Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 63 pertemuan


__ADS_3

Akhirnya Lia pun bertemu dengan Adrian di sebuah Restoran. Nampak Lia terlihat anggun penampilannya, dan ini membuat hati Adrian berdebar tatkala melihat sosok wanita yang selalu dia kagumi.


"Lia,,anakmu tidak dibawa?" terdengar basa-basi mungkin tatkala Adrian berucap seperti itu, tapi mungkin bagi Adrian sesuatu hal yang spesial karena dia sedang mendekati Mama dari sang anak.


Adrian pun nampak menanyakan kabar Desy, karena dulu Lia dan Desy sangat dekat, kemana-mana selalu bersama.


Lia hanya menghela napas panjang.


"Aku sama Desy sudah tidak akur lagi bahkan nyaris aku tidak mau bertemu dengannya," ucap Lia.


"Loh,,kenapa!?" sontak Adrian seperti dihinggapi rasa terkejut saat mendapati kabar tersebut.


Lia pun menceritakan semuanya kepada Adrian, dan Adrian pun nampak prihatin dengan apa yang menimpa kepada Lia.


"Lia jujur saja sampai saat ini aku tidak menikah karena aku masih mencari sosok wanita seperti kamu, tapi enggak ada. Dan aku juga tidak mau egois dengan usiaku yang sudah tidak muda lagi sebenarnya ingin mencari pendamping yang baik bukan lihat aku dari fisik dan uangku, kebanyakan yang mau mendekatiku karena uang dan fisikku," ucapnya lirih.


______


Mungkin sosok Lia sangat spesial bagi Adrian, dia yang pintar, supel dan lembut membuat Adrian terpesona pada pandangan pertama, tapi saat itu Lia seakan tidak mau lebih dekat dengan lelaki karena dia ingin fokus kerja. Dengan penolakan Lia saat itu Adrian pun pergi untuk mengadu nasib, dan Lia pun sekarang di pertemukan kembali dengan sosok Adrian yang sudah mapan dan tetap masih sendiri tidak mempunyai pasangan.


"Lia,,,maaf sebelumnya, jika berkenan,,," Adrian terhenti ucapannya.


Adrian terdiam seakan ragu untuk melanjutkan ucapannya itu. Dia ingin berbicara serius dengan Lia tapi takut ucapannya menyinggung perasaan Lia.


Lia menatap lekat kepada Adrian seakan ingin mendengar ucapan dari Adrian lebih sempurna tidak menggantung. Adrian pun nampak salah tingkah dengan tatapan Lia dengan binar mata yang lembut dan mengisyaratkan tanya. Peluh pun bercucuran, entah mengapa ada rasa sesak di dada Adrian tatkala mata saling beradu pandang.


______


♥️🥰♥️


Saat yang tak ternilai adalah ketika seseorang mencintai dengan tulus terhadapmu, dan tatapan matanya menatap lekat ke arah kedua bola matamu, untuk memberitahu bahwa dia telah jatuh cinta denganmu. Mungkin saat itulah hatimu melayang jauh tidak karuan walaupun pintu hatimu masih tertutup untuk jatuh cinta.


♥️🥰♥️


_________


"Jujur saja kamu mau bicara apa?" Lia tersenyum renyah ke arah Adrian.

__ADS_1


"Saya ingin melamar kamu, mohon maaf mungkin kamu berpikir itu hal yang bodoh, tapi aku tulus mencintaimu dari dulu hingga saat ini," Adrian nampak salah tingkah ketika balasan yang di dapat olehnya dari Lia hanya senyuman yang penuh rasa tanya.


"Aku tidak akan memaksa kamu untuk menjawab hari ini tapi aku akan tetap menanti jawaban yang dulu pernah tertunda," kembali Adrian meyakinkan hati seorang wanita yang amat dicintainya.


Lia nampak terkejut dengan apa yang didengar dari mulut Adrian tentang perasaannya terhadap dia.


"Berdoa dan tunggu saja kalau sudah jodoh mungkin kita dipertemukan, tapi maaf,,, saat ini hatiku masih terluka dan mungkin aku tidak sanggup kalau untuk menjalin cinta kembali," jawab Lia dengan lirih.


_____


Adrian pun kemudian menundukkan kepalanya dan menerima keadaan bahwa Lia sudah menolak cintanya secara halus tapi Adrian tidak mau berputus asa dengan jawabannya tersebut, dia masih ingin menunggu bahwa suatu saat nanti Lia akan menjadi milik dia seutuhnya.


Adrian menghela napas panjang.


"Kalau itu keputusanmu tidak apa-apa Lia, aku akan tetap menunggu kamu, dan kalau saat ini kamu menganggap aku sebagai teman, aku pun bisa menerima keadaan itu, karena mungkin hatimu saat ini sedang terluka. Tapi aku berharap kamu bisa memahami rasa hatiku untukmu saat ini seperti apa? Begitu dalam cinta yang aku rasakan terhadapmu Lia," Adrian seakan mengungkapkan semua isi hati yang sebenarnya seperti apa terhadap Lia sang pujaan hati.


_____


"Mungkin aku wanita bodoh yang menolak cinta Lelaki sejati yang dari dulu hingga sekarang menungguku. Dia jadi rebutan semua wanita yang memandang, Desy pun sang penghianat sangat menginginkan sosok Adrian, tapi entah kenapa hatiku belum terbuka untuk sosok laki-laki," gumam hati Lia, dia meremas kedua tangannya dan menghela napas secara perlahan. Mungkin rasa trauma terhadap laki-laki belum sepenuhnya sirna di dalam hatinya.


_____


("aku akan tetap setia menunggumu,")


Bibir Adrian berucap dengan pelan dan menatap kedua bola mata Lia dengan penuh makna. Disana nampak terlihat binar asmara memenuhi ruang matanya.


_______


Satu jam sudah berlalu.


Adrian pun pulang dengan hati yang hampa karena cintanya telah di tolak secara halus oleh sang pujaan hati, tapi Adrian tidak akan gentar untuk maju agar bisa mendapatkan wanita sang pujaan.


Ting ..


Nampak pesan muncul dari ponsel miliknya Adrian yang sedang fokus mengemudikan mobilnya, terlihat di layar ponsel nama Mama muncul.


{"Nak, Mama dan Papa ingin sekali kamu segera menikah, dan Mama ingin rasanya menimang cucu, hanya sama kamu Mama berharap, karena kamu adalah anak tunggal Mama dan Papa, disisa usia Mama dan Papa yang sudah tidak muda lagi, ingin melihat kamu segera mempunyai calon pendamping. Tapi jika kamu berkenan Mama dan Papa akan menjodohkan kamu dengan anaknya teman Papa, dia seorang Dokter, selain parasnya yang cantik dia juga sangat baik budi pekertinya,"}.nampak jelas isi pesan tersebut mengisyaratkan jika sang Mama ingin segera anaknya untuk cepat menikah.

__ADS_1


Pesan dari sang Mama, membuat hati Adrian pilu karena dia pun sebenarnya tidak mau mengecewakan sang orang tua yang ingin melihat anaknya cepat menikah dan mempunyai momongan. Tapi yang ada di benak pikiran Adrian hanyalah Lia yang mampu dia buat jatuh cinta.


_____


Adrian pun memarkirkan mobilnya ke pinggir hanya untuk membalas isi pesan kepada sang Mama tercinta.


{"Saatnya pasti akan tiba Mah, tapi Adrian sedang menunggu saat yang tepat. Mama dan Papa doakan Adrian, semoga penantian Adrian akan berakhir dengan indah,"} balas pesan Adrian kepada sang Mama.


____


Setelah dia membalaskan pesan kepada sang Mama, nampak dari arah belakang ada mobil yang memberikan isyarat kepadanya dengan membunyikan suara klakson mobilnya, untuk tatap berhenti jangan melajukan mobilnya kembali.


Rian pun dihinggapi rasa penasaran dan heran, dan dalam benak hatinya berpikir.


"Siapakah sosok yang tengah berada di dalam mobil sedan putih tersebut?"


____


Beberapa menit kemudian.


Nampak keluar sesosok wanita dengan tubuh mungil, berkulit putih dengan rambut panjangnya yang di ikat kebelakang.


"Desy,,,itu kan Desy,,!" ucap Adrian tatkala melihat Desy sedang berjalan ke arahnya.


Pikiran Adrian berselancar teringat dengan ucapan Lia tadi, terasa menyayat hati ketika menceritakan perselingkuhan suaminya Lia yang berselingkuh dengan Desy. Dan kini Desy nyata adanya terlihat di depan matanya.


Rasa kesal, dan kecewa coba Adrian tahan jangan sampai rasa itu membuncah karena dia tidak ada wewenang untuk mengungkapkan itu semua, Adrian hanya teman dan jika meluapkan rasa emosinya terhadap Desy karena Lia, mungkin itu tidak baik dan tidak beralasan.


_____


Adrian menghela napas panjang.


"Tenang, Adrian,,, meskipun Desy telah mengkhianati Lia, dan kamu pasti dihinggapi rasa marah karena kamu sangat menyayangi Lia, jangan perlihatkan rasa emosi kamu kepada Desy, hadapi dengan santai," gumam hati Adrian mencoba menenangkan hati dan pikirannya itu.


Tok...Tok..Tok..


Pintu kaca mobil diketuk Beberapa kali oleh Desy, nampak Desy tersenyum lebar dan polesan make-up di wajahnya nampak terlihat sempurna, mungkin karena ingin di perhatikan oleh Adrian sosok lelaki yang sangat dicintanya dari dulu namun bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2