
"Sayang, jangan telat makan, jangan lupa minum obat. Kalau bosan, kamu ngobrol saja sama Bi Tinah ya" ucap Reza saat dia keluar dari kamar mandi.
Tasya menyiapkan baju kemeja, celana panjang, serta kaos kaki suaminya. Dia berjalan dengan perut yang membuncit dengan rambut diikat asal.
"Sayang, dengar gak?" tanya Reza saat Tasya tak merespon ucapannya.
"Iya dengar. Tenang saja" ucap Tasya seraya memberikan kemeja pada suaminya. Dia mengancingkan kemeja suaminya satu persatu.
"Love you Mami" ucap Reza yang merasa terharu akan perhatian istrinya. Biasanya mereka bersiap bersama, tapi kali ini Tasya mengurus dirinya.
"Apa si Lala, Papi suruh kesini saja? Kalian kan jualan online" ucap Reza
"Terus nanti pengirimannya bagaimana?" Tasya nampak berpikir
"Ya kan ada si Agus, ada si Deni juga. Kamu tinggal chat mereka. Nanti Papi brieving mereka dahulu biar mereka mengerti."
"Apaa.. gak apa-apa Lala kerja dari sini?" tanya Tasya khawatir.
"Kamu bosnya sayang" Reza menyeringai
"Ya sudah terserah Aa. Aku juga kasihan sama dia kerja di kelilingi laki-laki" ucap Tasya
"Dia mah bahagia kali Mam" ucap Reza seraya merapihkan rambutnya.
Tasya terdiam sambil mengelus perutnya.
"Kenapa Dedek nendang sayang?" tanya Reza yang kini menghampiri sang istri dan berjongkok.
"Jangan nakal ya, kasihan Mami masih harus istirahat. Dedek makan yang banyak ya. Buat Mami lapar terus, mengerti?" ucap Reza tepat di perut sang istri
"A Reza, anak sendiri di perintah begitu" protes Tasya
"Dedek harus bisa kerjasama sama Papi ya. Kalau gak nurut, Papi nanti gak jenguk Dedek loh" ancamnya kemudian
"Dasar! Dedek mah bahagia Papi gak nengok. Habis Papi membuat gempa terus" ucap Tasya sambil tertawa
"Kamu ini! Papi diam juga Mami yang goyang" ucap Reza menggoda
"Kapan coba aku goyang ih Aa mah!" Tasya berkilah seraya tersenyum.
"Yakin?" Reza nampak senang.
"Apa sih A Reza!" Tasya sangat malu dibuatnya.
"Inul saja lewat sama Mami mah" Reza melanjutkan
"Ih, aku gak seheboh itu kali A" Tasya berkilah
"Hmm.. Mengakui?" Reza tak henti menggoda
"Sudah sana nanti telat!" Tasya mengalihkan pembicaraan mereka
"Iya kan Mam, goyang apa sih itu namanya Mam?" Reza menyeringai kembali
"Papi!" Tasya melotot tapi Reza semakin senang. Tasya menyubit pinggang suaminya.
"Sakit Mam.. Sshh.. " Reza meringis.
"Tapi awal-awal Mami lebih galak Dek. Masa Papi direngkuh sambil di remas" Reza mengenang
"Suruh siapa nyakitin. KDRT tahu!" ucap Tasya
"KDRT, Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ya Benar, kalau gak keras mana bisa masuk sayang" ucap Reza santai
"Aa... " Tasya melotot lagi
" Iya iya Aa berangkat" Reza memakai jam tangannya.
"Papi libur saja ya. Biar Pak Danu saja yang gantikan" ucap Reza. Dia segera keluar kamar menuju kamar Pak Danu.
__ADS_1
Reza memanggil Pak Danu, tak lama pintunya terbuka. Pak Danu sudah berbusana rapih.
"Papa ke kantor kan?" tanya Reza saat melihat setelan Pak Danu
"Memang kamu mau masuk kerja? Tasya kamu tinggal?" tanya Pak Danu
"Dengan senang hati Reza dirumah saja Pa, Tasya minta dikelonin" ucap Reza berlalu
"Dasar anak gak tahu diri!" Ucap Pak Danu masuk kembali ke kamarnya.
Reza masuk kembali ke kamarnya.
Dia melepas kancingnya satu persatu.
"Loh? Kok dibuka?" tanya Tasya keluar dari kamar mandi
"Papa yang ke kantor sayang. Aa jaga kamu saja di rumah" ucap Reza
"Kok tega?" tanya Tasya yang sebenarnya senang Reza tinggal dirumah
"Kamu mau Aa tinggal?" goda Reza seraya mengancingkan kembali bajunya
Tasya menggeleng kemudian memeluknya.
"Terima kasih Papi" ucapnya senang
"Jadi, kita mau goyang apa sayang sekarang?" tanya Reza
"Aa ih!" Tasya menyubit Reza
"Ayolah Mam"
"Enggak"
"Papi deh yang goyang" ucap Reza
"Sudah sana ah. Ganti bajunya" pinta Tasya
"Iya ini mau. Gak usah pakai baju saja ya biar sekalian" ucap Reza
"Aa" Tasya memanggilnya lembut
"Hmm.. Kamu ngundang sayang kalau begitu" ucap Reza
"Aku mau bantu Bi Tinah saja" Tasya keluar kamar
Reza segera memakai kaos dan celana pendek. Dia mengambil kunci motor kesayangannya kemudian keluar kamar.
"Mam.. "
"Apa?" Tasya meliriknya dari balik dapur
"Papi panasin si brave ya" pinta Reza sambil memakai topi miliknya
"Sini, mumpung belum dipakai kompornya" ucap Tasya
"Mami mah. Bukanpanasin begitu." Reza bersungut seraya berjalan.
Reza membuka garasinya. Dia mengeluarkan motor kesayangannya kemudian memanaskannya.
Dia membuka pintu pagar kemudian membawa motornya berkeliling.
***
"Reza bisa seharian kalau sudah otak atik motornya Neng" ucap Bi Tinah
"Bela-belain demi motor ya Bi" ucap Tasya
"Iya. Tapi mending begitu, daripada keluyuran gak jelas kayak anak muda lainnya." ucap Bi Tinah
__ADS_1
"A Reza pernah bawa perempuan ke rumah Bi?" tanya Tasya malu-malu
"Seingat Bibi, gak pernah. Kalau bilang mau ngapelin sih suka. Tapi gak pernah dibawa ke rumah." ucap Bi Tinah seraya mencuci sayuran
Tasya tersenyum simpul mendengarnya.
"Reza bukan playboy Neng tenang saja" ucap Bi Tinah
"Iya. Tasya tahu itu Bi"
Suara motor Reza terdengar kembali.
"Mam.." Reza berteriak dari luar
"Mami.. Cepat kesini" Masih berteriak
"Apa sih A Reza teriak-teriak segala" gumam Tasya seraya mendekat ke arahnya.
"Papi beli ini buat Mami" Reza menyeringai
"Cilok?" tanya Tasya melihat plastik transparan
"Iya"
"Terimakasih Papi" Tasya sangat senang
"Mau kemana lagi sih?" tanya Tasya
"Bentar sayang, brave masih minta di goyang" ucap Reza menggodanya
"Jahatnya Aa selingkuh!" ucap Tasya
Reza tertawa keras.
"Sebentar ya" Reza segera berlalu meninggalkan pagar yang masih terbuka.
Tasya segera menutup pagar rumahnya. Dia berjalan dengan senang sambil membawa cilok ditangannya.
"Bi Tinah mau gak? Tasya punya cilok" ucap Tasya senang.
"Enggak, Bibi sudah kenyang" ucap Bi Tinah
"Kemana lagi Reza?" tanya Bi Tinah
"Gak tahu, dia cuma kasih cilok terus jalan lagi. Ngasih sogokan biar gak di omelin kali bi" ucap Tasya seraya membuka plastik cilok dan memindahkan ke dalam mangkuk.
Tasya berjalan ke ruang televisi. Dia makan cilok sambil menonton. Tasya sangat menikmati cilok tersebut. Tak berapa lama, Bi Tinah membawa sepiring kiwi dihadapannya.
"Bi, repot-repot" ucap Tasya
"Enggak. Biar habis makan cilok langsung makan buah ya. Kasihan si kecil" ucap bi Tinah.
"Terima kasih ya Bi" ucapnya
Tak berapa lama, suara motor masuk. Bunyi bell terdengar berulang kali.
"A Reza iseng sekali sih" ucap Tasya masih tak peduli
Bell tak berhenti berbunyi.
"Siapa Neng? " tanya Bi Tinah
" Biarkan saja Bi, A Reza pasti mau iseng" ucap Tasya
Semakin lama, semakin mengganggu. Tasya keluar.
"Pagi, Rezanya ada?" tanya seseorang menatap wajah Tasya.
***Hallo Readers, jangan bosan sama Aa Reza ya.. Ada yang mau lihat visual mereka? Yuk gabung di grupnya. Aa sama Neng tebar pesona disana loh. Bantu VOTE, LIKE dan KOMENTARNYA juga yaa.. Terima kasih ^^ ***
__ADS_1