
"Apa sih La?" Tasya semakin penasaran
"Mam.. " Reza mendekat
"Eh Pak Reza" sapa Lala kikuk
"La, kamu bolos?" ucapnya penuh penekanan
"Hmm.. Maaf tapi Pak Danu mengizinkannya Pak" ucap Lala dengan takut
"Tetap saja potong gaji ya" Reza mengancamnya
"A Reza, ih sudah sana"
"Becanda dia La" ucap Tasya
Reza duduk di sebelah Tasya, dia merebahkan kepalanya dipundak sang istri
"A Reza, sana ih. Kita lagi cerita juga" usir Tasya
"Aku kan ingin dengar kalian cerita apa" ucap Reza santai
"Pak Reza, ih manja sekali. Waktu dirumah sakit saja.. " Lala tak meneruskannya saat mata Reza molotot ke arahnya dengan dua jadi mengarahkan ke matanya dan mata Reza sendiri.
"Apa La?"
" Jangan takut dengan ancaman A Reza. Dia juga takut sama aku" ucap Tasya sambil tertawa
"Gak usah dibilang-bilang juga kali Mam" Reza protes
"Gak bilang juga kelihatan sekali Pak" Lala menyelanya
"Papi sana" Tasya mengusirnya.
"Papi mau lihat Vano ya Mam. Sudah jam besuknya dia" ucap Reza
"Ya sudah"
"Masa pakai celana pendek sih Pap" protes Tasya
"Hehe lupa"
Reza segera ke kamar untuk mengganti bajunya. Tak lama, dia kembali dengan setelan kerja dan membawa helm serta jaket ditangannya.
"Papi mau ke kantor?" tanya Tasya saat Reza mendekat
"Enggak. Nanti kan Papi gendong Vano, susah kalau pakai kaos" ucapnya
"Oh iya. Kok bawa helm?"
"Brave sudah lama gak digoyang Mam" Reza tersenyum nakal
"Ih Pak Reza" Lala tak menyangka
"Papi pergi ya sayang" tanpa malu mengecup pipi istrinya
"Papi" Tasya menyubit lengan Reza
"Pak Reza benar-benar budak cintanya Ibu" Lala berdecak
"Sirik La. Makanya punya pacar" ledek Reza
"Aku punya kok" Seketika dia menutup mulutnya
"Siapa La" tanya Tasya penasaran. Begitu juga dengan Reza yang menghentikan langkahnya
"Hehe becanda bu. Pak Reza katanya mau pergi" Lala merasa risih
"Kamu ngusir aku dirumahku sendiri La?" Reza tak terima
"Hehe bukan begitu ih Bapak"
"Papi, pergi gak? Kasihan Vano nungguin." usir Tasya
"Iya iya sayang" Reza berlalu
Tasya dan Lala melanjutkan obrolan mereka.
"Ibu, jaket Pak Reza?" ucap Lala saat melihat jaket Reza tertinggal
__ADS_1
"Oh iya. Aku kedepan dulu La" ucap Tasya
Suara motor Reza sudah terdengar.
"Aku saja Bu." Lala berlari ke depan rumah
"Pak Reza" teriak Lala
Reza yang sudah digerbang seketika berhenti dan menoleh ke arahnya. Sementara Lala nengangkat jaket milik Reza. Reza memutar motornya mendekati Lala.
"Aku lupa La. Terima kasih ya" ucapnya
"Pak Reza.. "
" Apa?"
"Gagah sekali" Lala nampak takjub
"Lap tuh iler" ucapnya seraya memakai jaket
Lala masih mematung.
"Sana masuk. Aku pergi dulu" ucap Reza
"Hati-hati suamiku" gumamnya seraya tersenyum.
"Gitu kali ya kalau punya laki" gumamnya kemudian. Dia masuk ke dalam rumah.
"Ibu.." Lala memanggilnya saat tak ada Tasya diruang televisi. Dia menunggunya.
"Maaf La, aku kebelet" ucap Tasya seraya mendekat.
"Ayo sambil di makan La cemilannya" ucap Tasya
"Hehe iya Bu" Lala mengambil biskuit
"Eh tadi sampai mana?" tanya Tasya
"Mana ya? Sampai Pak Reza keren banget Bu. Ya ampun Pak Reza sempurna sekali" puji Lala
"Kamu masih ngefans saja sama dia. Padahal sering dibully juga" ucap Tasya
"Sosok apa? Semacam pocong atau kuntilanak? Eh kuntilanak mah cewe ya" Tasya tertawa
"Ibu suami sendiri Bu"
"Lagian kamu pakai sosok-sosok segala" Tasya masih tersenyum
"Maksudnya sisi lain gitu Bu. Macho, ganteng, tajir, pekerja keras, sayang istri. Apalagi coba bu yang kurang dari Pak Reza" ucap Lala
Tasya tersenyum mendengarnya seakan membenarkan ucapannya.
"Jangan dilepas Bu. Langka. Diluar sana banyak yang mendambakan Pak Reza. Termasuk aku dan si genit Rosa" ucapnya
"Hehe.. Terima kasih La. Iya ya, aku harus bersyukur. Dijodohkan dengan lelaki seperti itu. Jarang kali ya perjodohan kayak aku. Apa kebetulan saja A Rezanya ganteng" Tasya nyengir
"Takdir Ibu. Semua sudah suratan dariNya" ucap Lala
"Iya alhamdulillah. Duh jadi pengen peluk dia. Gimana dong?" goda Tasya
"ibu mah"
"Eh jadi kamu benar sudah punya pacar?" tanya Tasya
Seketika Lala menjadi salah tingkah
"Siapa La? Anak mana? Agus? Deni? Atau siapa?" tanya Tasya tak sabar
"Haha.. Ibu tahu seleraku Bu ih. Masa si Agus sama si Deni. Sekelas Keenan kek. Ops" Lala menutup mulutnya
"Keenan? Serius kamu sama Keenan?" Tasya sangat antusias
"Hmm..
"Jadi bener La?" Tasya bersemangat
Lala hanya mengangguk pelan sambil tersenyum malu.
"Kok bisa? Kalian ih gak cerita-cerita. Jahat kamu La" ucap Tasya pura-pura kesal
__ADS_1
"Hehe.. Malu aku bu mau ceritanya"
"Kok bisa sih La?" Tasya tak menyangka
"Ibu masih ingat waktu aku bilang Keenan kecelakaan?" tanya Lala
Tasya mengangguk sambil mengingat-ngingat
"Nah dari situ Bu, kita jadi dekat lagi" ucap Lala
"Ciee.. Lala." Tasya mengoloknya
"Hehe malu ibu."
"Terus.. Terus?"
"Ya lanjut Bu. Sebenarnya sih kita gak pacaran Bu. Tapi awalnya pura-pura pacaran. Tapi perhatian Keenan buatku melayang" ucap Lala
"Kok pura-pura pacaran?" tanya Tasya
"Kamu jangan mau dong. Itu namanya kamu dimanfaatkan" ucap Tasya
"Kalau aku menikmatinya gimana Bu?" ucap Lala sendu
"Hhh... Susah memang kalau sudah kepentok cinta. Aku takutnya kamu sakit hati La kedepannya"
"Iya. Tapi perasaanku tumbuh begitu saja Bu"
"Dulu bukannya kalian itu musuhan" Tasya mengingatkan
"Iya. Kan semenjak dia kecelakaan itu, kita tiba-tiba saja jadi dekat" ucap Lala
"Terus?"
"Ya sudah. Let it flow saja Bu." ucap Lala
"Hhh.. Sejauh manapun kamu mencari cinta, mentok di Keenan juga" ucap Tasya seraya tertawa
"Iya ya Bu. Aku juga ga ngerti kenapa aku jadi cinta lagi sama dia" ucapnya
"Peletnya kuat kali" Tasya tertawa
"Apa dia masih dingin sama kamu?" tanya Tasya
"Enggak sih Bu. Malah cerewet pas jalan bareng temannya. Aku juga gak nyangka" ucap Lala
"Dulu awal ngajak kenalan memang dia aktif. Cuma gak tahu juga dia jadi pendiam begitu waktu magang"
"Dia cemburu sama Pak Reza" Lala tertawa
"Gila kamu"
"Serius Bu. Sering aku ledek juga. Dia cuma tertawa. Kenapa katanya dia bisa suka sama istri orang."
"Malu sendiri dia bu kalau ingat itu katanya" mereka tertawa
"Dasar si Keenan. Pantesan A Reza emosi sekali sama dia. Sampai aku berantem La sama A Reza" jujur Tasya
"Serius Bu?"
"Iya. Naluri kali ya, dia sampai benar-benar nganggap Keenan musuhnya" Taysa tertawa
"Pasti A Reza senang deh lihat hubungan kalian" ucapnya lagi
"Secara musuhnya sudah hilang" ucap Lala
"Kamu gak cemburu kan?"
"Enggak ih Ibu. Aku kan tahu dia suka sama Ibu"
"Baguslah. Lagipula cinta aku mentok di A Reza. Gimana dong, dia cinta pertamaku. Semarah-marahnya aku, sekesal-kesalnya aku tetap saja gak luntur cinta sama dia" Tasya tertawa dengan kejujurannya
"Aku tahu. Ibu sama Pak Reza cintanya kuat. Kalian panutanku" ucap Lala
"Eh, Keenan ajak kesini saja La. Itung-itung reunian kita" ucap Tasya
"Serius boleh Bu?"
*** Aku coba crazy up hari ini. Tapi tolong bantu VOTEnya yaaa.. Jangan lupa LIKE DAN KOMENTARnya di setiap chapternya. Terimakasih ^^ ***
__ADS_1