BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Cemburu Berlebihan


__ADS_3

”Aa tidak marah sayang, hanya saja tidak habis pikir, kenapa Papa terima dia magang disini" ucap Reza


"Ya sudah A. Mau bagaimana lagi" imbuh Tasya


Reza mendengus kesal. Teringat kembali saat mereka berbalas pesan waktu itu


'Bocah itu bernyali juga' batin Reza


Setelah beberapa lama, Pak Danu, Lala dan Keenan kembali ke kantor.


"O iya, saya hampir lupa. Keenan, itu anak saya Reza, yang menjalankan CV kami sepenuhnya. Dan itu istrinya Tasya, dia mengatur keuangan dan sebagainya. Harap maklum ya, struktural disini tidak sekaku di perusahan besar." ucap Pak Danu memperkenalkan Reza dan Tasya


Keenan mengangguk sambil tersenyum melihat ke arah Reza dan Tasya bergantian.


"Silahkan lanjutkan pekejaan kalian" ucap Pak Danu


Reza kemudian bangkit menghampiri Papanya.


"Pa, Reza dan Tasya pulang duluan ya. Masih capek Pak" ucapnya


"Kamu ini" Pak Danu berdecak pelan


"Sya, ayo kita pulang" ajak Reza


"Tapi A.."


"Cepat " Reza tak mau di bantah


Keduanya kemudian pamit kepada Pak Danu.


"Dasar anak nakal! Selalu saja seenaknya!" Gumam Pak Danu


Keenan memperhatikan mereka sampai mereka tak terlihat olehnya.


***


"A Reza kenapa pulang?" Tanya Tasya polos


"Aa masih capek sayang" Reza berbohong


"A harus profesional ya" pinta Tasya seolah tahu suaminya cemburu.


"Maksudnya?" Reza pura-pura tak mengerti


"Aku gak mau Aa mencampur adukkan masalah pribadi dan masalah kantor"


Reza diam. Dia mencerna semua perkataan istrinya.


"iya sayang" ucapnya kemudian


***


"Pa, kenapa Papa terima anak magang itu?" Tanya Reza disela-sela makan malam mereka. Dia enggan menyebut nama Keenan


"Papa sudah jarang melihat anak yang punya semangat tinggi kayak dia. Kelihatannya anaknya gigih dan smart." Jelas Pak Danu


"Memang kenapa?" Tanyanya kemudian sambil memegang gelas berisi air putih


"Tidak apa-apa. Heran saja, baru sekarang ada yang magang di tempat kita" terang Reza


"Papa juga awalnya bertanya demikian, cuma dia bilang, kalau kerja di CV kita, dia bisa berguru langsung dengan foundernya. Jarang sekali ada anak yang mau belajar dari nol kan? Kebanyakan dari mereka mengincar magang di perusahaan besar." imbuhnya sedikit membanggakan diri


Tasya yang menyimak dari tadi sedikit terkesima dengan penjelasan Pak Danu.


'Papa gak tahu saja tujuan anak itu apa!' batin Reza kesal


"Apa kamu keberatan?" Tanya Pak Danu

__ADS_1


"Tidak Pa" ucapnya singkat.


Selepas makan, Reza masuk ke dalam kamar. Dia membaringkan tubuhnya. Pikirannya masih khawatir


'Kenapa aku resah? Dia cuma anak kemarin sore Za!' batin Reza


'Tapi bagaimana kalau Tasya malah menyukainya ya? Umur mereka gak jauh beda' batinnya bergulat


"A, tumben sudah rebahan? Aa sakit?" Tanya Tasya begitu masuk ke dalam kamar setelah membereskan bekas makan mereka


"Tidak. Aa hanya lelah saja" Reza berbohong lagi


"Tadi Aa sudah istirahat, kenapa masih lelah?" Tasya heran


"Kamu cerewet sekali sayang"


Tasya diam tak banyak bicara. Dia naik ke atas kasur dan merebahkan dirinya memunggungi Reza. Tidak lama, Tasya sudah terlelap. Reza masih memikirkan seseorang yang kini menjadi rivalnya.


'Apa aku ancam dia sekalian?' batinnya masih tak tenang.


'Sialan tu anak. Buat gak fokus aja!' gerutunya


***


Keesokan harinya,


"Sya, ingat ya kamu harus jaga jarak sama anak magang itu" ancam Reza begitu mobilnya terparkir di halaman kantor.


"Aa mau langsung ke gudang dulu" imbuhnya kemudian


"Iya. Hati-hati sayang. I love you" ucap Tasya sambil mencium punggung tangan suaminya. Tasya mencoba menenangkan suaminya.


Reza tersenyum senang.


"Assalamualaikum. Selamat pagi." ucap Tasya begitu masuk ke ruangan dan melihat Keenan ada disana


"Saya disini" ucap Reza tiba-tiba masuk ke dalam ruangan


"Loh, A Reza bukannya ke gudang?" Tasya heran


"Tunggu si Lala datang. Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dilarang berduaan" ucap Reza


'Ya Tuhan, A Reza sampai segitunya' Tasya berdecak dalam hati


Tasya dan Keenan tak bicara.


"Kamu kecewa?" Tanya Reza melempar pandangan tak suka pada Keenan


"Kecewa?" Keenan mengulang


"A Reza! Ini di kantor!" Tasya memperingatinya


"Assalamualaikum. Selamat pagi" Lala datang dengan ceria


"Si Lala sudah datang, Aa ke gudang sekarang" pamit Reza


Keenan menatap Reza, pandangan mereka beradu namun Reza segera berlalu meninggalkan kantor.


***


Siang Hari


"Ayo kita makan La" ajak Tasya sambil merapikan mejanya


"Ayo bu, aku sudah lapar." ucap Lala


"Saya boleh ikut?" tanya Keenan

__ADS_1


Tasya dan Lala beradu pandang. Tasya sebenarnya ingin bertanya banyak hal pada Lala mengapa Keenan bisa magang disana. Tapi akhirnya dia menyutujui Keenan untuk ikut karena merasa tidak enak kalau menolaknya.


'Lagi pula kita tidak makan berdua' batin Tasya


Baru keluar dari pintu, Tasya, Lala, dan Keenan melihat Reza memarkirkan mobilnya.


Tasya berbalik melihat ke arah mereka


"Pak Reza datang, saya sama Keenan duluan kalau begitu bu" Lala takut dan merasa tidak enak


"Iya. Ya sudah. Maaf ya" ucap Tasya


"Ayo Keenan" ajak Lala senang karena bisa berduaan dengan Keenan


Reza keluar dari mobil membawa kotak makan di tangannya. Lagi-lagi Reza dan Keenan saling pandang.


"Aa bawa apa?" Tasya bersikap normal pada suaminya


"Ayo makan sayang" ajak Reza tanpa menjawab pertanyaan Tasya


Mereka duduk berdua dan membuka kotak makannya masing-masing.


"Kamu gak macam-macam kan Sya?" tanya Reza


"Aa tanya Lala saja" Tasya ketus


"Kok kamu begitu?" Reza sedikit terpancing


"Aku tahu Aa cemburu, tapi rasanya tidak semestinya A" Tasya bicara dengan makanan di mulutnya


"Ini kantor milik Papa, milik Aa juga. Sungguh gila kalau aku ada main dengan Keenan" Tasya menjelaskan


Suasana menjadi hening.


"Apa Aa tidak percaya kepadaku?" kalimat itu akhirnya terlontar dari mulut Tasya. Selama ini dia ingin sekali bertanya demikian.


Reza memainkan sendoknya.


"Aa tidak percaya?" Tasya mengulang pertanyaannya


Reza mengambil minumnya kemudian menutup kotak makannnya yang masih tersisa


"Kenapa Aa gak jawab?" Tasya penasaran


"Entahlah" ucap Reza


"Berarti Aa tidak percaya kepadaku?" Tasya mulai kesal


Reza masih diam. Dia menyibukan diri dengan membereskan kotak makannya. Tasya ikut menutup kotak makannya.


"Kenapa tidak di habiskan?" Reza mengalihkan pembicaraan


"Tanya saja diri Aa sendiri" Tasya ketus merasa gusar dengan tingkah laku suaminya


"Aa sudah kenyang" jawabnya


"Sama" Tasya kemudian meninggalkannya ke kamar mandi


Reza terdiam, dia bingung akan dirinya sendiri. Dia pun baru sadar, selama ini tidak pernah cemburu sampai seperti ini.


'Dulu melihat Citra bicara dengan lawan jenis aku masih bisa maklum. Tapi kenapa sekarang rasanya aku sangat kesal sekali Tasya bicara sama dia' batin Reza


'Aargghh.. Bisa gila lama-lama kalau seperti ini' ucapnya sambil membuang kotak makan ke dalam tempat sampah


***Hallo Readers, terima kasih masih setia menunggu Reza dan Tasya, yuk dibantu VOTE. Rangkingnya menurun drastis nih. Huhu sedihnyaa..


Bantu LIKE dan KOMENTARNYA juga ya..

__ADS_1


Oya, aku buat ig baru BUKAN SITI NURBAYA. Bakal banyak nyampah disana. Hehe. Bantu follow @only.ambu yaa.. Terimakasih^^ ***


__ADS_2