
Akhirnya Lia pun datang dari Singapura. Nampak Rian, sang suami sudah menjemput di Bandara. Terlihat Cantika, sang anak ketika melihat sang Papa, dia memeluk erat, rasa rindu nampak terlihat dari raut muka sang anak.
"Papa.." Cantika tersenyum lebar.
"Sayang," ucap Rian. Dia merasa senang karena nampak terlihat dari raut sang anak begitu dihinggapi rasa gembira setelah berlibur ke negeri singa atau Singapura.
___
Rian pun membalas anak tersebut dengan pelukan erat dan menciumnya. Sementara Tante Dini hanya menatap dan tersenyum malu, tatkala melihat anak dari suaminya itu terlihat gugup dan dingin terhadap Lia.
Lia pun hanya tersenyum tipis kepada Rian tanpa menyambut gembira kedatangan sang suami. Beda dengan perlakuan sang anak yang begitu dihinggapi rindu kepada sang Papa karena sudah seminggu tidak bertemu.
___
"Rian, kata Bapakmu. Malam ini nginap saja di rumah Tante," ucap Tante Dini, sambil berjalan kearah mobil.
Rian pun memasukkan semua barang ke dalam mobil. Begitu banyak barang yang dibawa oleh sang Tante. Nampaknya Tante Dini membawa banyak oleh-oleh dari Singapura.
"Makasih Tante, tapi lain kali saja!" Rian menolak secara halus ajakan Tante Dini untuk menginap di rumahnya. Dia seakan tidak enak jika harus menginap di rumah Tante Dini, istri kedua dari sang Bapak.
"Iya, Tan. Nanti saja kapan-kapan nginapnya," ucap Lia tersenyum.
Setelah barang semua masuk dan tertata rapi mereka pun memasuki ke dalam mobil.
Sebelum datang ke Indonesia, Bapak Yosi, suami Tante Dini meneleponnya, agar Rian bisa menginap dengan Lia beserta anaknya malam ini di rumahnya, karena Bapaknya Rian rindu dengan sang cucu.
_____
"Yasudah, Cantika saja yang nginap di rumah Tante ya, biar nanti yang mengantar pulang Cantika ke rumah Tante saja," ucap Tante Dini seakan memaksa karena sang suami ingin bertemu dengan sang cucu.
"Asik, boleh kan, Pah," Cantika merajuk.
Anak kecil tersebut sepertinya ingin sekali menginap di rumah Tante Dini.
Akhirnya Rian dan Lia pun mengijinkan anaknya tersebut untuk menginap di rumah Tante Dini. Rian dan Lia seakan tidak bisa menolak ajakan dari Tante Dini.
Setelah semuanya selesai Rian pun kembali melajukan mobilnya, untuk mengantarkan Tante Dini dan anaknya terlebih dahulu ke rumah Tante Dini.
Setelah sampai di rumah Tante Dini, nampak Rian dan Lia tidak masuk ke dalam rumah Tante Dini dengan alasan ada keperluan mendadak. Bapaknya Rian pun sedang tidak ada di rumah, yang nampak di dalam rumah hanya ada sang ART.
Rian kembali melajukan mobilnya ke arah rumahnya, di dalam mobil mereka berdua tampak tidak bergeming sedikitpun, Rian dan Lia hanya melamun dengan pikirannya masing-masing.
_____
Tiba di rumah Rian.
Nampak Teh Sumi tersenyum lebar tatkala melihat sang majikan sudah datang dari Singapura. Teh Sumi pun kemudian membawa barang-barang dari dalam mobil ke dalam rumah.
Setelah memasuki rumah Rian langsung memasuki kamarnya, sementara Lia mengikuti langkah kaki Teh Sumi menuju arah dapur.
___
"Teh, gimana Rian suamiku masih suka bawa Desy kesini?" tanya Lia kepada sang ART.
Teh Sumi hanya menundukkan kepalanya bibirnya seakan berat untuk berbicara.
Melihat sang ART seperti dihinggapi rasa serba salah. Lia pun seakan mengerti apa yang akan dirasakan oleh Teh Sumi.
"Pasti Rian main gila lagi sama si Desy, ya? jawab yang jujur Teh," ucapnya menatap lekat kepada sang ART tersebut.
"Maaf Bu, saya nggak tahu kalau soal itu! Tapi Bapak pulang kerja suka telat, gitu aja sih!" ucap Teh Sumi secara perlahan karena takut didengar oleh Rian.
"Berarti dia main gila lagi dengan si Desy! kalau pulang telat tiap hari ke rumah, ucap Lia dengan pandangan mengarah ke dalam kamar di mana Rian sedang berada.
__ADS_1
"Aku harus ke rumah Desy besok!" gumam hati Lia.
____
Keesokan harinya.
Pagi itu Lia pun berkunjung ke rumah Desy, kebetulan hari itu, hari libur kerja. Lia berpikir kemungkinan Desy pasti ada di rumahnya.
Lia berpikir jika dia memberi tahu dulu Desy untuk datang ke rumahnya, takutnya Desy, beralasan sibuk atau pergi karena Lia akan datang.
Lia nampak pamit kepada Rian, tapi dia bilangnya mau menjemput Cantika ke rumah Tante Dini. Rian pun seakan tidak menaruh curiga kepada sang istri dan dia mengizinkan sang istri untuk ke rumah Tante Dini.
Rian mencium kening sang istri tapi Lia tidak menampakkan wajah ramahnya dia tetap cemberut dan terlihat menyimpan rasa kesal terhadap sang suami. Melihat keadaan tersebut sang suami pun seakan tahu, Rian mengakui dia sekarang di posisi yang salah.
_____
Lia pun memasuki mobil setelah dia pamit kepada Rian. Nampak setelah berada didalam mobil Lia menghela napas panjang, karena kepergiannya kali ini mau melabrak sang Pelakor yaitu sahabatnya sendiri
Selama dalam perjalanan menuju rumah Desy, hati Lia seakan dihinggapi rasa tidak karuan karena sebentar lagi Lia akan mengintrogasi sang sahabat yang selama ini berselingkuh dengan suaminya.
___
Tiba di rumah Desy.
Lia pun turun dari dalam mobil, Lia kemudian memarkirkan mobilnya tersebut di luar tanpa memasukkan mobilnya ke dalam garasi rumah Desy.
Setelah keluar dan berjalan menuju rumah Desy yang nampak gerbang pintu tidak terkunci, Lia pun menyeret langkah kakinya dengan hati yang tidak karuan.
___
Tok... Tok... Tok...
Lia mengetuk pintu rumah Desy, bergemuruh dada Lia tatkala menunggu sang pemilik rumah membukakan pintu. Terasa lama Lia menunggu sang pemilik rumah untuk membukakan pintu.
Krekkkk..
Bunyi suara pintu terdengar jelas ke telinga Lia, spontan Lia membalikkan badannya ke arah suara pintu yang sudah terbuka itu, karena posisi badan Lia sedang membelakangi pintu rumah. Nampak terlihat oleh Lia sosok sahabatnya itu, Desy sedang berdiri tegak di depan pintu.
"Eh..Kamu Lia, pagi-pagi sudah datang ke sini!" ucap Desy terdengar gugup dan mukanya merah padam.
Lia menatap dengan sorot mata tajam ke arah Desy dan tersenyum sinis.
"Kamu masih ada hubungan sama suamiku?" tanya Lia dari sinar matanya ingin sekali ada jawaban dari mulut Desy, serius tidak ada kepalsuan semata.
"Iya..!"ucap Desy dengan tegas. Tanpa ada rasa malu dan kasihan kepada sahabatnya itu karena telah berani merebut suami sahabatnya tersebut.
PLAK....
PLAK...
Tamparan keras hinggap melayang ke pipi Desy. Nampak Desy pun meringis kesakitan menahan rasa nyeri. Desy pun berpikir, Lia begitu berani menamparnya padahal Lia tengah berada di rumahnya.
"Aww... Kamu kenapa sih!" ucapnya seakan tidak peka dengan keadaan, padahal Desy tahu tamparan dari Lia itu adalah, tamparan yang dihinggapi rasa amarah dan kesal.
Desy pun jelas-jelas dia baru saja bicara jujur dengan berucap, ada hubungan khusus dengan suaminya yaitu Rian, tapi nampak Desy seakan tidak peduli dengan hal itu.
"Dasar pelakor!" ucap Lia.
Dadanya bergemuruh menahan sesak dan rasa kesal di dalam dada.
"Hahahaha..!" Desy tertawa seakan mengejek sahabatnya itu.
"Kamu gila ya!? Dasar pelakor, sinting, sudah berani merebut suami sahabatnya sendiri. Sekarang malah tertawa puas," ucap Lia. napasnya terlihat memburu, hati dan perasaannya seakan mendidih ketika berbicara, seperti menahan rasa emosi yang kian membara.
__ADS_1
"Kalau pelakor itu, perebut suami orang! Nah, kalau misalkan dua-duanya sama suka gimana?"ucapnya terdengar tidak ada rasa malu. Pandangan Desy begitu lekat ke arah Lia seakan ingin di tampar kembali oleh sahabatnya itu sendiri.
"Sama saja tolol!" ucap Lia.
PLAK
Lia tersulut emosi dan kembali menampar Desy karena dia kesal dengan sifat Desy yang seakan tidak mau mengakui perselingkuhannya dengan Rian sang suami.
"Awas! kamu jangan kembali merebut suamiku," ucap Lia matanya melotot ke arah bola mata Desy.
___
Lia pun berlalu dari hadapan Desy memasuki mobilnya karena dia berpikir jika dilanjutkan kembali pertengkarannya dengan Desy, pasti tidak ada titik temu, yang ada takut terjadi pertengkaran yang lebih hebat lagi.
Nampak terlihat oleh Desy, Lia tidak bisa menahan rasa sakit hatinya. Air mata di ujung mata pun seketika mengalir deras. Lia dengan cepat menyeret kakinya ke arah mobilnya yang terparkir di luar rumah Desy, Lia membuka pintu halaman dengan lebar lalu menutupnya dengan kasar.
_____
Lia memasuki mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang. Dalam mobil Lia sesenggukan menangis, air mata di pipinya berderai tumpah ruah.
"Wanita tidak tahu diri!" ucapnya.
Lia pun memijit sambungan teleponnya untuk menghubungi Tante Restu, adik dari Ibunya.
{"Tante, aku barusan ke rumah Desy dan menampar wanita pelakor itu!"} ucap Lia di sambungan teleponnya.
"Jadi Rian kembali berhubungan dengan si Desi! Ketika kamu berada di Singapura?" tanya sang Tante.
"Iy-iya, Tante!" Lia berucap dengan terbata-bata menahan tangis yang terdengar pilu dan kecewa.
"Sudah kamu ke sini saja Lia," ucap sang Tante terdengar geram ketika mendengar sang keponakan kembali di selingkuhi oleh Rian.
_____
Sambungan telepon pun langsung ditutup oleh Lia. Pikiran Lia berselancar tidak karuan.
Tiba-tiba ponselnya berdering kembali terlihat di sana Tante Dini menelepon.
"Mungkin Tante Dini mengabarkan keadaan Cantika saat ini, karena anakku sedang ada di sana," ucap Lia.
Lia pun seakan enggan untuk mengangkat sambungan telepon dari Tante Dini karena Lia tidak kuasa jika dia berbicara dengan Tante Dini dengan suara yang parau dan menahan sesak di dada.
____
Tante Dini memberikan sebuah pesan nampak terlihat di aplikasi WhatsApp Lia.
{"Lia Kamu ke sini dengan Rian ya, Tante udah masak buat kalian, ditunggu sekarang juga,"} pesan dari sang Tante begitu dihinggapi rasa dilema oleh Lia, karena Lia sedang menuju rumah Tante Restu dan Lia pun berpikir tidak akan menjemput dulu sang anak ke rumah Tante Dini. kebetulan Cantika sedang libur sekolah selama 2 minggu.
Jadi Lia berpikir anaknya tidak akan dijemput dulu olehnya, karena Lia ingin menenangkan pikirannya terlebih dahulu di rumah Tante Restu.
____
"Aku tidak mungkin cerita kembali masalah Desy kepada Tante Dini apalagi kepada Bapaknya Rian karena kalau cerita terhadap mereka tidak ada solusi. Bimbang hati Lia dan membuang napas kasar, bayangan Desy yang begitu baik dan terlihat selalu melindungi sahabatnya kini terasa bagaikan serigala yang akan menerkam mangsanya.
Pikiran Lia berselancar jauh dia mengingat kembali sahabatnya yang begitu setia selalu menjadi teman curhatnya, dan di saat Rian dulu berselingkuh dengan Citra, hanya Desy
yang mengetahui pertama kalinya perselingkuhan suaminya tersebut. Desy pun yang seakan setia memberikan solusi terhadap Lia atas perselingkuhan suaminya dengan Rian.
Tapi sekarang perselingkuhan terjadi dilakukan oleh Rian dan Desy. Tidak ada lagi sahabatnya yang setia untuk mendengarkan kisah pilunya itu.
Lia pun seakan dikhianati dan dikecewakan oleh sahabatnya itu, hati Lia berkeping.
_____
__ADS_1
"Aku tidak mau cerai dengan Rian, karena ada anak. Aku sangat mencintai Rian, semua hancur karena kehadiran Desy. Andai saja Desy tidak aku kenalkan kepada suamiku, mungkin tidak akan terjadi perselingkuhan ini dan semua akan baik-baik saja," gumam hati Lia menghela napas secara perlahan.
Bersambung...