BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Pahlawan Bertopeng


__ADS_3

Reza bercerita dengan penuh semangat pada Tasya dan Lala. Mereka yang mendengarnya sangat antusias. Keduanya tertawa bahagia sambil berpelukan.


Reza melihat mereka dengan wajah ceria. Yang dipandangnya meneteskan air mata bahagia saat berpelukan bersama Lala


"Ibu kok menangis.. " Lala memeluknya kembali


" Gantian La" ucap Reza


Lala dan Tasya menengok ke arah Reza.


"Apa Pak?" Lala heran. Keduanya terdiam


"Gantian meluknya. Kamu terus" Reza memecah keheningan


Keduanya tertawa kembali.


"Alhamdulillah..A, aku gemetar begini" Tasya kemudian duduk


Reza segera mengambil air minum untuk istrinya.


"Mimpi buruk kita telah usai Pak?" tanya Lala


"Iya La. Alhamdulillah" ucapnya


"Kita tinggal tanda tangan kontrak saja, sekalian besok kirim barang" ucapnya


"Saya tak menyangka, yang datang kesini ternyata Direktur Merchandise-nya langsung" ucap Reza


"Kok bisa dia datang langsung A? Jangan-jangan dia titisan..?" Tasya membuka lebar mulutnya seolah-olah kaget


"Titisan apa bu?" Lala penasaran


"Hus. Kamu ini. Gak boleh begitu, dia itu pahlawan bertopeng kita" canda Reza


Mereka tertawa


"Dia datang kesini karena penasaran, katanya perusahaan kita sekarang sedang ramai diperbincangkan orang. Kenapa gudang kita bisa viral ya?" tanya Reza


"Ya ampun A..aku berkali-kali bilang, kita itu sedang masa peningkatan orderan. Online dan offline. Yang ke gudang makin banyak. Bahkan beberapa tukang sayur ambil dari kita sekarang." ucap Tasya


"Harusnya kita kelompokan Bu, jadi untuk bongkar barang juga kita gak susah" ucap Lala


"Nah itu, harusnya kita punya data ya La. Biar lebih rapih pembukuan kita juga." ucap Tasya


"Coba biar nanti aku minta bantu Pak Bambang juga" tambahnya


Reza hanya memperhatikan mereka diskusi. Dia melihat sang istri terlihat sangat mempesona dengan kemampuan yang dimilikinya.


"A Reza..A.. "


"Eh apa Sya?" jawabnya kaget


"Malah melamun, aku pikir Aa nyimak pembicaraan kita" Tasya protes


"Maaf sayang, Aa masih tak menyangka" bohongnya. Padahal dia sedang melamunkan sang istri.


"Sudah sana istirahat dulu. Mungkin Aa masih syok setelah bertemu pahlawan bertopeng" goda Tasya


***


Sore hari, Reza mengajak Tasya untuk segera pulang. Dia tak sabar ingin menceritakan semuanya pada Pak Danu.


"La, kamu mau bareng kita?" tanya Tasya


"Tidak bu, aku sudah pesan ojek online" ucapnya


"Oh ya sudah. Kita duluan kalau begitu" ucapnya


Reza dan Tasya pergi meninggalkan Lala. Reza tampak sangat bahagia.

__ADS_1


"Aa masih tak menyangka Sya" ucap Reza sambil tersenyum bahagia saat masuk ke dalam mobil


"Sudah berapa kali Aa berucap hal yang sama" ujar Tasya


"Jangan senang dulu sayang, belum tanda tangan kontrak" Tasya mengingatkan


"Iya. Tapi rasanya beban dihati seketika terangkat begitu saja" ucapnya


"Alhamdulillah. Rezeki dari Allah memang datangnya tidak terduga ya A" ucap Tasya


"Iya Sya. Terima kasih sudah menemani Aa disaat Aa begini." ucapnya


"Kita mulai dari minus, gak apa-apa kan Sya?" tanyanya lagi


"Gak apa-apa. Hidup gak semulus paha artis sayang" ucap Tasya


"Pahamu juga mulus kok" goda Reza


"Apa sih A Reza" Tasya tersipu malu


"Gadisku kini sangat dewasa" ucap Reza


"Ih dasar A Reza! Ayo pulang. Kita masih disini saja" protesnya


"Haha.. Aa lupa. Maaf" Reza melajukan mobilnya.


***


'Loh mereka belum pulang? Sedang apa coba?' batin Lala saat berjalan melewati mobil Reza yang masih berada di parkiran.


Lala mendekati Ojek Online pesanannya. Tukang Ojek tersebut memberikan helmnya kepada Lala. Dia segera naik dibelakangnya.


'Cuma kang Ojek yang mengerti diriku. Terlalu so sweet bersamanya. Sampai helm kitapun sama begini' batinnya cerewet


Lala mengedarkan pandangannya. Dia merasakan angin menyapu wajahnya.


"Kenapa Bang?" tanya Lala


"Tu kecelakaan mbak" ucapnya


Mereka melihat ke pinggir jalan, seseorang duduk berselonjor dengan motor yang terparkir di depannya. Beberapa orang berdiri di hadapan orang tersebut.


"Keenan?" pekik Lala


"Bang, teman aku bang" ucap Lala. Dengan refleks si abang menghentikan motornya.


"Sebentar ya Bang" ucap Lala berlari ke arah kerumunan


"Keen, kamu gak apa-apa?" Lala mendekat. Beberapa orang memperhatikan mereka


"La, kok disini?" tanyanya dengan heran


"Aku lewat. Kamu kok bisa jatuh begitu Keen?" tanya Lala


"Biasa ibu-ibu, sein kanan, belok kiri" ucapnya


"Bisa bawa motornya gak?" tanya Lala yang melihat tangan Keenan lecet terkena aspal.


"Duh ngilu begitu" ucapnya lagi.


"Sebentar" Lala meninggalkannya


Lala menghampiri tukang Ojek. Dia berbicara dengan tukang ojek kemudian memberikan uang kepadanya.


"Motornya gak apa-apa?" tanya Lala


"Kok motornya yang ditanya?" protes Keenan


"Ya kalau rusak, aku bawanya gimana?" Lala meninggikan suaranya

__ADS_1


"Gak apa-apa mbak." ucap salah seorang yang masih memperhatikan mereka. Orang tersebut menyalakan motor Keenan, dan mengeceknya.


"Terima kasih mas." ucap Lala


"Ayo, aku bawa motornya" ajak Lala


"Ni helmnya" Keenan melepas helm yang dipakainya.


"Bisa kan berdiri sendiri?" tanya Lala yang sudah duduk di atas sepeda motor milik Keenan


"Cerewet" ketus Keenan


Mereka kemudian berlalu meninggalkan orang-orang yang masih berada disana.


***


Reza masuk ke dalam rumah dengan semangat. Dia memanggil Pak Danu yang berada di dalam kamarnya. Sementara Tasya segera berlalu masuk ke dalam kamar karena lelah.


"Ada apa?" tanya Pak Danu


"Pa" Reza memeluknya erat


"Kesambet kamu Za? Tumben sekali peluk Papa" ucapnya


"Ada kabar bagus Pa" ucapnya


Reza mengajaknya duduk di ruang televisi. Dia bercerita panjang lebar pada Pak Danu dengan semangat.


"Bagus. Berarti uang Papa aman kalau kamu sudah bisa menghandlenya" ucap Pak Danu enteng


"Hebat kan anakmu Pa" ucapnya bangga


"Hebat dari mana? Duitmu habis semua kan? Motor kesayanganmu juga? Kasihan sekali" ledek Pak Danu


"Iya. Minimal kita sudah keluar dari krisis ini Pa" ucapnya lega


"Sukurlah" ucapnya seraya berlalu


"Pak Danu jahatnya sama anak sendiri!" gerutunya kesal


"Apa kamu bilang?" Pak Danu meliriknya


"Gak apa-apa" Reza segera bangkit dan masuk ke dalam kamar


"Aa kesal sama Papa. Gak bangga gitu sama anaknya" Reza bersungut


"Pasti bangga sayang, cuma Papa gak mau menunjukannya" ucap Tasya


"Sana mandi A. Bau" ucap Tasya


Tasya merebahkan badannya. Dia merasa bahagia.


'Papi hebat ya Dek.' gumamnya seraya mengusap lembut perutnya.


Reza keluar dari kamar mandi. Dia teringat suatu hal yang sempat terlupakan saat melihat Tasya. Segera dia naik ke atas kasur.


"Sayang.." ucapnya lembut


Tasya menyadari sesuatu, dia segera membalikan badannya memunggungi Reza.


"Jangan pura-pura Sya" ucapnya seraya memeluk sang istri


Tangannya mengusap lembut perut Tasya.


"A, aku lelah" ucap Tasya


"Ya sudah, sun saja boleh kan?" pancingnya


*** Lanjut jangan? Yang mau lanjut bantu VOTE dong. Hehe.. Tinggalkan jejak dengan LIKE dan KOMENTARNYA juga ya temans. Terima kasih ^^ ***

__ADS_1


__ADS_2