
Setelah Desy mendapatkan restu dari Lia dan meminta maaf, akhirnya Desy pun dengan cepat menyampaikan kabar gembira tersebut kepada kedua orang tuanya. Saat itu kedua orang tuanya sedang duduk santai di kursi sofa dengan menikmati teh hangat dan cemilan.
Desy nampak senyum-senyum sendiri ketika duduk di pinggir sang Ibu. Nampak kedua orang tuanya dihinggapi rasa penasaran lalu menggoda Desy.
"Kenapa kamu Des, pasti hati kamu sedang berbunga," ucap sang Ibu menatap lekat sang anak kemudian melirik ke arah sang suami.
______
Desy menghela napas secara perlahan kemudian dia menceritakan semuanya, bahwa kini dia tengah dekat dengan Rian. Betapa terkejutnya kedua orang tua Desy dan nampak kini rona wajahnya berseri karena sang anak telah menjalin lagi hubungan yang serius dengan Rian.
"Des, lalu rencananya kapan, akan di laksanakan pernikahan kamu dengan Rian, biar Bapak yang tanggung semuanya," ucap sang Bapak terlihat dihinggapi rasa bahagia.
"Kita sepakat mungkin beberapa bulan lagi yang jelas pasti tahun ini," jawab Desy.
"Kalau menurut Bapak niat baik itu jangan di tunda harus di segerakan Des," sang Bapak seakan tidak sabar, agar Desy segera menjalin bahtera rumah tangga lagi dengan Rian.
_______
Sang Bapak pun berpikir agar Desy lebih tertata lagi hidupnya ke depan bersama Rian. Sang bapak pun seakan ingin menebus kesalahannya karena sang Bapak dulu yang selalu menjauhkan Desy dengan Rian dan akhirnya mereka berpisah.
"Iya, Des, betul kata Bapak kamu kalau niat baik itu jangan di tunda karena tidak baik," sambung sang Ibu dengan merapikan rambut Desy yang terurai panjang.
"Gimana kalau nanti sore Rian dan Ibunya undang makan kesini. Ibunya sudah sehat kan?" tanya sang Bapak seakan tidak sabar untuk membicarakan pernikahan sang anak.
"Iya, Ibunya Rian sudah sehat. Baik Pak nanti akan Desy undang Rian dan Ibunya datang kesini," jawab Desy.
________
Sore pun tiba.
Nampak Rian datang dan kedatangan Rian ke rumah Desy selain dengan sang Ibu ternyata dia datang bersama Papanya dan juga Tante Dini. Terlihat Desy dan kedua orang tuanya pun sangat bahagia dengan kedatangan mereka.
."Wah, kejutan nih, ternyata Papanya Rian juga datang kesini," ucap Bapaknya Desy tersenyum lebar.
Nampak terlihat keakraban yang terjadi di antara mereka cukup terjalin. Setelah acara makan selesai kemudian mereka pun duduk di kursi sofa.
________
"Alhamdulillah akhirnya Desy anak saya bisa dapat menjalin lagi tali silaturahmi dengan keluarga Rian dan terutama Rian nya sendiri." ucap Bapaknya Desy tersenyum ke arah sang anak kemudian melirik kepada Rian.
Bapaknya Desy terlihat menghela napas secara perlahan kemudian dia pun memberanikan diri untuk berbicara masalah serius mengenai pernikahan Desy yang menurutnya, alangkah baiknya di laksanakan agar bisa secepatnya karena Desy dan Rian sebelumnya sudah pernah membina rumah tangga dan sudah mengenal satu sama lain. Dan sekarang bagaimana caranya mereka agar bisa hidup lebih baik kedepannya seperti apa, dan jangan mengulangi kesalahannya di masa lalu.
Nampak Rian pun melirik sang Ibu dan terlihat sang Ibu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pertanda keputusan semua Rian yang ambil.
________
"Gimana Rian, apa kamu siap kalau bulan depan di adakan acara pernikahannya," ucap sang Papa menepuk pundak Rian.
Rian terkejut dan hanya senyuman yang di torehkan oleh dia. Mungkin niat dia jangan terburu-buru untuk menikah karena dia belum mapan dalam masalah finansial nya yang sempat bangkrut.
"Kamu jangan khawatir Rian kalau masalah rezeki karena sudah di atur oleh yang di atas," ucap sang Papa kembali.
__ADS_1
Rian pun seakan ingat kata-kata dari Bapaknya Desy ketika dulu. Dia berucap Rian hanya numpang hidup dari istri. Kata tersebut seakan membuat Rian tidak percaya diri dengan keadaan sekarang yang baru memulai usaha bersama sang Papa.
_______
"Rian sudahlah jangan memikirkan yang telah lalu. Bapak mengerti kok, keadaan kamu sekarang ini seperti apa dan Bapak akan selalu mendukung kamu," ucap Bapaknya Desy memberikan semangat.
"Gimana Rian, kalau menurut Ibu juga sebaiknya di percepat acara pernikahan kamu dengan Desy. Biar kamu dan Desy bisa saling mengurus satu sama lain," sambung Bu Viona kembali.
Setelah Rian mendengar dan memahami obrolan kedua orang tuanya dan kedua orang tuanya Desy, akhirnya Rian pun mengangguk kepalanya.
"Iya,,,Bismillah Rian akan lakukan niat baik Rian," jawabnya tersipu malu dan terlihat gugup.
________
"Alhamdulillah,," serentak kedua orang tua mereka berucap begitupun dengan Tante Dini yang nampak matanya berkaca-kaca.
Sementara Desy sang calon wanita. Dia terlihat menitikkan air mata terasa rasa haru dan gembira mewarnai hati dan perasaannya.
Desy seakan tidak bisa menyembunyikan rasa gembira dia.
Mereka pun sepakat untuk pernikahan yang di adakan nanti, akan di langsungkan secara sederhana dan cukup keluarga saja yang di undang.
Desy pun akan berniat mengundang mantan suaminya yaitu Bobby yang sudah tiga bulan lalu menikah dan sekarang berada di luar kota bersama sang anak dan istri barunya. Semenjak Desy mengalami sakit depresi, dia tidak pernah berjumpa dengan sang anak tentunya rasa rindu kian menghinggapi dan dia ingin segera bertemu dengan sang anak. Dia pun berniat ingin membawa sang anak ketika nanti sudah menikah dengan Rian.
Setelah menentukan tanggal dan bulan depan acara resepsi pernikahan akan di laksanakan. Keluarga Rian pun akhirnya pamit pulang. Keluarga masing-masing nampak terlihat gembira.
________
{"Lia, Insha Allah aku akan menikah bulan depan bersama Rian. Pokoknya kamu harus datang bersama keluarga kamu,"} ucap Desy dengan terisak tangis rasa gembira dan malu seakan campur jadi satu ketika berbicara dengan Lia sang sahabat di sambungan teleponnya.
Lia nampak terlihat gembira dengan mendengar kabar tersebut dari Desy.
"Akhirnya kamu bersama lagi dengan Rian. Aku mendukung banget Des, semoga lancar sampai hari pernikahan tiba ya,"} jawab Lia di sambungan teleponnya.
______
Sementara di sebrang sana tatkala sambungan telepon selesai di tutup nampak Lia memberikan kabar gembira tersebut kepada sang suami dan nampak Adrian pun terlihat gembira tatkala mendengar kabar bahwa Desy akan menikah kembali dengan Rian mantan istrinya dulu.
"Aku yakin mereka akan jauh lebih bijak kedepannya. Mereka akan belajar lebih dewasa menyikapi semua masalah karena semua kesalahan yang telah mereka lakukan akan dijadikan pelajaran semuanya untuk mereka agar lebih baik lagi." ucap Adrian seakan memahami hati Rian dan Desy.
Sementara sang anak Cantika terlihat gembira juga tatkala mendengar kabar Papanya akan kembali rujuk dengan Desy.
"Jadi Desy punya Mama dua lagi. Hehehe...," ucap sang anak tertawa terkekeh.
________
Keesokan harinya.
Nampak Desy sedang melakukan video call dengan sang anak. Desy seakan tidak bisa menyembunyikan rasa rindu dia terhadap sang anak. Sepertinya Desy ingin sekali cepat berjumpa dengan sang anak tersebut. Desy menatap lekat ke layar ponsel dimana sang anak pun tengah menatap dirinya.
{"Nak, bilang sama Papa sekolahnya disini saja sama Mama ya,"} ucap Desy kepada sang anak.
__ADS_1
Kebetulan tahun ini sang anak usianya sudah menginjak tujuh tahun jadi dia akan memulai sekolah di bangku SD.
Kemudian dari layar ponsel nampak sesosok laki-laki yang tidak lain adalah Bobby mantan dari suaminya Desy dan di pinggirnya terlihat pula istri barunya. Istri baru Bobby nampak tersenyum ramah kepada Desy.
______
{"Iya, Des, kalau kamu menginginkan anakmu tinggal bersama kamu tidak apa-apa,"} ucap Bobby tersenyum.
Nampak Ibu sambung dari sang anak sudah sangat dekat dengan anak dari suaminya tersebut dan terlihat istri baru Bobby sangat sedih tatkala harus melepas sang anak yang nantinya akan tinggal bersama Desy.
"Sudah jangan sedih, tiga bulan lagi kita juga akan pindah kan kesana karena urusan kerjaku. Jadi kita akan sering bertemu dengan anak kedepannya," ucap Bobby menyabarkan sang istri.
______
Desy merasa terharu dengan semua ini karena istri dari mantan suaminya itu ternyata begitu peduli dan sayang terhadap anaknya. Desy pun merasa senang tatkala mendengar kabar dari Bobby bahwa dia akan di pindahkan kerja ke kota dimana sekarang Desy berada. Jadi dia tidak perlu khawatir dengan kondisi sang anak nanti jika dia rindu kepada sang Papa dan Ibu sambungnya.
Terlihat di layar ponsel sang anak memeluk sang Papa kemudian memeluk Ibu sambungnya pertanda sang anak sedang dihinggapi rasa gembira.
Setelah menumpahkan rasa rindunya terhadap sang anak di sambungan video call nya. Desy pun kemudian menutup sambungan teleponnya.
______
TING...
Tiba-tiba pesan masuk dari Rian.
{"Des, semoga kita bisa melewati rintangan dan semoga kedepannya hubungan kita akan menjadi lebih baik lagi. Kita nikah untuk ibadah semoga keegoisan kita masing-masing bisa kita lewati bersama,"} pesan dari Rian membuat Desy dihinggapi rasa haru dan nampak menitikkan air mata.
{"Kamu sudah hubungi Lia dan Bobby?"} tulis pesan kembali dari Rian.
{"Sudah Mas, dan alhamdulilah mereka akan hadir di acara pernikahan kita nanti,"} balas Desy dan tersenyum lembut.
________
Rian pun berkata kepada Desy baru saja dia dapat undangan dari Ana di kampung. Bahwa dia akan menikah lusa dan kedua orang tuanya Ana berharap Rian dan sang Ibu datang. Rian pun rencananya akan mengajak Desy dan Cantika untuk pergi ke kampung.
{"Boleh Mas, aku pasti ikut. Tidak enak juga kalau sampai datang. Gimana pun juga kamu dulu sama keluarganya Pak RT dekat,"} balas pesan Desy.
{"Kamu tidur Des, istirahat yang cukup ya, jangan banyak pikiran," ucap Rian memberikan semangat kepada Desy.
Begitu pun dengan Desy, dia memberikan semangat kepada Rian agar semangat kerja dan jangan patah semangat selama kita berusaha pasti yang di atas kasih jalan.
Sambungan telepon pun akhirnya terputus setelah mereka sama-sama saling menyemangati.
______
Desy nampak menghela napas panjang. Di atas ranjang dia menatap langit-langit kamar. Pikirannya melayang jauh dan dia tersenyum sendiri karena tidak menyangka dengan semua ini bahwa akhirnya dia saat ini bisa rujuk lagi dengan Rian. Meskipun rasa bersalah terus menghinggapi. Tapi dia mencoba menepis itu semua karena jika dia terus menerus mengingat masa lalu karena rasa salahnya kepada Lia, dia tidak pernah maju.
"Alhamdulillah Lia sudah mau memaafkan aku dan yang terpenting sekarang aku bisa kumpul lagi bersama dengan anakku," ucap Desy tersenyum puas.
Desy pun nampak memejamkan matanya dan mencoba tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya.
__ADS_1
Bersambung...