BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Undangan Adit


__ADS_3

"Sayang, bangun" Tasya mengguncang tubuh Reza


"Hmm.. "


"A.. Bangun" Tasya masih mengguncang badan Reza


"Apa?" Reza membuka sebelah matanya


"Aku mau kiwi A, takut ke dapurnya" ucap Tasya


Reza berdehem, dia membuka matanya kemudian duduk melihat jam masih pukul dua malam.


"Ayo.." ajaknya sambil menggandeng Tasya dibelakangnya


Dia membuka kulkas, kemudian dengan telaten mengupas kulit kiwi dan memotongnya menjadi beberapa bagian.


"Ini saja?" tanyanya


"Iya" ucap Tasya yang menunggu di meja makan.


Reza memberikan kiwi tersebut pada istrinya.


"Gerah sekali A. Aku tidurnya gak nyaman" keluh Tasya


"Aa mau?" ucapnya cerewet. Sang suami menguap beberapa kali.


"Enggak. Mami saja sama dedek"


Tak lama, kiwi di piring pun habis.


"Mau lagi?" tanya Reza


"Memang boleh?" Tasya tersenyum


"Boleh sayang" Reza beranjak mengambil kiwi dan mengupasnya kembali.


Setelah selesai, mereka kembali ke kamar.


"A.." Tasya masih mengganggu


"Kenapa? Tidur sayang" Reza memeluk Tasya


"Aku lupa belum minum" ucapnya


Reza bangun kemudian mengambil gelas berisi air putih yang sudah sedia di meja, dia memberikan pada istrinya.


"Terima kasih sayang" ucap Tasya


Reza tak bersuara. Dia kembali merebahkan badannya.


"Gak dijawab" gerutu Tasya


"Iya sayang. Tidur yuk, Aa ngantuk" ajaknya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Tasya


Tasya melepasnya.


"Kenapa?" Reza membuka matanya


Tasya tak menjawabnya, dia memunggungi Reza. Keduanya terlelap kembali.


***


Keesiak harinya, mereka tiba di kantor. Disana Lala sedang duduk seorang diri.


"Sepi ya La" sapa Tasya


"Saya sendiri bu, kalau ibu tidak masuk bagaimana" ucapnya sedih


"Nanti Pak Bambang saya suruh pindah kesini saja ruangannya. Biar kamu ada teman juga. Walaupun dia pasti bolak balik gudang setidaknya kamu ada teman." ucap Reza yang mendengar percakapan mereka


"Tenang saja, ada aku juga La" ucap Tasya


Reza segera keluar ruangan, dia menuju ke gudang.


"Kamu komunikasi sama Keenan, La" tanya Tasya


"Enggak lah bu" ucapnya walau sebenarnya dia merasa ada yang kurang.

__ADS_1


"Oh"


***


"Sya, ayo kita beli baju kamu" ajak Reza saat pekerjaannya selesai


"Kemana?" tanya Tasya


"Toko bangunan sayang" candanya


"Sebentar" Tasya bergegas ke kamar mandi untuk merapikan dirinya


"La, kita tinggal ya. Kamu kalau sudah selesai boleh pulang lebih cepat. Tapi kalau sudah selesai loh ya" ucap Reza yang merasa kasihan dengan Lala


"Asik. Terima kasih Pak." ucapnya girang


Tasya keluar kamar mandi dengan wajah yang lebih fresh. Keduanya pamit pada Lala dan keluar menuju mobilnya.


"Ke Mall saja dulu ya, siapa tahu disana banyak pilihan" ajak Reza sambil melajukan mobil kesayangannya


"Aku terserah Aa saja beli dimana pun" ucapnya


Tidak lama, mereka tiba di Mall yang biasa mereka kunjungi. Reza dan Tasya masuk dari satu toko ke toko lainnya.


"Sya, istirahat dulu." ucap Reza


"Enggak A. Ayo, nanti makin lama lagi" ajaknya


Reza pasrah. Dia mengikuti kemauan sang istri masih menyusuri toko demi toko.


"Bagaimana A?" tanya Tasya yang sedang mencoba dress yang menurutnya cocok


"Cantik sekali Kak" ucap pelayan toko


Reza mengembangkan senyumnya.


"Mami.. " ucapnya


" Jangan bilang jatuh cinta ya" Tasya meledek. Pelayan toko tersebut tersenyum mendengarnya.


"Hehe.. Becanda ya mbak" ucap Tasya yang baru sadar sang pelayan tersenyum


"Apa sih A. Abang.. Abang.. Abang tukang bakso mari-mari sini" ledek Tasya sambil tertawa, pelayan tersebut ikut tertawa pelan


"Aku mau yang ini Mbak" ucap Tasya


Reza membawa paper bag sambil. Menggandeng tangan Tasya, dia menarik tangan Tasya masuk ke dalam toko perhiasan.


"Kok kesini?" Tasya heran


"Biar kamu gak jadi gadis hamil lagi" ucapnya


"Aa ih!" Tasya mencubit lengan Reza


Mereka berdua kompak memilih cincin couple karena Reza tak mau mereka memakai cincin yang berbeda.


"Yang ini sajalah ya? Aa cocok yang ini. Kamu juga bagus pakai yang itu" ucap Reza sambil memakai cincinya.


"Iya" Tasya tak banyak protes.


"Pakai langsung saja sayang" pintanya lagi. Tasya hanya menurut tak banyak bicara.


Setelah selesai, mereka segera pulang kerumah karena Tasya sudah merasa lelah.


***


"A, nanti Aa jangan sibuk sendiri ya. Aku disana gak ada yang kenal" pinta Tasya


"Iya sayang. Kita juga gak akan lama. Kamu pakai heels begitu. Aa juga sedikit flu. Gak enak sekali" ucap Reza


"Ini pendek A, gak tinggi." terang Tasya


"Iya" Reza tak mau berdebat. Dia memakai masker


"Kenapa pakai masker segala A?" tanya Tasya


"Aa takut kalian tertular." ucapnya

__ADS_1


Setelah mereka selesai berdandan, Reza mendekati Tasya.


"Kamu cantik sekali Sya" ucapnya seraya mengecup kening Tasya


"Hehe ketutup masker sunnya" ucap Reza


"Suamiku juga ganteng sekali. Mudah-mudah dedek mirip Papi kalau cowok" ucapnya sambil mengelus dada suaminya


"Yuk berangkat." ajak Reza


Setibanya disana sudah berderet ucapan selamat terpajang di halaman hotel.


Disana sudah banyak tamu undangan yang datang. Reza dan Tasya mengedarkan pandangannya melihat dekorasi yang terlihat romantis dipenuhi dengan bunga-bunga.


"Pak Bambang" sapa Tasya


Pak Bambang menoleh ke arah mereka


"Pak Reza, Bu Tasya. Wah.. Ibu cantik sekali" ucapnya


Mereka hanya tersenyum


"Dengan siapa Pak?" tanya Reza


"Biasa, si sulung selalu mengawal" ucapnya


Icha mengangguk sambil tersenyum ke arah mereka, kemudian menyalami mereka.


'Wah, bocah lagi cari mangsa' batin Reza


"Bang Reza.." seseorang memanggil Reza.


Mereka semua menoleh kepada sumber suara. Reza mengeratkan genggamannya pada Tasya.


"Bu Karina cantik sekali" ucap Pak Bambang.


"Sudah pasti Pak Bambang" ucapnya percaya diri. Dia memakai mini dress di atas lutut dengan dada terbuka.


'Seksi sekali. Jangan-jangan wanita yang kemarin' batin Tasya tak pasti karena waktu itu hanya melihatnya sepintas.


"Bang Reza gak kasih kabar ih jahat" ucapnya dengan berani


Pak Bambang dan Reza melihatnya dengan tatapan heran.


"Bu Karina, ini istri saya" Reza memperkenalkan dirimu


"Oh ini" ucapnya sambil memperhatikan pakaian yang digunakan Tasya dari bawah ke atas. Dia menyunggingkan senyuman seolah meledek.


"Karina. Saya yang bekerja sama dengan Bang Reza. Tentu tahu kan?" ucapnya dengan nada yang terdengar mengancam sambil mengulurkan tangannya


"Tasya" dia tersenyum ramah


Pak Bambang, Reza dan Karina berbincang ringan.


"Ibu, anggun sekali" ucap Icha mendekati Tasya


"Kamu juga cantik sekali." balas Tasya


"Ibu sama Pak Reza cocok sekali." ucapnya kemudian. Tasya hanya tersenyum mendengarnya karena pikirannya mulai kacau.


"Aku boleh pinjam Bang Reza sebentar ya Mbak? Ada yang mau aku bicarakan masalah bisnis" ucap Karina


"Silah.."


"Disini saja Bu Karina. Dia tahu semua urusan saya" potong Reza


"Abang masa begitu Bang, kita mau bahas kontrak kita loh" masih dengan nada dibuat semanja mungkin


Reza tak menanggapi. Karina semakin berani. Dia mendekatkan dirinya pada Reza. Kemudian berbisik di telinganya.


"Abang, dia gayanya alim sekali. Kalau bosan boleh main sama aku bang"


Reza mengepalkan tangannya. Dia kesal dengan ocehan Karina yang sangat lancang.


"Ibu Karina, Pak Bambang, saya permisi ya. Saya tidak tega istri tercinta saya berdiri lama-lama" pamit Reza menahan amarah


"Abang! " Karina membentaknya.

__ADS_1


"Maaf, saya bukan abang anda ya bu" ucapnya seraya mendekat.


Karina merasa terhina. Dia mengepalkan tangannya kesal kemudian pergi menjauh dari mereka.


__ADS_2