BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Malam Pertama


__ADS_3

Reza merebahkan tubuhnya. Rasa lelah dan lega bercampur menjadi satu. Dia tak menyangka. Gadis 23 tahun yang tidak pernah ia kenal, dengan sekejap mata menjadi istrinya.


Sekarang dia menjadi kepala rumah tangga. Apa yang menjadi keputusannya sangat berpengaruh terhadap rumah tangganya.


Tugas pertamanya adalah bagaimana membuat Tasya jatuh hati padanya. Walaupun dia sendiri sudah sedikit menaruh hati pada Tasya, tapi dia tidak mau bertepuk sebelah tangan.


***


Tasya dari tadi keluar dari kamar. Dia meminta bantuan teteh untuk menghapus make up dan juga membuka baju serta hiasan di kerudungnya. Dia mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa lengket.


Setelah mandi, dia bercengkrama dengan keluarganya. Sesekali mereka tertawa mengingat kejadian konyol selama pesta berlangsung tadi.


"Sudah sana masuk kamar. Barangkali suamimu butuh sesuatu. Pasti dia malu keluar kamar" ibu menyuruh Tasya seraya berbisik


"Biarin sih bu, jarang-jarang kan kita ngobrol begini" ujar Tasya


"Kasihan dia Sya. Dia kan orang baru di rumah ini" Ibu menegaskan


Tasya kemudian masuk ke kamarnya dengan hati-hati. Ternyata dugaanya benar, Reza sedang terlelap. Diambilnya bergo berwarna pink senada dengan baju tidurnya.


'Bangunin jangan ya?' Tasya bimbang


'Tapi masa tidurnya masih pakai baju itu sih' ucap Tasya


"A.. Bangun" di tepuknya lengan Reza perlahan.


'Kok gemas ya liat dia tertidur. Ganteng' Pujinya tanpa sadar


"A.. Aa.. Bangun a. Ganti baju dulu. Itu kan kotor" ucap Tasya lagi

__ADS_1


"Hmm" balas Reza masih terpejam


"A Reza.. Bangun dong" Tasya mengulanginya lagi


Reza menggeliat. Dia mengumpulkan seluruh nyawanya. Reza sedikit tersentak begitu melihat Tasya di depannya. Kemudian dia mengucek matanya.


Tasya tertawa kecil menangkap Reza yang tersentak.


"Kamu kaget A, ada aku?" tanya Tasya


Reza hanya diam tak menjawab. Dia merasa malu sendiri.


"Kayaknya aku juga gitu a kalau bangun tidur" Tasya membayangkan dirinya sendiri sambil tersenyum


"Sya, ambilin minum dong. Aku haus." pinta Reza


Tasya mengambil air kemasan di mejanya. Kemudian memberikannya kepada Reza.


"Pinjam handukmu Sya" pintanya.


Tasya kemudian mengambil handuk dari dalam lemari dan memberikannya pada Reza.


Reza keluar kamar, dia lupa dirumahnya banyak orang. Terlanjur keluar akhirnya dia memberanikan diri keluar sendirian.


Selepas mandi Reza lupa tidak membawa baju ganti.


'Gimana nih? Masa harus pakai baju kotor ini lagi?' batinnya kebingungan.


"Hehe iya lagi mandi. Baru bangun tidur" terdengar suara Tasya.

__ADS_1


Reza girang. Dipanggilnya Tasya berulang-ulang. Tapi sepertinya Tasya tak mendengar.


"Kenapa a? Tanya seseorang diluar pintu kamar mandi" ternyata itu Mang Maman


"minta tolong panggilkan Tasya Pak. Saya lupa bawa baju ganti" ucap Reza tanpa tahu siapa orang dibalik pintu itu


Tasya bergegas membawakan baju Reza. Kemudian secepat kilat masuk kamar kembali.


'Malu banget' pikir Tasya. Dia sudah memegang daleman Reza.


"Aa kenapa bukannya bawa baju salin ke kamar mandi!" ucap Tasya begitu Reza membuka pintu kamarnya


"Aa lupa Sya" jawab Reza


Reza dan Tasya saling diam.


"Kamu gak pegal Sya duduk terus?" tanya Reza


Reza merebahkan badannya.


"Sini tiduran." ucap Reza kemudian


Tasya memberanikan diri tidur di sebelah Reza.


"Kamu tidur pakai kerudung begitu Sya?" tanya Reza lagi


"Nggak sih. Tapi.. "


" Aku kan sudah lihat rambutmu Sya waktu di klinik itu" ucap Reza

__ADS_1


Kemudian Tasya membuka kerudungnya dengan malu-malu dan menggantung di hanger.


__ADS_2