BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Tasya dan Lala


__ADS_3

Keesokan harinya, semua karyawan CV Petani Maju berkumpul untuk acara syukuran pindahnya kantor baru mereka.


Pak Danu memberikan sambutan dan memotong tumpeng sebagai tanda syukur kemajuan usaha mereka.


Pak Danu selaku founder memiliki sikap yang rendah hati dan menyenangkan. Terbukti, semua karyawannya betah bekerja disana.


Perusahaan kecil yang ia bangun itu pun masih berdiri kokoh dan sedikit demi sedikit mulai membentangkan sayapnya.


Acara inti pun telah usai, kini berganti dengan acara ramah tamah. Semua bergantian untuk mengambil hidangan secara prasmanan.


"Mbak Lala apa kabar?" tanya Agus


"Baik. Mas Agus apa kabar?" Tanya Lala balik


"Sekarang lebih baik Mbak, apalagi sekarang bisa ketemu mbak Lala setiap hari" goda Agus


"Hehe..Mas Agus bisa saja" ucapnya sebal


"La, kayaknya orang itu suka sama kamu" Keenan ikut menggodanya


"Keenan please, kamu jangan seperti Pak Reza" Tasya kesal


Keenan mengulum senyumnya.


Mereka makan bersama, Keenan sering melirik ke arah Tasya, memperhatian wanita bersuami itu makan di samping suaminya.


"Ayo pada tambah makannya, mumpung gratis" teriak Pak Danu diselingi gelak tawanya. Raut wajahnya nampak bahagia


"Papa selalu saja begitu" ucap Reza pada Tasya


"Aku malah senang sikap Papa demikian A. Malah lebih di cintai sama karyawannya dari pada yang kaku kayak kanebo kering" sindir Tasya


Saat mereka sedang asyik makan, tiba-tiba Agus melintas di depan mereka.


"La, Agus tuh La" Reza memulai peperangan


"Pak Reza, please" ucap Lala kesal


"Kenapa La, kamu pacaran sama si Agus?" Kini Pak Danu ikut menimpali


Semua tertawa sedangkan Lala menahan malunya


"Mana mungkin Pak" ucap Lala singkat


"Haha.. Kalau mau, saya tidak melarang karyawan berhubungan La" imbuhnya lagi


'Bagaimana mau melarang, anak mantunya yang jadi contoh' batin Lala


"Pak Danu bisa saja." ucapnya pelan


***


"Hari ini kalian boleh pulang lebih awal" ucap Pak Danu pada bagian back office.


"Yeeaayy.. Terima kasih Pak" ucap Lala senang


"Bu, kita jalan-jalan yuk?" ajak Lala


"Kemana?" tanyanya


"Mall bu. Nonton atau apa gitu Bu" terangnya


"Aku gak tahu, A Reza kasih izin atau nggak" Tasya menimang


"Nanti coba ku tanya, sekarang masih berbicara dengan Pak Danu" ucap Tasya kemudian


***


"La, kenapa belum pulang?" tanya Keenan yang telah bersiap untuk pulang

__ADS_1


"Aku menunggu bu Tasya, kita mau ke Mall kalau Pak Reza mengizinkan" ucapnya


"La, aku boleh ikut?" tanya Keenan yang menjadi tertarik


"Hmm.. Ladies only, Keenan" tolak Lala


"Bu Tasya mana mau jalan sama laki-laki lain selain suaminya" terangnya kemudian


"Kan sama kamu La, kita bertiga" Keenan memaksa


"Aku gak mau bangunkan macan yang sedang jinak" Lala setengah berbisik


"Maksudnya bagaimana?" Keenan tak paham


"Suaminya! Ih kamu itu! Pak Reza pecemburu berat, jangankan laki-laki, aku peluk bu Tasya saja dia protes" terangnya


"Makanya kalau kamu ikut sama saja kamu cari mati" ucapnya kemudian


"Pelit sekali La" Keenan kecewa


"Kamu kan biasa ke taman, sudah kesana saja!" perintah Lala


***


"A Reza, ayo pulang" ajak Tasya


Reza melihat jam di tangannya


"Tapi Aa masih ada kerjaan sayang, sabar ya" ucapnya


"Aku ke Mall sama Lala boleh gak? Dari pada nunggu disini" ucap Tasya


Reza menatapnya tajam


"Boleh ya? Aku jenuh kalau nunggu disini, pulang ke runah duluan juga sepi" rayu Tasya


Reza nampak tak rela, tapi kasihan melihat istrinya


"Siap" ucapnya senang.


"Ini bawa" Reza menyodorkan kartu pada Tasya


"Tunai saja A" tolak Tasya


"Enggak ada sayang, cuma ada lima lembar." dia memperlihatkan isi dompetnya.


"Ya sudah minta"


"Ya ampun.." Reza memberikan uang tunainya kepada Tasya


"Awas jangan macam-macam" ucapnya seraya mencium kilat kening sang istri


***


"Lala, ayo jalan" ajak Tasya


"Serius di kasih izin bu?" Lala berbinar


"Di kasih duit La" Tasya memperlihatkan uang yang diberikan Reza


"Haha.. Si ibu bisa saja" ucapnya


Mereka menunggu G-car menjemputnya. Lala nampak memperhatikan Tasya


"Kenapa La?" Tasya yang sadar diperhatikan Lala


"Tidak apa-apa bu, cuma senang saja lihat ibu. Kalau dipikir-pikir benar juga" ucap Lala


"Apa sih kamu La, bicara yang jelas. Aku tak mengerti" ucap Tasya

__ADS_1


"Hehe.. Tidak bu, maksud saya, ibu cantik sekali, baik lagi. Makanya Pak Reza sampai tak bisa jauh dari ibu" terang Lala


"Haha.. Kamu bisa saja. Pak Reza gak bisa jauh ya karena suamiku La. Kamu ini suka aneh"


"Ih, ibu.. Pokoknya kalau saya lihat Pak Reza benar-benar jatuh cinta sekali sama ibu. Intinya begitu bu." ucap Lala


'Lala bahas A Reza terus tiap berdua. Dia kagum sampai segitunya. Hehe. Kok aku jadi kangen ya sama si Papi. Baru juga jalan' batin Tasya


Sesampainya di Mall, mereka asyik di zona bermain seperti anak-anak. Seseorang mengamati mereka dari jauh dengan menyunggungkan senyumnya sesekali.


*Dering Ponsel Tasya


"La.. " Tasya memperlihatkan ponselnya pada Lala. Lala hanya mengangguk sambil melanjutkan permainannya.


" Assalamualaikum Sya kamu dimana?" Reza langsung bertanya tanpa basa basi


"Waalaikumsalam, di Mall deket kantor A. Kenapa? Aa sudah beres?" tanyanya


"Belum. Cuma memastikan saja kamu dimana. Ya sudah" Reza menutup ponselnya


"Ya ampun si A Reza mah" Tasya berdecak


Tiba-tiba seseorang menghampirinya


"Keenan?" Sapa Tasya


"Eh ibu, disini juga bu?"


"Iya. Kamu sendirian?"


"Iya bu, sedang cari sesuatu. Mana Pak Reza bu?" tanyanya


"Masih di kantor. Saya sama Lala" ucap Tasya


Lala kemudian menghampiri mereka


"Keenan, kamu sedang apa disini?" Lala melirik tajam


"Apa saja boleh. Memang kamu saja yang bisa ke mall" jawab Keenan


"Ya sudah, Keenan kita duluan ya" ucap Lala


"La, kamu yakin gak mau berduaan ama Keenan" tanya Tasya


"Hmm"


"Keenan mau ikut? Kita mau cari jajanan" ajak Tasya


"Memang boleh bu?"


"Iya. Ayo"


Tasya berjalan lebih dulu, kemudian Lala menarik tangan Keenan


"Kamu ikuti kita kan?" Lala ketus


"Siapa juga yang ikuti kamu! Percaya diri sekali!" balas Keenan


'Keenan disini. Aduh A Reza nanti pasti marah' batin Tasya


Mereka masih berjalan menuju ke food court. Saat melintasi sebuah toko, Tasya terdiam.


"La, kamu sama Keenan dulu ya" pinta Tasya


"Ibu mau kemana?" tanyanya heran


Tasya menunjuk sebuah toko di hadapannya dengan deretan jas dan kemeja di dalamnya.


"Ciee ibu" Lala meledeknya sementara Keenan berubah muram

__ADS_1


"Aku ikut bu" pinta Lala


'Si Lala di kasih kesempatan malah mengekor. Dia gak tahu apa, aku sengaja biar dia bisa berduaan' batin Tasya kesal


__ADS_2