
Desy nampak keluar dari dalam Kafe tersebut dan melajukan mobilnya dengan cepat, rasa kesal, kecewa dan malu tumpah jadi satu karena seakan di permalukan oleh Lia di depan umum.
Desy sesenggukan di dalam mobil menangis, sebenarnya dia pun menyadari, dia yang salah telah merebut Rian, suami nya Lia. Tapi entah kenapa rasa cinta terhadap Rian begitu dalam yang dia rasakan saat ini.
Desy pun seakan tidak mau pantang menyerah untuk bisa mendapatkan Rian dari Lia, dan sampai saat ini Desy tidak tahu bahwa Lia sudah menggugat Rian sang suami.
Lia pun tadi ketika bertemu dengan Desy tidak mau membicarakan hal tersebut karena bagi Lia tidak penting itu semua untuk dibicarakan dengan Desy sang pelakor.
___
Tiba di rumah.
Akhirnya Desy sampai juga di rumahnya.
Desy pun memasukkan mobilnya ke dalam garasi dengan kasar, dan suara mobil yang terdengar tidak bersahabat di telinga pun, membuat semua orang yang sedang duduk di teras rumah, pandangannya tertuju ke arah suara mobil tersebut.
Kebetulan di rumah Desy mau diadakan acara syukuran rumah baru, jadi semua keluarga sedang berkumpul di rumah Desy.
Nampak Desy memasang muka cemberut tatkala keluar dari dalam mobil dengan baju yang kotor, karena terkena cipratan kopi hitam yang tadi ditumpahkan dengan sengaja oleh Lia ke mukanya Desy.
Nampak muka Desy pun tidak ada lagi polesan make- up yang menempel di sana, karena sudah dihapus oleh tisu yang terkena cipratan kopi juga.
____
Sontak semua mata tertuju ke arah Desy, semua orang yang berada di teras rumah dihinggapi rasa heran tatkala melihat muka Desy yang terlihat lusuh, dan tanpa polesan make-up. Baju Desy pun yang terlihat nampak kotor penuh dengan ampas kopi yang berwarna hitam.
_____
Desy nampak berjalan ke arah teras, dan semua terlihat sedang memandanginya.
"Des,,,kenapa!?" tanya sang Mama, dengan memasang muka yang dihinggapi rasa heran menatap lekat kepada sang anak.
"Iya,,kenapa kamu Des!?" sambung Tante Mira yang mempunyai sifat sama seperti Desy licik. Tante Mira terlihat meringis saat melihat muka dan baju Desy yang masih ada tersisa ampas kopi.
__ADS_1
Desy hanya menatap satu persatu semua orang yang berada di sana, matanya berkaca-kaca tapi nampak terlihat ada rasa kesal dari raut mukanya.
Dia membuang napas kasar, lalu dengan cepat menyeret langkahnya ke kamarnya.
Tanpa berkata sedikitpun kepada semua orang yang tengah berada di teras, padahal semua orang yang ada disana menunggu jawaban dari Desy, apa yang sebenarnya terjadi.
___
Sontak sang Tante dihinggapi rasa khawatir terhadap keponakannya tersebut, dia pun berlari mengikuti Desy dari arah belakang.
Tatkala sudah sampai di depan pintu kamar, lalu Desy membuka pintu kamar tersebut dan menutupnya kembali. Tapi dengan cepat sang Tante menarik handle (gagang) pintu tersebut, lalu Tante Mira pun ikut masuk ke dalam kamar.
Nampak terlihat Desy merebahkan badannya dengan kasar di atas kasur dan terisak tangis.
"Des,,,kamu kenapa!?" tanya sang Tante terlihat dihinggapi rasa khawatir kepada sang keponakannya itu. Karena sang Tante teramat sayang kepada keponakannya tersebut, dan dia mengusap kepala rambut Desy, lalu membersihkan kotoran ampas kopi yang masih ada tersisa di rambut dan bajunya.
"Sayang,,,apa yang sebenarnya terjadi!?" kembali Tante Mira bertanya lagi kepada Desy yang semakin terisak tangis tatkala sang Tante mengusap rambutnya yang sedang terurai menutupi bantal.
_____
Desy kemudian membalikkan mukanya ke arah sang Tante sambil mengelap cucuran air matanya itu, lalu dia menatap sang Tante.
Desy pun kemudian menceritakan semua apa yang menimpa dirinya barusan ketika bertemu dengan Lia.
•••
Sontak sang Tante terkejut dengan pernyataan yang di ucapkan oleh sang keponakannya itu. Tante Mira pun seakan tidak mau menerima jika keponakannya tersebut di perlakuan dengan cara yang tidak wajar, dan di permalukan di depan umum.
"Kenapa si Lia berbuat seperti itu, harusnya ngomong baik-baik sama kamu, jangan mempermalukan kamu di depan umum!" ucap sang Tante dihinggapi rasa marah.
____
Tante Mira nampak terlihat dihinggapi rasa emosi kepada Lia, padahal seharusnya sang Tante jangan menyalahkan Lia, karena Lia kesal terhadap Desy yang telah merebut suaminya tersebut. Memang watak sang Tante dan keponakannya sama-sama Pelakor jadi otak dan pikirannya gila tidak punya perasaan.
__ADS_1
___
Tiba-tiba sang Mama menghampiri Desy di dalam kamar, karena sang Mama pun dihinggapi rasa khawatir terhadap sang anak yang tiba-tiba datang dengan baju yang kotor dan muka lusuh.
"Ada apa Nak!?" tanya sang Mama, dan pandangannya lekat ke arah sang anak.
Desy hanya diam tidak bergeming dengan pertanyaan sang Mama, karena dia pun berpikir jika dia bicara kepada sang Mama percuma saja, karena sang Mama pasti membela Lia, karena sang Mama masih peduli terhadap Lia dan sang Mama tidak mendukung jika Desy menikah dengan Rian.
"Lia,,,ini semua gara-gara Lia!?" ucap Tante Mira. Sang Tante langsung menyambar jawaban. Karena sang Tante pun sudah berpikir panjang, bahwa sang keponakan pasti tidak akan berani menceritakan semua hal yang menimpa dirinya karena ada kaitannya dengan Lia.
Dan Sang Tante pun seakan tahu, pasti Mamanya Desy atau sang Kakak tidak akan membela omongan Desy.
•••
"Ada apa,, kamu berantem dengan Lia!? Mama sih, berpikir mungkin Lia menumpahkan kopi atau apa lah,,,, noda di bajumu. Dan kamu tidak mau menerimanya!" sindir sang Mama.
Mamanya Desy seakan tidak mau peduli terhadap apa yang menimpa sang anak. Hanya rasa kecewa yang di terucap dari mulutnya, karena sang anak berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
•••
Tante Mira pun terlihat mendelik dengan ucapan yang dia dengar dari mulut sang Kakak, dia seakan tidak mau menerima jika sang Kakak bersifat acuh seakan membela Lia dan tidak membela anaknya itu.
"Kamu memang tidak pernah peduli dengan anakmu, makannya anakmu dekat denganku. Kamu itu hanya memikirkan diri kamu sendiri selama ini!!" sindir Tante Mira.
Tante Mira seakan meluapkan semua rasa kesal nya yang selama ini dia pendam kepada sang Kakak yang selalu sibuk dan kurang perhatian terhadap sang anak.
Nampak terlihat Mamanya Desy pun tersindir dengan ucapan sang adik, lalu pandangan dia terlihat sinis. "Kamu jangan ikut campur terus dengan urusan keluarga aku Mira!!" sentak sang Kakak dengan sorot mata tajam.
_____
Percekcokan pun terjadi di antara mereka berdua, yang mengakibatkan Desy dihinggapi rasa kesal dan pipinya sedikit terasa ngilu akibat tamparan yang begitu keras dari Lia tadi di Kafe.
"Sudah,,,sudah, semua keluar! Desy mau istirahat dulu, sebelum acara syukuran dimulai, pipiku sakit dan kepala pusing!" ucap Desy. Terlihat meringis menahan rasa linu dan sakit yang dirasakan dari pipinya yang di tampar tadi oleh Lia.
__ADS_1
Bersambung...