
Lia dan Ardian pun menyeret langkah kakinya menuju lorong tersebut, dengan emosi yang memuncak terlihat dari wajah Lia memerah.
Ketika Lia dengan cepat menyeret langkahnya tepat di depan pintu masuk Super Market.
Bruk...
Lia menubruk seorang laki-laki, wajah Lia tepat berada di dada laki-laki tersebut. Lia pun seakan sudah tidak asing lagi dengan wangi parfum yang tengah dipakai oleh lelaki tersebut. Secara bersamaan pandangan sang lelaki tersebut dan Lia bertatapan.
"Rian,,,!" ucap Lia terhenyak.
Dengan cepat Lia memundurkan kakinya dan menggenggam erat tangan Adrian.
"Mas,,," ucap Adrian tersenyum ramah kepada Rian yang sedang menatap Lia.
Rian pun melengos ketika Adrian memanggilkan namanya. Dada Rian saat itu terasa sesak dan bergemuruh tidak karuan karena dihinggapi rasa cemburu ketika melihat Lia sang mantan istri tengah menggenggam erat jemari tangan Adrian.
_____
Rian pun berjalan dengan cepat untuk menyusul sang Ibu ke dalam Super Market, karena Rian khawatir kepada sang Ibu, terlalu lama dia di dalam Super Market.
Degh..
Rian dibuat kaget oleh sang Ibu karena dia mendapati Ibunya sedang terkulai duduk di bawah lantai, dan Rian pun melihat sang pelayan mencoba membantu sang iybu untuk bangkit di lantai tapi sepertinya Ibu Viona bandel dia masih saja duduk dengan meringis merasakan rasa sakit.
"Ibu,,,! Kenapa Bu," tanya Rian dengan cepat membantu sang Ibu untuk tegap berdiri.
"Punggung Ibu sakit Nak, jatuh. Tadi Ibu di dorong oleh si Lia!" ucap Ibu Viona berbohong.
"Apa,,! Ibu benar di dorong oleh Lia?" tanya Rian dihinggapi rasa kesal.
Ibu Viona menganggukkan kepalanya dan meringis menahan rasa sakit.
"Ayo, Bu,,kita duduk dulu di kursi," ucap Rian.
______
Kemudian Rian membawa sang Ibu ke arah tempat makan yang Rian tadi duduki ketika menunggu sang Ibu.
Rian kemudian melambaikan tangannya kepada sang pelayan.
"Bu itu pelayannya mau ke sini, dan nanti Ibu terserah mau makan apa aja, atau mau minum. Rian mau keluar dulu sebentar ya, tunggu ya Bu, awas jangan kemana-mana," ucap Rian. Dia pun berlalu dari hadapan sang Ibu yang tengah meringis menahan rasa sakit di bagian punggung.
______
"Aku rasa kalian masih di parkiran, awas ya Lia, tunggu pembalasanku! Enak saja kamu dorong Ibuku!" nampak Rian dengan cepat menyeret langkah kakinya ke arah luar untuk mengejar Lia dan Adrian.
__ADS_1
Tiba di luar.
Nampak di sana terlihat Lia dan Adrian mau memasuki mobil, Rian pun berteriak memanggil.
"Lia,,,,Tunggu!" teriak Rian.
Sontak pandangan Lia dan Adrian tertuju ke arah suara yang datang. Terlihat jelas oleh kedua bola mata Lia, Rian sedang berjalan menghampirinya.
"Lia,,kamu kurang ajar ya, berani-beraninya kamu dorong Ibuku! Kamu boleh benci Ibuku karena dia tidak suka dengan kamu. Tapi itu dulu,,,dulu Lia! Sekarang kamu dengan Ibuku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dan tolong kamu jangan benci Ibuku lagi,!" ucap Rian dengan telunjuk mengarah ke wajahnya dan mata Rian melotot.
Sontak Lia dan Adrian satking berpandangan karena dia heran dengan apa yang telah di ucapkan oleh Rian, karena Ibu Viona kembali menghasut dirinya.
"Jaga mulut kamu ya!" Lia pun melotot ke arah Rian karena dia tidak rela dengan ucapan yang di tuduhkan oleh Rian.
"Kamu jangan mengelak Lia!" ucap Rian lagi.
"Mas,, Ibunya Mas, tadi tersungkur sendiri, jadi bukan Lia yang mendorongnya," bela Adrian, dan dia pun mencoba menenangkan situasi jangan sampai tersulut emosi.
"Diam kamu! kamu jangan ikut campur dengan masalahku sama Lia atau mungkin kamu ingin mengambil hati Lia seakan-akan kamu itu pahlawan yang selalu membela dia!" sindir Rian dengan pandangan sinis.
"Aku tidak membela Lia karena aku melihat sendiri kejadiannya Mas, Ibunya Mas memang terjatuh dengan sendirinya," ucap kembali Adrian mencoba mengatur deru napasnya yang mulai tidak beraturan karena pandangan Rian kini seakan dihinggapi rasa kesal dan amarah yang membara menyorot tajam ke arahnya.
"Diam kamu!" telunjuk Rian mengarah ke kening Adrian.
Mendapatkan perlakuan kasar seperti itu Lia sang kekasih seakan tersinggung, sementara Adrian santai saja dan tidak menggubris.
Lia dengan cepat menangkis tangan Rian yang tidak sopan itu. Sontak Rian pandangannya kini mengarah kearah Lia. Dalam diri Rian dihinggapi rasa cemburu yang teramat besar.
Entah setan apa yang datang secara tiba-tiba menghampiri hati Rian sang mantan suami itu. Rian mengelus lembut pipi Lia dengan jemari tangannya dan tersenyum menggoda.
PLAK...
Tamparan indah melayang ke arah pipi Rian, Frisilia Mehendra seakan tidak rela di perlakukan seperti itu oleh Rian sang mantan suami yang tengah dihinggapi rasa cemburu.
"Mas,,kamu harus sopan ya, terhadap wanita," ejek Adrian.
"Awas, ya, kamu jangan ikut campur," ucap Rian kembali.
"Jelas-jelas aku akan ikut campur kalau kekasihku digoda oleh lelaki hidung belang seperti Mas," sindir kembali Adrian.
_____
Tangan Rian yang tengah meringis menahan rasa sakit, karena tamparan barusan yang di layangkan oleh Lia.
Seketika Rian pun ingin meluapkan rasa marah, kesalnya kepada Adrian yang dia pendam sejak kemarin ketika bertemu di rumah Lia. Tangan Rian pun reflek ingin menghantam Adrian namun dengan sigap Adrian yang menghantamnya. Dia melakukan serangan bogem mentah ke arah perut Rian.
__ADS_1
Rian pun merasa tertantang, akhirnya mereka saling serang melakukan bogem mentah.
"Tolong,,,!" Lia berteriak.
Orang-orang yang berada di tempat parkir pun mencoba memisahkan kedua lelaki tersebut yang tengah berkelahi.
Nampak terlihat kedua lelaki tersebut mukanya babak belur, Rian pun berlalu dari hadapan Adrian dan Lia.
______
Sementara Lia dan Adrian memasuki mobil.
"Aduh,,,Mas, kamu tidak apa-apa!?" tanya Lia dihinggapi rasa khawatir kepada kekasihnya itu yang nampak terlihat babak belur.
Nampak Adrian meringis menahan rasa sakit, sang kekasih pun mencoba mengelap luka yang tengah ada di muka Adrian.
"Mas,, maafkan aku, ini semua salahku." ucap Lia terlihat menyesali dirinya itu.
"Sudah Lia, kamu tidak apa-apa, nanti aku carikan supir ya, buat kamu biar dia juga bisa jaga di rumah kamu, kan di rumahmu tidak ada seorang lelaki, aku takut hal terjadi terhadap kamu," ucap Adrian terlihat mengkhawatirkan sosok Lia karena beberapa hari ini Rian sering mengunjungi rumah Lia dengan alasan bertemu anaknya.
______
Lia nampak berpikir sejenak.
"Oh, ya, Mas,,, kebetulan kemarin Teh Sumi bilang, suaminya butuh pekerjaan, gimana kalau suami Teh Sumi saja yang kerja," ucap Lia seakan berharap Adrian menyetujui.
"Ya, itu lebih baik karena kamu juga kan sudah dekat sama Teh Sumi," jawab Adrian.
kemudian mereka pun menyalakan mobilnya kembali, lalu memutar parkiran menuju arah rumah Lia.
_____
Nampak di dalam mobil Lia dan Adrian terdiam, mereka seakan berpikir dengan kejadian yang menimpa barusan. Lia seperti menyesali dirinya, dia seakan salah. Karena Adrian menjadi terbawa-bawa dengan masalahnya bersama Rian.
Lia mengelus pipi Adrian.
"Mas,,sabar ya, dan maafkan aku sekali lagi," ucap Lia dengan pandangan lekat kearah Adrian yang sedang fokus menyetir.
Adrian hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian diraihnya jemari tangan Frisilia Mehendra, lalu dia pun mengecupnya dengan lembut.
"Kamu jangan menyalahkan diri kamu Lia, karena kamu tidak salah. Semua rintangan yang menghadapi jalan kita pasti akan aku terjang karena aku sangat menyayangi kamu dengan tulus," ucap Adrian.
Lia pun seakan melayang jauh pikiran dan angan-angannya tatkala Adrian mencoba menenangkan hati dan pikirannya.
Bersambung...
__ADS_1