BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Kunjungan Lala


__ADS_3

"Ayo masuk sayang" ajak Reza sambil menggenggam tangannya.


"Mau cemilan?" tanya Reza


"Enggak. Aku mau ke kamar saja" pinta Tasya


Dia merebahkan tubuhnya. Kini dia merasa kesepian.


"Kenapa?" tanya Reza


"Aku sedih saja. Rasanya sepi"


"Sabar, nanti ada Vano pasti rame sayang. Sekarang manfaatkan untuk istirahat" ucap Reza


"Papi gak ke kantor?" tanya Tasya


"Enggak sayang. Papi kerja dari rumah saja. Disana juga ada Papa." ucapnya


"Serius? Aku gak apa-apa Pap sendiri juga" ucap Tasya


"Ssttt.. Papi kerja dulu ya sayang" ucap Reza seraya mengecup pipi istrinya. Dia duduk di sofa sambil memangku laptopnya.


Tasya membuka ponselnya. Dia membuka salah satu pesan.


'Ibuuu aku dengar sudah pulang ke rumah ya? Huhu.. Aku terharu Bu. Senang sekali mendengarnya' ~ Lala


'Laaaa.. Aku juga kangen. Iya alhamdulillah sudah pulang. Sini main ke rumah. Aku kesepian. Hiks..' ~ Tasya


'Boleh main ke rumah Bu? Aku akan izin sama Pak Danu. Beliau pasti mengizinkan. Apalagi bertemu dengan mantu kesayangannya' ~ Lala memberikan emotion tersenyum diakhir kalimatnya


'Boleh sekali Laaa. Aku share lokasinya yaa.' ~ Tasya mengirim pesan disusul dengan lokasinya pada Lala


Hatinya sedikit riang karena Lala menghiburnya.


"Papi.. "


"Hmm.."


" Boleh Lala kesini? Dia ingin melihatku" ucap Tasya


"Boleh sayang. Waktu Mami koma, dia nangis malah. Papi tahu dia sayang sekali sama Mami" ucap Reza


"Terima kasih Pap. Sudah lama sekali rasanya aku gak ketemu dia" ucap Tasya


Tasya menunggu kedatangan Lala dengan riang. Sementara sang suami masih sibuk di depan laptopnya.


***


Tok..tok..tok..


Tasya membuka pintu


"Ada yang cari Neng Tasya" ucap Bi Tinah


"Suruh masuk saja Bi. Dia teman kantorku" ucap Tasya


"Aku ke depan ya sayang" ucap Tasya bersemangat


"Sini dulu Mam" Reza mencegahnya


"Apa?" tanya Tasya


"Sini, ini lihat dulu" ucap Reza yang membyat Tasya mendekat.


Cup.


Reza mendaratkan kecupan pada pipi Tasya.


"Ih dasar genit." Tasya memberikan kecupan tambahan untuk Reza kemudian berlalu ke luar kamar.


"Lalaaa.. " panggil Tasya saat tiba di ruang tamu

__ADS_1


"Ya Tuhan Ibuuuu.." Lala berhambur memeluk Tasya dengan mata berkaca-kaca


"Aku bahagia sekali Ibu sehat lagi" ucapnya meneteskan air mata


"Aku jugaa La. Aku gak nyangka diberi kesempatan kedua begini" ucap Tasya


"Sini yuk, kita ngobrol di dalam" Tasya mengajaknya ke ruang televisi


"Buu, aku senang sekali saat mendengar Ibu sudah pulang" Lala memegang tangan Tasya


"Terima kasih ya La. Kata A Reza kamu nangis yaa.. " ucap Tasya


" Hehe.. Gimana gak nangis Bu. Ibu koma begitu. Lihat alat-alat di tubuh Ibu rasanya ngeri" ucap Lala


"Baby boy mana Bu?" Tanya Lala kemudian


"Masih di rumah sakit. Berat badannya masih belum mencapai untuk bisa dibawa pulang" ucap Tasya sedih


"Sabar ya Bu. Baby Boy pasti cepat pulang" hibur Lala


Bi Tinah menghampiri mereka membawa minum.


"Bi Tinah, ini teman baik aku di kantor. Sampai Papa izinkan dia bolos buat jengku aku disini" Tasya mengenalkan pada Bi Tinah sambil tertawa


"Oh iya. Terima kasih sudah menjenguk Neng Tasya ya Mbak" ucap Bi Tinah


"Iya Bu. Sama-sama" Lala mengangguk segan


"Saya tinggal ke belakang ya" ucap Bi Tinah


"Bu? Itu siapa?" tanya Lala penasaran


"Itu mah yang bantu kita dirumah. Tapi sudah kayak keluarga sendiri" ucap Tasya


"Bagaimana keadaan kantor La?" tanya Tasya


"Baik-baik saja Bu. Seperti biasa penjualan naik turun. Omset kita sih masih aman Bu." ucap Lala


"eh iya ya.."


"Minum dulu La, ni cemilannya juga silahkan dimakan. Bukan pajangan ini La" ucap Tasya


"Hehe iya bu. Ibu tahu saja" Lala mengambil minumnya.


"Bu, rumahnya besar sekali." ucap Lala polos


"Bukan rumahku La. Aku numpang disini. Ini rumah Papa" Tasya mengambil cemilannya


"Hehe sama saja Bu. Pak Reza anak tunggal otomatis semua jadi milik Pak Reza nantinya"


"Hus.. Kamu itu.."


"Maaf Bu. Tapi kenyataan kan" ucap Lala


"La, aku ingin punya rumah hasil jerih payah kita sendiri. Bukan warisan. Eh tabungannya kekuras sama ini" Tasya memegang kepalanya


"Tenang Bu, Pak Reza mah pintar cari duitnya. Lagipula kemarin dirumah sakit ya ampun bu.. Aku lihat Pak Reza benar-benar terpuruk sekali. Pertama kali lihat Pak Reza dengan ekspresi seperti itu" ucap Lala


"Gimana memangnya La?" Tasya penasaran


"Ya ampun, dia menyalahkan dirinya sendiri. Pak Reza bilang 'semua salahku La. Aku membiarkannya sendirian' Ya, gimana sih Bu orang menyesal. Kayaknya benar-benar terlihat separuh jiwanya hilang" Lala cengengesan.


"Oh ya?" mereka tertawa


"Tapi dia suka ke kantor La?" Tasya mengorek informasi lebih dalam


"Ya enggaklah Bu! Gila saja, istrinya koma Pak Reza asyik dikantor. Pak Reza ke kantor kalau ada berkas yang harus ditandatangani saja sih setahuku" ucap Lala


"Kasihan sekali lihat Pak Reza waktu itu" ucap Lala


"Eh, Pak Reza ada Bu?" tanya Lala

__ADS_1


"Ada. Mau ketemu?" tanya Tasya


"Enggak. Aku takut kepergok saja saat membicarakannya" ucap Lala sambil tertawa


"La, maaf ya. Kamu sendirian gak ada aku" ucap Tasya


"Gak apa-apa Bu. Lagian anak-anak lain pada baik kok." ucap Lala


"Si Agus sama si Deni yang kurang aja sih Bu. Masa manggil aku Emak Lala gara-gara aku ngomel melulu katanya" Lala bersungut. Dia sengaja menghibur Tasya


Tasya tertawa mendengarnya.


"Ibu puas sekali" Lala masih bersungut


"Cocok La" ucapnya masih dengan tertawa


"Aku manggil gitu juga ya La" ucap Tasya


"Ibu! Jahatnyaa" Lala pura-pura marah


"Habis memang lucu sekali. Jadi kebayang kalian saat adu mulut"


"Aduh senang sekali aku bisa tertawa begini La. Terima kasih" ucapnya tulus


"Aku juga senang sekali bisa becanda sama Ibu" ucap Lala


"Eh Bu, si tampan kemana?" tanya Lala


"Siapa?"


"Kakak ibu" Lala cengengesan


"A Rasya?"


"Hehe.. Iya"


"Baru saja tadi pulang"


"Yah, aku telat dong Bu."


"Kenapa? Naksir sama A Rasya?" Tasya mencolek Lala


"Kenapa sih keluarga Ibu semuanya grade A" ucap Lala seraya tertawa


"Memang kami keluarga brokoli apa La. Grade A segala" Tasya lucu mendengarnya


"Haha.. Habis dari Ibunya Ibu sampai ke Ibu semuanya bening. Ya Tuhan. Gak ada buluk-buluknya kayak aku" ucap Lala


"Ih kamu mah bisa saja. Dasar"


"Serius Bu, lihat Ibu mertua cantiiik sekali" puji Lala


"Ibu mertua, kamu kakak ipar aku gitu La?" mereka tertawa


"Aku gak mau punya kakak ipar cerewet kayak gini."


"Haha.. Adik ipar jangan berkata begitu"


"Becanda ya Bu, maaf. Kalau serius juga aku dengan senang hati sih" ucap Lala riang


"Kalau A Rasya mau, aku mah dengan senang hati. Tapi kayaknya kamu bukan tipe dia deh" Tasya tertawa


"Ibu mah.. "


"Jadi kamu sama siapa sekarang?" tanya Tasya tiba-tiba"


"Hmm..


"Apa? Cerita ih sama aku La" Tasya penasaran


"Sebenarnya, aku.. "

__ADS_1


__ADS_2