
"Mam" Reza memeluknya dari belakang
"Apa sih A! Awas" ucap Tasya menutupi kegugupannya.
"Jangan marah terus dong. Ayo kita nikmati saja" ucap Reza
"Sayangkan sudah bayar mahal" tambahnya lagi.
"Ini kasurnya nyamaan banget. Sini deh" ajak Reza yang merebahkan dirinya diatas kasur masih dengan lilitan handuk di pinggangnya.
"Pakai baju sana!" perintah Tasya
"Mana celana dalamnya sayang" ucap Reza dengan sengaja
"Ambil sendiri!"
"Tolong ambilkan Mam" pintanya sengaja
'Dia wajah tanpa dosa sekali! Menyebalkan!' batin Tasya kesal
Tasya melemparkan celana dalam Reza.
"Astaghfirullah.. Gak sopan!" ketus Reza
"Maaf.. " sesal Tasya yang merasa bersalah
"Enak saja minta maaf! Sun dulu nanti dimaafkan" pinta Reza
"Apa sih A!" Tasya mendelik
Reza bangkit. Dia membuka handuknya.
"Aa ih!" ucap Tasya
"Apa sih sayang, kayak baru pertama lihat saja" ucap Reza santai sambil memakai celananya.
'Iya ya. Tapi kenapa hati ini rasanya beda? Apa karena suasana baru?' batin Tasya merasa aneh
"Kaos sama celananya mana?" pinta Reza
Tasya memberikannya kepada Reza. Reza menarik tangan istrinya.
"Tolong pakaikan sayang" pinta Reza
"Apa sih A Reza! Aku masih kesal sama Aa juga!" ucap Tasya seraya melepaskan tangannya
"Sudah dibilang jangan kesal, nanti anaknya mirip bapaknya" ucap Reza
"Ya iyalah! Orang bapaknya yang buat juga!" ketus Tasya
"Siapa sih sayang bapaknya?" goda Reza
Tasya tak menjawabnya.
'Dia malah sengaja bikin geram' batin Tasya
Kini Reza telah berpakaian lengkap, dia membaringkan tubuhnya diatas kasur dan bermain game di ponselnya. Semantara Tasya baru beres memasukan pakaian mereka ke dalam lemari.
Tasya merebahkan tubuhnya disamping Reza.
'Ya ampuun nyaman sekali.' batin Tasya
"Enak ya sayang kasurnya?" ucap Reza
Tasya tak memperdulikannya. Dia berbalik memunggungi Reza. Reza mendekat dan memeluk tubuhnya.
"Dedek, tidur yang nyenyak ya. Papi sengaja ingin buat Mami dan Dedek nyaman. Biar Mami gak bangun tiap malam terus." ucap Reza tepat di telinga Tasya.
"Tidur sana! Geli" ucap Tasya
"Dek, bilang Mami. Jangan galak atau sebal ke Papi. Nanti Dedek gak ada miripnya loh sama Mami" goda Reza lagi
"Jangan sampai dia mirip bapaknya. Boros, menyebalkan, sudah salah, wajah tanpa dosa lagi" ucap Tasya
"Mami jujur sekali" Reza bersungut
"Kenyataan!" ucap Tasya
__ADS_1
"Maaf sih Mam. Papi kalau kayak gitu jadi merasa bersalah banget" ucapnya
"Merasa bersalah darimana!" ketus Tasya
"Dari tadi Mam." ucap Reza polos
"Sudah sana! Malas ngomong sama Papi mah" gerutu Tasya
"Ya sudah, goyang bareng saja kalau malas ngomong" ucap Reza dengan senyuman nakal
"Iiihh! Astaghfirullah.. " Tasya menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Jangan gitu Mam. Nanti Dedek sawan dalam perut kalau Mami marah-marah terus" ucap Reza
Tasya terdiam.
Reza tahu betul bahwa Tasya tak benar-benar marah padanya. Dia sengaja menggoda istrinya.
***
"Selamat pagi sayangku" ucap Reza sambil memangku kepalanya dengan sebelah tangan
Reza mendekat kemudian memeluknya dari belakang. Tasya mencoba menghindar dengan bangun dan mencuci mukanya. Dia membuka gorden kamarnya, dia melihat kolam renang tepat dibawah kamarnya.
'Bagus sekali' batin Tasya
"Yuk jalan pagi terus cari sarapan" ajak Reza
Tasya masih gengsi.
"Sudah dong marahnya." Reza memeluknya dari belakang. Dia mengecup lembut ceruk leher sang istri.
"Geli" ucap Tasya.
"Ayo. Nanti keburu siang, panas sayang" ajak Reza
Tasya mengganti bajunya. Dia memakai kaos lengan panjang dengan celana olahraga dan kerudung instan.
Setibanya dibawah, Reza mengajaknya berkeliling. Suasana yang nyaman membuatnya senang seketika.
Mereka duduk di bangku taman untuk melepas lelah.
"Mau berenang?" tanya Reza
Tasya menggeleng.
"Ada yang indoornya juga sayang. Lebih privat kalau Mami malu" ucapnya
"Enggak ah" ucapnya
"Jalan di air bagus katanya buat ibu hamil. Apalagi kandungan Mami sudah masuk trimester akhir" ucapnya
Tasya tak menyangka suaminya sepeduli itu.
"Habis sholat subuh kita rutin jalan ya Mam" ajaknya lagi
'Luluh hati adek, Bang' batin Tasya senang.
"Pokoknya selama disini kita manfaatkan sebaik-baiknya" ucap Reza
"Ya iyalah, mahal begitu!" ucap Tasya
"Alhamdulillah masih ada rezekinya sayang. Semua Papi lakukan hanya untuk Mami. Percaya deh" ucapnya
Tasya tersenyum malu.
"Terima kasih. Maaf marah-marah" ucap Tasya
"Gak apa-apa, salah Papi juga gak diskusi dulu sama Mami. Maaf ya" ucapnya
"Jadi kita damai nih?" tanya Reza
"Apa sih Papi!"
"Sarapan yuk? Papi lapar sayang" ajaknya sambil berdiri
"Mau sarapan apa?" tanya Tasya.
__ADS_1
Mereka berjalan santai. Reza menggenggam tangan istrinya.
"Apa saja Mam. Mami mau apa?" tanyanya kemudian
"Mami ingin buat bakwan Pap" ucapnya polos
"Ya ampun Mam.. Sewa apartemen mahal, buatnya bakwan. Lasagna kek" cibir Reza
Tasya tertawa.
"Nanti ke cafe kemarin lagi yuk Pap? Lasagnanya enaak banget." ucap Tasya
Deg!
"Beli ditempat lain saja ya, kan banyak. Atau kita bikin saja yuk?" ajaknya menghindar
"Beli saja sih, praktis Pap. Enak makanan disana" rengek Tasya
"Mau Papi yang buat?" Reza memberi penawaran
'Dari pada cari mati. Gak kebayang marahnya kayak gimana si ibu hamil kalau ketemu si Citra' batinnya
"Memang bisa?" tanya Tasya
"Bisa. Kan lihat di internet." ucapnya.
"Ya sudah, nanti beli bahan-bahannya habis mandi. Sekarang kita beli roti saja ya biar cepat" ajak Tasya
***
"Lelah juga" Tasya menjatuhkan dirinya di atas sofa kemudian menyalakan televisi.
Reza membawa plastik belanjaannya ke dapur. Reza sibuk membuatkan sarapan untuk istri dan dirinya. Setelah beberapa lama, dia membawa roti untuk Tasya.
"Cuci tangannya sayang" pinta Reza
Tasya berjalan ke arah wastafel setelah selesai dia mengambil roti tersebut kemudian menggigitnya.
'Ya ampun si Mami gak peka' batin Reza
"Ehem. Enak Mam selai strawberrynya?" tanya Reza
"Biasa saja. Merek yang suka kita beli kan? Memang kenapa?" ucapnya masih mengunyah gigitan pertama.
"Enggak apa-apa" ucapnya
"Ih kesal deh" ucap Reza kemudian
"Kenapa?" Tasya heran
"Lihat kek selainya" ucap Reza datar
Tasya melihat roti yang diolesi selai strawberry tersebut. Dia mengembangkan senyumnya kemudian tertawa kecil.
"Gak lucu" Reza ketus
"Ya Maaf. Habis lapar Pap" ucapnya seraya melihat kembali roti yang telah di gigitnya.
Tasya mengambil ponselnya. Dia memfoto roti yang sudah digigit dengan selai strawberry berbentuk hati diatasnya.
Reza nampak kesal karena kejutannya gagal. Tasya menaruh rotinya kembali, dia mendekat ke arah Reza yang nampak cemberut sambil mengunyah.
Tasya melingkarkan tangannya ke tubuh Reza.
"Papi, terima kasih untuk segalanya" Tasya mengecup pipi Reza
"Gak berasa" ucap Reza
"Selalu begitu" ucap Tasya.
Tasya mencolek selai strawberry kemudian mengoleskannya di bibir sang suami dengan cepat.
"Mam.. "
Tasya segera mel*mat bibir Reza.
"Sekarang sudah berasa kan?" goda Tasya
__ADS_1