Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 53 Tante Restu mengkhawatirkan Lia


__ADS_3

Pagi itu nampak cuaca sangat cerah sang mentari seakan ingin menampakkan sinarnya.


Baru saja Lia selesai mandi karena dia mau bertemu dengan temannya Tante Restu yang mengajak dia untuk berbisnis.


Drett...Drett...Drett..


Tiba-tiba bunyi suara telepon berdering terus-menerus dari ponselnya Lia karena dihinggapi rasa penasaran Lia pun melihat ponselnya itu.


Setelah Lia melihat ponselnya nampak terlihat Tante Dini yang menelepon. Lia pun seakan ragu untuk mengangkat telepon tersebut. Lia nampak berpikir lama tatkala mau mengangkat telepon tersebut.


"Lia itu ada bunyi suara telepon! kenapa kamu nggak angkat?" tanya Tante Restu.


"Iya,,, telepon dari Tante Dini lebih baik aku angkat jangan teleponnya?" tanya Lia kepada Tante Restu. Lia seakan ragu untuk mengangkat teleponnya dan dia berpikir mungkin yang menelepon adalah sang mantan Bapak mertua yang memakai ponselnya istri mudanya atau Tante Dini.


Tante Restu pun nampak terlihat bingung.


"Ya, sudah angkat saja!" jawab sang Tante.


Kemudian Lia pun mengangkat telepon tersebut.


{"Halo,,Tante,"} ucapnya terdengar lirih.


{"Lia, apa kabar? Tante mau nanya, apa benar kamu sudah menggugat cerai Rian!? Tante barusan dengar dari Bapaknya Rian, katanya Bu Viona yang kasih tahu!"} ucap sang Tante seperti dihinggapi rasa tidak rela jika Lia bercerai dengan anak suaminya itu, karena kedekatan Tante Dini erat terjalin dengan Lia bahkan Tante Dini sudah menganggap Lia seperti anaknya sendiri.


Nampak Lia menghela napas panjang.


{"Benar Tante, saya sudah menggugat Rian karena Rian berselingkuh dengan Desy sahabatku sendiri,} ucap Lia.


"Kenapa kamu gugat cerai Rian!? Kan Rian baik dan tanggung jawab terhadap keluarga. lagian kalau Desy nya baik tidak apa-apa," sang Tante terlihat mencoba menggoda Lia.


•••


Tante Dini berkata begitu mungkin karena dia juga istri kedua dari Bapaknya Rian tapi masalahnya Bapak Rian berselingkuh dan akhirnya menikahi Tante Dini karena dia beralasan, dia dengan sang istri atau Ibunya Rian sudah tidak ada kecocokan karena Ibu Viona tidak memberikan rasa nyaman terhadap sang suami dengan perangainya yang buruk suka marah tidak jelas dan mengatur suami. Di saat itulah Tante Dini masuk ke ruang lingkup rumah tangga Bapaknya Rian dan terjadilah perselingkuhan diantara mereka.


•••


"Heiiiii, Dini! Kamu jangan mempengaruhi keponakan saya ya, untuk kembali dengan Rian anak suami kamu!" telepon pun disambar oleh Tante Restu yang mendengar pembicaraan antara keponakannya dengan Tante Dini, karena ketika Lia menerima sambungan telepon dari Tante Dini, ponselnya di besarkan volumenya, dan otomatis semua pembicaraan dirinya dengan Tante Restu nampak terdengar begitu jelas.


_____


Sontak Tante Dini terkejut dengan suara yang datang dari Tante Restu."Maaf,,,maaf Tante Restu, sehat Tan?" tante Dini langsung meminta maaf kepada Tante Restu dan mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan keadaan kabarnya dari Tante Restu.

__ADS_1


"Kamu jangan terlalu banyak basa-basi Dini!! Dengarkan baik-baik, kamu jangan pernah mencoba untuk menyatukan kembali keponakanku dengan Rian meskipun dengan dalih Desy sahabatnya Lia itu baik!


Atau mungkin kamu berharap Lia, keponakanku mau seperti kamu dengan suaminya mempunyai dua istri!?" sindir Tante Restu kepada Tante Dini.


Terdengar jelas Tante Restu begitu kesal ketika berucap karena dari nada bicara Tante Dini, dia begitu berharap agar Lia kembali rujuk dengan anak suaminya itu.


___


Sontak Tante Dini terkejut dengan ucapan Tante Restu, dia mengenal pribadi Tante Restu. Dia pribadi yang baik dan dia pun suka bertemu dengan Tante Dini dan selama ini Tante Restu pun tidak pernah menyinggung masalah Tante Dini yang menikah dengan Bapaknya Rian, tapi hari ini ucapan Tante Restu begitu menyakitkan hati Tante Dini.


Tante Dini pun terdengar sesenggukan menangis mendengar ucapan dari Tante Restu yang menyindir dirinya itu.


____


Tante Restu pun menutup sambungan teleponnya. Dengan emosi memuncak nampak terlihat jelas dari raut muka sang Tante. "Lia,, kalau Tante Dini minta bertemu dengan kamu, awas kamu jangan sendiri harus di temani dengan Tante, karena Tante tahu dia pasti niatnya ingin menyatukan kamu dengan Rian. Suaminya pasti yang menyuruh dia untuk mempersatukan kamu kembali dengan anaknya." sang Tante terlihat begitu perhatian terhadap keponakannya itu.


Lia hanya diam tidak bergeming sedikitpun.


Dia diam tidak bicara apapun terhadap sang Tante karena takut salah bicara.


____


Lia pun akhirnya berkemas untuk pergi bersama Tante Restu.


Setelah memasuki mobil nampak Lia, diam seribu bahasa dia sepertinya teringat terus dengan ucapan Tante Dini, dan dia pun berpikir betapa tersindir nya Tante Dini oleh Tante Restu.


"Pasti Tante Dini hatinya sekarang terluka dengan ucapan Tante Restu yang menyindirnya," gumam hati Lia.


Pandangan Lia mengarah ke depan ketika berada dalam mobil namun hatinya dan pikirannya tengah sibuk memikirkan hati Tante Dini.


"Lia,,sudah, kamu jangan terus menerus memikirkan Tante Dini lupakan dia. Mungkin kamu teringat omongan Tante tadi ya? Yang menyindir Tante Dini," ucap Tante Restu menepuk pundak Lia.


Lia nampak terkesiap dengan tepukan Tante Restu dan mencoba membuyarkan lamunannya.


"Ng-nggak Kok, Tante! enggak memikirkan Tante Dini," jawabnya dengan gugup.


_____


Memang kebaikan Tante Dini selama ini terasa begitu baik karena Tante Dini sifatnya beda dengan ibunya Rian yang bawel dan suka mengatur, sedangkan dia merasa nyaman kepada istri mudanya sang mantan mertua. Tapi pandangan Tante Restu beda terhadap Tante Dini, dia tetaplah pelakor dan Tante Restu berpikir Tante Dini akan mempengaruhi Lia agar mau rujuk dengan Rian. Padahal Tante Dini hanya bercanda dengan mencoba menyatukan kembali Rian dan Lia karena Tante Dini pun tahu sifat dari Rian seorang playboy sama dengan suaminya yang mempunyai istri dua.


___

__ADS_1


Tiba di rumah temennya Tante Restu.


"Restu kamu semakin muda dan cantik ya, apa kabarnya!?" ucap temannya Tante Restu menyalami dan memeluk Tante Restu yang sudah lama tidak bertemu.


"Aku baik,, Oh iya, kenalkan ini keponakanku yang aku ceritakan kemarin yang mau bergabung dengan bisnis kamu." ucap Tante Restu tersenyum lebar.


•••


"Tante Bella,,," ucapnya.


Temannya Tante Restu pun mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah.


"Saya Lia, keponakannya Tante Restu," ucap Lia dan Lia pun mengeluarkan tangannya dengan tersenyum renyah kepada temannya Tante Restu.


"Keponakanmu cantik ya, katanya baru punya anak satu ya?" tanya Tante Restu menatap lekat kepada Lia.


Lia pun menganggukkan kepalanya, dan kembali tersenyum kepada temannya Tante Restu.


"Iya,, seperti Tantenya cantik," ejek Tante Restu.Sang Tante pun tertawa terbahak. Tante Bella pun ikut tertawa.


----


Lia pun nampak matanya berselancar melihat ruangan sekitar di sana terlihat foto-foto seorang model yang memakai baju rancangannya. Begitu nampak terlihat indah gaun yang dirancang oleh temannya Tante Restu itu, dan model yang dia pakai terlihat cantik dan memesona.


Degh .


Tiba-tiba tatapan Lia mengarah ke foto gambar anak kecil yang memakai gaun rancangan Tante Bella.


"Itu kan, Cantika anakku!" gumam hatinya.


Lia dihinggapi rasa heran karena anaknya Cantika, foto gambarnya tengah terpampang di rumah temannya Tante Restu.


Lia pun merasa kaget karena baju yang dipakai oleh Cantika, setelah dipikir panjang oleh Lia, baju itu adalah baju yang ketika Cantika pulang diantarkan oleh Rian dan Cantika berbicara bahwa sudah bertemu dengan Desy dan baju tersebut diberikan oleh Desy untuk acara syukuran.


•••


Karena melihat sang keponakan dihinggapi rasa heran begitupun dengan Tante Bella, karena Lia nampak bola matanya lekat ke arah foto tersebut dan sang Tante pun bertanya kepada Lia tanpa melihat foto yang tengah ditatap oleh Lia


"Ada apa Lia!? Kamu suka dengan baju yang dipakai oleh model cilik itu!?" sang Tante pandangannya lekat ke arah Lia.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2