Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 8 Lia Kesal


__ADS_3

Rian nampak cemberut ketika datang ke rumah. Sang anak seakan tahu isi hati dari sang Papa, jika muka tertekuk berarti jangan di ganggu.


"Pah, mau makan sekarang tidak?" tanya sang istri kepada Rian sang suami.


Rian hanya terdiam tidak bergeming, Lia pun hanya mengernyitkan dahi, seakan malas juga untuk mendekati sang suami.


Lia pun berlalu dari hadapan suaminya.


Ting...


Tiba-tiba pesan muncul dari sang Ibu.


Ibu Viona memberikan pesan bahwa dirinya sedang sakit dan berharap malam ini juga sang anak, Rian bisa menginap di rumahnya.


{"Iya, Bu, Rian segera kesana,"} tulis pesan Rian. Dia dihinggapi rasa khawatir terhadap sang Ibu karena di rumah sang Ibu, tidak ada Bapaknya. Rian nampak memejamkan matanya dia berpikir. Pasti sang Bapak sedang di rumah istri mudanya.


"Mah.." teriak Rian.


"Iya, Pah. Ada apa," jawab Lia seakan dihinggapi rasa heran karena sang suami berteriak ketika memanggil dirinya.


"Aku, mau nginap di rumah Ibuku, dia sedang sakit, jaga Cantika ya, besok yang antar sekolah kamu dulu," Rian berlalu dari hadapan istrinya itu, tanpa meminta menunggu persetujuan dari sang istri untuk pergi ke rumah Ibunya tersebut.


Lia hanya bengong, rasanya Lia hanya menelan ludah saja ketika sang suami terlihat beda perilakunya. Namun Lia pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika sang suami meminta ijin untuk pergi ke rumah Ibunya.


Lia pun dengan cepat menyeret kakinya ke arah garasi rumah, nampak masih terlihat disana, Rian sedang memanaskan mobilnya.


Lalu Lia mencium punggung tangan suaminya. "Hati-hati Pah," Lia mencoba tersenyum, walau seakan ada rasa keterpaksaan terlihat di bibir mungilnya.


"Aneh, ada apa dengan suamiku," gumam hati Lia. Lalu dia pun berlalu dan memasuki rumah.



Setelah memasuki rumah, kemudian Lia duduk di ruang sofa dan membuka layar ponselnya. Nampak pesan muncul dari sahabatnya yang bernama Desy.



{"Lia, sedang apa?"} tulis pesan dari Desy.



Karena Lia sedang kesal dengan sang suami, dia pun lalu menelepon Desy.


{"Des, kamu lagi dimana, kesini saja nginap di rumahku,"} ucap Lia.



{"Suami kamu pasti nggak ada di rumah ya,"} ucap Desy kembali.



{"Iya, lah. Kalau ada suami, pasti aku nggak akan ngajak kamu nginap disini,"} ucap Lia.



{"Yasudah, tunggu ya. Ini sebenarnya aku lagi di tempat nyuci mobil. Hehehe.."} ucap Desy.



Dalam hatinya Desy berpikir, mumpung anaknya sedang tidak ada, nginap di rumah Tantenya.


Jadi dia bisa menginap di rumah Lia.



{"Nggak apa-apa, aku tunggu cepat!"} ucap Lia terdengar harus buru-buru Desy, untuk datang ke rumahnya.


\_\_\_\_\_


Lia terlihat cemberut.


"Kumat lagi penyakit suamiku," gumam hati Lia. Dia mengingat masa lalu ketika Cantika anaknya berusia 5 tahun. Dia selalu di tinggal sang suami. Rian selalu menginap di rumah Ibunya dan sang Ibu seakan mengekangnya.


__ADS_1


Rian kadang di rumah Ibunya selalu lama kadang 3 atau 7 hari.


Itu membuat Lia kesal dan berselisih paham dengan Rian, sang suami.



"Ayo, tinggal saja di rumah Ibuku dan rumah ini kita kontrakan saja, aku ingin lebih dekat dengan Ibuku." ucapan itu seakan terngiang di hati Lia.



Sang suami Rian, selalu ingin mengajak sang istri pindah ke rumah Ibunya, jika sang mertua tidak cerewet mungkin Lia mau menginap di rumah sang mertua, tapi karena mertua cerewet dan terlihat selalu mengaturnya, jadi Lia seakan tidak mau tinggal bersama mertuanya.


\_\_\_\_\_\_\_


Lia menghela napas panjang.


Tiba-tiba bunyi klakson berbunyi di depan halaman rumah. Sontak Lia berjalan menuju kedepan rumah karena dia berpikir pasti yang datang adalah Desy sahabatnya itu.



"Lia, jangan cemberut gitu dong," ucap wanita bertubuh mungil itu. Ketika dia tiba di depan rumah.



"Gimana nggak kesal suamiku kumat lagi, dia lebih mentingin Ibunya," Lia menghela napas secara perlahan.



"Ya sudah, nih aku bawa nasi goreng, pasti belum makan kan," ucap Lia seakan mengejek karena dia tahu kalau sahabatnya itu sedang kesal pasti dia tidak mau makan.



"Iya belum, malas aku untuk makan," ucapnya.


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk dikursi sofa.



Desy tertawa terkekeh seakan lucu melihat tingkah laku sang sahabat seperti anak kecil yang tidak mau makan.


Sang suami yang sekarang tiba-tiba datang dan meminta maaf kepadanya dan mengancam dia kalau Desy tidak mau bersamanya lagi seakan membuat Desy, dihinggapi rasa ketakutan.


Desy sekarang dihantui rasa takut jika keluar rumah.


"Terus kamu barusan kenapa nggak takut waktu perjalanan ke rumahku?" tanya Lia tersenyum tipis.


"Karena aku tahu dia sedang keluar kota," ucapnya.


"Nah, minggu depan dia baru pulang, dan kembali kesini," ucapnya.


"Ya sudah Lia, aku capek kalau menceritakan mantan suamiku, tidak ada habisnya." ucapnya.


Mereka pun kemudian tertidur bersama anaknya Lia bertiga. Sedangkan kamar yang biasa di pakai oleh Lia dan Rian kosong.



Keesokan harinya.


"Des, aku mau cari ART, buat nemenin aku saja sih, di rumah sepi," ucap Lia.



"Kebetulan aku punya teman, dan dia kemarin nawarin ART orangnya sudah agak tua sih, kalau mau nanti aku hubungi temanku," ucap Desy. Lia pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


•••


Setelah Desy menelepon temannya.


"Lia, katanya lusa baru datang sang ART nya, dia berasal dari kota Tasikmalaya, namanya Teh Sumi," ucap Desy.



"Iya, nggak apa-apa," Lia terlihat gembira nampak dari raut mukanya, karena sekarang dia di rumahnya ada teman tidak sendirian dan pekerjaan rumah ada yang bantu.

__ADS_1


•••


Terdengar suara mobil dari halaman rumah.


"Nah, itu suamiku datang," ucap Lia.


Kebetulan pintu rumah sedang terbuka.



Desy dengan santai memainkan ponselnya, terlihat dia tersenyum sendiri.



"Mah, berkasku ketinggalan," ucap Rian. Tiba-tiba datang dari arah depan rumah dan


Rian pun dengan tidak sengaja melirik ke arah Desy.



Desy pun secara bersamaan menoleh ke arah Rian, yang sedang berbicara dengan Lia, sahabatnya itu.



Degh...



Entah mengapa ketika Desy melihat Rian suami dari sahabatnya itu terlihat gugup.


"Ganteng," gumam dalam hati Desy.



"Pah, ini kenalin sahabatku Desy," ucap Lia.



"Desy.." ucapnya mengulurkan tangannya sambil tersenyum renyah dan mukanya tersipu malu.



"Rian.." Rian pun membalas senyuman dari Desy sahabat istrinya tersebut.



"Ambilkan Mah, berkas di atas lemari," ucap sang suami.



Lia pun berlalu pergi dari hadapan sang suami dan sahabatnya itu.



"Saya teman lama Lia, Mas, dan saya semalam menginap disini," ucap Desy tersenyum renyah.



"Makasih ya, sudah mau menemani istriku, dia dari kemarin sedang mecari ART, belum dapat. Kebetulan akhir-akhir ini aku suka keluar kota jadi kasihan nggak ada teman. ucap Rian.



"Kalau ART sudah dapat Mas, kebetulan temanku yang kasih, dan kita tadi sudah menghubungi ART nya, lusa nanti bisa langsung kesini," ucap Desy.



"Syukurlah kalau begitu," Rian tampak menunduk sedang fokus ke layar ponselnya.



Desy nampak curi-curi pandang tatkala melihat Rian, suami dari sahabatnya itu.


__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2