
Rian pun pergi bersama sang anak, dan tiba-tiba muncul pesan dari ponsel milik Rian. Di sana nampak terlihat Desy memberikan sebuah pesan. {"Mas, kamu jadi ajak Cantika jalan-jalan?} tulis pesan Desy.
Dalam pesan tersebut Desy pun menyampaikan kata isi hatinya, bahwa dia ingin bertemu dengan Rian karena dihinggapi rasa rindu, dan ada hal yang ingin di sampaikan. Sudah seminggu ini Desy tidak bertemu dengan Rian, dan Rian beralasan sedang sibuk bekerja.
Setelah berpikir lama, Rian pun membalaskan sebuah pesan kepada Desy yang berisi.
{"Ya, kamu datang saja kesini, Aku bersama dengan anakku di Restoran tempat biasa,"} balas pesan dari Rian kepada Desy.
_____
Nampak Rian bersama anaknya sedang makan di sebuah Restoran. Desy pun datang menghampiri dengan membawa Bolu rasa coklat kesukaan Cantika.
Melihat Desy memberikan Bolu rasa coklat, sontak sang anak dihinggapi rasa gembira.
"Terima kasih Tante," ucap anak itu, dengan tersenyum lebar kepada Desy.
"Iya Sayang, Cantika besok ada acara enggak? Besok mampir ke rumah Tante ya, di rumah Tante mau ada acara syukuran. Tante berharap Cantika bisa datang bersama Papa," ucap Desy, kemudian pandangan dia mengarah ke Rian yang tersipu malu dan tertunduk.
_____
Nampak Desy terlihat agresif ketika berdekatan dengan Rian, kepalanya bersandar ke pundak Rian. Hal tersebut membuat rasa risih terhadap Rian bahkan Cantika pun, sang anak tersipu malu dengan kelakuannya Desy.
"Cantika setelah makan, Tante mau bawa Cantika ke butik ya, Tante mau beliin Cantika baju," ucap Desy.
Desy sengaja memanjakan anaknya Rian karena dia ingin mendapatkan simpati dari sang anak.
"Jangan berlebihan kalau memanjakan anak," bisik Rian kepada Desy.
"Enggak memanjakan kok, aku ada sedikit rezeki ingin membelikan baju saja kepada anakmu, Mas!" jawab Desy memegang erat jemari tangan Rian.
Terlihat nampak ketika Desy memegang erat tangannya, Rian dihinggapi rasa gelisah yang dihinggapi rasa malu karena ada sang anak.
_____
Cantika nampak asik sedang menikmati makanannya yang dipesan di Restoran tersebut.
Sementara Desy menatap lekat kepada Rian.
kemudian dia menghela napas secara perlahan dan mengungkapkan isi hatinya yang seminggu ini dia tahan untuk berbicara.
"Mas, besok kan ada keluargaku kumpul, bagaimana kalau hubungan kita mengarah ke jenjang lebih serius, maksudku Mas, bicara kepada kedua orang tuaku," ucap Desy tersenyum renyah.
"Apa,,," sontak Rian kaget dengan apa yang diucapkan oleh Desi bahwa dia harus bicara dengan kedua orang tuanya mengenai hubungannya dengan Desi saat ini.
"Iyaa,,Mas! Besok kan kedua orang tuaku datang, jadi ini kesempatan buat kamu untuk bicara kepada mereka. Bahwa hubungan kita akan serius. Aku tidak apa-apa kok dimadu," ucap Desy tersipu malu.
Rian pun nampak termenung dalam hatinya berkata mungkinkah Lia, belum bicara dengan sahabatnya itu? Bahwa Lia akan menggugat cerai sang suami. Jadi sampai saat ini Desy tidak tahu kalau Rian akan digugat oleh sang istri,dan Desy menyangka Rian masih berstatus suami Lia.
"Kenapa Desy begitu ngebet banget ingin di madu olehku!?" gumam hati Rian.
"Kita lihat saja besok," ucap Rian kepada Desy.
Desy pun seakan tidak akan memaksa Rian untuk bicara sekarang, mungkin Rian butuh waktu untuk berpikir. Dan Desy pun berharap Rian akan berubah pikiran, esok hari Rian bisa bicara kepada kedua orang tuanya untuk melamar dirinya.
_____
Setengah jam kemudian.
"Yu, sudah beres Sayang, makannya," ucap Desy, tersenyum manis kepada Cantika.
"Kita mau kemana Tante?" tanya anak itu menatap lekat kepada Desy
__ADS_1
"Kita kan mau ke Butik Sayang, dan bajunya besok kamu pakai ya, di acara syukuran di rumah Tante, Papa Rian pun akan pakai baju yang akan dibelikan oleh Tante," bisik Lia lekat ke kuping Cantika.
"Begitu akrab anakku dengan Desy," gumam hati Rian.
_____
Nampak terlihat kedekatan Cantika dengan Desy begitu terjalin erat. Dan ini membuat rasa hati Desy begitu dihinggapi rasa gembira karena dia tengah mendekati sosok Papanya sang anak. Niat dia ingin mengambil hati Cantika, dengan dia bisa mengambil hati sang anak, kesempatan untuk bisa dekat Papanya akan semakin dekat terjalin.
_____
Tiba di Butik.
Sesampai disana nampak yang punya Butik terlihat begitu akrab dengan Desy, karena Desy selalu membeli baju ke butik tersebut.
Nama pemilik Butik tersebut yaitu Tante Bella, orangnya sangat cantik dan ramah.
"Ini baju pesanan kamu, Des!" Tante Bella nampak memberikan tas yang berisi beberapa baju.
_____
Desy pun mengeluarkan baju yang ada di dalam tas tersebut, dan ternyata Desy sudah mempersiapkan baju untuk Cantika dan Rian.
Mata Cantika seketika berbinar tatkala melihat gaun bernuansa warna putih dan pink. "Bajunya besok dipakai buat kamu ya, Sayang!" ucap Desy memeluk erat Cantika dan nampak Rian pun sedang menatap sang anak yang terlihat senang.
Desy tersenyum puas tatkala melihat Rian yang dihinggapi rasa gembira karena sang anak begitu senang, terlihat dari raut mukanya setelah mendapatkan gaun dari Desy.
_____
"Yess,,, Akhirnya Rian senang dengan kedekatan aku dan anaknya, momen ini sebenarnya yang aku cari," gumam Desy dalam hatinya tersenyum puas dan licik.
"Ini calon kamu Des! Yang kamu ceritakan itu!?" tanya Tante Bella tersenyum ke arah Rian
_____
Rian pun berpikir mungkin rasa cinta Desy begitu besar terhadap Rian. Sehingga Desy begitu bangga memperkenalkan sosok Rian kepada teman-temannya, walau keadaannya Rian belum bertemu dengan teman-teman Desy, dan Rian mempunyai istri namun tak gentar bagi Desy untuk memperkenalkan Rian terhadap teman-temannya.
_____
"Semoga kalian berjodoh ya," ucap Tante Bella tersenyum lebar.
Nampak Rian hanya tersenyum tipis dengan apa yang di ungkapkan oleh Tante Bella.
"Iya, Tante Bella, doakan ya, semoga kita berjodoh," bisik Desy lekat ke kuping Tante Bella yang sedang menatap ke arah Cantika yang sedang menjajal Baju.
"Cantik sekali, Nak," ucap Tante Bella memuji Cantika yang terlihat anggun ketika memakai baju rancangannya.
Cantika tersipu malu dan terlihat nampak senang. "Cantika senang sekali Pah, memakai baju ini," ucap sang anak.
Rian pun hanya tersenyum ke arah sang anak.
"Iya Sayang, kalau kamu senang Tante Desy gembira dengarnya," ucap Desy tersenyum bangga.
"Ayo, buka bajunya," ucap Rian.
"Enggak, ah, mau pakai baju ini sekarang," jawabnya sambil mengaca dirinya di depan cermin. Cantika terlihat sangat puas ketika memandangi diri di depan cermin, dia tersenyum dengan memandangi baju pemberian dari Desy.
"Ya, sudah enggak apa-apa kalau mau dipakai sekarang juga, datang ke rumah bajunya buka ya, Sayang, dan besok di pakai lagi, biar enggak kotor pas dipakai ke rumah Tante," ucap Desy dengan tatapan masih mengarah ke Cantika yang sedang dihinggapi rasa gembira dengan memakai baju pemberian dari Desy tersebut.
"Begitu perhatian Desy terhadap sang anak, mungkin dia ingin memiliki Rian seutuhnya walaupun dengan kondisi Rian punya istri. Dia rela di madu," gumam hati Tante Bella.
_____
__ADS_1
Nampak Desy melirik kepada Tante Bella, dia pun tersenyum puas terhadap Tante Bella.
Dia seakan memberitahukan kepada Tante Bella bahwa dia mampu mengambil hati sang anak tersebut walaupun dengan keadaan, Rian masih ada istri.
Rian tidak bisa berbuat apa-apa ketika sang anak tidak mau membuka baju tersebut. Akhirnya Cantika memakai baju tersebut tanpa mau dia lepas, padahal baju tersebut akan dia pakai besok untuk acara ke syukurannya Desy besok di rumahnya.
"Enggak apa-apa kan, kata Tante Desy juga," ucap anak tersebut menatap sang Papa.
Nampak Rian menghela napas secara perlahan. "Ya,, sudah terserah kamu saja, yang penting kamu senang," ucap Rian kepada sang anak tersenyum tipis.
_____
Karena hari sudah menjelang sore, Rian pun berpamitan kepada Tante Bella. Rian berpikir dalam hatinya takut Lia, Mama dari Cantika khawatir karena Cantika terlalu lama dibawa oleh dia.
Karena Desy pun membawa mobil sendiri, akhirnya Rian pulang dengan Cantika berdua sedangkan Desy masih duduk manis di rumahnya Tante Bella.
"Ya, sudah Mas, hati-hati ya," ucap Desy kepada Rian sambil mencium punggung tangan Rian.
"Sayang, istirahat tidur setelah sampai di rumah ya," ucap Desy kepada Cantika. Dia mencoba mengambil perhatian kepada anaknya Rian dan mencium kening anak tersebut.
Akhirnya Rian dan Cantika berlalu dari rumah Tante Bella, dengan di barengi senyuman yang merekah dari Desy.
___
Rian pun nampak pulang dengan sang anak.
"Des, kelihatannya kamu dekat banget dengan anaknya Rian ya? Aku baru tahu Rian itu ternyata ganteng dan kalem, pantesan kamu terpikat dan mengejar dia terus," sindir Tante Bella dengan tersenyum seperti menahan tawa kepada Desy.
Desy nampak mukanya merah merona menahan rasa malu yang teramat dengan sindiran yang di ucapkan oleh Tante Bella.
"Ahh,,, Tante bisa saja," ucap Desy nampak tersipu malu dengan ucapan Tante Bella.
"Benar loh, Rian tampan. Aku pun seorang janda terpikat dengan sosok Rian," Tante Bella tertawa terbahak.
"Awas ya, Tante, jangan sampai suka dengan Rian karena Rian calonku," ucap Desy begitu percaya dirinya dia ketika berucap.
"Oh,,, jadi kamu takut, jika Tante mengambil Rian dari kamu!? Seperti kamu ambil Rian dari istrinya?" sindir Tante Bella kepada Desy sambil tertawa terkekeh.
Desy pun nampak terkesiap dan dia seakan tidak mampu untuk menyembunyikan rasa malu, dan rasa terkejutnya kepada Tante Bella yang mencoba sedang menyindirnya.
____
karena dihinggapi rasa malu Desy pun mengalihkan pembicaraan.
"Tan, besok bisa kan, datang ke acara syukuran aku?" tanya Desy.
"Diusahakan bisa, acaranya sore kan? Soalnya pagi-pagi Tante mau ada acara fashion show dulu," ucap Tante Bella.
"Iya,,, sore Tan, semoga Tante bisa datang ya," jawab Desy, dia berharap Tante Bella bisa datang ke acara syukuran rumahnya itu yang baru dia beli.
_____
Entah mengapa sosok bayangan Rian tiba-tiba hingga di pikiran Desy, padahal baru saja dia bertemu dengan Rian. Kemudian Desy pun mencoba memberikan sebuah pesan kepada Rian.
{"Mas, terima kasih atas waktunya, dan semoga kamu senang dengan baju yang aku berikan barusan. Kalau anakmu jangan ditanya, pasti dia senang, terbukti dengan bajunya tidak mau dia lepas, Hehehe..."} tulis pesan Desy kepada Rian.
{"Aku berharap kamu datang bersama Cantika besok, jangan ada alasan apapun,} Desy pun memberikan pesan kembali.
{"Iya,,, Iya,,, pasti aku usahakan untuk datang," akhirnya Rian pun membalaskan pesan terhadap Desy. Padahal keadaan dia sedang mengemudikan mobilnya, menuju pulang untuk mengantarkan anaknya kepada Lia.
Walaupun pesan tersebut singkat, tapi hati Desy begitu berbunga-bunga karena Rian besok akan datang dengan anaknya. Otomatis Desy akan dipandang baik oleh keluarganya, karena Desy sudah dekat dengan anaknya Rian. "Akhirnya Rian, luluh juga kepada aku," gumam hati Desy tersenyum bahagia.
__ADS_1
Bersambung...