
Reza membuka kaos yang dikenakannya. Dia berenang dengan bertelanjang dada.
Tasya menemaninya di pinggir kolam dan duduk dengan santai sambil menghadap ke laut.
Dua orang wanita yang berenang saling berbisik melihat Reza yang sedang asyik berenang sendirian.
Reza menepi ke pinggir kolam bersebrangan dengan Tasya, dia memandang jauh ke lautan lepas sambil mengatur nafasnya.
Tiba-tiba dia di hampiri oleh dua wanita tersebut.
"Sendirian saja mas?" tutur salah satu wanita
"Tidak. Dengan istriku" ucap Reza datar. Dia selalu malas meladeni wanita yang mencari perhatiannya.
"Oh sudah punya istri" ucap temannya
"Kenapa dia gak ikut berenang?" tanyanya
Reza hanya melihat mereka tanpa menjawabnya.
"Saya permisi" ucapnya kemudian.
'Hhh... Resiko punya suami ganteng. Selalu saja.. ' batin Tasya yang melihat suaminya digoda oleh perempuan lain
"Yuk sayang" ajak Reza seraya menghampiri Tasya
"Kenapa?" Tasya menahan senyumnya. Dia tahu suaminya tidak akan macam-macam
"Risih sama mereka" dia mengambil minum di meja sebelah Tasya.
Reza tiba-tiba mengecup kening Tasya. Tasya yang tak menyangka mencubit perut Reza yang basah. Reza hanya tertawa dibuatnya.
Reza sengaja ingin menunjukan kepada dua orang wanita itu yang masih memperhatikannya.
"Kenapa A? Mereka cantik" tebak Tasya
"Kamu tahu sendiri kan, Aa gak suka wanita murahan kayak begitu" Reza kesal
"Hati-hati kalau ngomong A" Tasya memperingatkan
"Habis, lihat cowok saja keganjenan begitu" Reza bersungut.
"Sudah sana bersihkan dulu badannya. Aku tunggu disini" pinta Tasya
"Bilang ya nanti kalau kamu diganggu mereka" ucap Reza seraya mengecup kembali kening Tasya
Tasya tersenyum senang.
"Iya sayang" ucapnya singkat
***
Selepas berenang, mereka masuk kembali ke kamar hotel. Cuaca siang itu terasa panas.
"Sayang, Aa ngantuk" ucapnya sambil tengkurap di sebelah Tasya
"Tidur. Aa lelah kan habis berenang" ucap Tasya yang duduk sambil menikmati keindahan laut
Reza mengubah posisinya. Kini dia tidur di pangkuan Tasya
"Nyaman rasanya Sya, kita begini saja gak usah kerja" ucap Reza sambil memejamkan mata
"Terus nanti aku di kasih makan apa dong?" Tasya mengelus rambut suaminya yang nampak berponi tanpa pomade
"Kamu puasa saja sayang" ucapnya
"Sungguh teganya dirimu A"
"Aa tidur ya, ngumpulin tenaga untuk sore nanti" ucapnya lagi
"Kita mau kemana A?" Tasya senang
"Ke puncak sayang" ucap Reza
"Puncak mana sayang? Di sini ada gunung?" Tasya polos
__ADS_1
"Puncak kenikmatan. Haha" Reza tertawa lepas
"Dasar A Reza! Nakal ya!" Tasya mencubit pipi suaminya gemas.
***
Tak terasa dua malam sudah mereka menginap di hotel. Tasya dan Reza sangat bahagia. Mereka bak pengantin baru yang sedang di mabuk asmara.
"Sudah semua, yuk pulang" ajak Reza
Reza membuka pintu kamarnya, kemudian dia menutupnya kembali.
"Kenapa A?" Tasya heran
Dia mengecup seluruh wajah Tasya.
"Semoga usaha kita berhasil. Aamiin" Reza berharap
Keduanya kemudian meninggalkan hotel tersebut.
"A Reza, kapan-kapan kita kesini lagi yuk?" ajak Tasya
"Iya. Moga nanti kita bertiga ya sayang" Reza masih menggantungkan harapannya
Tasya tersenyum getir. Ada rasa khawatir dalam dirinya. Dia takut tidak bisa memberikan keturunan kepada Reza.
***
Keesokan harinya
"Sayang, Aa berangkat duluan ya. Kamu gak apa-apa naik ojek?" tanya Reza
"Iya. Sudah sana, nanti telat lagi"
Reza mengecup Tasya kemudian pamit karena harus berangkat ke luar kota.
***
Tasya berjalan ke kantor dengan tergesa.
"Waalaikumsalam mbak" seseorang menyambutnya dengan senyuman
"Keenan.. Kamu.." Tasya kaget
"Iya, aku kan magang disini mbak" ucap Keenan
"Kok bisa?" Tasya heran
Keenan tersenyum melihat Tasya
"Iya, waktu mbak gak masuk aku kesini. Terus Pak Danu yang menerimaku untuk magang disini" ucapnya
'Pantas saja. Kalau A Reza gak mungkin dia bisa magang disini' batinnya
'Apa A Reza tahu? Huft.. Aku harus bagaimana sekarang' batin Tasya tak tenang
"Hallo everybody.. Assalamualaikum..Selamat Pagi Ibu Tasya, Eh ada Keenan" Lala datang dengan ceria
Tasya menatap tajam Lala. Lala kemudian gelagapan seolah mengerti maksud tatapan Tasya.
"Lala, nanti Keenan satu tim saja sama kamu ya" pinta Tasya
"Baik bu" ucap Lala
Keenan hanya memperhatikan Tasya tanpa berkedip
"Keenan, silahkan duduk disana" pinta Tasya kemudian
"Baik bu" Keenan patuh
'Terus sekarang aku harus bagaimana? Rasanya canggung sekali. Mau menghubungi A Reza, takutnya dia sedang presentasi. Hikkss' Tasya bingung.
"Selamat Pagi Pak Danu" ucap Lala yang membuyarkan lamunan Tasya
"Pagi La" ucapnya ramah
__ADS_1
"Kamu kenapa tadi gak bareng Papa, Nak" Pak Danu menyapa Tasya
"Aku pikir Papa gak ke kantor" jawab Tasya
Keenan terus memperhatikan mereka seolah dia ingin tahu semuanya
'La, itu ayahnya mbak Tasya?' Keenan mengirimkan pesan kepada Lala
'Bukan. Dia ayahnya Pak Reza. Mertua ibu Tasya' balas Lala cepat
"Anak magang, kamu mau foto kopi berkas tidak?" goda Pak Danu
Keenan hanya melemparkan senyumnya pada Pak Danu.
"Keenan kamu coba cek data yang ini, bisa?" Lala menghampiri Keenan
'Lala bahagia sekali' batin Tasya
***
Siang hari
"Assalamualaikum " ucap Reza yang baru datang sambil membawa makanan untuk Tasya
"Waalaikumsalam, sudah selesai Pak Reza?" tanya Tasya
"Sudah bu. Ini, saya bawakan makan. Pasti belum makan kan?" tanya Reza
"Bapak tahu saja. Terima kasih" Tasya senang
"Ayo kita makan" ajak Reza
Tasya merasa tidak enak dengan Lala.
"La maaf ya, saya makan duluan" ucap Tasya
"Iya bu tidak apa-apa. Silahkan dilanjut" ucap Lala
Reza tidak meliriknya sama sekali. Dia masih kesal dengan ulah Lala tempo hari.
"A Reza" Tasya memberi kode
"Sory ya La, saya cuma beli untuk istri saya" ucapnya datar
"Iya Pak. Di lanjut saja Pak" ucap Lala sedikit takut olehnya
'Bagaimana aku bilang sama A Reza ya' Tasya bingung
Tiba-tiba Pak Danu masuk bersama Keenan. Reza sedikit kaget dibuatnya tapi dia bersikap senormal mungkin sambil mengunyah makanannya.
"Pa, maaf saya makan duluan" Tasya tak enak pada mertuanya
"Lanjut saja Nak" ucapnya
Reza menatap tajam ke arah Keenan.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Pak Danu pada Reza
"Masih di pertimbangkan Pa, nunggu keputusan mereka dua tiga hari lagi" ucap Reza
"Kalau berhasil, kita harus tambah armada Pa" ucapnya lanjut
"Oke. Kamu urus semua" pinta Pak Danu
"Ayo kita makan siang, biar hari ini saya traktir kalian" ajak Pak Danu pada Lala dan Keenan.
Mereka kemudian keluar bersama.
"Sya.. "
" Aku tadi mau bilang, tapi takut Aa jadi gak fokus. Aku juga kaget kenapa dia bisa disini. Ternyata Papa yang terima dia magang disini" Tasya menjelaskan
Reza mengunyah makanannya tanpa berkomentar lagi.
"Kenapa Aa marah sama aku?"
__ADS_1