BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Perlengkapan Calon Bayi


__ADS_3

Tasya menunggu Reza yang tengah mandi. Dia memainkan ponselnya. Tak lama, Reza keluar. Tasya tersenyum pada Reza saat mata mereka bertemu. Tapi Reza terdiam dengan wajah datarnya.


"Papi kenapa? Kok pagi-pagi sudah begitu?" ucap Tasya


Reza tak menjawabnya.


"Sayang.. " Tasya mendekat


Reza tak menghiraukannya. Dia sibuk memilih kaos yang akan dia kenakan.


"Aku salah apa A?" tanya Tasya masih penasaran


"Pikir sendiri!" ucapnya ketus


"Makanya aku nanya karena aku sudah berpikir. Gara-gara gak manggil Papi depan ibu?" tanya Tasya


'Sudah tahu pakai nanya!' batin Reza kesal


Tiba-tiba perut bagian bawah Tasya terasa ngilu.


"Aw.. Ssshhh.." pekik Tasya refleks meringis


"Mam, kenapa?" tanya Reza khawatir


"Gak tahu tiba-tiba ngilu, agak sakit gitu" ucapnya


"Selonjoran coba" pinta Reza


"Dek, kenapa sayang? Kamu gak nyaman?" Tasya mengelus perutnya.


"Masih sakit?" tanya Reza


"Enggak. Cuma masih berasa saja" ucap Tasya


"Gak usah beli perlengkapan sekarang. Kamu istirahat saja ya" pinta Reza


"Sudah gak apa-apa sayang. Dia marah sama Papi kali, Papinya cuekin Mami" ucap Tasya


"Kamu sih menyebalkan" Reza ketus


"Menyebalkan kenapa sih?" tanya Tasya heran


"Ya itu.. " Reza malu mengakui


"Gara-gara gak manggil Papi?" tebak Tasya


"Sudah tahu pakai nanya!" gerutu Reza bangkit untuk menyisir rambutnya


Tasya turun dari kasurnya kemudian memeluk Reza dari belakang.


"Maaf ya sayang. Nanti coba dibiasakan manggil Papi deh" ucap Tasya


"Sana mandi" pinta Reza


"Sarapan dulu saja yuk? Ibu takutnya sudah nunggu" ajak Tasya


"Tuh kan gak ngecup" Tasya bersungut


"Tuh kan gak mau ngecup duluan!" balas Reza


"Papi ih menyebalkan" ucap Tasya


"Mami yang menyebalkan!" balas Reza yang masih kesal


"tuh kan Papi bikin i love you" Tasya tersenyum jahil


"Apa sih!" ucap Reza tersenyum samar


"Senyum aja. Gak usah sungkan." Tasya mencolek dagu Reza


"Jangan genit" Larang Reza


"Colek dikit" Tasya masih menggoda


"Aduh.. " Tasya akting


"Sakit lagi?" tanya Reza

__ADS_1


"Ini yang sakit, belum dapat obatnya" telunjuk Tasya menempel di bibirnya


Reza yang sudah gemas tak tahan dengan gombalan sang istri. Dia mengecup lembut bibir Tasya.


"Mam, bau naga. Kamu belum mandi" canda Tasya


"Aku sudah mandi tahu Pap" Tasya mengelak


"Kapan? Gak lihat kamu mandi" ucap Reza


"Kemarin wlee" Tasya menjulurkan lidah


"Ayo ah, ibu takut nunggu" ucap Tasya


Begitu membuka pintu, Rasya sudah ada dihadapannya.


"Astaghfirullah.. Aa" Tasya kaget


"Baru mau ketok pintu kamu sudah keluar" ucap Rasya


"Ni kuncinya. Terima kasih" ucap Rasya


"Pap.. Cepat" Tasya berteriak


Rasya meliriknya.


"Pap.. Pap.. Anak manja Papi Mami" ledek Rasya


"Apa sih A" Tasya kesal dengan ledekan Rasya


Mereka berkumpul di ruang makan.


"Wah? Ketan serundeng bu?" Tasya senang saat melihat makanan yang sudah lama tidak ia jumpai.


"Apa sih Mam?" tanya Reza


"Pernah makan ini belum Pap?" tanya Tasya dengan malu-malu


"Papi mana pernah tahu makanan kampung. Iya kan Papi" ledek Rasya


"Jangan kasih pinjam motor lagi Pap" ucap Tasya


"A Reza mah baik hati. Memangnya kamu" cibir Rasya


"Mau makan enggak?" tanya ibu


Semua terdiam seketika.


"Papi mau coba?" tanya Tasya


Reza mengangguk


"Kamu belum pernah makan beginian?" tanya ibu heran


Reza mulai menyendokan ketan serundeng ke mulutnya.


"Oh ini. Iya iya. Pernah bu. Cuma sudah lama sekali gak makan ini. Sampai lupa" ucap Reza


"Ibu kapan bikin serundengnya bu?" tanya Tasya


"Sebelum kesini. Ibu ingin tahu kuat apa enggak. Eh alhamdulillah rasanya gak berubah" ucap ibu


Mereka menikmati ketan serundeng buatan ibu. Tasya dan Reza sangat lahap memakannya.


"Mau tambah?" tanya Tasya pada suaminya


Rasya menyodorkan piringnya.


"Jomblo mah ambil sendiri" ucap Tasya


"Dasar!" Rasya mendengus kesal


Sementara Tasya sibuk menaruh ketan serundeng ke dalam piring Reza.


"Sini. Karena aku baik hati. Kasihan jomblo haus kasih sayang" sindir Tasya lagi


"Awas ya Neng" ucap Rasya

__ADS_1


"Awas apa? Awas ada jomblo?" Tasya tak henti menggoda sang kakak.


"Mam.." Reza memperingatkan istrinya


Setelah selesai Reza dan Rasya keluar rumah untuk bermain dengan si brave motor kesayangan Reza. Sementara Tasya, Ibu dan Bi Tinah mengobrol di dapur.


"Kapan kita berangkat Sya?" tanya ibu


"A Reza sama Aa asyik begitu Bu" ucap Tasya


"Beli baju bayi di Mall saja ya Bu" pinta Tasya kemudian


"Kenapa?" tanya ibu heran


"Ibu kayak gak tahu mantu ibu saja" Ucap Tasya. Dia melirik ke arah depan takut Reza datang.


"Perasaan yang rewel A Reza deh Bu buat lahiran nanti. Biaya rumah sakit gak mau ditanggung perusahaan. Belum ingin merenovasi kamar, beli baju bayi saja inginnya di Mall" ucap Tasya


"Renovasi kamar?" tanya ibu heran


"Iya, biar nyaman katanya." ucap Tasya menumpahkan kekesalannya


"Ya sudah gak apa-apa. Dia ingin yang terbaik untuk anaknya" ucap ibu


"Selama si Papi giat cari uang mah nikmati saja. Iya gak Bi?" ucap Ibu


Bi Tinah hanya tersenyum.


"Jam berapa kita berangkat Mam?" tanya Reza menghampiri.


"Nanti habis ini aku mandi." ucap Tasya


"Minum dong Mam." pinta Reza


"Rasya kemana lagi?" tanya Ibu pada Reza


"Biasa Bu, muter-muter" ucap Reza


"Ibu mau siap-siap kalau begitu" ucap Ibu sambil meninggalkan mereka


***


Mereka melajukan mobilnya ke sebuah Mall ternama dikotanya. Tasya merangkul tangan ibunya sambil berjalan masuk ke dalam Mall. Sementara Rasya dan Reza menjadi pengawal pribadi mereka yang siap menenteng belanjaan mereka.


"Lucu semua Bu" ucap Tasya saat masuk ke dalam toko


"Iya. Bagus-bagus" ucap Ibu


"Cewek atau cowok sih anakmu Neng?" tanya Rasya penasaran


"Di USG gak mau liatin. Kakinya ditutup terus. Malu kali dia" ucap Tasya


"Beli bajunya warna netral saja" usul Ibu


Ibu dan Tasya memilih semua perlengkapan bayi mereka. Sesekali Reza memberikan pilihannya.


"A, sudah yuk." Ajak Tasya yang memilih sedikit barang untuk bayinya.


"Sudah semua?" tanya Reza


"Aku ingin pindah toko" ucap Tasya saat melihat bandrol harga satu baju.


'Sebesar ini harganya bisa dua kali bajuku. Ya ampun mahalnya' batin Tasya


"Ya sudah kalau begitu" Reza tak pikir panjang dia menyetujui permintaan sang istri.


Setelah keluar toko, Tasya mengajaknya keluar Mall. Dia bersikeras mengajak Reza ke sebuat Toko baju yang beralamat tidak jauh dari Mall tersebut.


Dengan kesal, Reza menyetujui permintaan Tasya.


'Besar juga tempatnya' batin Reza


Mereka masuk ke dalam toko tersebut. Toko dua lantai tersebut menjual perlengkapan bayi dan anak-anak lebih lengkap daripada toko di Mall tadi.


"Pap lihat deh, sama kan mereknya dengan di Mall tadi? Lihat harganya sayang" ucap Tasya meyakinkan Reza


Reza mengangguk membenarkan apa yang dikatakan sang istri.

__ADS_1


"Dikasih tahu dari awal gak percaya sih!" gerutu Tasya


__ADS_2