BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Jalan Bersama


__ADS_3

Tasya, Lala, dan Keenan masuk ke dalam toko tersebut. Mereka di sambut oleh pelayan toko yang ada disana.


"Pak Reza ulang tahun bu?" tanya Lala penasaran


"Tidak. Saya hanya ingin membeli kemeja saja" ucap Tasya


Dia teringat waktu liburannya kemarin, Reza sangat menyukainya saat dia memakai kemeja yang kebesaran.


Tasya tersenyum simpul, semetara sorot mata yang lain melihatnya begitu kecewa.


"Hmm.. Apa saya belikan yang ini saja ya La" ucap Tasya sambil memegang sebuah kemeja berwarna pink.


"Haha.. Ibu bisa saja. Masa pak Reza mau pakai kemeja warna itu" ucap Lala


'yang mau pakai aku La, bukan dia' batin Tasya


"Ya sudah, seperti biasa saja" Tasya mengambil kemeja berwarna putih


"Memang ibu tahu ukuran Pak Reza?" Keenan akhirnya membuka suara


"Ya iya lah Keenan, masa ukuran suaminya sendiri gak tahu. Gimana kamu ini!" sahut Lala


"Aku tanya Bu Tasya bukan kamu" ketus Keenan


Tasya tersenyum mendengarnya


Setelah selesai mereka bertiga keluar dari toko


*Dering ponsel Tasya


"Assalamualaikum, kamu dimana sayang?" tanya Reza


"Di Mall dekat kantor. Kan aku sudah bilang" Tasya polos


"Maksudnya sebelah mana? Aa sudah di Mall nih" ucapnya


"Ya sudah, Aa ke food court ya"


"Oke" kemudian Reza mematikan sambungan teleponnya


"Pak Reza mau nyusul bu?" tanya Lala


"Iya, dia sudah disini"


"Hah? Mati aku" ucap Lala kemudian menutup mulutnya


"Kenapa memangnya?" Goda Tasya


"Takut bu, nanti Pak Reza jutek lagi ke aku" ucap Lala


"Kenapa memang La, sedih ya. Haha" Tasya meledeknya


"Ibu gak takut sama Pak Reza?" tanya Lala


"Enggak lah. Kenapa takut?" ucapnya


"Iya ya bu, tinggal buka baju saja Pak Reza langsung melunak" goda Lala


"Hus kamu itu" Keenan melotot


Sesampainya di food court mereka mencari tempat duduk.


"Keenan, yuk beli minum" ajak Lala


"Kamu saja sendiri. Kenapa ajak aku" bantah Keenan


"Ayo dong, temani aku" Lala menarik tangan Keenan


"Kamu selalu buatku susah. Ayo" Keenan berdiri.


"Aku cari minum dulu bu, ibu mau apa?" tanyanya


"Aku jus strawberry ya La. Ini uangnya. Aku tunggu disini saja takutnya A Reza keburu datang" ujar Tasya


"Oke bu." Lala dan Keenan meninggalkan Tasya


Tidak lama kemudian Reza menghampiri Tasya

__ADS_1


"Kok sendirian? Mana Lala?" tanya Reza sambil duduk di sebelahnya


"Beli minum A sama Keenan" ucap Tasya


"Kamu gak bilang jalan sama dia!" Reza meninggikan suaranya


"Aku berdua sama Lala, terus kebetulan ketemu Keenan di sini" terang Tasya


"Bohong" Reza tak percaya


"Gak percaya?" Tasya kesal


"Tahu begitu gak usah beli kemeja buat dia. A Reza menyebalkan" gumam Tasya


"Kamu bilang apa?" ucap Reza


"Enggak!" Tasya kesal


"Eh Pak Reza" Lala menghampiri mereka membawa tiga buah jus di tangannya


Reza hanya diam tak meresponnya


"Pak maaf ya, aku gak belikan jusnya" Lala sedikit menciut


"Tidak apa-apa La" Reza terdiam


Suasana terasa mencekam bagi Lala. Keenan dan Reza beradu pandang kemudian Reza memalingkan wajahnya.


"Pak Reza, bu Tasya belikan sesuatu loh buat Bapak" Lala memecah keheningan dengan sedikit berbisik kepada Reza


"La" Tasya melotot. Lala menutup mulutnya dengan tangannya


"Dasar cerewet!" ucap Keenan


"Apa kamu bilang?" Lala tertantang


"Apa! Aku gak bilang apa-apa" ucap Keenan


Reza melihat sebuah paper bag di hadapan Tasya. Dia membukanya. Seketika senyumnya merekah.


"Sya.."


'Ya Tuhan, Bu Tasya bisa galak juga' batin Lala


Tasya meminum jusnya


"Ayo sekarang mau kemana?" ajak Reza


'Ya Tuhan, cuma lihat kemeja saja, dia langsung berubah seratus delapan puluh derajat" batin Lala


"Pulang saja!" Tasya masih kesal


"Ibu masa pulang bu" Kini Lala bersuara


'Ya ampun lupa, ada Keenan sama Lala' batin Tasya


Kini semua mata tertuju kepada Tasya.


"Hehe.. Kemana dong La. Mau nonton?" ajak Tasya


"Mau yuk.. " Lala berbinar


"Yuk, biar saya yang traktir" ucap Reza sambil meminum jus Tasya


"Saya pulang duluan kalau begitu" Keenan membuka suara


"Ayo ikut Keen, masa aku jadi obat nyamuk sendirian" pinta Lala


"Ya terus nanti kita berdua jadi obat nyamuk?" ucap Keenan


"Iya, ikut saja yuk Keenan. Jarang sekali kan kita berempat bisa main kayak gini" Tasya menimpali


Reza hanya diam.


"Ya sudah ayok" Keenan setuju


'Tuh kan, dia masih berharap sama Bu Tasya. Baru bu Tasya bilang begitu saja dia sudah langsung mau' batin Lala

__ADS_1


Mereka berempat berjalan menuju ke bioskop. Sepanjang jalan, Reza menggandeng tangan Tasya. Sementara Lala dan Keenan berjalan di depan mereka.


"Sya, Aa ingin cepat pulang" Reza tersenyum menggoda


"Apa sih a Reza!" Tasya melotot ke arahnya


"Kita mau nonton apa?" tanya Reza pada mereka setelah sampai di bioskop


"Hmm.. Apa La?" tanya Tasya


"Keenan kamu suka nontona apa?" Lala malah bertanya pada Keenan


"Terserah" ucapnya singkat


"Action suka kan?" tanya Reza saat melihat cuplikan tayangan film action yang sedang di putar


"Boleh Pak" jawab mereka


"Ya sudah saya ngantri dulu, kalian beli cemilan." pinta Reza


"A Reza uangnya habis"


"Tadi kan Aa kasih kartu, pakai itu saja" ucap Reza


"Terus Aa?" tanya Tasya


"Pakai yang di Aa, masa kamu lupa" Reza mnejelaskan.


Lala dan Keenan hanya menyimak.


"Ibu, ibu gak pernah megang uang bu?" Lala penasaran


"Kenapa memangnya?"


"Ibu minta uang sama Pak Reza terus. Hehe maaf aku hanya ingin tahu" ucap Lala


"A Reza suka kasih kartu sama uang sih, tapi percuma La, kemana-mana aku sama dia terus. Jadi buat apa pegang uang juga" jelas Tasya


'Gak salah aku jatuh cinta sama dia. Bukan cewek mantre' batin Keenan yang menyimak obrolan mereka


"Ternyata ada juga makhluk kayak ibu ya, gak suka sama uang" Lala seakan tak percaya


"Haha.. Aku suka lah, masa gak suka. Cuma gimana dong La. Aku minta sesuatu apa pun pasti di belikan. Jadi sama saja kan" jelas Tasya


"Sumpah Pak Reza idaman banget" Lala memujinya


"Ngaca kamu La" Timpal Keenan


"Keenan kamu begitu tidak?" lala seaakan mencari kesempatan


"Dasar gila" ucap Keenan


"Enak saja. Kamu yang gila" Lala terpancing


"Kamu lah. Orang gila!" Keenan ketus


"Kamu"


"Sudah sih, kalian kenapa sekarang sering ribut?" Tasya menyudahi pertengkaran mereka


"Tuh kan sampai lupa mau pesan apa" ucap Tasya


"Ayo kita beli popcorn" ajak Tasya


Reza menghampiri mereka.


"Sudah pesannya sayang?" Reza kini merangkul Tasya


"Sudah. Tinggal tunggu saja"


"Nih La" Reza menyodorkan dua lembar tiket pada Lala


"Terima kasih Pak" Lala mengambil tiket tersebut.


Setelah membeli cemilan mereka, mereka masuk ke ruangan. Lala sibuk mencari tempat duduk, setelah dia mendapatkan tempat duduk, Lala melambaikan tangannya pada Tasya.


"Disini bu" ucap Lala

__ADS_1


Reza kemudian menarik lengan Tasya.


"Loh A..?"


__ADS_2