Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 21


__ADS_3

Lia pun berlalu ke dalam rumah dia menghempaskan badannya di kursi sofa dengan kasar, kemudian Tante Restu menghampirinya dan terlihat dihinggapi rasa tanya dalam diri.


"Kenapa Lia?" tanya Tante Restu.


"Aku bingung Tan, Cantika memaksaku untuk bisa pergi ke Singapura bersama Tante Dini, sedangkan kalau aku pergi berarti aku ninggalin Rian. Otomatis dia nanti seenaknya akan bertemu secara bebas dengan si Desi," ucap Lia dihinggapi rasa khawatir terhadap sang suami yang mencoba untuk berselingkuh kembali.


Tante Restu pun menghela nafas secara perlahan


"Iya juga sih, Tante juga bingung tapi kalau misalkan, Cantika ikut sendiri dengan Tante Dini tanpa di temani kamu. Apakah dia mau? Pasti dia tidak akan mau!" ucap sang Tante.


"Ya pasti nggak mau lah, dia kan pengennya kalau pergi sama aku saja. Apalagi ini perjalanan jauh ke luar negeri, pasti aku sebagai Mamanya harus ikut menjaganya," jawab Lia.


Lia sangat menyayangi anaknya itu.


"Kalau kata Tante. Ya, sudah kamu ikut saja, kamu berdoa saja semoga Rian tidak mengulangi kesalahan yang sama. Berselingkuh dengan sahabatmu si Desi!" ucap sang Tante, terdengar dihinggapi rasa kesal yang teramat terhadap suami Lia.


Nampak Lia pun terdiam dia pun berpikir sejenak dalam hatinya, dia berpikir. Semoga saja ada keajaiban kepada Rian dan Desy bisa berubah.


_____


Keesokan harinya


"Lia, Tante pamit ya, Tante mau pulang dulu," ucap Tante Restu pamit pulang kepada Lia.


Lia pun seakan tidak rela jika Tantenya pergi, karena keadaannya sedang pilu.


"Tante kenapa cepat sekali pulang, nanti saja di sini seminggu lagi. Istirahat liburan dulu di sini," ucap Lia.


"Tidak bisa Sayang, Tante kan banyak kerjaan," ucap sang Tante sambil mencium Lia dan memeluknya.


"Ya sudah, Tante pulang dulu ya, salam sama anakmu dan Rian," ucap sang Tante.


Tante Restu pun berlalu dari dalam rumah, nampak terlihat mobil Taksi sudah menunggu di halaman rumah.


____


Tante Restu berlalu pergi dari rumahnya.


"Terasa sepi di rumah ini, Tante Restu udah pulang," ucap Lia.


Tiba-tiba Teh Sumi datang menghampirinya sambil membawa secangkir kopi panas


"Bu kopinya," ucap sang ART tersebut.


"Iya Teh, Terima kasih," ucap Lia

__ADS_1


"Sepi lagi ya Bu, di rumah kalau nggak ada Tante Restu,' ucap Teh Sumi kepada majikannya tersebut. Karena sosok Tante Restu begitu cerewet jadi kalau ada sang Tante di rumah, keadaan di rumah jadi ramai.


"Iya Teh, sepi ya, sudah saya mau istirahat tidur dulu ya, kepala saya terasa pusing," ucap Lia sambil membawa secangkir kopi tersebut kedalam kamar.


_____


Drettt.. Drettt...Drettt...


Baru saja Lia merebahkan badannya di atas kasur, nampak terdengar suara telepon dari ponsel milik Lia, dan di sana terlihat di layar ponsel muncul nama Tante Dini.


Lia pun mengangkat sambungan telepon tersebut.


"Halo Lia, kamu lagi ngapain? Tante mau nanya sama kamu. Jadi tidak, ikut ke Singapura? Soalnya Tante mau beli tiket," tanya sang Tante kepada Lia.


Terdengar dari suara Tante Dini begitu berharap Lia bersama anaknya, bisa ikut ke Singapura.


Lia hanya terdiam tidak langsung menjawab ajakan dari Tante Dini karena dia pun seakan dihinggapi dilema.


"Halo Lia, kenapa melamun jadi tidak? Tante mau beli tiket! kamu sedang memikirkan apa sih," goda sang Tante kepada Lia, karena terdengar dari sambungan telepon Lia tidak menjawab apapun. Ketika sang Tante menawarkan kembali Lia untuk pergi ke Singapura.


"Iy-Iya Tante," jawabnya.


"Lia sbenarnya kamu sedang memikirkan apa? tanya lagi sang Tante.


Tante Dini seakan dihinggapi rasa penasaran, karena Lia tidak biasanya berdiam diri tanpa suara disambungkan telepon.


"Sudah minum obat, Sayang?" tanya Tante Dini, seakan memberi perhatian yang lebih kepada menantu suaminya itu.


"Iya, Tan, nanti mau minum obat," Jawabnya.


"Ya sudah, besok Tante ke rumah kamu pagi-pagi ya, karena Tante besok tidak ada kerjaan, jadi Tante mau ngobrol sama kamu. Kemarin Tante terburu-buru pulang dari rumah kamu, karena Bapaknya Rian ikut, jadi Tante tidak bisa berlama-lama ngobrol sama kamu," ucap sang Tante.


Tante Dini pun menutup sambungan teleponnya.


____


Lia termanggu.


Bayangan Desy sang sahabat yang telah tega menghianati hatinya seakan hinggap menyapa. Dia tidak menyangka dengan kelakuan Desy seperti itu.


Padahal kedekatan Lia dan Desy selain sebagai sahabat, dia juga sudah menganggap Desy sebagai saudara bahkan adik. Karena terlalu dekatnya Lia dengan Desy jika ada masalah, Lia selalu cerita semuanya terhadap Desy, baik masalah keluarga ataupun ketika Lia dikhianati oleh Rian. Masih terngiang di benak pikiran Lia ketika Desi berucap.


____


(Jika suami kamu berselingkuh, hadapi

__ADS_1


dengan sabar. Doakan saja biar dia,


segera taubat,")


______


Desy begitu sempurna dimata Lia.


"Kamu bagaikan Malaikat yang selalu menenangkan pikiranku, di saat hati aku sedang gundah gulana, dan kini hatiku sedang di rundung masalah. Aku harus bicara sama siapa? Biasanya kamu Desy! Dan tidak mungkin aku menceritakan masalah yang kini sedang aku hadapi sama kamu, karena akar masalah semuanya yang dihadapi ada di kamu Desy!" ucap Lia meremas rambutnya.


_____


Lia sesunggukkan menangis.


"Dari pada aku pusing memikirkan kedua makhluk itu, dua orang yang aku sayangi yang telah mengkhianati, lebih baik aku pergi. Dari pada aku stres dan pikiran tidak karuan.


Benar yang diceritakan oleh Tante Dini,


aku butuh rileks untuk berlibur, biar pikiran tenang. Meskipun Tante Dini tidak tahu pokok masalah yang tengah aku hadapi sekarang ini seperti apa." Lia akhirnya ingin pergi berlibur bersama Tante Dini ke Singapura.


•••


Di sore hari.


"Mah Jadi tidak pergi ke Singapura bersama Tante Dini?" tanya sang anak berharap sang Mama ikut.


Sang Mama menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis kepada Cantika.


Anak itu pun seakan mengerti dengan isyarat yang diberikan oleh sang Mama.


"Asik..terima kasih ya, Mah, akhirnya Mama mau pergi berlibur bersama Tante Dini." ucapnya. Cantika pun mencium dan memeluk erat sang Mama.


_____


Lia menatap sang anak, dia tersenyum manis tapi matanya berkaca-kaca seakan ada air mata yang akan tertumpah di sana.


Lia dihinggapi rasa sedih karena Rian, sang suami telah tega menghianati mahligai pernikahannya.


Walaupun sudah mempunyai anak yang cantik dan pintar. Lia pun begitu geram terhadap sang sahabat Desy, karena Desy begitu dekat juga dengan anaknya tersebut.


Desy begitu perhatian terhadap Cantika, dia selalu memberikan kejutan terhadap anaknya tersebut.


•••


"Mah, kenapa Tante Desy tidak pernah menginap di sini lagi," tanya Cantika kepada sang Mama.

__ADS_1


Lia hanya menggelengkan kepalanya, dia seakan tidak mau mendengar nama Desy di hadapan anaknya itu.


Bersambung...


__ADS_2