Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 16 Rasa Kesal


__ADS_3

Fani masih termangu di dalam kamar Hotel. Dia dihinggapi rasa serba salah. Apakah dia akan pulang ke rumah, atau tetap tinggal di Hotel, karena masih dihinggapi rasa kesal kepada sang suami.


"Apakah aku harus mendatangi Tante Restu? dan aku minta pendapat dari dia. Bahwa Rian, suamiku tengah berselingkuh," ucap Lia.


Tante Restu adalah adik dari Mamanya.


Dia berpikir tidak mungkin bercerita dengan kedua orang tuanya karena mereka selalu sibuk dan terlihat cuek, jika dia bercerita tentang masalah keluarganya.


Lia seakan tidak tahu kepada siapa lagi, dia akan bercerita masalah Rian yang berselingkuh. Biasanya dia berkeluh kesah dengan sahabatnya yaitu Desi, akan tetapi Desi yang sekarang dia anggap sebagai sahabat sejati ternyata mengkhianatinya dengan merebut Rian darinya.


Hati Lia bergemuruh tidak karuan, hal yang paling ditakutkan adalah suaminya itu melakukan hal jauh dengan Desi, dan suaminya tidak pulang ke rumah malam ini. "Apakah aku harus pulang malam ini, karena anakku hanya bersama dengan Teh Sumi," gumam hati Lia dihinggapi rasa tanya.


Ting..


Tiba-tiba pesan muncul dari Teh Sumi.


{"Bu, sedang dimana? Bapak khawatir, kata Bapak kenapa teleponnya tidak di angkat,"}tulis pesan sang ART seakan membuat hati Lia serba salah karena dia pun sebenarnya ingat sama anaknya, tapi di lain sisi dia kesal dengan suaminya.


Pesan dari Teh Sumi diabaikan oleh Lia, tanpa membalasnya. Karena Lia berpikir kalau dia membalas pesan tersebut. Keberadaan dia sedang di mana, mungkin Rian sang suami akan menyusul dia ke Hotel di mana, dia sedang menenangkan dirinya.


•••


Tiba--tiba Desy pun memberikan pesan yang membuat Lia berpikir, pasti Desy disuruh oleh Rian, untuk mengetahui keberadaannya sekarang sedang di mana.


{"Lia, sudah tidur belum, kamu lagi apa?"} isi pesan tersebut membuat hati Lia muak, karena sebelumnya Desy tidak pernah memberikan pesan larut malam.


•••


Karena Lia tidak membalas pesan tersebut akhirnya, Desi pun kembali memberikan pesan kepada Lia.


{"Lia sebelum aku berangkat kerja, aku mau mampir ke rumahmu ya, mau kasih Bolu untuk anakmu Cantika. kebetulan lusa dia ulang tahun ya,"} tulis pesan Desy kembali.


___


"Ya ampun, aku lupa! Lusa itu ulang tahunnya Cantika, kenapa aku nggak ingat ya," ucap Lia.


Lia kemudian tertegun sejenak memikirkan acara ulang tahun Cantika karena tidak pernah absen, kalau untuk ulang tahun anaknya itu. Cantika anak satu-satunya yang dia sayangi.


Lia mengurungkan niatnya untuk menginap di Hotel tersebut, karena dia ingat dengan anaknya Cantika.


Lia harus mempersiapkan semuanya besok, untuk acara ulang tahun anaknya yang akan di adakan lusa, tepatnya hari minggu.


Lia pun keluar dari Hotel tersebut untuk menuju rumahnya, walaupun keadaannya sedang dihantui rasa kesal terhadap Rian sang suami.


_____


Di dalam mobil.


Nampak pikiran Lia tidak karuan, dia seakan bingung dengan arah tujuan yang akan dilalui. Pikiran dia kalut, entah mengapa mobilnya dibelokkan ke arah rumah Tante Restu, dia berpikir mau membawa Tante Restu ke rumahnya untuk menemaninya pulang.


Nampak Lia memberikan pesan kepada Tante Restu di sambungan aplikasi WhatsApp. {"Tante, Lia mau ke rumah Tante sekarang, tolong bukain gerbang pintu,"} tulis pesannya.


Karena malam itu tepat pukul 12 malam, Lia berpikir jika dia membunyikan klakson akan mengganggu sang Tante yang sedang istirahat.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah Tante Restu, nampak terlihat Tante sedang duduk di depan teras, dan pintu gerbang pun tampak sudah terbuka. Tante Restu adalah seorang janda mempunyai anak satu, kebetulan anaknya sudah menikah dan tidak tinggal di sana.


Jadi Tante Restu tinggal berdua sama sang ART, dia seorang desainer baju.


"Halo sayang," sang tante memeluk erat Lia.Tante Restu menatap lekat kepada Lia,


nampak jelas terlihat oleh Tante Restu, mata Lia sembab Tante Restu pun dihinggapi rasa penasaran.


"Kenapa kamu Lia?" tanya sang Tante.


Lia terdiam tidak menjawab hanya memeluk sang tante dengan erat.


Setelah dirasa tenang hati dan pikirannya, kemudian Lia pun menceritakan apa yang sedang dia rasakan saat ini.


Setelah mendengar semua penjelasan dari Lia, Tante Restu terlihat begitu iba terhadap Lia, dan dia pun bergegas untuk mengganti pakaian karena akan pergi ke rumah Lia


___


Jam menunjukkan pukul 2 malam, akhirnya Lia pun sampai di rumah dengan membawa Tante Restu ke rumahnya.


Nampak Ryan sedang berada di teras rumah, dia terlihat sedang memainkan ponselnya.


"Mah ke mana aja sih, dari tadi telepon nggak diangkat-angkat," ucap Rian terlihat dihinggapi rasa khawatir. Manakala melihat sang istri, baru turun dari dalam mobilnya.


"Tadi Lia datang ke rumah Tante, kepalanya tiba-tiba pusing lalu meminum obat dan ketiduran, dan Tante tidak mau membangunkannya karena kasihan. Baru bangun tadi sekitar pukul 1. Tante khawatir kalau dia nyetir sendiri nggak ada teman. Jadi Tante anterin saja ke sini," ucap Tante Restu mencoba berbohong kepada Rian.


Lia pun berlalu ke dalam kamar tanpa menoleh sang suami. Tante Restu mengikutinya dari arah belakang.


"Tan, langsung saja istirahat di kamar Cantika ya, aku mau istirahat dulu capek," ucap Lia.


__


Rian memasuki kamar.


"Mah, mau dipijit sama Papa?" Rian mencoba menawarkan kepada Lia untuk memijit badan Lia yang terlihat capek.


"Tidak, terima kasih. Aku mau tidur saja, tidak mau di ganggu," ucapnya dengan posisi badan membelakangi sang suami.


"Kenapa sih, Mah?" tanya Rian dihinggapi rasa penasaran karena sang istri dari semenjak pulang tadi, bibirnya cemberut terlihat kesal kepadanya.


"Aku capek, kamu dengar Pah!" ucap Lia dengan nada bicara yang tinggi.


Sontak Rian sang suami terkejut dengan sikap sang istri yang terlihat marah.


Rian pun akhirnya diam, tidak ada kata yamg terucap dari bibirnya.


Nampak Rian memejamkan matanya, terlihat dia senyum sendiri. Mengingat tadi sore pertemuannya dengan Desy yang sangat romantis dan membuat hati Ryan seakan tidak bisa lupa.


"Desy begitu pribadi yang sangat lembut, wangi parfumnya begitu menggoda dan buatku tidak lupa," gumam hatinya.


Lia kemudian menggerakkan tubuhnya ke arah Rian, nampak terlihat oleh ekor matanya, Rian tersenyum sendiri sambil memejamkan matanya.


"Aku tahu Pah, apa yang sedang ada di otak kamu! kamu sedang memikirkan si Desy, pertemuan kamu tadi dengannya. Kamu dengan Desy sama-sama goblok!" gumam hati Lia dihinggapi rasa kesal dan kecewa yang teramat.

__ADS_1


Lia dihinggapi rasa sesal dalam dirinya, dia berpikir. ("Mengapa Rian begitu tega mengkhianatinya.")


"Aku akan bicara besok sama Desy, katanya dia besok akan mengirim Bolu kesini, tapi aku tidak mau, kalau dia memberikan Bolu untuk anakku karena mungkin saja dia ingin mencari perhatian dari Rian." gumam hati Lia.


_____


Keesokan harinya


Suara mobil begitu terdengar jelas ke kamar Lia. Lia pun menengok dari arah jendela kamar, nampak terlihat mobil Desi yang tengah berada di luar garasi, Lia dengan cepat menyeret langkahnya menuju dapur.


"Teh Sumi, ada Desi diluar, bilang saja aku sedang mandi," ucapnya.


Teh Sumi pun seakan mengerti apa yang diucapkan oleh sang majikan tersebut.


Kemudian tiba-tiba datang Tante Restu menghampiri. "Sudah biar saya aja yang keluar," ucap Tante dengan tegas.


___


Lia dihinggapi rasa khawatir karena takut Tante Restu membongkar semua aib yang dilakukan terhadap Rian bersama Desy.


Lia nampak terdiam tidak banyak kata ketika Tante Restu mau menemui Desy.


Tante Restu pun berlalu dari hadapan Lia kemudian dia berjalan ke arah jendela untuk melihat Tante Restu yang menghampiri Desi di luar.


•••


Nampak di luar.


"Halo, Tante Restu, apa kabar. Ini saya bawakan Bolu untuk Cantika, besok kan dia ulang tahun ya," ucapnya ramah nampak jelas dari raut mukanya seakan tidak ada salah


Pandangan Tante Restu lekat ke arah Desy, tanpa senyum sedikitpun. Dia mengambil Bolu tersebut sambil mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.


Melihat gelagat Tante Restu yang seakan menyimpan rasa kesal kepada Desy.


Dia pun dihinggapi rasa heran kepada Tante Restu, dia berpikir dalam hatinya. ("Kenapa Tante Restu terlihat marah,). Lia pun seakan tidak bisa berkata apa-apa di hadapan Tante Restu. Dia pun mengganggukan kepalanya dan pamit kepada Tante Restu.


••


Melihat sang tante berperilaku tidak baik kepada Desy. Lia pun dihinggapi rasa puas. Karena nampak terlihat jelas oleh Lia,


Desi seakan malu ketika Tante Restu tidak bersikap baik kepadanya.


••


Desy pun kemudian berlalu dari rumah Lia. Akhirnya Desy kembali melajukan mobilnya untuk berangkat ke kantor.


"Mungkin Tante Restu sedang banyak pikiran atau dia sedang ada masalah, jadi dia menginap di rumah Lia," ucap Desy.


Desy tidak berpikir ke arah yang lebih jauh bahwa sebenarnya, Tante Restu kesal terhadap Desy, karena Desi sudah berselingkuh dengan Ryan.


___


"Tante kenapa Tante ambil Bolu dari Desy, padahal Tante jangan terima Bolu itu," ucap Lia terlihat kesal.

__ADS_1


"Tadinya Tante, nggak mau ngambil Bolu ini, tapi menjaga perasaan dia aja sih. Sebenarnya Tante kesal juga ingin menjambak rambutnya! Sudah jangan dimakan saja Bolu nya!" ucap sang Tante terlihat kesal.


Bersambung...


__ADS_2