Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 73 Adrian gusar


__ADS_3

Adrian seakan gugup ketika menerima telepon dari Zahira.


"Mas,,,Mas,,! Apa kamu dengar suaraku tanya Zahira karena Adrian tidak terdengar berbicara sedikitpun di sambungan telepon selularnya.


"Iy-iya, aku dengar, maaf sinyalnya kurang jelas," jawab Adrian memberikan alasan.


"Mas, siang ini aku mau ajak kamu untuk makan siang, aku harap kamu temani aku ya, bisa kan?" terdengar dari suara Zahira begitu ingin di temani oleh Adrian. Lelaki yang di jodohkan oleh Papanya itu.


_______


Adrian pun seakan bingung sejenak, dia tertegun dalam hatinya berpikir. Apakah dia akan menemui Zahira, atau tidak? Adrian dihinggapi rasa gusar. Jika dia menemui Zahira takut terjadi kesalahpahaman, karena nanti Zahira berpikir bahwa Adrian menyetujui perjodohan dirinya. Tapi di sisi lain Adrian pun berpikir, jika dia tidak datang seakan tidak enak oleh Zahira karena Papanya Zahira sudah dekat dengan Papanya.


"Apa mendingan aku datang saja untuk menemui Zahira, dan aku katakan bahwa aku sebenarnya sudah mempunyai kekasih," gumam hatinya.


______


Adrian menghela napas secara perlahan.


"Ya, aku usahakan akan datang," ucap Adrian.


"Terima kasih, kamu mau datang untuk acara makan siang. Sampai ketemu nanti siang ya, dan alamat tempat kita bertemu, aku kirimkan alamatnya ya," ucap Zahira.


Sambungan seluler pun ditutup oleh Zahira.


Nampak Zahira pun memberikan sebuah pesan disana tertera nama Restoran, dan alamat yang akan mereka datangi siang ini.


______


Nampak Adrian sudah rapi penampilannya, dan wangi parfum maskulin begitu menyeruak seakan sedap untuk di hirup. Memakai minyak wangi yang terbaik aromanya bukan hanya untuk bertemu dengan Zahira saja, tapi dia terbiasa memakai minyak wangi dan berpakaian rapi.


"Wah,,,wangi sekali anak Mama. Mau kemana Sayang?" tanya sang Mama menatap lekat kepada sang anak dengan senyuman renyah.


"Mau bertemu Zahira," jawabnya.


"Bertemu Zahira! Kamu yakin mau bertemu dengan Zahira?" tanya sang Mama seperti dihinggapi rasa tidak percaya.


"Iya, Mah,,,! Adrian di undang acara makan siang oleh Zahira," jawab Adrian kembali.


"Ya, sudah hati-hati Sayang," ucap sang Mama kembali dengan memeluk sang Mama. Nampak anak satu-satunya itu sangat manja kepada sang Mama, meskipun di usianya sudah tidak muda lagi.


Adrian mencium kening sang Mama, lalu dia berlalu dari sang Mama.


______


"Mah, tadi Papa dengar Adrian mau makan siang dengan Zahira?" tanya sang Papa.


Ternyata sang Papa tadi menguping di balik jendela pintu kamar.

__ADS_1


"Iya, Pah, tadi bilang sama Mama begitu," jawab sang Mama.


"Alhamdulillah,,, akhirnya Adrian mau bertemu dengan Zahira. Nampak terlihat raut muka dari sang Papa tersenyum lebar.


"Apa di hati Adrian sekarang sudah ada Zahira? Dan Lia sudah di lupakan oleh Adrian!?" gumam hati sang Mama.


Sang Mama pun pikirannya berselancar tidak karuan, Mama Silvi berpikir bahwa sang anak dengan mudah bisa melupakan sosok Lia padahal beberapa kali sang anak berucap bahwa rasa cinta begitu besar hanya pada Lia seorang.


_______


Tiba di Restoran.


Adrian pun nampak tiba di Restoran yang di janjikan oleh Zahira. Terlihat disana Zahira sudah menunggu.


"Akhirnya kamu datang juga," ucap Zahira tersenyum manis menatap Adrian, dia pun mengulurkan tangannya.


"Kenapa belum pesan makanannya!?" terlihat heran di benak Adrian karena meja masih kosong dan Zahira belum memesan makanan.


"Aku menunggu kamu, biar kita bareng makannya," jawab Zahira menatap lekat kedua bola mata Adrian dengan lekat.


_____


Entah mengapa Adrian terlihat gugup saat bola mata indah Zahira yang berwarna kecoklatan menatap Adrian seakan penuh arti dan rasa sayang yang tulus.


Adrian pun segera mengalihkan tatapan ke sembarang arah saat Zahira menatap dengan sorot mata tajam.


Nampak Zahira semakin terpesona dengan sosok Adrian.


____


"Permisi.., selamat siang, maaf ini menu yang ada di Restoran ini," ucap sang pelayan Restoran tersenyum ramah.


Kedua orang yang sedang dihinggapi rasa tanya masing-masing nampak terkejut ketika mendengar suara sang pelayan Restoran membawa buku menu makanan yang tersaji di Restoran tersebut, karena mereka sedang melamun dengan pikirannya masing-masing.


Zahira pun nampak memilih menu yang akan dia pesan. "Mas,,kamu mau apa!?" tanya Zahira kembali menatap Adrian.


Adrian pun nampak melihat menu yang ada di Restoran tersebut. kemudian telunjuk Adrian mengarah ke makanan yang dia pilih.


saya pesan ini ucapnya dengan memilih menu.


"Beef salad," ucapnya.


"Saya, Beef salad," sambung Zahira.


Mata Adrian dan Zahira saling berpandangan karena mereka tidak menyangka menu yang mereka pesan ternyata sama. Nampak mereka pun terlihat tersipu malu dan kembali menundukkan kepalanya untuk memilih minuman.


"Minumnya!?" tanya sang pelayan kembali.

__ADS_1


"Jus lemon!" Zahira dan Adrian secara serempak menyebut minuman jus lemon


_____


Sontak sang pelayan tersenyum.


Nampak Adrian dan Zahira mukanya merah merona seakan dihinggapi rasa malu karena makanan dan minuman yang mereka pesan dengan tidak sengaja sama.


"Mungkin karena sepasang kekasih jadi pesanan yang Kakak pesan sama. Hehehe,," goda sang pelayan sambil berlalu.


"Kenapa makanan yang dipesan Kok bisa sama ya!?" gumam hati Adrian.


Nampak Zahira pun seakan berpikir hal yang sama karena nampak terlihat dari gestur tubuhnya dia salah tingkah.


"Oh, ya, setelah dari sini mau kemana!?" tanya Adrian mencoba melumerkan suasana dan terlihat basa-basi.


"Enggak ada acara kemana-mana," dengan cepat Zahira menjawab pertanyaan Adrian. Dalam benaknya berpikir bahwa dia akan di ajak Adrian pergi ke suatu tempat.


"Ya sudah setelah pulang dari sini istirahat biar badan rileks, dan besok saat kerja badan fresh," ucapnya.


Zahira hanya menghela napas secara perlahan. Pikiran dia yang akan di ajak jalan bareng Adrian pupus sudah ternyata itu hanya khayalan dia saja.


______


"Permisi Kakak,,," nampak sang pelayan menyodorkan makanan yang dipesan, dia pun menata makanan di atas meja.


"Terima kasih," serentak Zahira dan Adrian berucap.


Mereka pun nampak menyantap makanan yang sudah tersedia di meja. Zahira terlihat sangat menikmati makanan tersebut.


Sementara Adrian seakan berpikir (Obrolan yang akan dia ucapkan kepada Zahira mulai dari mana, mengenai penolakan perjodohannya itu).


"Makan,,Mas, kenapa hanya di aduk saja," ucap Zahira.


"Iy-iya,iya,," nampak Adrian terlihat gugup.


____


Selesai makan.


Zahira merogoh ikat rambut yang ada di tas, dia pun menggulung rambutnya yang panjang. Zahira terlihat seksi dengan rambut yang dia gulung ke atas nampak terlihat leher jenjangnya yang mulus.


Adrian jantungnya berdebar


"Lama-lama menatap Zahira bisa membuat jantung berdebar, dan keringat dingin bercucuran." gumam hati Adrian mencoba memalingkan mukanya kembali dan membuang napas kasar.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2