BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Penyakit Pak Danu


__ADS_3

Reza melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tasya beberapa kali mengingatkannya agar memperlambat laju mobilnya.


Setelah beberapa saat, mereka tiba di rumah sakit. Dengan tergesa-gesa mereka masuk ke dalam rumah sakit.


"Pak Budi, dimana?" tanya Reza menelepon supir Papanya


"Masih di IGD Za" jawab Pak Budi cepat.


Reza mematikan teleponnya, kemudian dia bergegas ke IGD. Pak Budi menunggu di ambang pintu IGD.


"Bagaimana keadaan Papa, Pak?" tanya Reza yang langsung masuk ke dalam ruangan tanpa menunggu jawaban Pak Budi.


"Pa.." ucap Reza mendekati Papanya


Dokter IGD menghampiri Reza dan istrinya


"Keluarga Pak Danu?" Sapa Dokter tersebut


"Iya dok, saya anaknya" ucap Reza sambil mengatur nafasnya


"Bagaimana Papa saya dok?" tanya Reza kemudian


"Pak Danu mengalami Transient Ischemic Attack (TIA) atau yang lebih dikenal dengan stroke ringan" ucap dokter


"Apa Bapak punya riwayat penyakit diabetes, hipertensi, atau ketidakseimbangan kolestrol?" tanya dokter


"Setahu saya Papa tidak punya riwayat tersebut dok. Beliau sehat-sehat saja. Dan tidak pernah mengeluh sakit apapun" jelas Reza.


Pak Danu merupakan orang yang sangat tangguh. Dia tidak pernah mengeluh soal apapun. Bahkan setiap ada masalah, pak Danu sangat jarang sekali berbagi cerita dengan orang lain


"Begini saja, Pak Danu saya sarankan untuk rawat inap, besok kita lakukan CT Scan dan MRI. Untuk sekarang kita monitor detak jantung beliau terlebih dahulu" saran dokter tersebut


"Baik dok." tanpa berfikir panjang Reza langsung menyetujui saran dokter tersebut.


"Silahkan hubungi administrasi untuk selanjutnya. Saya permisi" pamit dokter tersebut


Reza bergegas ke bagian administrasi untuk mengurus keperluan rawat inap Pak Danu, sementara Tasya menemani Pak Danu yang sedang tidur.


Pak Budi menghampiri Tasya.


"Kenapa Papa bisa begini Pak Budi?" tanya Tasya


"Tadi kata Bi Tinah, bapak dari halaman belakang, tiba-tiba saja jatuh. Terus bicaranya tidak jelas. Bi Tinah tidak bisa mengangkat bapak, saya di teleponnya. Untung saja saya belum berangkat memancing, Neng" Pak Budi menjelaskan. Karena weekend Pak Budi biasanya libur bekerja.


"Alhamdulillah ketahuan cepat-cepat sama Bi Tinah, kalau tidak bagaimana" Tasya cemas


Reza menghampiri keduanya.


"Sudah beres A?" tanya Tasya


"Sudah. Tinggal nunggu di pindah saja ke VIP" ucap Reza sambil memegang kaki Papanya

__ADS_1


"Sya, kamu pulang saja sama Pak Budi ya?" Pinta Reza


"Aku ikut disini saja ya A. Aku gak mau di rumah sendirian" pinta Tasya


"Ya sudah." Reza tak banyak bicara


"Aku pulang dulu sama Pak Budi ya sayang, Mau ambil baju ganti kita dan baju Papa." ucap Tasya sambil memegang bahu Reza yang kini tengah duduk menghadap Pak Danu.


"Iya" jawab Reza memegang tangan Tasya di bahunya


"Bi Tinah biar nginap di rumah saja ya? Biar ada apa-apa kita gak susah" saran Tasya


"Boleh sayang." ucap Reza


Tasya kemudian pamit untuk pulang. Reza masih menunggu Pak Danu bangun.


***


"Kapan kita pulang Za?" tanya Pak Danu setelah dia bangun tidur


"Papa sudah kayak begini masih minta pulang?" Reza kesal


"Pa, papa punya riwayat hipertensi ya?" tanya Reza


Pak Danu tertawa


"Yang suka marah-marah itu kamu Za,bukan Papa. Makanya kamu yang punya darah tinggi" ucap Pa Danu


"Ya mana Papa tahu, cuma memang kemarin-kemarin kolestrol Papa meningkat. Terus tangan Papa akhir-akhir ini sering terasa kebas." Pak Danu akhirnya jujur


"Kenapa Papa gak bilang sama Reza, Pa! Reza bahkan gak tahu Papa punya kolestrol" Reza merasa tidak enak


"Selama ini Papa baik-baik saja kan Za. Mana Tasya?" Pak Danu mengalihkan pembicaraan mereka


"Tasya mengambil barang-barang Pak. Nanti dia kesini lagi" jelas Reza


"Sudah sana kamu pulang, kasihan Tasya. Biar Budi yang temani Papa, Za" usul Pak Danu


"Tanggung Pa. Kita ikut nginap disini saja" ucap Reza


Kini Pak Danu sudah normal seperti biasa. Sesuai dengan perkataan dokter, stroke ringan akan hilang kurang dari 24 jam.


***


*Dering Ponsel Tasya


"Assalamualaikum A. Ada apa?" tanya Tasya di sela-sela memakai kerudungnya


"Sayang, Papa sudah normal lagi. Kamu di rumah saja ya. Biar Aa saja yang jaga Papa. Aa gak tega kamu harus nginep disini. Kamu tidur minta di temani bi Tinah saja, mau?" ucap Reza di luar ruangan Pak Danu


"Tapi aku kesana dulu ya A. Aku ingin lihat Papa" pinta Tasya

__ADS_1


"Ya sudah. Hati-hati dijalan sayang" ucap Reza kemudian dia menutup teleponnya.


Tasya membawa baju ganti untuk suami dan mertuanya. Tidak lupa dia juga membawa peralatan mandi untuk suaminya.


"Apa lagi ya?" gumam Tasya sambil mengingat-ngingat


"Ya ampun, A Reza belum makan" Tasya kini merasa bersalah.


Tasya bergegas untuk pergi di antar oleh Bi Tinah sampai halaman depan.


"Titip rumah ya Bi, aku nanti pulang kok. Nanti temani aku tidur ya Bi. Hehe" pinta Tasya dengan malu-malu


"Iya Neng tenang saja. Hati-hati dijalan. Mudah-mudahan bapak segera pulih" doa Bi Tinah


Tasya kemudian berangkat, di perjalanan dia mampir ke toko buah dan ke restoran untuk membeli makan karena ingat suaminya yang belum makan apapun. Dia juga mampir ke toko roti dan membeli beberapa roti untuk mertua dan suaminya.


***


"Assalamualaikum" Tasya masuk ke dalam ruangan. Disana Reza tertidur di sofa sedangkan Pak Danu sedang menonton televisi di atas kasurnya.


'Kasihan sekali kamu A' batin Tasya begitu melihat Reza yang sedang tidur.


"Papa sudah mendingan?" tanya Tasya sambil mencium tangan mertuanya


"Papa sehat Sya" Pak Danu menghiburnya


"Papa, kalau sakit apa-apa bilang ya Pa sama Tasya. Jangan seperti ini lagi. Papa juga jangan kerja terlalu capek. Dikurangi Pa kegiatannya. Kan ada A Reza Pa" omel Tasya


Reza terbangun mendengar suara Tasya.


"Za, Papa di omelin Tasya nih" Papa mencari pembelaan sambil tertawa


"Habis Tasya sama A Reza kaget sekali" Tasya masih mengomeli mertuanya sambil membuka plastik yang dia bawa


"A makan dulu" Tasya memberikan kotak makanan kepada Reza


"Kamu sudah makan?" tanya Reza


"Lupa A" Tasya tersenyum. Dia lupa kalau dia pun belum makan sama sekali


"Kamu ini! sudah sini kita makan berdua saja" ucap Reza


Dengan malu-malu Tasya disuapi oleh Reza sambil mengupas buah untuk Pak Danu.


"Makan ini Pa" ucap Tasya memberikan buah kepada Pak Danu


"Aku makan roti saja A" setelah dia makan beberapa suap.


"Enggak. Ini saja habiskan dulu. Nanti kalau masih belum kenyang baru makan roti" tegas Reza.


Pak Danu tersenyum melihat keduanya.

__ADS_1


*** Hallo Readers, Jangan bosan untuk bantu VOTE dengan KOIN dan POINnya ya, jangan lupa LIKE dan KOMENTARnya. Terima kasih ^^ ***


__ADS_2