obatnya kamu. setelah kamu memberikan pesan hatiku tenang Lia. hehe..."} Adrian memberikan pesan dengan emotion senyum.


______


Sontak Lia dibuat kesal sekaligus ingin tertawa karena Adrian begitu pandai membuat dia khawatir. Lia pun berpikir pasti Adrian hatinya sedang berbunga-bunga setelah berkunjung ke rumahnya, dan mendapatkan sambutan ramah dari kedua orang tuanya yang menjadikan dia tidak bisa tidur.


{"Sayang, kamu sendiri kenapa enggak bisa tidur?"} tulis pesan Adrian kepada Lia.


Lia sebenarnya ingin bicara kepada Adrian yang mengakibatkan dia tidak bisa tidur karena memikirkan mantan suaminya yang selalu mengganggunya tapi niatnya dia urungkan karena takut Adrian kembali tersulut emosi, Lia pun baru menyadari ternyata Adrian orangnya tipe cemburu berat.


"Aku juga sama tidak bisa tidur karena memikirkan kamu Mas,"} balas pesan Lia mencoba menyenangkan hati Adrian.


_____


Nampak balasan yang di berikan oleh Adrian begitu ada jeda mungkin dia dihinggapi rasa gembira yang luar biasa karena baru malam ini dia mendengar pesan dari wanita yang begitu sangat dia cintai berbalas dengan rasa bahagia yang hinggap di dirinya.

__ADS_1


{"Apa benar yang kamu ucapkan Sayang? Kamu malam ini memikirkan aku?"} gumam hati Adrian. Dia seakan tidak percaya dengan apa yang di tuliskan pesan dari Lia. Adrian berkali-kali membaca pesan tersebut seperti anak ABG yang sedang baru jatuh cinta.


{"Mas,, I love you ♥️,"} tulis pesan kembali Lia.


Sontak Adrian hati dan pikirannya terasa di awang-awang karena Adrian jatuh cinta hanya pada Lia saja jadi ketika mendapatkan pesan yang membuat hatinya terbakar api cinta hatinya tidak karuan.


{"I love you too Sayang, ♥️"} balas pesan Adrian.


______


Beberapa menit kemudian.


Adrian pun nampak menelepon Lia dengan suara lembutnya dan terdengar dihinggapi rasa grogi ketika berkata karena kini dia tengah berhadapan dengan orang yang sangat dicintai dan disayanginya.


{"Sayang aku belum cerita sama kamu! Aku ada hadiah untuk kamu. Sebenarnya aku ada rumah dan mobil, dan itu semua khusus aku hadiahkan untuk kamu sebagai calon istriku,"} ucap Adrian.


Sontak mata Lia terbelalak hatinya berbunga-bunga antara sedang dan terharu campur menjadi satu, mata Lia berkaca-kaca.


{"Mas, kamu membuat aku bahagia, terima kasih sebelumnya Mas, atas semua yang kamu berikan kepadaku,"} jwwab Lia.


{"Kalau kamu senang Lia, aku pun turut senang karena itu yang aku harapkan, menyenangkan hati wanita yang aku sayangi dan kagumi yaitu kamu."} Adrian terdengar haru ketika berucap.


_______


Nampak di ujung matanya Lia pun meneteskan air mata, dia seakan di jadikan Ratu oleh Adrian padahal dia begitu tidak percaya diri dengan status dirinya yang pernah gagal dalam membina rumah tangga.


"Ya, Allah terima kasih karena kau telah memberikan aku pasangan yang begitu baik dan tulus mencintaiku rasanya aku tidak bisa berkata-kata selain mengucap syukur kepadamu," gumam hati Lia.


{"Sekali lagi terima kasih ya, Mas, aku bahagia sekali malam ini,"} ucap Lia.


{"Nah, sekarang kamu tidur Lia karena sudah puas mendengar suara aku, dan aku sudah bilang sama kamu. Aku akan memberikan kamu sebuah hadiah. Jadi mudah-mudahan tidur kamu nyenyak. Hehehe,,," Adrian kembali buat Lia ingin tersenyum dan tersipu malu.


{"Mas, juga tidur karena sudah tidak demam rindu lagi karena sudah mendengar suara calon istrimu,' } sindir Lia.


Akhirnya mereka pun menutup sambungan teleponnya. Lia pun kembali memejamkan matanya dan tersenyum bahagia rasanya dia ingin cepat menjadi istrinya Adrian.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2