BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Rencana Pulang Kampung


__ADS_3

"A Reza aku lusa harus ke kampus buat bimbingan" ucap Tasya pada Reza yang sedang membuka kancing lengannya


"Lusa ya?" Reza mengingat jadwalnya.


"Nanti Aa cek dulu jadwalnya ya" ucap Reza.


Dia kemudian membuka kemejanya. Tasya sekarang sudah terbiasa melihat Reza bertelanjang dada.


Tasya kemudian keluar saat Reza hendak mengganti celananya. Dia mengambil snack yang dibawa Reza tadi. Kemudian membuka snack kentang.


"Wah kayaknya enak Sya" Pak Danu mendekat ke arah Tasya. Dia baru saja tiba.


"Papa mau?" tanya Tasya. Tasya kemudian mengambilkan air putih untuk Pak Danu.


"Terima kasih Nak" sambil meraih gelas yang diberikan Tasya. Dia duduk sambil membuka kancing lengannya.


'Percis anaknya' batin Tasya.


"Pa, lusa aku harus ke kampus buat bimbingan" Ucap Tasya


"Lusa ya?" Pak Danu mengingat jadwalnya


'Percis lagi' batin Tasya ingin tertawa.


"Papa kayaknya kosong Sya. Tapi gak tahu Reza ada Meeting atau tidak. Nanti kalau Reza ada jadwal, biar Papa yang gantikan." ucap Pak Danu


"Tasya bisa pulang sendiri kok Pa" tolak Tasya merasa tak enak.


"Papa gak mau kamu pulang sendiri Nak. Papa khawatir. Nanti sama Reza saja ya." pinta Pak Danu

__ADS_1


"Papa gak apa-apa?" tanya Tasya


"Tentu saja. Kamu juga pasti kangen sama orang tuamu Sya." ucap Pak Danu


"Iya Pa. Terima kasih.


"Papa ganti baju dulu kalau begitu. Gerah sekali hari ini" ucap Pak Danu sambil berlalu meninggalkan Tasya.


Tasya kemudian melanjutkan makan snacknya. Reza mendekat ke arahnya. Dia lebih fresh setelah mandi. Kemudian dia duduk di sofa sambil mengambil snack yang Tasya pegang.


"iih.. A Reza, ambil sendiri dong" protes Tasya


"Kalau dari tangan kamu rasanya ada manis-manisnya gitu" Reza memperagakan iklan di televisi. Mereka berdua tertawa.


Tasya kemudian meninggalkan Reza bersama snacknya. Dia menuju ke meja makan. Menyiapkan makanan yang telah dia masak untuk dimakan bersama.


Reza memperhatikan setiap gerakan Tasya. Ada rasa bangga dalam dirinya melihat kesibukan sang istri.


"Jangan lihat-lihat A. Nanti kamu makin suka sama aku" Tasya menyadari Reza yang memandangnya dari tadi.


"Biarkan aku tergila-gila padamu wahai istriku" gombal Reza


"Dasar Gila" Pak Danu menghampiri mereka sambil tertawa.


Reza malu, dia tak menyadari kalau Pak Danu sudah ada di dekatnya.


"Becanda Pa" Reza membela diri


"Papa ada jadwal lusa? Kita mau pulang Pa. Tasya ada kuliah" tanya Reza

__ADS_1


"Papa kosong Za. Kalau kamu ada meeting biar Papa yang ganti" ucap Pak Danu


"Sudah Reza Reschedule Pa, jadi besok meetingnya."


Tasya yang mendengar obrolan mereka merasa lega.


"Papa ikut saja ya Pa. Sekalian Refreshing." pinta Tasya


"Iya Pa. Kan Papa betah disana" sambung Reza membujuknya


"Oke. Papa juga kangen sama Ayahmu Sya"


Akhirnya mereka sepakat akan pergi bersama.


"Makan yuk Pa, aku sudah masak" ajak Tasya


"Aku gak di ajak makan Sya?" Reza protes


"Suruh siapa A Reza makan snack aku" Tasya pura-pura marah


"Kan aku yang beli Sya" pungkas Reza


"Masa ngasih di ambil lagi? Nanti lidahnya kebalik loh" Tasya menakuti Reza


Pak Danu tersenyum melihat tingkah pasangan suami istri ini.


"Iya kan Pa?" Tasya mencari dukungan


"Iya dong" ucap Pak Danu sambil tersenyum.

__ADS_1


Tasya kemudian menjulurkan lidahnya merasa menang.


__ADS_2