BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
The Power Of Love


__ADS_3

"Sya.. Mau kan maafin kesalahan Aa?" ucap Reza kemudian


"Iya sudahlah A. Aku harap kedepannya Aa berpikir ulang sebelum bertindak" pinta Taysa


"Aa janji, kedepannya Aa gak akan ambil keputusan sendiri" ucap Reza


"Sekarang mau apa sayang?" tanya Reza


"Aku gak mau apa-apa A" ucap Tasya


"Aku ingin mandi" ucap Tasya


"Gak boleh. Nanti saja sayang. Sekarang di lap saja ya?" ucap Reza


Reza bergegas menyiapkan air hangat dan cairan antiseptik. Dia membantu sang istri membuka bajunya.


Dengan spontan Tasya menutup bagian dadanya dengan tangan.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Reza seraya tersenyum geli


"Hehe.. Gak apa-apa A"


"Jangan ditutup begitu, itukan favorit Aa" goda Reza


"Aa mah.. " Tasya menoyor pipi suaminya


Reza mulai membersihkan tubuh Tasya. Dia tersenyum jahil sementara Tasya terlihat malu.


" Kenapa sih sayang?" goda Reza


"Aa cepat A" Tasya tak enak


"Aa sudah sering lihat sayang" godanya lagi


"Tapi kan beda A. Aku sedang malu sekarang" ucap Tasya


"Oh bisa malu juga" goda Reza


"Aa ih"


"Iya iya sayang"


Reza membersihkan badan Tasya, dia memainkannya perut Tasya.


"Sayang Papi sedang apa? maaf ya kemarin Papi sibuk sendiri" Reza berbicara dengan perut Tasya


"Cepat A. Mainnya nanti saja" protes Tasya


Reza segera membereskan pekerjaannya. Setelah selesai, Reza membantu menyisir rambut sang istri.


"Bau nih, dua hari gak keramas" ucap Taysa


"Enggak sayang. Biasa saja. Kalau bau Aa sudah pingsan dari tadi" canda Reza


"A Reza"


"Hmm" masih asyik memainkan rambut sang istri yang tergerai


"Aku ingin ke rumah ibu" pinta Tasya


"Selama kamu hamil, Aa gak izinkan." ucap Reza tegas


Tasya terdiam. Dia tahu suaminya gak bisa dibantah kalau sudah begitu.


"Maaf. Aa trauma sayang. Gak mau lihat kamu kayak kemarin kesakitan begitu" ucap Reza


"Kamu juga gak mau kehilangan bayi kita lagi kan?" tanya Reza


"Aa telepon ibu saja ya? Biar ibu kesini" usul Reza. Dia sibuk memainkan rambut istrinya


"Gak perlu A. Aku ingin pulang kesana ya karena kangen suasana dirumah. Kangen cuanki, kangen cilok, kangen mie kocok juga" ucap Tasya seraya mengabsen jajanan favoritnya


"Dasar anak m*cin" ucap Reza


"Aku bosan A" ucap Tasya


Reza tak menanggapinya.

__ADS_1


"Sudah enak badannya sekarang?" tanya Reza


"Huum. Sudah segar. Terima kasih A sudah mengurusku" ucap Tasya


Reza mengecup lembut bibir sang istri.


"Love you Mam" ucapnya


Tasya hanya tersenyum.


Reza membereskan peralatan. Sementara Tasya memperhatikannya dengan bersandar di headboard sambil mengelus perutnya.


Reza menghampiri istrinya naik ke atas kasur. Dia tidur dipangkuan istrinya sambil menghadap ke arah perut. Reza mengecup perut Tasya bertubi-tubi sambil mengelusnya.


"Kesayangan Papi sedang apa sih?" tanya Reza


"Main yuk. Kita jalan-jalan sayang"


"Papi penasaran sama Dedek. Dedek jagoan apa princess sih?"


"Hmm.. Bikin gemas.." Reza tak berhenti memainkan perut sang istri


"Mam.."


"Hmm" Tasya fokus pada ponselnya


"Kapan kita beli baju Dedek?" tanya Reza


"Nanti kalau sudah tujuh bulan" ucap Tasya


"Oya Mam, tadi Papi ketemu temanmu yang di Mall itu"


"Siapa? Romy?" tanya Tasya


"Iya. Dia ternyata bawahannya Adit. Tadi kita ngobrol gitu" ucap Reza


"Bukannya Aa cemburu sama dia?" tanya Tasya


"Dia yang nyapa Aa duluan. Sekarang sih sudah gak cemburu. Dia kan tanya, 'Mas suaminya Tasya ya?' begitu katanya"


"Senang kamu A" ucap Tasya


"Keenan kurang ajar gimana sih? Dia baik kok" Ucap Tasya


"Baiklah. Dia suka sama kamu. Perhatian pula" Reza sewot


"Tapi kan awal-awal saja A. Jadi kangen sama dia" Goda Tasya


"Apa kamu bilang!" Reza menatapnya tajam seraya bangun


"Becanda A"


"Awas saja kalau kamu kangen laki-laki lain" ancam Reza


"Memang kenapa?" tanya Tasya


"Aa habisi dia" ancam Reza


"Memang bisa?" tanya Tasya menahan tawanya


"Enggaklah sayang" ucap Reza


Keduanya tertawa.


Reza mendekatkan wajahnya, dia mengecup lembut istrinya. Tak puas hanya mengecup, Reza mel*mat bibir sang istri.


"Mam, boleh?" tanya Reza


"Aku masih sakit sayang. Nanti tertular" ucap Tasya


"Sudah dari tadi kali Mam kalau tertular. Tanggung nih" ucapnya


Boleh ya?" pinta Reza seraya melakukan aksinya kembali.


'Mau nolak takut dosa, enak juga iya. Moga Dedek gak apa-apa' batin Tasya


"A.. " Tasya melepaskan pagutannya

__ADS_1


" Hmm.. " Reza yang sudah tak sabar hendak mengecup Tasya kembali. Tapi tangan Tasya menahan bibir suaminya


"Tadi gak boleh mandi, nanti kan harus keramas" Tasya mengetesnya


"Ya Tuhaan. Iya juga. Ya sudah" Reza terlentang. Dia mengatur nafasnya.


"Maaf sayang" Tasya mengecup pipi Reza


"Cepet sehat ya sayang" Reza tersenyum


"Aa gak marah?" tanya Tasya


"Enggak. Aa lupa malah kalau harus mandi besar" ucapnya


"Aku gak masalah sih" ucap Tasya, kini dia mengecup bibir Reza mendominasi suaminya.


"Bangun A. Dedek tertekan kalau begitu" ucap Tasya


"Maaf. Aa keenakan" Reza segera bangkit kemudian melancarkan aksinya kembali.


***


"Pakai lagi sayang bajunya" ucap Reza


"Aku ingin ke kamar mandi A. Apa mandi saja sekalian? Mumpung belum maghrib" tanya Tasya


"Ya sudah, ayo mandi sekarang." ajak Reza


Mereka berdua masuk ke kamar mandi.


"Gak macam-macam ya A" ancam Tasya


"Iya sayang. Aa tahu" ucap Reza


Mereka fokus mandi. Reza memandikan Tasya terlebih dahulu.


"Sudah bersih sayang. Sana keluar duluan. Takut masuk angin" pinta Reza


"Gak perlu aku gosokin punggungnya?" tanya Tasya


"Sesi berikutnya saja sayang." ucap Reza seraya tersenyum


"Apa sih sesi sesi segala" Tasya bergumam seraya keluar kamar mandi


Tasya segera mengeringkan tubuh dan rambutnya. Setelah selesai, dia menyiapkan baju ganti untuk suaminya.


Entah kenapa, badannya terasa lebih segar setelah berhubungan dengan suaminya.


"The power of love gitu?" Tasya bergumam seraya tersenyum.


"Kenapa tersenyum sendiri?" tanya Reza yang sudah berada di dekat Tasya tanpa Tasya sadari


"Gak apa-apa A. Cepat pakai baju" ucap Tasya


"Mam" Reza menjahili istrinya dengan membuka handuknya


"Apa sih A. Sana pakai baju!" Tasya melotot


"Aku sentil tahu rasa" gumam Tasya kemudian


"Enak saja. Diamond ini. Nanti kamu yang rugi sayang" ucap Reza yang ternyata mendengar ucapan Tasya.


Tasya tersenyum mendengarnya.


"Kamu mau makan apa Mam?" tanya Reza sambil memakai bajunya


"Hmm.. Apa ya?" Tasya nampak berpikir


"Buatkan aku Fettuccine Alfredo sayang. Aa yang masak ya" pinta Tasya


"Mam, mami kan jagonya. Aa gak bisa buat itu" tolak Reza


"Nanti Dedek marah sama Papi" ancam Tasya


"Hhh.. Tapi Mami bantu ya?" Reza takut juga


"Gak mau. Cari resep di internet saja!" tolak Tasya

__ADS_1


"Iya iya" Reza berjalan keluar kamar diikuti oleh Tasya yang penasaran melihat suaminya masak pasta kesukaannya.


'Maaf sayang, kamu jadi senjata Mami buat ngancam Papi. Suruh siapa Papi selalu menyebalkan' batin Tasya senang.


__ADS_2