
Reza berjalan mendahului Tasya, dia segera membuka pintu mobil untuk Tasya
"Silahkan masuk tuan putri" ucapnya.
Setelah itu, dia memasangkan seatbelt istrinya, kemudian mengecup kening sang istri.
'Menebus dosa ya A' batin Tasya
Reza segera masuk dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Bukunya dibawa sayang?" tanya Reza
"Iya ada" ucapnya singkat
"Lapar?" tanyanya kemudian
"Baru jalan A" balasnya
Reza mengelus perut Tasya.
"Bisa bersikap normal saja A?" ucap Tasya
"Kenapa memangnya sayang?"
"Aneh" jawabnya singkat
"Kok aneh sih? Aa kan ingin memberikan yang terbaik untuk kalian" ucapnya
"Biasa saja A. Jangan membuatku melayang terus nanti menjatuhkanku" sindir Tasya
"Menjatuhkan bagaimana? Aa kan gak berbuat macam-macam" Reza heran
"Sudahlah Aa gak akan mengerti" ucapnya
Setelah beberapa lama mereka tiba di rumah sakit. Reza merangkul Tasya sambil berjalan.
"A, aku ingin beli popcorn" ucapnya saat melintas ke kantin rumah sakit dan tercium wangi popcorn yang sedang di oven.
"Ayo beli dulu" ajak Reza
Reza memesan popcorn tersebut sambil membeli air minum kemasan untuk istrinya.
"Wangi sekali jadi gak sabar" gumam Tasya sambil menelan salivanya
Setelah selesai, Reza mengkonfirmasi pendaftarannya kembali kemudian mereka langsung naik ke lantai dua. Disana seperti biasa sudah berjaga dua orang perawat.
"Silahkan di cek tekanan darah dan berat badannya dulu Bu." ucap salah satu perawat
Begitu naik ke timbangan, Tasya melirik Reza. Keduanya penasaran dengan berat badan Tasya saat ini.
"Naik dua kilogram A, bagaimana ini" seraya menyubit lengan suaminya pelan
"Bagus sayang" ucap Reza
"Apa yang bagus A. Masa sebulan aku naiknya banyak" Tasya cemberut
"Demi anak kita sayang" ucapnya
"Eh iya" Tasya tersenyum.
__ADS_1
"Maaf dek, mami lupa." ucapnya menyesal seraya mengelus perut datarnya.
Mereka menunggu dokter sambil memakan popcorn. Begitu tiba namanya di panggil, Reza segera bangkit, disusul oleh Tasya yang mengekor sambil masuk ke dalam ruangan.
"Selamat pagi menjelang siang, silahkan duduk" ucap dokter Felly
Mereka duduk bersamaan.
"Masuk minggu ke 10 ya Bu, ayo kita lihat bagaimana perkembangannya" ujar dokter Felly
Tasya dan Reza segera bangkit, seperti biasa dia merebahkan tubuhnya dan membuka bajunya sampai perutnya terlihat. Dokter mulai menggerakan transducer diperut Tasya.
"Ini sudah terlihat sebesar buah kelengkeng" ucapnya
Tasya dan Reza merasa takjub melihatnya.
"Beratnya masih kecil, hmm.. tujuh gram" ucapnya kemudian
"Dok, maaf ini saya sakit. Apa normal?" tanya Tasya yang merasa tak nyaman dengan perubahan pada tubuhnya. Dia ingin memastikan walau memang sudah dapat informasi sebelumnya melalui Internet.
"Tidak apa-apa. Itu hal wajar karena sedang tumbuh juga" ucap Dokter tersebut
"O ya Dok, kemarin istri saya pingsan. Sempat saya bawa ke IGD dan katanya dia dehidrasi. Itu bagaimana dok? Saya khawatir" ucap Reza jujur
"Ibu hamil memang rentan dengan dehidrasi. Makanya ibu hamil harus minum sesering mungkin untuk terhindar dari dehidrasi." jawabnya
"Bahaya tidak dok?" Reza masih tak puas dengan jawaban dokter
"Kalau sering terkena dehidrasi tentu saja berbahaya. Dampaknya air ketuban sedikit, tubuh menjadi lebih panas, dan memicu kontrasi. Jangan sampai terulang lagi ya Bu. Usahakan minum dua belas gelas perhari." jelasnya
Dokter kemudian menulis resep seperti biasa. Setelah selesai mereka pamit. Begitu sampai di ambang pintu, Reza memutar tubuhnya dan berbalik menemui dokter tersebut. Tasya yang melihatnya ikut berbalik.
"Dok, maaf saya lupa, bolehkah saya berhubungan dengan istri saya?" ucapnya jujur tanpa basa basi
"Kenapa? Bapak sudah tidak sabar ya? Hehe. Istri bapak ada riwayat keguguran, sebaiknya di tahan terlebih dahulu sampai masuk ke trimester dua." ucap dokter tersebut tegas.
"Kapan itu dok?" Reza masih penasaran
"Masuk usia kandungan 13 minggu Pak. Itu pun tidak boleh sering" ucapnya
"Baik dok, terima kasih" ucapnya dengan kecewa
Perawat memberikan resep kepada Reza masih dengan senyumnya.
Setelah keluar pintu, Tasya menyubit keras tangan Reza.
"Aw..sakit Sya! Kenapa kamu nyubit sih!" Reza kesal
"A Reza bikin malu! Sudah mau keluar, balik lagi cuma mau tanya hal itu" ucap Tasya
"Tujuan Aa kan tanya pingsan kamu sama itu" Reza membela diri
"Ya tapi kenapa mesti bertanya pas kita sudah mau keluar. Aku kan malu A" jujur Tasya
"Aa lupa tadi. Untung ingat sebelum keluar ruangan. Sudahlah! Lagi pula jawaban dokter tidak memuaskan" ucapnya kesal
"Sabar ya, satu bulan lagi" ucap Tasya seraya tersenyum dan menepuk punggung Reza
"Enak saja. Dua minggu lebih lagi Sya" Reza protes
__ADS_1
"Iya dua minggu lebih, kalau aku mau ya" Tasya menggoda
"Sungguh teganya!" Reza berdecak kesal
Tasya masih tersenyum mendengarnya.
Mereka memasuki mobil setelah urusan mereka selesai.
"A, aku ingin es krim" ucapnya
'Baru tadi dia ngeluh naik berat badannya drastis sekaramg minta es krim' batin Reza
"Boleh. Sekalian saja beli buah semangka untuk kamu sayang" ucap Reza
"Kenapa beli semangka?" tanya Tasya heran
"Aa baca di internet, buah semangka bagus untuk tubuh agar terhindar dari dehidrasi" ucapnya
"Tapi Aa lega, kamu dan dedek tidak Kenapa-kenapa sekarang" ucapnya seraya mengelus perut Tasya
"Sehat selalu kesayangan papi" ucapnya
"Sehat selalu papi kesayangan kami" balas Tasya sambil menarik wajah suaminya kemudian mengecupnya kilat.
Reza melajukan mobilnya ke toko buah yang tidak jauh dari rumah sakit. Kemudian mereka masuk kedalam toko tersebut.
Reza memilih buah semangka sambil sesekali bertanya kepada pelayan yang berjaga disana. Sementara Tasya asik memilih buah kiwi.
Setelah selesai, Reza mendekati Tasya sambil mendorong troley berisi semangka.
"Sya.. " ucapnya seraya menunjukan salah satu buah.
Tasya yang mengerti segera mendekat ke arahnya.
"Dedek sebesar ini sayang" ucapnya sambil. Memainkan buah kelengkeng
"Iya, masih kecil sekali" ucap Tasya
"Nanti membesar sesuai bulannya sayang." ucap Reza
"Mami mau beli ini?" tanya Reza
"Enggak mau. Nanti keinget dedek kalau makan ini. Hii amit-amit" ucapnya begidig
"Haha kamu ini ada-ada saja. Ya sudah, yang penting nanti harus makan buah semangka, oke?" pinta Reza
"Iya pak bos" ucap Tasya sambil berlalu
Mereka segera mengantri di kasir setelah belanja beberapa buah.
"Sya, katanya mau es krim?" tanya Reza
"Enggak.aku gak mau A" ucapnya
'Dasar ibu hamil selalu berubah-rubah keinginanya' batin Reza
"Yakin? Nanti ingin lagi" Reza memastikan
"Iya A. Aku mau makan buah ini saja" ucapnya sambil menunjuk buah kiwi
__ADS_1
Reza segera membayar belanjaannya. Mereka segera keluar dari toko buah. Saat sedang berjalan, Reza merasakan ponselnya bergetar dalam saku celananya, tak lama Reza mengangkat telepon tersebut.
"Hallo.. "